<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934</id><updated>2011-07-07T23:38:33.716-07:00</updated><category term='Daun Muda'/><category term='17tahunseru.blogspot.com'/><category term='Cerita Dewasa'/><title type='text'>17tahunseru.blogspot.com - Kumpulan Cerita Dewasa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-9001243099370775856</id><published>2010-07-28T08:37:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T08:47:17.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Rini - Second Desire</title><content type='html'>Kupandangi wajah di dalam cermin itu. Bibir merah berlapiskan gincu yang teroles rapi dalam wajah berbedak halus dengan untaian rambut panjang tergerai. Ya... itu wajahku sendiri. Kulentikkan bulu mataku sejenak. Saat kurasa cukup, aku berdiri melihat seluruh penampilanku dalam cermin itu. Long dress merah yang kukenakan kini, serasa cocok dengan kalung emas yang melingkar di leher jenjangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap lekat kembali diriku. Diusiaku yang ke 24, kurasa usia yang benar-benar menonjolkan sisi kewanitaanku. Kecantikanku tidak bisa disamakan dengan artis-artis, namun kuakui aku memiliki daya tarik sendiri. Kulitku bersih dan aku rawat baik-baik. Aku tidak tinggi, namun tidak pula bisa dikatakan pendek dan diriku bisa dikatakan perempuan yang proporsional. Kulihat pula sepasang payudara yang kumiliki. Ukurannya tidak terlalu besar, namun kulihat begitu membusung menantang dalam pakaian yang kukenakan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara bel mobil terdengar di luar rumah membuyarkan perhatianku atas sosok dalam cermin itu. Kupandangi sekilas jam meja yang menunjukkan pukul 10.03 pagi. Itu pasti Ridwan pikirku. Kumelangkah menuju lemari pakaianku dan kuambil tas yang berisi persiapan akan pekerjaan yang musti kulakukan sebentar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang, kudengar pintu kamarku diketok oleh seseorang. Kupersilahkan untuk masuk karena aku tak mengunci pintu kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuan Ridwan sudah datang. Dia menunggu nona di ruang tamu. Tuan berpesan, agar nona segera menyelesaikan riasan nona dan segera menemui tuan disana,” pesan Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko adalah satpam di rumah ini. Mungkin lebih tepat jika dikatakan sebagai pengawal pribadiku. Bukan pengawal yang menjagaku dalam bahaya saja, namun pengawal yang tidak akan membiarkanku bebas berkeliaran keluar dari rumah ini. Dia ibarat perpanjangan mata, tangan dan kaki Ridwan di rumah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko tidak sendiri menjagaku. Ada 2 pengawal lagi, Tresno dan Mardi. Aku tak pernah dekat dengan mereka. Pernah sekali aku memelas agar mereka membebaskanku dari rumah ini, mereka tidak menghiraukanku. Sampai ketika aku mencoba melarikan diri, mereka menangkapku dan mengembalikanku ke rumah ini yang dilanjutkan dengan memasang tirali besi di setiap jendela kamarku. Namun di luar semua itu, mereka tak pernah menyakitiku, mungkin karena perintah dari Ridwan agar aku tidak rusak sebagai barang dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sudah selesai,” kataku sambil beranjak melangkah menuju pintu untuk segera menemui Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko menyingkir sejenak memberiku ruang untuk lewat. Setelah aku keluar pintu, kudengar suara pintu kamarku ditutup olehnya. Kuberjalan sedikit cepat ke ruangan dimana Ridwan telah menungguku. Setelah berbelok ke kiri di lorong itu, kulihat Ridwan duduk di sofa membaca koran yang ada dengan membelakangi arah tempat diriku muncul. Kuhentikan langkahku dan aku mulai angkat suara untuk menyadarkan Ridwan akan kedatanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sudah siap,” kataku singkat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridwan sedikit terkejut dan segera membalikkan badannya ke arahku. Kulihat ada kesan terpesona di matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rini... kau luar biasa,” pujinya sambil berdiri dan melipat koran yang akhirnya dibuangnya diatas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum masam. Sudah seringkali kudengar pujian-pujian semacamnya sebelum diriku pergi dinikmati para lelaki demi mengisi kantongnya. Ridwan masih tersenyum dan aku tahu dia memang terkesan akan penampilanku saat ini. Kesan dimatanya terlihat dalam. Sejenak dia pandangi tubuhku dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika memang persiapanmu sudah kelar, ayo kita berangkat sekarang,” ucap Ridwan setelah puas memandang sosokku yang berdiri mematung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridwan kemudian beranjak dan aku mengikutinya dari belakang. Sinar mentari mulai menghangat di luar. Aku yang berbusana seperti ini merasakan betul sengatannya. Dan kami pun beranjak dari rumah itu ke sebuah tempat dimana tubuhku akan menjadi santapan 2 lelaki yang sudah memesanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota besar ini dipenuhi oleh gedung-gedung yang menjulang tinggi. Rona kehidupan berwarna-warni terpampang jelas jika kita menelusuri tiap pelosok yang ada. Tak ada waktu yang dapat menghentikan aktifitas para manusianya. Baik siang ataupun malam hari, kota ini adalah pusat dimana semua gairah hidup berjalan bedampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sempat berhenti di sebuah restoran untuk mengisi perut kami, mobil ini mulai menuju ke arah utara dimana pesona tepi pantai yang indah menjadi objeknya. Kami hanya berbincang seperlunya di dalam mobil itu. Kehangatan yang dulu sempat tercipta sudah tak nampak kini. Kebencianku akan sosok yang sekarang duduk menyetir mobil disampingku, bercampur aduk dengan sisa-sisa cintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah satu dari mereka adalah klien terbaikku dulu,” kata Ridwan memecah keheningan yang sempat tercipta antara kami. Aku tahu maksud perkataannya yang kubayangkan sebagai masa dimana narkoba adalah mata pencahariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang bernama Tommy, dia pemilik sebuah club terkenal di kota ini. Dia orang yang sangat kukenal. Seorang lagi adalah sahabat karibnya bernama Anton. Aku tidak tahu Anton seperti apa karena aku belum pernah bertemu sekalipun dengannya. Namun dari Tommy kudapati gambaran bahwa Anton adalah seorang pengusaha kayu dari Kalimantan yang baru beberapa bulan tinggal disini,” jelas Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tommy adalah lelaki yang mempunyai darah Amerika, namun Anton orang Indonesia asli. Mereka adalah lelaki jetset yang gemar menghabisi waktu di dunia malam. Sudah kau dapatkan sedikit gambaran tentang mereka?” ucap Ridwan bertanya kepadaku sambil sejenak menoleh ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mengeluarkan sepatah katapun atas pertanyaannya. Hanya sebuah anggukan kecil yang kulakukan. Ridwan kemudian melanjutkan penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mengenal Tommy cukup lama. Dia orang yang terkenal brilian dalam menjalankan usahanya dan dia mempunyai pengaruh yang cukup besar di kota ini. Selama aku mengenalnya, dia orang yang cukup menghargai perempuan. Jadi kau tak usah khawatir, Rin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kuharap kau mau menuruti apapun keinginan mereka. Tommy tertarik denganmu karena cerita-cerita yang beredar antar para petualang malam seperti dirinya. Dan ketika akhirnya kuberikan gambaran tentang dirimu saat kami bertemu di club yang dia miliki, dia menyatakan tertarik dengan dirimu. Disamping itu, dia ingin mempersembahkan sebuah hadiah ulang tahun kepada sahabatnya, Anton, yang berulangtahun hari ini. Karena itulah, kuharap kamu mau melayani mereka sebaik mungkin,” jelas Ridwan kembali sambil menoleh sejenak ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak terasa panas dan sesak dada ini. Aku diperlakukan sebagai sebuah barang. Aku diperlakukan sebagai sebuah tanda persembahan kepada lelaki yang berulangtahun yang sama sekali aku tak kenal sebelumnya. Namun apa bedanya aku selama ini? Aku sudah menjadi gadis pemuas nafsu para lelaki yang sungguh tak ada bedanya dengan sebuah barang yang bisa diserahkan kesana kemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik,” jawabku singkat tanpa penjelasan dan pertanyaan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat dari sudut mataku, Ridwan menoleh ke arahku sejenak sambil tersenyum kecil dan mengangguk tanda kepuasan atas jawaban yang kuberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan kulihat makin mengecil. Aroma pantai mulai tercium dari udara yang kuhirup karena jendela mobil yang kubuka. Perasaanku mengatakan, lokasi yang ditentukan telah dekat. Tak berapa lama berselang, mobil kami memasuki jalan kecil yang sungguh aku tak tahu dimana aku berada kini. Kulihat di kiri dan kanan jalan banyak terdapat restoran dan kafetaria menandakan bahwa kawasan ini adalah sebuah kawasan pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memasuki sebuah hotel yang lumayan besar. Hotel ini terlihat menonjol diantara hotel ataupun penginapan lainnya. Dengan sedikit sentuhan arsitektur Jawa yang dibalut oleh budaya Barat, hotel ini kurasa yang terbesar di kawasan ini, karena semenjak memasuki daerah ini, tak satupun hotel atapun penginapan yang besarnya dapat menyaingi hotel yang kami masuki ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segara Ayu Hotel. Itu nama hotel dimana kami berada kini. Aku mempunyai sebuah kebiasaan untuk mengingat sebuah tempat dimana aku berada. Bagiku itu hal yang wajar, mengingat keseharianku aku habiskan terkungkung dalam tembok rumah dimana aku dikurung oleh Ridwan dan dijaga oleh 3 orang penjaga terbaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat Ridwan berusaha menghubungi seseorang setelah kami berada di depan lobby hotel. Aku tak tahu dan tak mendengar ucapannya karena aku telah menyingkir agak menjauh darinya untuk melihat sebuah lukisan sebuah pedesaan di ruang tunggu lobby. Tak berapa lama berselang, Ridwan membuyarkan pandanganku yang begitu dalam atas lukisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo Rini. Kita sudah ditunggu. Mereka telah datang 2 jam yang lalu dan telah memesan sebuah kamar suite di hotel ini. Ayo bergegaslah,” ucap Ridwan sambil berbalik badan dan memimpinku menuju sebuah kamar hotel bersama seorang room boy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berjalan menyusuri lorong-lorong hotel di tiap lantainya. Aku berusaha untuk mengingat setiap lorong yang kami lewati. Tak berapa lama berselang kami pun sampai di depan sebuah kamar bernomor 306. Room boy yang menunjukkan jalan kepada kami pun permisi setelah dia sadar tugasnya telah tuntas. Ridwan tak menunggu lama lagi untuk mengetuk pintu kamar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kudengar kemudian adalah sebuah suara dari dalam kamar yang mempersilakan kami untuk masuk karena memang pintu tersebut tidak dikunci. Ridwan membuka pintu dan beranjak masuk. Aku pun mengikutinya dengan perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya kau datang juga Ridwan,” ucap seorang pria yang berdiri dan menyambut uluran tangan Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak mungkin berbohong padamu, Tom.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu tertawa kecil mendengar jawaban Ridwan. Dari percakapan mereka, aku tahu lelaki dihadapan Ridwan adalah Tommy. Tepat seperti kata Ridwan, Tommy memiliki guratan-guratan orang asing di wajahnya yang menandakan dirinya adalah blasteran. Tommy termasuk tinggi dengan tubuh yang tegap. Aku akui, Tommy sangat tampan. Hal yang tentu biasa ditemui dari seseorang yang berdarah campuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ya, ini Anton yang kuceritakan,” kata Tommy menunjuk sesosok lelaki yang sedang duduk di sebuah sofa yang sedari tadi kulihat menatap tajam kearahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu kemudian berdiri dan turut serta menyalami Ridwan dengan basa basi yang biasa diucapkan ketika pertama kali bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah... ini pasti Rini yang waktu itu kau ceritakan padaku kan?” tanya Tommy kepada Ridwan sambil melihat ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya. Dia adalah Rini. Perempuan yang kuceritakan saat itu,” balas Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit kikuk. 3 pasang mata lelaki memandangku tajam di saat yang bersamaan. 2 diantaranya penuh dengan nafsu untuk menikmati tubuhku dan 1 lainnya haus akan uang yang aku hasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok, dengan segenap rasa hormat, aku undur diri dulu, Tom. Tugasku untuk mengantarkan Rini sudah selesai. Aku akan menjemputnya malam nanti,” kata Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho.. mau kemana kau? Ayo minum dulu bersama kami disini,” ajak Tommy mencegah Ridwan untuk pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang melihat sebotol minuman luar yang telah dibuka diatas meja lengkap dengan es yang ada dan gelas-gelas yang telah terisi minuman tersebut. Ada beberapa makanan ringan yang juga tersedia di atas meja tersebut sebagai pelengkap minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, Tom. Aku tidak bisa berada disini lebih lama lagi karena aku harus mengejar waktu untuk menemui seseorang,” kilah Ridwan menolak ajakan Tommy dengan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ya... kudengar dari Tommy anda berulangtahun hari ini, kuucapkan selamat ulang tahun,” ucap Ridwan kepada Anton sambil menyelamatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terimakasih. Benar kau tak ingin mencicipi segelas saja?” tawar Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, terimakasih. Aku harus pamit sekarang,” jawab Ridwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa menit saja, di kamar itu hanya tersisa diriku, Tommy dan Anton saja. Saat mereka berbincang-bincang tadi kuperhatikan sekelilingku. Sebuah kamar yang cukup besar dengan sebuah kasur berukuran double. Ditengah kamar itu terdapat sofa yang diduduki oleh Tommy dan Anton lengkap dengan sebuah televisi berukuran 21 inchi dan audionya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebuah pojok kamar itu, ada ruangan yang dipergunakan sebagai dapur kecil. Ada beberapa hiasan yang kulihat mempercantik ruangan tersebut. Di sebuah dinding terdapat jendela yang saat itu tertutup. Aku rasa jika jendela itu terbuka, pemandangan pantai dapat kulihat dari sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rini, kau mau minum?” tawar Tommy sambil menunjuk ke arah botol minuman yang terdapat di atas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak,” jawabku. “Aku tidak biasa minum,” sambungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duduklah dulu. Kau pasti merasa sedikit lelah dalam perjalanan kesini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku tak merasa lelah sama sekali. Yang sangat kuinginkan sekarang adalah semua ini segera berakhir. Namun aku teringat akan permintaan Ridwan di dalam mobil dan aku tahu sungguh sangat tidak bijak jika aku tak menuruti keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menjatuhkan diri duduk di kursi di samping Anton. Kulirik sejenak ke arahnya yang tersenyum penuh arti ke arahku. Kuletakkan tas yang kubawa di bawah meja. Dan sejurus kemudian kulihat dirinya menuangkan setengah gelas minuman keras itu sambil meraciknya dengan campuran soft drink yang juga ada di atas meja itu. Kemudian minuman racikan itu di arahkannya kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Minumlah segelas saja. Ini hari ulang tahunku,” tawar Anton sambil mengulurkan gelas berisi minuman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam sejenak memandangi gelas itu. Aku memang bukan seorang peminum namun bukan berarti aku tak pernah menenggak minuman keras. Tapi karena ketidaktahanan tubuhku akan minuman-minuman jenis ini, aku memilih untuk tidak meminumnya. Dan sekarang, aku berada di posisi yang sangat sulit untuk menolak dengan alasan yang Anton berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulirik Tommy untuk meminta bantuan keputusan yang harus kuambil. Dia hanya tersenyum dan memberikan tanda anggukan agar aku menerima minuman itu. Aku menyerah, dan kuambil gelas tersebut diiringi oleh Tommy dan Anton yang mengambil gelasnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun melakukan toast tanda ucapan selamat ulang tahun kepada Anton. Aku sedikit tersedak ketika minuman itu sepenuhnya mengalir kedalam tenggorokanku, Badanku pun seketika memanas namun aku berusaha mengendalikan diri karena aku tak ingin mabuk di dalam kamar ini sebelum kutuntaskan hasrat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton merapatkan tubuhnya ke arahku. Tangan kanannya telah merangkulku dan diletakkannya di bahuku. Aku tak menghindar, dan memang pekerjaanku bukan untuk menghindari hal-hal seperti ini. Tatapanku pun bertemu dengan kedua mata Anton. Tatapan matanya kulihat begitu sayu yang mungkin karena pengaruh alkohol yang telah ia minum sebelumnya. Aku sedikit canggung dibuatnya. Tatapan itu seakan masuk ke alam pikiranku yang terdalam dan mengorek semua ingatanku yang tersimpan disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton dan Tommy pun mulai membuka obrolan bersamaku. Ternyata banyak hal yang dapat kami obrolkan bersama. Hingga tak terasa sudah lebih dari 2 gelas minuman keras itu yang kutenggak dan aku mulai merasa santai berada diantara 2 lelaki ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton yang akhirnya mulai menjamah tubuhku lebih lanjut. Entah darimana awalnya, bibir Anton mulai bermain di leherku. Dihirupnya udara sekitar leherku yang sedetik kemudian berganti dengan ciuman-ciuman kecil. Tangan kirinya meletakkan gelas yang ia pegang dan meraih pahaku yang terlihat di balik sibakan long dress ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku luruskan badanku ke arahnya. Hasratku mulai meninggi yang kurasa mungkin karena pengaruh alkohol yang kuminum. Kecupan-kecupan Anton sungguh tepat mengarah ke titik sensitifku dan bukan itu saja, elusan kedua tangannya di paha dan bahuku memberikan tambahan rangsangan ke sekujur tubuhku. Aku mendongak dan terpejam menikmati setiap sentuhan bibir dan tangan Anton di tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dengar Tommy bangkit dari tempat duduknya dan menghilang ke sebuah ruangan yang kurasa itu adalah toilet. Konsentrasiku kembali ke Anton ketika tangannya mulai menyibak long dressku hingga ke pahaku. Ciumannya belum berhenti dan sensasi itu masih terus kurasakan. Sungguh kenikmatan ini sering kurasakan bersama puluhan lelaki yang pernah menjamah tubuhku, namun kali ini mungkin karena pengaruh alkohol yang kutenggak, kurasakan kenikmatan yang berbeda disetiap kecupan yang kuterima dari Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas akan leherku, direbahkannya diriku di atas sofa. Aku merasakan sedikit kekecewaan, karena aku tak ingin kenikmatan itu berhenti disitu, namun akhirnya aku sadar bahwa itu hanya sebuah permulaan dari kenikmatan yang akan kurasakan. Kecupannya mulai turun ke belahan dadaku. Sambil tetap mencium tangannya mulai menyibak bagian atas long dress yang kukenakan hingga ke arah pinggangku dan memperlihatkan sepasang payudaraku yang masih terbungkus bra berwarna putih dengan renda di tiap cupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu lebih lama lagi, bra itu pun lepas dari tubuhku. Kulihat Anton memandang kedua belah payudaraku dengan pandangan penuh nafsu. Tak lama berselang, kecupan yang sedari tadi ia lakukan itu pun mendarat di puting kanan payudaraku. Anton menciumnya seperti seorang bayi yang kehausan. Terkadang ia hisap dan jilat, bahkan ada sedikit gigitan kecil yang kurasakan disana. Tangan kanannya pun tak henti memilin puting sebelah kiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… tak terkira kenikmatan yang aku rasakan. Aku merasakan nikmat yang teramat sangat disana. Aku tak lagi malu-malu untuk menjambak kecil rambut Anton dan membenamkan kepalanya lebih dalam untuk dapat menghisap payudaraku lebih lama lagi. Sensasi yang kurasakan makin bertambah ketika ia mulai pindah untuk menjamah belahan payudara kiriku. Aku mulai hilang kontrol. Desisan kecil keluar dari mulutku dengan sendirinya. Kepalaku terdongak menikmati tiap detik kenikmatan yang kurasakan. Sesungguhnya disaat itu seharusnya diriku yang memuaskannya, dan aku sadar akan itu. Dalam sekejap di pikiranku aku akan membalas kenikmatan ini nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Anton kini mulai menjamah pangkal pahaku. Kurasakan telunjuknya mulai bermain di kemaluanku yang masih terbalut g-string putih. Sungguh perlakuannya membuat tubuhku tambah panas lagi. Aku menggeliat dan mulai mengangkangkan kakiku lebih lebar lagi untuk member keluasan Anton menjamah pangkal pahaku. Ujung telunjuknya mulai mengusap dan menekan pangkal pahaku. Dan saat dia temukan titik paling sensitifku, aku bergetar dan memekik kecil. Anton benar-benar pandai memainkan telunjuknya disana sambil terus menghisap puting payudaraku. Tubuhku semakin memanas dan seluruh sarafku menegang menerima setiap rangsangan yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G-string itupun akhirnya terlepas dari tubuhku setelah Anton melepaskannya dengan cepat dan mempertontonkan kemaluanku yang telah basah karena permainan tangannya. Kini hanya long dressku yang tersisa dan terlipat di perutku. Dengan gerakan yang cepat, Anton melepas tiap pakaian yang ia kenakan dan tidak ketinggalan pula long dress yang tersisa di tubuhku. Sejenak kulihat kemudian, kemaluannya yang tegak berdiri. Kurasakan aliran darahku memanas ketika kulihat miliknya dan sungguh saat itu kuiinginkan miliknya mengisi seluruh rongga kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton mendekati kepalaku yang tidur menyamping dan mengarahkan kemaluannya kepadaku. Aku tahu apa yang harus kulakukan. Kugenggam kemaluannya dan mulai kujilati dari pangkal dan dua buah telurnya. Kemudian jilatan itu kulakukan terus untuk membasahi batang kemaluannya hingga berkilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat sejenak Anton memejamkan matanya dan mendongak ke arah langit-langit kamar itu sambil mengeluarkan desisan kenikmatan dari bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saatnya aku membalas kenikmatan yang kuterima barusan,” pikirku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuurut kemaluan itu hingga kudapat ketegangan sepenuhnya dan kumainkan lidahku di kepala kemaluannya yang telah mengeluarkan cairan bening asin. Dan sejurus kemudian kumasukkan kepala kemaluan Anton sedikit demi sedikit kedalam mulutku. Terus dan terus hingga pangkal kemaluannya membentur bibirku. Kutahan pada posisi itu dan kuhirup udara sejenak. Setelah itu, kumainkan lidahku sedemikian rupa menjilati kemaluan yang telah terbungkus mulutku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton pun memekik kembali dan tangannya yang sedari tadi menopang kepalaku, mulai menjambak dan menekan lebih dalam ke arah kemaluannya. Aku telah siap akan perlakuannya dan kuberikan sensasi yang Anton inginkan. Kugenggam kecil kedua buah telurnya dan kuelus-elus seraya mulut dan lidahku masih membungkus kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah…. Nikmatnya, Rin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau sungguh pintar memainkannya,” kata Anton di balik desisan yang ia keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutarik kepalaku dan kutanamkan kembali ke pangkal paha Anton demi sensasi yang ia inginkan. Lidah, mulut dan tanganku tak hentinya bekerja di kemaluannya hingga ditariknya kepalaku menjauh dari kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berkata lagi, Anton bergerak ke arah kemaluanku. Saatnya tiba, dan penetrasi yang kutunggu akan segera datang lagi. Ditariknya sedikit tubuhku mendekati tubuhnya yang sudah memposisikan diri dengan berlutut di depan kemaluanku yang masih basah karena permainan tangannya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pakai kondom Ton?” Tanyaku padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ga usah. Ga papa kok,” balas Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa detik kemudian kurasakan kemaluannya menempel di bibir kemaluanku. Dan sedetik kemudian, miliknya mulai menyibak bibir kemaluanku dan mulai merangsek masuk dalam dan lebih dalam lagi. Lenguhan keluar dari mulut kami hampir bersamaan ketika seluruh kemaluan Anton terbenam seutuhnya dalam kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak Anton terdiam menikmati setiap denyut-denyut kemaluan kami yang menyatu. Kugerakkan otot kemaluanku untuk meremas kecil kemaluannya saat miliknya masih tertancap diam menikmati sensasi penetrasi pertamanya disana. Beberapa saat kemudian pinggul Anton pun bergerak menusuk-nusuk pangkal pahaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak kuasa membendung hasratku lagi. Kukeluarkan jeritan-jeritan kenikmatan yang kurasakan. Tanganku tak hanya diam saja. Kuberikan Anton rangsangan di kedua puting dadanya dan itu membawa hasil. Anton pun semakin beringas menusuk-nusuk kemaluannya sambil kedua tangannya bertumpu pada sofa disisi kiri dan kananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton berhenti sejenak untuk mengangkat kaki kiriku dan menopangnya di bahu kanannya. Kupejamkan mataku sambil meresapi setiap sodokan yang dia lakukan setelah posisi baru ini. Kurasakan kecupan-kecupan di kaki kiriku menambah aliran kenikmatan yang semakin deras menerpaku. Bukan hanya itu, tangan Anton kembali memainkan titik paling sensitif di kemaluanku. Aku merasakan diriku berada di awang-awang dan dikelilingi segudang kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa kali aku menjerit kecil hingga kusadari sebuah benda menyentuh bibirku yang terbuka. Kubuka mataku dan kulihat Tommy berdiri disampingku dan Anton dengan tubuh yang polos tanpa pakaian apapun dengan tangannya memegang kemaluannya yang tertempel di bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jilat dan isap Rin,” pinta Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menjawab. Aku hanya memiringkan kepalaku dan mulai menggenggam kemaluan Tommy dan mulai menghisapnya seperti ketika mulutku melakukannya atas kemaluan Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kedua kalinya aku melayani 2 orang lelaki sekaligus. Pertama kali kulakuan sekitar 1 bulan yang lalu. Aku akui, kenikmatan yang kudapat kala melayani 2 lelaki lebih dahsyat daripada 1 orang saja dan aku akan mendapatkannya kembali hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tom, ganti posisi yuk,” ajak Anton tanpa meminta persetujuanku dan melepas kemaluannya yang sedari tadi mengobrak-abrik tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang menjadi pemuas mereka memang hanya bisa menerima apa yang akan mereka lakukan kepadaku. Terlebih hadirnya Tommy diantara Anton dan diriku kini, akan ada banyak posisi yang bisa kulakukan demi kepuasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika aku sadar, aku telah larut menjadi seorang perempuan pemuas nafsu lelaki. Tapi aku juga sadar, yang bisa kulakukan sekarang adalah menikmati setiap sensasi yang kudapatkan sambil memberikan kepuasan kepada setiap tamuku agar aku tak menjadi pelampiasan kemarahan Ridwan karena aku pernah merasakan kemarahannya ketika diriku menolak melayani lelaki yang menyewa tubuhku untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulepaskan isapanku di kemaluan Tommy dan mulai mengangkangkan kakiku di atas Anton yang telah duduk bersender di sofa. Kupegang sejenak kemaluan Anton untuk kuarahkan ke kemaluanku dan ketika seluruh kemaluannya amblas kedalam kemaluanku, kunaik turunkan tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Anton mendesis kembali. Anton memeluk tubuhku dan mendekatkan payudaraku ke arah bibirnya. Kurasakan kembali isapannya di puting payudaraku. Kulihat Tommy bergerak dan akhirnya berdiri disamping kananku. Kuraih kemaluannya tanpa menunggu lagi dan kuturunkan tubuhku sedikit untuk dapat meraih kemaluan Tommy agar dapat kuhisap kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya pada posisi inilah pertahananku ambruk. Kulepaskan isapanku pada kemaluan Tommy namun tanganku masih bergerak mengurut miliknya. Kugoyangkan pinggulku dengan cepat. Kutumpahkan segenap tenaga untuk meraih puncakku. Hisapan Anton di puting payudaraku menambah laju orgasme yang akan segera tiba. Hingga akhirnya kuberteriak kecil. Kupejamkan mataku dan kutengadahkan kepalaku keatas dan kurasakan cairanku keluar membasahi rongga kemaluanku yang terisi penuh oleh kemaluan Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun ambruk ke dekapan Anton. Anton yang mungkin menyadari diriku baru saja meraih puncak kenikmatan karena merasakan cairanku yang membasai kemaluannya yang berada di dalam kemaluanku, memberikan sedikit waktu padaku untuk meresapi orgasme yang kuraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan peluhku mengalir bercampur dengan keringat Anton walau ada sebuah AC sebagai pendingin ruangan di kamar tersebut. Hingga tak berapa lama kemudian kurasakan kemaluan Anton kembali menusuk-nusuk kemaluanku. Aku yang termasuk wanita yang bisa mendapatkan orgasme berulang kali, kembali merasakan setiap sarafku bergerak kencang sebagai jawaban atas sensasi penetrasi Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton termasuk lelaki yang perkasa dalam urusan ranjang. Setelah sekian lama melakukan penetrasi di kemaluanku, masih belum ada tanda bawa dia akan orgasme. Dan kini, tak sedikit pun kurasakan kemaluannya berhenti untuk menyodok-nyodok kemaluanku untuk meraih puncak kenikmatan yang belum ia dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali dikejutkan oleh aktifitas Tommy. Kali ini ia berada di belakangku memainkan daerah di duburku. Diusapnya berputar duburku dengan jempolnya diiringi sedikit tekanan yang diberikan olehnya. Itu adalah sensasi baru yang kurasakan. Sungguh daerah itu belum terjamah sebelumnya dan aku takut jika pelangganku melakukan penetrasi di duburku karena walaupun aku sering menonton film biru tentang anal seks, tapi aku takut untuk melakukannya karena sakit yang kubayangkan ketika kemaluan laki-laki menusuk-nusuk lubang duburku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini, sensasi yang lain dari biasanya kurasakan atas perlakuan Tommy disana. Perasaanku pun tercampur aduk. Sensasi itu sungguh nikmat kurasakan dan aku tak ingin itu berhenti, namun aku juga takut jika nantinya Tommy mencoba melesakkan kemaluannya ke dalam lubang duburku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tusukan-tusukan yang Anton lakukan, membuat bayangan ketakutan itu hilang sejenak. Kutahan badan Anton untuk tidak bergoyang lagi, karena yang kumau kini aku yang mengontrol dirinya. Kutinggalkan pikiranku sejenak akan Tommy karena aku ingin Anton mendapatkan kepuasan akan setiap goyangan yang kulakukan diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kosentrasiku kepada Anton mulai fokus, Tommy kembali membuyarkannya. Kurasakan duburku basah. Aku pun menoleh dan ternyata Tommy memberikan sedikit ludah ke duburku dan dia mulai mengusapnya perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutanku pun mendekati kenyataannya. Tommy mulai memegang pinggulku dan mendekatkan kemaluannya ke arah duburku. Aku tak bisa membayangkan bagaimana kemaluan Tommy menusuk duburku saat kemaluan Anton masih menancap di dalam kemaluanku. Aku pun menoleh ke arah Tommy yang berada di belakangku dan sejenak goyanganku diatas tubuh Anton berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelan-pelan, Tom. Aku belum pernah disana,” pintaku kepada Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy yang mendengar permintaan dan pengakuanku memandangku dengan sedikit kesan heran pada pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh kamu belum pernah melakukan anal seks sebelumnya, Rin?” Tanya Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mengangguk sebagai tanda pembenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, kalau begitu aku tak bisa mendahului Anton. Hari ini harinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak usah kau pikirkan itu. Lanjutkan saja. Aku sudah sangat puas dengan cengkraman Rini di kemaluannya,” jawab Anton atas keraguan Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Well, aku akan pelan-pelan Rin. Dan nanti kau akan terbiasa, malah kau bisa saja merasakan kenikmatan yang lebih lagi,” ucap Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyerah. Aku tak bisa menolak keinginan Tommy. Aku memang takut, namun keingintahuanku dan kenikmatan yang tadi kurasakan saat permainan Tommy berlangsung di area duburku, membuatku ingin merasakan sesuatu yang lebih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemaluan Tommy yang sempat ditarik, kini kembali menempel di duburku. Aku membalikkan badanku kembali berhadapan dengan Anton. Kurasakan pelukan Anton mengerat dan tangan Tommy menekan tubuhku untuk lebih menempel ke tubuh Anton demi kemudahan penetrasinya di duburku. Kupejamkan mataku dan menundukkan kepalaku menyender di bahu Anton sambil menunggu detik-detik hilangnya keperawanan duburku yang akan diambil oleh Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tusukan itu akhirnya kurasakan. Perlahan namun pasti, ludah yang diberikan Tommy membantu penetrasi kemaluannya atas duburku. Seketika aku menjerit menahan sakit yang kurasakan. Kuremas pinggiran sofa yang dapat kuraih untuk menyalurkan rasa sakitku sembari kugigit tertahan bibir bawahku. Walau Tommy merasakan sedikit kesusahan menembus pertahanan duburku, namun kemaluannya dengan sukses membobol duburku pertanda kelihaian Tommy akan anal seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy diam sejenak saat seluruh kemaluannya amblas. Dia berikan waktu agar otot-otot duburku mampu beradaptasi dengan kemaluannya. Aku rasakan Tommy memberikan ludah lagi di pinggiran duburku dan sejurus kemudian Tommy mulai mengayunkan pinggulnya untuk melakukan pompaan ke duburku. Pelan-pelan Tommy mulai memasukkan dan mengeluarkan kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perih itu kurasakan lagi, namun Anton yang mulai ikut bergoyang berlain irama dengan Tommy, sedikit demi sedikit menghilangkan konsentrasiku akan rasa sakit atas penetrasi Tommy di duburku. Dan Anton sungguh lihai membuatku melupakan rasa sakit itu. Dihisapnya kembali puting payudaraku sembari goyangan yang ia lakukan membuat kemaluannya memberikan kenikmatan pada kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat dimana lubang duburku telah beradaptasi atas kemaluan Tommy, tak kurasakan lagi perih itu. Yang ada adalah sebuah kenikmatan yang melebihi dari yang kubayangkan. Kenikmatan yang lebih dari sekedar usapan Tommy pada area duburku. Kenikmatan yang kudapat kala kemaluan Tommy yang menusuk duburku bergantian dengan kemaluan Anton yang menusuk kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kini berada di antara dua lelaki yang menikmati dua buah lubangku. Posisiku kini seperti di film-film biru yang pernah aku tonton dimana seorang perempuan menerima penetrasi secara bersamaan di kedua lubangnya. Aku menjerit sepuasnya menyalurkan desakan yang kurasakan di bagian bawah tubuhku. Tanpa terasa tubuhku mulai mengikuti irama yang ada. Aku menggoyangkan pinggulku lebih keras lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat, sungguh nikmat dan sangat nikmat. Itu yang kurasakan dikala tanpa henti Anton dan Tommy menikmati dua buah lubangku. Deru nafas kedua lelaki itu memacu dengan deras. Terlebih lagi Anton yang lebih dulu menyetubuhiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan yang kurasakan membutakan akal sehatku. Tangan kananku mengarah ke pinggul Tommy yang berada di belakangku. Kutarik dan kurapatkan pinggulnya agar lebih menekan kemaluannya di duburku lebih keras lagi. Sebelah tanganku yang lainnya, membimbing kepala Anton ke arah payudaraku agar ia bisa menikmati putingnya dan hal itu tidak disia-siakan Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… aku sungguh tak mengira kenikmatan yang kudapatkan akan seperti ini. Apalagi saat Tommy mendekatkan bibirnya dan mencium belakang telingaku sambil berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau menikmatinya Rin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menelan ludahku sebelum kujawab pertanyaan itu. Kemudian dengan suara yang patah-patah karena sodokan-sodokan yang kuterima kukeluarkan suaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya… aku… amat sangat menikmatinya Tom,” jawabku putus-putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus Tom… Terus Ton…” pintaku seperti seorang yang tak ingin kehilangan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tambah cantik dalam keadaan seperti ini,” balas Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy kemudian meraih rambut panjangku yang tergerai. Disatukannya setiap helai rambutku dalam genggamannya dan dipegang dengan sebelah tangannya. Dipacunya lagi tubuhku layaknya kusir memacu kudanya. Anton yang tak mau kalah ikut memacu kemaluannya yang kusambut dengan goyanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahan lagi. Kurasakan gelombang orgasme kembali datang. Dan saat puncak kenikmatan itu di depan pintu, kukencangkan goyanganku hingga kuberteriak tanda kenikmatan yang yang kutunggu tiba dan tersalurkan dengan cairan yang keluar kembali di rongga kemaluanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak berapa lama berselang, kulihat Anton memejamkan matanya dan melenguh keras. Kurasakan kemaluannya menyemprotkan cairan pada lubang kemaluanku pertanda Anton mencapai puncak kenikmatan yang ia cari. Tommy yang melihat itu, melambatkan irama sodokannya di lubang duburku dan berakhir dengan melepas kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kurasakan kedutan kemaluan Anton berhenti beberapa saat lamanya, aku pun melepaskan tubuhku dari pelukan Anton. Kududuk disamping Anton dengan meluruskan tubuhku. Dua lubang tempat dimana kemaluan dua lelaki itu bersarang tadi, berdenyut-denyut membawa sisa-sisa kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Luar biasa…” bisik Anton ditengah deru nafasnya yang memburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh hari ulang tahun yang luar biasa. Kau sungguh hebat Rini,” sambung Anton sambil melirik ke arahku dengan senyuman dibibirnya dan tangannya yang menyentuh pipiku sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun membalasnya dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau juga luar biasa Ton,” balasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton pun kemudian berdiri dan berjalan ke arah toilet meninggalkanku dan Tommy yang berdiri menatapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih kuat Rin?” Tanya Tommy yang berdiri dengan kemaluan yang tegak berkilau karena cairan duburku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghirup nafas sejenak untuk menenangkan aliran darahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih. Aku tentu masih bisa lanjut Tom,” jawabku sambil memandang wajah blasterannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo kita ke kasur,” ajak Tommy sambil mendahuluiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelumnya, kuambil tasku untuk meraih tissue yang kubawa. Aku harus membersihkan sisa sisa cairan Anton yang mulai merembes keluar dari kemaluanku. Setelah cukup bersih, aku pun mendekati kasur dimana Tommy akan menikmati tubuhku. Kulihat ia menantiku duduk di pinggiran kasur dengan kemaluannya yang siap tempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemarilah,” pinta Tommy seraya naik dan berlutut di atas kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mendekatinya dan Tommy meposisikan diriku menungging di atas kasur. Tak lama setelahnya, ketika kurasa Tommy akan kembali menggarap lubang duburku, ternyata aku salah. Tommy menancapkan kemaluannya di lubang kemaluanku. Aku pun mengeluh kecil. Kuremas seprai putih yang membungkus kasur tempat kami memacu nafsu. Kurasakan kemaluan Tommy menyesaki lubang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Tommy tak tinggal diam. Sambil mengecup punggungku, tangannya meremas-remas payudaraku yang tergantung bebas dan bergoyang seirama sodokannya di pinggulku. Kemaluanku berdenyut keras sebagai respon atas sodokan yang kuterima dari Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keringatku kembali bercucuran. Posisi ini adalah posisi favoritku jika aku melayani seorang lelaki saja. Itu karena kemaluan lelaki yang masuk ke lubang kemaluanku dalam posisi ini kurasakan penuh sesak disamping benturan dari dua buah telurnya di titik sensitif kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desahanku kembali memenuhi ruangan itu. Tangan Tommy kemudian meraih leherku dan mencengkram leherku seperti mencekik dan mencium belakang daun telingaku. Aku yang kembali dikuasai oleh nafsu, menumpukan badanku hanya pada satu tangan saja, sedangkan tanganku yang lainnya meraih belakang kepala Tommy dan menekannya agar terus memberikan rangsangan di belakang telingaku. Desahanku kembali memenuhi ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, kurasakan aku akan segera tiba ke puncak kenikmatan kembali. Aku pun membalas goyangan Tommy dengan cepat hingga kurasakan cairan kewanitaanku untuk ketiga kalinya keluar membasahi lubang kemaluanku yang disertai dengan pekikan kecil dariku. Aku pun terkulai dan kurebahkan kepalaku di kasur sambil terus menerima pentrasi dari Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy juga semakin gencar melakukan sodokan demi sodokan. Keringatnya mulai deras bercucuran. Nafasmu semakin memburu. Kurasakan kemaluannya membesar sebagai pertanda Tommy juga akan segera mencapai puncak kenikmatan. Tak berapa lama berselang, Tommy mencengkram pinggulku dan menyodok pinggulku dengan keras yang akhirnya kurasakan cairannya membanjiri lubang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Tommy rebah di sampingku. Aku pun terkulai di atas kasur dengan keringat yang bercucuran. Kunikmati sisa-sisa kenikmatan yang ada sambil kupejamkan mataku hingga kecupan Tommy di pundakku menyadarkan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau memang seperti yang dikatakan orang-orang,” puji Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu harus menjawab apa. Semula aku hanya tersenyum. Namun akhirnya aku membalasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terimakasih Tom,” balasku sambil tersenyum kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy pun membelai rambutku. Dipandanginya wajahku tanpa berkata apa-apa. Ada perasaan yang tertumpah dari belaian dan tatapannya kepadaku. Aku merasakan kehangatan disana. Kehangatan yang hadir dengan tulus dari sisi seorang lelaki. Entah Tommy merasakannya atau tidak, namun seketika itu pula, kubuang jauh-jauh perasaan itu. Bagaimana tidak, aku hanyalah seorang perempuan bayaran yang bertugas memuaskan nafsu lelaki yang membayarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo cepat bersih-bersih dulu,” kata Anton memecahkan keheningan antara aku dan Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau mau lanjut, ditunda dulu sampai nanti setelah kita makan. Masih banyak waktu hingga malam nanti. Lagipula aku lapar,” tambah Anton yang kulihat sudah berpakaian lengkap dan duduk di sofa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Tommy pun tersenyum mendengar perkataan Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duluan aja Rin. Aku mau rebahan dulu. Capek juga neh,” kata Tommy mempersilahkanku sambil kembali tersenyum penuh arti kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi wajahnya sejenak dan kubalas senyuman itu. Kemudian aku pun berdiri dan melangkahkan kaki menuju toilet untuk membersihkan diri dengan disertai sedikit rasa penasaran atas perasaan yang kurasakan atas Tommy barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Entahlah,” pikirku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hanyalah sesaat bagiku. Walaupun aku tak tahu, ternyata perasaan itu nyata adanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-9001243099370775856?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/9001243099370775856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2010/07/rini-second-desire.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/9001243099370775856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/9001243099370775856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2010/07/rini-second-desire.html' title='Rini - Second Desire'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-8852635028764982194</id><published>2010-07-28T08:35:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T08:36:35.576-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Rini - First Sin</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Cinta.. Apa itu cinta? Mereka bilang cinta adalah  sebuah keindahan dalam surga dunia. Cinta adalah lembayung pengabdian  kasih dua insan. Namun bagiku cinta itu sebuah kepalsuan. Cinta itu  iblis yang menyesatkan alunan takdir manusia. Dan cinta tak lebih dari  sebuah topeng atas hasrat dan nafsu di belakangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Munafikkah diriku? Angkuhkah penilaianku? Kurasa  tidak jika kau menatap sejenak sejarah hidupku. Cinta yang membawa  diriku berakhir di sini, di dunia malam yang berpeluh dosa. Cinta yang  melambungkan mimpi indahku jauh ke atas tempat dimana tanganku tak dapat  meraihnya kembali. Kutinggalkan tanah tempatku tumbuh demi mengejarnya.  Tapi apa sangka, sempat kureguk sedetik indahnya, cinta itu campakkan  aku di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Andi, wujud cintaku itu. Seorang lelaki yang  mampu membuka hatiku. Dia mempesonaku dengan langkah, tutur kata dan  pesonanya. Ia dapat membuatku terbuai dalam bunga-bunga yang ia tanam di  tanah hatiku. Kala tubuh dan jiwa ini telah kuberikan sepenuhnya untuk  Andi, Ia pergi meninggalkanku bersama benih yang ia tanam di rahimku.  Cinta itu berubah jadi benci. Benci yang kian menjadi kala kutahu dia  telah menikah dengan seorang janda kaya di desa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Aku pun lari.. kugugurkan kandungan ini. Kota  besar ini kutuju tanpa arah yang kutahu. Tertatih aku berjalan di siang,  terjaga aku tertidur di malam. Angin dan panas yang menjadi sahabatku,  tanpa teman dan kawan lainnya. Kupasrahkan hidup dan matiku pada kota  ini, hingga Ridwan menemukanku. Dan perjalananku berada disini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Di ruang bercat putih ini, lelaki tambun itu  duduk didepanku. Sinar matanya memancarkan birahi yang begitu buas.  Waktu yang kurasa begitu cepat, hingga tubuhku yang telanjang menjadi  santapan lidahnya. Bukit ranum dadaku habis dalam isapan dan jilatan  rongga mulutnya. Tangannya tak henti menusuk-nusuk bagian paling  sensitif diriku. Oh.. aku terlena.. aku terbuai dalam permainannya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Lelaki tua itu pun bangun. Membuka celana pendek,  pelapis tubuh terakhirnya. Terlihatlah disana kemaluan lelaki yang  begitu kukenal. Sesuatu yang menjadi raja dalam pikiran lelaki. Sesuatu  yang mengendalikan hasrat para lelaki hingga kehilangan akalnya.. Aku  bangkit. Aku sadar akan tugasku. Kudekati lelaki tua itu yang kini  berdiri di atas ranjang. Aku berjongkok di bawahnya. Kulihat kemaluannya  yang begitu teracung tegang berdiri didepanku. Kusentuh, kugenggam dan  kuurut. Kudekati wajahku, dan tak lebih dari sedetik, kujilati ujungnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Lenguhan panjang keluar dari mulut lelaki itu..  Kuberkata dalam hati, aku menang..!!! Dan kupercepat semuanya, Kuhisap  dalam-dalam.. hingga rambut panjangku yang tergerai, dijambaknya...  Kurasakan sensasi yang selalu kurasakan kala hal ini kulakukan. Detik  demi detik bergulir, hingga lelaki tua itu mendorong halus wajahku  kebelakang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Cukup Rini. Kau sungguh hebat. Ridwan tak bohong  mengenaimu." kata lelaki tua itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Kini puaskan aku dengan tubuhmu. Kemari.. kau di  atas," sambungnya setelah berbaring menunjukkan perut tambunnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Aku tak menjawab.. Aku tetap bungkam. Aku hanya  bergerak berdiri sejenak mengikat rambut panjangku. Kemudian melangkah  ke atas badan lelaki tambun itu. Kulihat sesuatu yang dibanggakannya  mengacung tegak dengan lendir yang berkilat bercampur ludahku. Aku pun  jongkok dan kugenggam kemaluannya dan kuurut sambil bertanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Pak Rusdi, apa ga sebaiknya pakai kondom?"  tanyaku polos sambil tetap mengurut kemaluannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Kondom? Jangan bercanda.. Kau lebih nikmat  dinikmati tanpa kondom.." katanya sambil tertawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Aku pun mengangguk kecil. Kini kuarahkan  kemaluannya ke arah kemaluanku. Aku bergoyang diatasnya. Peluh kami pun  menyatu. Rintihan dan raungan menggema merdu dalam ruangan kecil itu.  Aku jadi santapan lelaki tua itu malam ini. Dan malam selanjutnya..  entah siapa lagi.. Aku tangisi nasibku kala sendiri. Tapi entah kenapa,  aku bisa menikmati semua pergumulan yang kulakukan. Seperti saat ini, di  tungginginya aku. Payudaraku yang menggantung, tak dibiarkannya lepas  dari kedua tangannya. Aku merintih nikmat diantara gesekan dan tusukan  kemaluan kami yang menyatu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dua puluh lima menit sudah lelaki itu menikmati  tubuhku. Dan kini ia menikmati tubuhku dari atas. Kedua kakiku  disandarkan ke bahunya. Oh.. gairah wanitaku memuncak. Aku tak tahan  untuk menolak. Kumerintih.. Kuberteriak.. Ah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dan akhirnya, cairan putih itu mengalir tumpah di  perutku yang meninggalkan deru nafas kami berdua yang memburu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Kau... Kau sungguh luar biasa." suaranya yang  tersengal karena nafasnya yang memburu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Aku tak menjawab. Senyum pun tak kusunggingkan.  Aku hanya bangkit dan berjalan menuju kamar mandi yang terletak di ujung  kamar ini. Kuhidupkan shower yang ada. Kusirami tubuh ini. Dalam  derasnya air yang mengucur, kembali aku terkenang akan masa laluku.  Kembali aku teringat akan jalan yang kutempuh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Oh Ridwan. Kenapa kau begitu tega..." isakku  dalam cucuran air ini...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Ini honormu Rin," kata Ridwan sembari memberikan  amplop putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Aku tak menggapainya. Sejenak tangan Ridwan  melayang diudara. Kemudian dia jatuhkan amplop itu di atas meja di depan  tempatku duduk. Dan Ridwan menjatuhkan dirinya di kursi seberangku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Rini, aku tak senang melihat rupamu seperti itu  kepadaku." kata Ridwan dengan nada sedikit keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Ini bukan yang pertama bagimu. Tapi kenapa kau  tetap seperti itu?" tanya Ridwan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Aku beralih memandangnya. Kulihat dari kedua  matanya ada sedikit amarah disana. Aku pun menjawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Kau tanyakan pada seribu perempuan Rid. Tanyakan  pada mereka disana, adakah satu diantara mereka yang ingin menempuh  jalan sepertiku?" tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Tanyakan pada mereka, apakah mereka senang bila  orang yang di cintainya menjualnya hanya karena kesalahan pribadinya di  masa lalu?" sambungku dengan nada yang mengeras dan air mata yang mulai  mengucur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Tanyakan pada.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Sudah..!!! Cukup..!!!" bentak Ridwan yang kini  telah berdiri di depanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dari seberang meja yang memisahkan kami wajahnya  mendekati wajahku yang spontan kuhindari dengan menyender lebih dalam ke  kursi yang kududuki. Tangan kirinya bergerak mengambil kerah baju  terusan yang kupakai dan menarik ke arahnya. Telunjuk tangan kanannya  mengacung ke arahku dan dengan muka memerah dan amarah yang meninggi di  berkata pelan dan dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Aku tak mau tau alasannya. Kita sudah sepakat  mengenai ini. Besok akan ada 2 orang pelanggan yang telah memesanmu. Dan  ingat..!!! Aku tak ingin ada keluhan dari pelanggan." katanya seraya  melepas genggaman tangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Besok aku akan ke sini jam 10 pagi menjemputmu.  Gunakan pakaian  terbaikmu." katanya sekilas sambil pergi  meninggalkanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Isak tangisku mengeras. Aku sudah tak tahan akan  hal ini. Dia yang berdiri di depanku menjeratku dalam perangkapnya.  Perangkap yang ia ciptakan kala bertemu denganku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ridwan adalah anak dari kampung tetangga di  desaku. Aku mengenalnya dengan baik. Dia menemukanku kala aku berteduh  di sebuah posko yang terbengkalai. Dia yang kala itu mengendarai sebuah  mobil sedan, menyapaku dan bergegas mendekatiku.  Aku yang mengetahui  itu Ridwan, merasa  bahagia karena akhirnya ada juga orang yang kukenal  di kota ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ridwan pun membawaku ke rumahnya.  Dia mengatakan  padaku untuk tinggal saja di rumahnya. Aku pun menerima ajakannya  karena aku tak punya pilihan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ia mempunyai sebuah rumah yang lumayan besar. Di  rumah itu dia hanya tinggal bersama 1 orang pembantu dan 1 orang tukang  kebun. Aku merasa aneh ketika melihat rumahnya pertama kali. Rumah yang  begitu megah, hanya ditempati oleh 3 orang. Dan yang paling mengherankan  diriku adalah darimana Ridwan mendapatkan semua ini? Mobil, rumah dan  segalanya.. Dia bukanlah orang yang pintar di sekolahan dulu. Bukan pula  orang yang berbakat menurutku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tapi ah.. semua itu lenyap dalam keseharianku  disini. Waktu yang kulalui membuat hubunganku dengannya semakin dalam.  Hingga hari dimana pertama kalinya aku tidur dengannya. Malam yang  larut, tapi mata ini tak bisa terpejam. Aku keluar dari kamar yang  Ridwan berikan untukku beristirahat untuk mencari sekedar hiburan di  luar kamar yang entah kutaktahu itu apa. Kututup daun pintu kamarku dan  kulihat diseberang lampu kamar Ridwan masih menyala keluar dari celah  pintu yang terbuka sedikit. Aku berjalan menuju kamarnya. Inginku untuk  mematikan lampu kamarnya dan menutup pintu kamarnya karena kurasa Ridwan  telah terlelap, namun aku terkejut begitu melihat ke dalam kamarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tepat lurus di dalam kamar Ridwan, TV berukuran  29 inch menyajikan sebuah film porno yang menggambarkan seorang  perempuan Asia sedang direbut oleh 2 lelaki. Aku berdiri tegak tak  beranjak. Pemandangan yang akan membangkitkan gairah siapapun yang  memangdangnya. Apalagi diriku yang tidak merasakan belaian seorang  lelaki selama 2 bulan. Dahagaku memuncak kala itu. Hingga kusadari  seseorang telah berdiri di belakangku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Bagus kan filmnya, Rin?" tanya Ridwan  mengagetkanku yang kini telah berdiri di belakangku dengan senyum nakal  yang jelas terlihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"E..e..i.. iya.." jawabku gagap sambil berusaha  tampil seperti tak ada yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Kenapa ga masuk aja nonton di dalam?" tanyanya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;"Ayo sini.." lanjut Ridwan sambil tangannya  memegang tanganku untuk mengajakku masuk ke kamarnya tanpa sempat aku  berkata apapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kududuk di tepi ranjangnya. Desahan yang keluar  dari televisi yang menyajikan film penuh birahi itu telah mengambil  semua konsentrasiku, hingga aku tak sadar ada dua buah tangan yang telah  berkelana di sekujur tubuhku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Rid..” desahku tertahan kala bibir Ridwan telah  mengecup manis bibirku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Aku terbuai dalam pesona malam itu. Ridwan  menjadikanku ratu disaat diriku benar-benar membutuhkan belaian seorang  laki-laki. Aku tahu itu bukanlan suatu yang benar, Ridwan bukanlah  suamiku, juga bukan kekasihku. Namun hasrat mengelora yang timbul dalam  diriku menolak semua alasan yang ada. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tangannya yang sedari tadi menelusuri tubuhku dan  kecupannya yang tak henti di bibir dan daerah-daerah sensitifku,  membuat setiap syarafku bergejolak. Tanpa aku sadari, tubuhku pun  melakukan suatu reaksi atas rangsangan yang diberikan Ridwan. Kubalas  kecupannya dengan penuh hasrat. Kurangkul tubuhnya dan kutarik ke dalam  dekapanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kulihat sedetik Ridwan tersenyum manis kepadaku,  dank ala itu kusadari bagian atas tubuhku telah terbuka bebas memberikan  sebuah pemandangan indah kepadanya. Perlahan kemudian, ciuman Ridwan  turun ke leher dan kemudian ke kedua payudaraku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;“Oh..” bisikku tertahan saat kedua payudaraku  tersentuh lidah Ridwan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ridwan benar-benar membuatku melayang. Isapan dan  gigitan kecilnya di kedua payudaraku membuat tubuh ini terasa  melambung. Hilang semua rasa, yang ada hanya keinginan agar semua ini  tak berakhir dan semakin dalam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tangannya mulai menyelusup kedalam celana pendek  yang kukenakan. Dan saat jari-jarinya telah sampai ke kemaluanku,  kurasakan sesuatu yang lama tak pernah kurasakan. Daerah sensitifku itu  berdenyut kencang. Ditambah isapan-isapan Ridwan di kedua payudaraku  yang tak pernah berhenti, aku sadar aku telah berada dalam pelukannya  dan sebentar lagi diri ini akan takluk di dekapannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Saat Ridwan menghentikan kecupannya sejenak,  kubuka kedua mataku dan kudapati diriku telah telanjang bulat di  hadapannya dan begitu pula Ridwan. Untuk pertama kalinya tubuh ini  kupertontonkan kepada lelaki lain selain Andi yang telah menyakiti  hatiku. Sejenak timbul perasaan rinduku dan benciku kepada Andi. Namun  semua sirna kala lidah Ridwan mulai mempermainkan kedua putting  payudaraku kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Aku melenguh panjang, dan sigap kuremas pelan  rambutnya. Kedua tangan Ridwan yang tak hentinya mengelus dan mengusap  sekujur tubuhku, menambah desakan birahi yang semakin memanas. Ciuman  dan kecupan Ridwan pun turun kearah perutku. Aku sadar, dan aku tahu apa  yang akan aku dapatkan darinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kemaluanku pun berdenyut keras dan basah, saat  Ridwan mengecup perut kecilku dengan manisnya. Aku terpejam menikmati  setiap detik kenikmatan yang kudapatkan darinya. Dan kala lidah itu  menyentuh kemaluanku, aku berteriak kecil sambil tanganku meremas rapat  rambutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Aku terbang.. melayang dalam keindahan sorga  dunia yang kudapat darinya. Lidah itu terus menaikkan birahiku. Lidah  itu telah berkuasa disana. Nikmat.. hanya itu yang kurasakan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dan saat itu tiba.. Ridwan menghentikan semuanya.  Aku mengerti, dan aku yang saat itu telah dikuasai dalam keinginan  menuntaskan hasratku tak ingin semua ini berhenti. Tangan kananku mulai  beraksi kembali, kuraih kemaluannya dan kugenggam. Kemudian kutuntun  kemaluannya untuk memasuki diriku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ridwan melenguh kala kemaluannya memasuki diriku  dalam posisi dia di atasku. Aku pun merintih pelan. Kuresapi setiap  denyutan dan kenikmatan yang kudapati. Dinginnya ruang kamar Ridwan,  membuat kami semakin dalam berdekapan. Tubuh Ridwan yang tak hentinya  bergoyang diatasku, kupeluk erat agar kenikmatan yang kudapat tak hilang  sedetik pun. Dan kami pun berpelukan dalam kenikmatan yang kami  rasakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Malam itu menjadi malam pertama kami dan  malam-malam selanjutnya adalah malam-malam indah kami yang lainnya.  Sampai saat dimana sebuah rahasia besar yang terungkap, membuat  segalanya berserakan hancur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Yang kutahu belakangan, Ridwan adalah pengedar  narkoba yang melarikan sejumlah narkoba jualannya yang didapat dari  seorang bandar. Harta dan seluruh kekayaannya ternyata didapat dengan  cara yang tidak halal. Beruntung baginya, Bandar tersebut tertarik  denganku dan menganggap impas semua hutangnya jika ditukarkan dengan  tubuhku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Namun itu jelas bukanlah keberuntunganku. Dan itu  adalah awal perjalananku. Perjalan seorang Rini yang menjadi gadis  pemuas di kalangan lelaki yang bekerja di dunia malam dan gelap.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-8852635028764982194?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/8852635028764982194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2010/07/rini-first-sin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/8852635028764982194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/8852635028764982194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2010/07/rini-first-sin.html' title='Rini - First Sin'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-4769617959310931530</id><published>2009-11-19T01:41:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:41:37.856-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Kenangan Pemilu 1999</title><content type='html'>Pemilu&lt;br /&gt;7 Juni 1999, yang baru saja lewat bagi sebagian orang kesannya penuh&lt;br /&gt;nuansa politis. Tetapi bagi saya, kesan sangat jauh berbeda, bahkan&lt;br /&gt;tidak akan pernah terbayangkan akan bermakna demikian dalam bagi saya&lt;br /&gt;pribadi. Kesan yang penuh sensualitas dan menggairahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, 7 Juni, rumah saya sedang sepi. Maklum pemilu, padahal&lt;br /&gt;biasanya ramai sekali. Satu rumah dihuni tujuh orang, ayah, ibu, kakak&lt;br /&gt;laki-laki saya yang masih kuliah, saya sendiri SMA kelas tiga, baru&lt;br /&gt;saja selesai Ebtanas dan lulus. Kemudian adik perempuan saya kelas lima&lt;br /&gt;SD, lalu sepupu laki-laki saya kelas dua SMP dan pembantu satu orang.&lt;br /&gt;Oh iya, panggil saja saya Yuli, asli Tolaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada saat pemilu rumah yang berada di kawasan Perumahan Pemda&lt;br /&gt;Kampung Kemah Raya, Kendari jadi sepi sekali. Ayah ke Kolaka, mengurus&lt;br /&gt;pemilu di sana, kebetulan juga beliau caleg Golkar untuk daerah&lt;br /&gt;tersebut. Kakak saya jadi pengawas pemilu untuk UNFREL Kendari, ibu&lt;br /&gt;saya jadi panitia pemilu lokal kawasan Kemah Raya. Pembantu dan adik,&lt;br /&gt;disuruh bantuin ibu mengurus konsumsi. Praktis yang jaga rumah, saya&lt;br /&gt;dengan sepupu saya yang bernama, Ical. Saya belum ikut memilih, belum&lt;br /&gt;cukup umur, baru 16 tahun lebih dua bulan. Saya dengan Ical sangat&lt;br /&gt;akrab, habisnya dia ikut dengan keluarga saya sejak masih kelas satu&lt;br /&gt;SD, dan selalu menjadi teman main saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin itu, 7 Juni 1999, badan saya pegal sekali, selesai ngepel dan&lt;br /&gt;membersihkan rumah. Dan seperti biasa saya kepingin dipijitin. Biasanya&lt;br /&gt;sih oleh ibu, dan Ical juga, habis dari kecil saya sudah biasa menyuruh&lt;br /&gt;dia. Karena agak pegal, saya panggil saja Ical untuk mijitin, Ical&lt;br /&gt;nurut saja. Saya langsung berbaring telungkup di karpet depan TV, dan&lt;br /&gt;Ical mulai memijit tubuhku. Asyik juga dipijit oleh Ical, tangannya&lt;br /&gt;keras sekali, punggungku jadi fresh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh, Cal.., mijitnya yang lurus dong, jangan miring kiri miring kanan..", kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abis, posisinya nggak bagus kak", jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu dudukin aja paha Kak Yuli, seperti biasa..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi.., kak..".&lt;br /&gt;"Alah.., nggak usah tapi.., biasanya kan juga begitu.., ayo..",&lt;br /&gt;Saya tarik tangan Ical memaksanya untuk duduk di pahaku, seperti kalau&lt;br /&gt;dia memijit saya pada waktu-waktu kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ical akhirnya mau, duduk dan menjadikan kedua pahaku dekat pantat&lt;br /&gt;sebagai bangkunya, dan mulai lagi ia memijit sekujur punggungku. Tapi,&lt;br /&gt;pijitan agak lain, makin lama makin saya rasakan tangannya agak&lt;br /&gt;gemetaran dan nafasnya agak ngos-ngosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu kenapa Cal, capek atau sakit..?", tanyaku.&lt;br /&gt;"Tidak, tidak apa-apa kak", jawabnya. Akan tetapi duduknya mulai&lt;br /&gt;tidak karuan, geser kiri dan kanan, sementara pantatnya seperti tidak&lt;br /&gt;mau dirapatkan di pahaku, agak terangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya menyuruhnya pindah, dan saya bangun, lalu duduk mendekati, biasa bermaksud menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo.., kamu kenapa, ini pantatmu, selalu diangkat.., tidak biasanya", sambil tanganku bermaksud mencubit pantatnya.&lt;br /&gt;"Tidak, tidak apa-apa kak..", jawabnya sambil menghindari&lt;br /&gt;cubitanku, malah tanganku tersenggol celana bagian selangkangannya yang&lt;br /&gt;seperti agak tertarik kain celananya dan agak menonjol, melihat itu&lt;br /&gt;timbul rasa isengku, karena memang saya dan Ical kalau main seperti&lt;br /&gt;anak-anak yang masih TK, asal ngawur saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh.., itu apa di celanamu Cal, kok nonjol begitu.." Mendengar itu&lt;br /&gt;Ical merah padam mukanya, lalu ia berdiri ingin lari menghindar dari&lt;br /&gt;saya, tapi segera kutarik tangannya untuk duduk, dan tanganku yang satu&lt;br /&gt;menggerayangi celananya memegangi dan meraba benjolan tersebut.&lt;br /&gt;"Jangan Kak Yuli, Ical malu..", katanya. Dasar saya yang nakal,&lt;br /&gt;saya pelototin matanya, Ical langsung diam, dan tanganku leluasa&lt;br /&gt;memegang barang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, saya buka resliting celananya dan menarik keluar&lt;br /&gt;barangnya yang mengeras tersebut, dan astaga, ternyata penis Ical sudah&lt;br /&gt;menegang. Baru kali ini saya melihat penis milik orang yang bukan&lt;br /&gt;anak-anak dan sudah disunat yang tegang dan keras serta panjang seprti&lt;br /&gt;itu. Sementara Ical diam saja, kepalanya hanya menunduk, mungkin malu&lt;br /&gt;atau bagaimana saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya acuh saja, perlahan-lahan, kuelus-elus penis Ical, semakin&lt;br /&gt;mengeras penisnya hingga urat-uratnya seperti mau keluar. Kudengar Ical&lt;br /&gt;mendesah tertahan. Lalu kuurut-urut sambil kupijit kepala penisnya yang&lt;br /&gt;merah itu, Ical makin mendesah, "Ah.., ah.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugenggam erat penis Ical dan kukocok-kocok dengan perlahan,&lt;br /&gt;semakin lama semakin kencang. Badan Ical ikut menegang, sambil&lt;br /&gt;kepalanya terangkat ke atas menatap langit, mulutnya terbuka, dia mulai&lt;br /&gt;agak mengerang, "Achh..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kencang penis Ical kukocok, semakin menggeliat badan Ical&lt;br /&gt;membuat saya tersenyum geli melihatnya. Sampai erangan Ical makin&lt;br /&gt;mengeras, "Ach.., achh..". Dan badannya makin menggeliat, hingga&lt;br /&gt;mungkin tidak tahan.., ia lalu memelukku erat. Mulanya saya kaget akan&lt;br /&gt;reaksinya, tapi saya biarkan saja, karena keasyikan mengocok penis&lt;br /&gt;Ical. Rupanya Ical sudah semakin menggeliat, hingga tangannya entah&lt;br /&gt;sadar atau tidak ikut menggeliat juga, meraba badanku dan payudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He Ical.., kenapa.." tegurku, sambil tetap mengocok penis Ical,&lt;br /&gt;"Achh.., achh.." Hanya itu yang Ical bilang, sementara tangannya&lt;br /&gt;meremas-remas payudaraku, dan remasannya yang kuat membuatku merasakan&lt;br /&gt;sesuatu yang lain, hingga saya biarkan saja Ical meremas payudaraku,&lt;br /&gt;dan Ical lalu menyingkap baju kaos yang kupakai, hingga kelihatan BH-ku&lt;br /&gt;dan meremas payudaraku lagi hingga keluar dari BH-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Acchh.., acchh" erang Ical, saya mulai merasakan kenikmatan&lt;br /&gt;tersendiri pada saat payudaraku tidak terbungkus BH diremas oleh tangan&lt;br /&gt;Ical dengan kuat, sedangkan penisnya tetap saja kukocok-kocok. Dan&lt;br /&gt;entah naluri apa yang ada pada Ical, hingga dia nekat menyosor&lt;br /&gt;payudaraku dan mengisap putingnya seperti anak bayi yang sedang&lt;br /&gt;menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh.., Ical.., aduhh" Hanya itu yang mampu kuucapkan, payudaraku mulai mengeras, keduanya diisap secara bergantian oleh Ical.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga mulai menggeliat, kutarik kepala Ical dari payudaraku,&lt;br /&gt;lalu kudekatkan ke wajahku, kucium bibirnya dengan nafsu yang muncul&lt;br /&gt;secara tiba-tiba, Ical balas mencium, bibir kami berdua saling memagut,&lt;br /&gt;lidah bertemu lidah saling mengadu dan menjilati satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Ical menggerayangi badanku, melepaskan baju dan BH-ku,&lt;br /&gt;hingga aku bugil sebatas dada. Kulepaskan juga baju yang dipakai Ical,&lt;br /&gt;dan kupelorotkan celananya, hingga Ical bugil tanpa sehelai benangpun,&lt;br /&gt;dan kembali kukocok penisnya, sedangkan Ical kembali menyosor&lt;br /&gt;payudaraku yang sudah keras membukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tangan Ical menelusuri rokku lalu menyelusup masuk ke&lt;br /&gt;dalam rokku, "Acchh.., Acchh", Saya dan Ical terus mengerang dan&lt;br /&gt;menggelinjang. Tangan Ical menyelusup ke dalam CD-ku, lalu&lt;br /&gt;mengusap-ngusap vaginaku.&lt;br /&gt;"Aduuhh.., Ical.." erangku, sementara jarinya mulai ia masukkan ke&lt;br /&gt;dalam vaginaku yang mulai kurasakan basah, dan Ical mempermainkan&lt;br /&gt;jarinya di dalam vaginaku.&lt;br /&gt;"Acchh.., aduuhh.., acchh..". Tak tahan lagi, Ical menarik lepas&lt;br /&gt;rok dan celana dalamku, hingga akhirnya saya kini telanjang bulat.&lt;br /&gt;Kemudian Ical mencium bibirku dan saya tetap mengocok penisnya,&lt;br /&gt;sedangkan jarinya bermain dalam vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Acchh.." Hanya erangan tertahan karena tersumbat bibir Ical yang&lt;br /&gt;keluar dari mulutku. Kemudian Ical berhenti menciumku, lalu ia&lt;br /&gt;mengambil posisi menindih badanku, saya membiarkan saja apa yang akan&lt;br /&gt;Ical lakukan, karena kenikmatan itu sudah mulai terasa mengaliri&lt;br /&gt;pembuluh darahku. Dan, tiba-tiba saya rasakan sakit yang teramat sangat&lt;br /&gt;di selangkanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aacchh, Ical.., apa yang kau lakukan..", tanyaku. Tapi terlambat,&lt;br /&gt;rupanya Ical sudah memasukkan batang penisnya ke dalam vaginaku, dan&lt;br /&gt;seperti tidak mendengarkan pertanyaanku, Ical mulai mengoyang batang&lt;br /&gt;penisnya naik turun dalam vaginaku yang semakin berlendir dan mulai&lt;br /&gt;terasa basah oleh aliran darah perawanku yang mengalir membasahi&lt;br /&gt;vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Acchh.., Ical.., aduuhh Ical..", erangku.&lt;br /&gt;Badanku semakin menggelinjang, kujepit badan Ical dengan kedua&lt;br /&gt;kakiku sementara tanganku memeluk erat dan menggoreskan kukuku di&lt;br /&gt;punggung Ical. Semakin kencang goyangan penis Ical dan semakin keras&lt;br /&gt;pula erangan kami berdua.&lt;br /&gt;"Acch.., aduhh.." Hingga akhirnya kurasakan sesuatu yang sangat&lt;br /&gt;nikmat yang terdorong dari dalam.., dan erangan panjang saya dan Ical,&lt;br /&gt;"aahh". Bersamaan semprotan mani Ical dalam vaginaku dan semburan&lt;br /&gt;maniku yang menciptakan kenikmatan yang tak pernah kurasakan dan&lt;br /&gt;kubayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ical menarik keluar penisnya, lalu berbaring di sampingku. Kami&lt;br /&gt;berdua saling bertatapan, seperti ada penyesalan tentang apa yang telah&lt;br /&gt;terjadi, akan tetapi rupanya nafsu kami berdua lebih kuat lagi. Kuraih&lt;br /&gt;kembali dan kudekatkan wajahku ke wajah Ical, kami lalu berciuman lagi&lt;br /&gt;dan saling melumat, kemudian kupegang erat penis Ical, sehingga kembali&lt;br /&gt;menegang dan kembali lagi kami melakukan hubungan badan tersebut hingga&lt;br /&gt;beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hari ini saya dan Ical, bila ada kesempatan masih mencuri&lt;br /&gt;waktu dan tempat untuk melakukan hubungan badan, karena mengejar&lt;br /&gt;kenikmatan yang tiada taranya, kadang di kamarku, di kamar Ical,&lt;br /&gt;ataupun di dalam kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-4769617959310931530?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/4769617959310931530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/kenangan-pemilu-1999.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/4769617959310931530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/4769617959310931530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/kenangan-pemilu-1999.html' title='Kenangan Pemilu 1999'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-6616652383468545394</id><published>2009-11-19T01:40:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:40:18.881-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Kak Linda Tentanggaku yang baik</title><content type='html'>Perkenalkan&lt;br /&gt;namaku Rendi, umurku saat ini 19 tahun. Kuliah dikota S yang terkenal&lt;br /&gt;dengan sopan santunnya. Aku anak kedua setelah kakakku Ana. Ibuku&lt;br /&gt;bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan ayahku juga bekerja di kantor.&lt;br /&gt;Tinggi badanku biasa saja layaknya anak seusiaku yakni 169 kg. Di situs&lt;br /&gt;ini aku akan menceritakan kisah unikku. Pengalaman pertama dengan apa&lt;br /&gt;yang namanya sex. Kisah ini masih aku ingat selamanya karena pengalaman&lt;br /&gt;pertama memang tak terlupakan. Saat itu usiaku masih 10 tahun pada&lt;br /&gt;waktu itu aku masih kelas 4 SD. Kisah ini benar benar aku alami tanpa&lt;br /&gt;aku rubah sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya teman sebayaku namanya Putri, dia juga duduk di bangku&lt;br /&gt;SD. Aku dan dia sering main bersama. Dia anak yang sangat manis dan&lt;br /&gt;manja. Dia mempunyai dua kakak. Kakak pertama namanya Rio di sudah&lt;br /&gt;bekerja di Jakarta. Dan kakaknya yang satu lagi namanya Linda. Saat itu&lt;br /&gt;dia kuliah semester 4 jurusan akuntansi salah satu perguruan tinggi di&lt;br /&gt;kota kelahiranku. Dia lebih cantik dari pada adiknya Putri. Tingginya&lt;br /&gt;kira kira 160 cm dan ukuran payudaranya cukup seusianya tidak besar&lt;br /&gt;banget tapi kenceng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu hari sangat panas, aku dan Putri sedang main dirumahnya.&lt;br /&gt;Maklum rumahku dan rumahnya bersebelahan. Saat itu ortu dari Putri&lt;br /&gt;sedang pergi ke Bandung untuk beli kain. Putri ditinggal bersama&lt;br /&gt;kakaknya Linda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Main dokter dokter yuk, aku bosen nich mainan ini terus"ajak Putri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aku siapkan mainannya. Aku jadi dokter dan dia jadi&lt;br /&gt;pasiennya. Waktu aku periksa dia buka baju. Kami pun melakukan seperti&lt;br /&gt;itu biasa karena belum ada naluri seperti orang dewasa, kami menganggap&lt;br /&gt;itu mainan dan hal itu biasa karena masih kecil. Waktu aku pegang&lt;br /&gt;stetoskop dan menyentuhkannya didadanya. Aku tidak tahu perasaanya.&lt;br /&gt;Tapi aku menganggapnya mainan. Waktu itu pintu tiba tiba terbuka. Linda&lt;br /&gt;pulang dari kampusnya. Dengan masih telanjang dada Putri menghampiri&lt;br /&gt;kakaknya di depan pintu masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Kak baru pulang dari kampus"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngapain kamu buka baju segala" Kak Linda memandangi adiknya.&lt;br /&gt;"Kita lagi main dokter dokteran, aku pasiennya sedangkan Rendi jadi&lt;br /&gt;dokternya, tapi sepi Kak masa pasiennya cuma satu. Kakak lelah nggak.&lt;br /&gt;Ikutan main ya kak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh mainan toh.. Ya sudah aku nyusul, aku mau ganti pakaian dulu gerah banget nih"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bertiga pun segera masuk ke kamar lagi, aku dan Putri asyik&lt;br /&gt;main dan Kak Linda merebahkan tubuhnya ditempat tidur disamping kami.&lt;br /&gt;Aku melihat Kak Linda sangat cantik ketika berbaring. Setelah beberapa&lt;br /&gt;menit kemudian dia memperhatikan kami bermain dan dia terbengong&lt;br /&gt;memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo Kak cepetan, malah bengong" ajak Putri pada kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia berdiri membuka lemari. Dia kepanasan karena udaranya. Biasanya dia menyuruh kami tunggu di luar ketika dia ganti baju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo tutup mata kalian, aku mau ganti nih soalnya panas banget" Kak Linda menyuruh kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melepaskan pakaian satu persatu dari mulai celana panjangnya,&lt;br /&gt;dia memakai CD warna putih berenda dengan model g-string. Saat itu dia&lt;br /&gt;masih dihadapan kami. Tertampang paha putih bersih tanpa cacat. Setelah&lt;br /&gt;itu dia melepas kemejanya dicopotnya kancing stu perstu. Setelah&lt;br /&gt;terbuka seluruh kancingnya, aku dapat melihat bra yang dipakainya. Lalu&lt;br /&gt;dia membelakangi kami, dia juga melepas branya setelah kemejanya&lt;br /&gt;ditanggalkan. Aku pun terbengong melihatnya karena belum pernah aku&lt;br /&gt;melihat wanita dewasa telanjang apa lagi ketika aku melihat pantatnya&lt;br /&gt;yang uuhh. Dia memilih baju agak lama, otomatis aku melihat punggungnya&lt;br /&gt;yang mulus dan akhirnya dia memakai baby doll dengan potongan leher&lt;br /&gt;rendah sekali tanpa bra dan bahannya super tipis kelihatan putingnya&lt;br /&gt;yang berwarna coklat muda. Kulitnya sangat putih dan mulus lebih putih&lt;br /&gt;dari Putri. Putri melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rendi koq bengong belum lihat kakakku buka baju ya? Lagian kakak buka baju nggak nyuruh kita pergi."&lt;br /&gt;Kak Linda ngomel,"Idih kalian masih kecil belum tahu apa apa lagian&lt;br /&gt;juga aku nggak ngelihatin kalian langsung. Mau lihat ya Ren?"dia&lt;br /&gt;bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menundukan mukaku karena malu."Tapikan kak, susunya kakak sudah gede segitu apa nggak malu ama Rendi."&lt;br /&gt;Putri menjawab ketus."Kamu aja telanjang kayak itu apa kamu juga&lt;br /&gt;nggak malu sudah ayo main lagi." Linda menjawab adiknya. Kami pun&lt;br /&gt;bermain kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran Kak Linda aku periksa. Dia menyuruh aku memeriksanya, dia&lt;br /&gt;agak melongarkan bajunya. Ketika stetoskop aku masukkan di dalam&lt;br /&gt;bajunya lewat lubang lehernya, tepat kena putingnya. Dia memekik. Aku&lt;br /&gt;pun kaget tapi aku pun tidak melihatnya karena malu. Dia menyuruhku&lt;br /&gt;untuk untuk lama lama didaerah itu. Dia merem melek kayak nahan&lt;br /&gt;sesuatu, dipegangnya tanganku lalu ditekan tekan daerah putingnya. Aku&lt;br /&gt;merasa sesuatu mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak ngapain.. Emang enak banget diperiksa.. Kayak orang sakit beneran banget." Putri Tanya ama kakaknya.&lt;br /&gt;Kak Linda pun berhenti."Yuk kita mandi soalnya sudah sore lagikan&lt;br /&gt;kamu Putri ada les lho nanti kamu ketinggalan." Ajak Kak Linda pada&lt;br /&gt;kami berdua. Dia menyuruh bawa handuk ama baju ganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengisi air, aku pun membuka bajuku tanpa ada beban yang&lt;br /&gt;ada dan telanjang bulat begitu juga ama Putri. Kamipun bermain air di&lt;br /&gt;bathup. Kamar mandi disini amat mewah ada shower bathup dan lain lain&lt;br /&gt;lah, maklum dia anak terkaya dikampungku. Setelah itu pintu digedor ama&lt;br /&gt;kakaknya dia suruh buka pintu kamar mandinya. Aku pun membukanya. Kak&lt;br /&gt;Linda melihatku penuh kagum sambil menatap bagian bawahku yang sudah&lt;br /&gt;tanpa pelindung sedikitpun, aku baru tahu itu namanya lagi horny. Lalu&lt;br /&gt;dia masuk segera di membuka piyama mandinya. Jreng.. Hatiku langsung&lt;br /&gt;berdetak kencang, dia menggunakan bra tranparan ama CD yang tadi dia&lt;br /&gt;pake dihadapan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bolehkan mandi bersama kalian lagian kalian kan masih anak kecil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ihh.. Kakak.. Punya kakak itu menonjol" ledek adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya tersenyum menggoda kami terutama aku."biarin"sambil dia&lt;br /&gt;pegang sendiri puting dia menjawab lalu dia membasahi badannya ama air&lt;br /&gt;di shower. Makin jelas apa yang nama payudara cewek lagi berkembang.&lt;br /&gt;Beitu kena air dari shower bra Kak Linda agak merosot kebawah. Lucu&lt;br /&gt;banget bentuknya pikirku. Payudaranya hendak seakan melompat keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo cepat turun dulu, aku kasih busa di bathupnya..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri bergegas keluar tapi aku tidak, aku takut kalau ketahuan&lt;br /&gt;anuku mengeras, aku malu banget. Baru kali ini aku mengeras gede&lt;br /&gt;banget. Lalu Kak Linda mendekat dan melihatku serta menyuruhku untuk&lt;br /&gt;turun. Aku turun dengan tertunduk muka Kak Linda melihat bagian bawahku&lt;br /&gt;yang sudah mengeras sama pada waktu aku bermain tapi bedanya sekarang&lt;br /&gt;langsung dihadapan mata. Dia hanya tersenyum padaku. Aku kira dia&lt;br /&gt;marah. Dia kayak sengaja menyenggol senjataku dengan paha mulusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooohh.. Apa itu.." (pura pura dia tidak tahu) Putripun tertawa melihatnya.&lt;br /&gt;"Itu yang dinamakan senjatanya laki laki yang lagi mengeras tapi&lt;br /&gt;culun ya kalau belum disunat" Kak Linda memberitahukan pada adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah busanya melimpah di air kami pun nyebur bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adik adik, Kakak boleh nggak membuka bra kakak" pinta Kak Linda pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buka aja to Kak lagian kalau mandi pakai pakaian kayak orang desa." adiknya menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku nggak bisa jawab. Dengan pelan pelan kancing dibelakang&lt;br /&gt;punggung dibukanya lalu lepas sudah pengaman dan pelindung susunya.&lt;br /&gt;Dengan telapak tangannya dia menutupi payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah buka aja sekalian CD nya nanti kotor kena bau CD kakak," ujar Putri kepada kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera dia berdiri diatas bathup melorotkan CDnya dengan hati&lt;br /&gt;hati(kayaknya dia sangat menunggu ekspresiku ketika melihat wanita&lt;br /&gt;telanjang bulat dihadapannya). Ketika dia berdiri membetulkan shower&lt;br /&gt;diatas kami, aku melihat seluruh tubuhnya yang sudah telanjang bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak anu.. anu.. Susu kakak besarnya, ama bawahan kakak ada rambutnya dikit," aku memujinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia hanya tersenyum dan memberitahu kalau aslinya bawahan nya lebat&lt;br /&gt;hanya saja rajin dicukur. Dia agak berlama lama berdiri kayaknya makin&lt;br /&gt;deket aja bagian sensitivenya dengan wajahku, ada sesuatu harum yang&lt;br /&gt;berbeda dari daerah sekitar itu. Kak Linda terus berdiri sambil&lt;br /&gt;melirikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil membilasi payudaranya dengan air hangat serta digoyang dikit&lt;br /&gt;dikit bokong bahenolnya. Dia menghadap kami sambil mnyiram bagian&lt;br /&gt;sensitifnya. Aku pun tak berani langsung menatapnya. Sambil memainkan&lt;br /&gt;payudaranya sendiri dia punya saran plus ide gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mainan yuk. Aku jadi ibunya, kamu jadi anaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Kak Linda menyuruh mainan ibu ibuan, dia menyuruh kami jadi bayi. Lalu dia menyodorkan susunya pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku kasihan, sini ibu beri kamu minum" dia berkata pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri pun langsung mengenyot puting susu kakaknya, tapi aku pun tak&lt;br /&gt;bergerak sama sekali, lalu dia langsung menyambar kepalaku ditarik ke&lt;br /&gt;arah payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo sedot yang kuat.. Ahh.. Cepet.. Gigit pelan pelan.. Acchh," kata itu keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi koq nggak keluar airnya. Punya Mama keluar air susunya. Tiba tiba Putri berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uhh.. Ini kan namanya mainan jadi nggak beneran. Kamu udahan aja&lt;br /&gt;sudah jamnya kamu les" Putri pun bergegas turun dan berganti pakaian&lt;br /&gt;sejak saat itu aku tak memdengar langkah dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun masih disuruh mainan dengan putingnya tangan kiriku&lt;br /&gt;dikomando supaya meremas susu kirinya. Tiba tiba ada sesuatu yang bikin&lt;br /&gt;aku bergetar, ada sesuatu yang berambat dan memegangi anuku. Dengan&lt;br /&gt;kanan kanan memegangi tangan kiriku untuk meremas payudaranya ternyata&lt;br /&gt;tangan kanannya memainkan penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera dia memerintahkan untuk turun dari situ. Kami pun turun dari&lt;br /&gt;situ. Lalu. Dia duduk di pingiran sambil membuka selakangannya. Aku&lt;br /&gt;baru melihat rahasia cewe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rendi ini yang dinamakan vagina, punya cewek. Tadi waktu kakak&lt;br /&gt;berdiri aku tahu kalau kamu memperhatikan bagian kakak yang ini. Ayo&lt;br /&gt;aku ajarin gimana mainan ama vagina" akupun hanya mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyuruh menjilatinya setelah dia mengeringkannya dengan&lt;br /&gt;handuk. Aku pun menjulurkan lidahku kesana tapi bagian luarnya. Dia&lt;br /&gt;hanya tersenyum melihatku. Dengan jari tangan nya dia membuka bagian&lt;br /&gt;kewanitaan itu. Aku benar benar takjub melihat pemandangan kayak itu.&lt;br /&gt;Warnanya merah muda seperti sebuah bibir mungil. Setelah dia buka&lt;br /&gt;kemaluannya, lalu dia suruh aku supaya menjilatinya. Ada cairan sedikit&lt;br /&gt;yang keluar dari bagian itu rasanya asin tapi enak. Disuruh aku&lt;br /&gt;menyodok dengan kedua jariku, terasa sangat becek. Dia menyuruhku&lt;br /&gt;berhenti sejenak. Ketika dia menggosok gosok sendiri dengan tangannya&lt;br /&gt;dengan cepat lalu dia menyambar kepalaku dengan tangannya ditempelkan&lt;br /&gt;mukaku dihadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seerr.. Serr.. bunyi air yang keluar dari vaginanya banyak sekali.&lt;br /&gt;Sambil berteriak plus mendesis lagi merem melek. Setelah itu dia&lt;br /&gt;jongkok, aku kaget ketika dia langsung menjilati kepala penisku. Di&lt;br /&gt;buka bagian kulup hingga kelihatan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakak enggak jijik ya kan buat kencing" aku bertanya pada dia tapi dia terus mengulumnya maju mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit dan geli itu yang kurasakan tapi lama lama enak aku langsung&lt;br /&gt;rasanya seperti kencing tapi tidak jadi. Dia menggunakan sabun cair&lt;br /&gt;katanya biar agak licin jadi nggak sakit. Saking enaknya aku bagai&lt;br /&gt;melayang badanku bergetar semua. Setelah dibilas dia mengkulum penisku,&lt;br /&gt;semua masuk didalam mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak aku mau kencing dulu" aku menyela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu dia berbaring dilantai dia menyuruh bermain dengan&lt;br /&gt;kacang didalam vaginanya. Pertama aku tidak tahu, dia memberi tahu&lt;br /&gt;setelah dia sendiri membukanya. Aku sentuh bagian itu dengan kasar dia&lt;br /&gt;langsung menjerit dia mengajari bagaimana seharusnya melakukannya.&lt;br /&gt;Diputar putar jariku disana tiba tiba kacanga itu menjadi sangat keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 5 menit aku bermain dengan jariku kadang dengan lidahku.&lt;br /&gt;Keluar lagi air dari vaginanya. Aku disuruh terus menyedotnya. Dia&lt;br /&gt;kayaknya sangat lemas lunglai. Setelah beberapa saat dia memegang&lt;br /&gt;penisku dan menuntunnya di vagina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba masukan anumu ke dalam sana pasti aku jamin enak banget rasanya" dia menyuruhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hati-hati aku masukkan setelah masuk aku diam saja. Dia&lt;br /&gt;menyuruh aku untuk menekan keras. Dan bless masuk semuanya dia memberi&lt;br /&gt;saran kayak orang memompa. Masuk-keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Acchc terus.. yang cepet.. ah.. ah.. ah.." dia mendesis, dia menggoyangkan pantatnya yang besar kesana kemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekitar 3 menit rasanya penisku kayak diremas oleh kedua&lt;br /&gt;daging itu lalu aku ingin sekali pipis. Saat itu penisku kayak ada yang&lt;br /&gt;air mengalir. Dan serr.. seerrs air kencingku membanjiri bagian&lt;br /&gt;dalamnya. Setelah kelelahan kami pun keluar dia langsung pergi ke kamar&lt;br /&gt;masih keadaan bugil. Kemudian dia berbaring karena lelah, aku&lt;br /&gt;mendekatinya dan dia memelukku seperti adiknya, payudaranya nempel di&lt;br /&gt;mukaku. Setelah aku melihat wajahnya dia menangis. Lalu dia menyuruh&lt;br /&gt;aku pulang. Aku mengenakan pakaian dan pulang. Dia menyuruh&lt;br /&gt;merahasiakan kalau aku berbicara ama orang lain aku nggak boleh bermain&lt;br /&gt;ama adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun terus melakukannya sekitar 1 tahun tanpa ada siapa yang&lt;br /&gt;tahu. Sekitar aku kelas 1 SMP dia kawin ama temannya karena dia hamil.&lt;br /&gt;Ketika 2 minggu lalu (saat ini) aku bertemu dia bertanya masih suka&lt;br /&gt;main seperti dulu. Akupun hanya tertawa ketika aku tahu itu yang&lt;br /&gt;namanya sex dan aku ngucapin terima kasih buat kakak, itu adalah&lt;br /&gt;pengalamanku yang pertama. Buat pembaca aku masih punya cerita nyata&lt;br /&gt;yang tak kalah seru tunggu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-6616652383468545394?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/6616652383468545394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/kak-linda-tentanggaku-yang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/6616652383468545394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/6616652383468545394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/kak-linda-tentanggaku-yang-baik.html' title='Kak Linda Tentanggaku yang baik'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-583139743124858686</id><published>2009-11-19T01:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:39:07.064-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Kenangan Bersama Ayuku</title><content type='html'>Perkenalkan&lt;br /&gt;dulu namaku Krishna. Aku sekolah di sebuah SMU di kotaku Klaten. Aku&lt;br /&gt;punya cewek yang bernama Ayu dan dia bersekolah di sebuah sekolah dasar&lt;br /&gt;dikotaku juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini adalah pengalamanku yang nyata dan sangat berkesan dihatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal ceritanya begini:&lt;br /&gt;Saat itu aku sudah siap dengan dandanan rapi untuk pergi kerumah&lt;br /&gt;temanku Yusha. Di rumah Yusha aku disambut oleh adik adik Yusha yang&lt;br /&gt;kecil kecil. Saat itu Yusha keluar sehabis ngasih makan ayam&lt;br /&gt;kesayangannya. Aku langsung diperkenalkan dengan seorang adiknya, cewek&lt;br /&gt;imut dan cantik bernama Ayu. Aku, Yusha dan adik Yusha yang lain lalu&lt;br /&gt;bermain di serambi samping rumah Yusha. Saat itu aku memang tidak ada&lt;br /&gt;perasaan apapun terhadap Ayu tapi lama kelamaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya lagi aku tak bosan bosan kerumah Yusha. Aku langsung&lt;br /&gt;nyariin Ayu. Sejak saat itu terbit harapan dihatiku untuk mendapatkan&lt;br /&gt;hati Ayu. Suatu saat aku lagi sakit, badanku lemas, kepala sakit. Semua&lt;br /&gt;itu dikarenakan sehabis Fashion Show di Semarang tapi ini justru&lt;br /&gt;menjadi awal dari segalanya. Kesibukanku sebagai model memang menuntut&lt;br /&gt;tenaga yang lumayan besar. Fashion Show dengan mobil bersama teman&lt;br /&gt;temanku satu agency hingga harus berjongkok ria di dalam mobil sedan&lt;br /&gt;merelakan tempatku dipakai temenku yang cewek. Saat pulang aku banyak&lt;br /&gt;kehilangan tenaga hingga malamnya aku langsung tertidur pulas banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya aku menelepon Yusha dan bilang kalau aku nggak masuk&lt;br /&gt;sekolah dan titip izin kepada wali kelasnya tak lupa pula aku kirim&lt;br /&gt;salam kepada Ayu yang membuat hatiku berbunga bunga indah. Saat suatu&lt;br /&gt;senja di malam Minggu dirumah Yusha, Ayu menungguku. Waktu aku menemui&lt;br /&gt;Ayu di serambi samping rumah Yusha, Ayu menangis dan berkata kenapa aku&lt;br /&gt;tak menemuinya dan rindu berat sama aku. Saat aku dan Ayu memasuki&lt;br /&gt;rumah Yusha Kami disambut oleh mama Yusha yang bernama tante Nana yang&lt;br /&gt;super sexy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu mama Yusha memakai tanktop terusan rok ketat sebatas paha&lt;br /&gt;atas berwarna pink transparan membuat lekuk lekuk tubuh wanita dewasa&lt;br /&gt;kelihatan jelas walau agak transparan. Dalam posisi duduk yang miring&lt;br /&gt;sambil menyilangkan sepasang pahanya sehingga tak mustahil akan&lt;br /&gt;memperlihatkan pemandangan indah itu dan memaksa mata nakalku singgah&lt;br /&gt;berkali kali di paha mulusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu posisi duduk tante Nana berubah dari menyilang hingga kini&lt;br /&gt;setengah bersila dengan kaki kiri kebawah terus kaki kanan menyilang&lt;br /&gt;lurus kesamping malah menambah posisi roknya semakin naik sehingga paha&lt;br /&gt;bagian dalam terlihat samar samar. Ternyata tante Nana memakai celana&lt;br /&gt;dalam yang minim banget.Celana dalam model G-string berwarna putih&lt;br /&gt;transparan berukuran kecil dengan tali pengikat di samping pinggangnya&lt;br /&gt;menampakkan kemulusan bagian dalam pangkal paha serta bulu halus hitam&lt;br /&gt;lebat membuat mata nakalku tambah jelalatan. Tante Nana memintaku untuk&lt;br /&gt;membantunya memperbaiki lampu kamarnya yang terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di dalam kamar suasana begitu gelap karena tak ada penerangan.&lt;br /&gt;Tanganku meraba raba mencari kursi untuk memanjat karena letak&lt;br /&gt;bohlamnya diatas. Tak sengaja tanganku menyentuh benda lunak yang&lt;br /&gt;begitu indah. Ternyata yang kuraba tadi gundukan dada tante Nana yang&lt;br /&gt;tak tertutup apapun selain kain tipis tanktop itu. Tante Nana&lt;br /&gt;melarangku untuk beralih malah meletakkan tanganku di payudaranya. Saat&lt;br /&gt;itu tanganku tak beralih malah tambah berani dengan meremas-remas&lt;br /&gt;lembut bukit itu. Remasanku bertambah berani saat aku mendengar desahan&lt;br /&gt;desahan halus tante Nana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahh..Kriishh terruss.. enaak sekalii.."desahnya mengundang birahi.&lt;br /&gt;Tangan tante Nana tidak tinggal diam. Tangannya meraba raba punggung&lt;br /&gt;terus turun hingga sampai kepangkal pahaku. Disana dia menemukan&lt;br /&gt;sebentuk keperkasaan milikku yang sudah tegang dari tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agh..tante..mhh"aku tak dapat berkata apa apa sehingga tak sadar&lt;br /&gt;aku menurunkan tali pengikat tanktop di bahu tante Nana dan terus&lt;br /&gt;meremas bukit indah yang kelihatan masih kencang itu. Saat itu tante&lt;br /&gt;Nana sudah tidak peduli lagi siapa aku dan siapa dirinya. Dia langsung&lt;br /&gt;turun melepas remasanku untuk mencari kait celanaku dan kebetulan aku&lt;br /&gt;memakai celana model training sehingga memudahkan tante Nana melepaskan&lt;br /&gt;celanaku. Terlihatlah celana dalamku yang berwarna biru tua. Celana itu&lt;br /&gt;sangatlah kecil hingga tak mampu menutupi semua senjataku sehingga&lt;br /&gt;nampaklah mengintip batang milikku yang tegang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan tante Nana langsung merampas lepas celana kecil itu kebawah&lt;br /&gt;hingga terlihatlah kerasnya kejantananku yang tegang sepenuhnya&lt;br /&gt;mengacung keras menampar pipi tante Nana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh..Krish besar dan indah tante ingin sekali memilikinya" kata tante penuh nafsu sambil tangannya memegang penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahh.. tante milikilah dan lakukan sesuka tante sekarang" kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan tante Nana langsung memegang dan bahkan memasukannya kedalam&lt;br /&gt;mulutnya. Tante Nana langsung mengulum dan meremas sambil sesekali&lt;br /&gt;menggerakkan naik turun perlahan lahan batangku membuatku tak henti&lt;br /&gt;hentinya mendesah sambil sesekali tanganku meremas-remas payudara tante&lt;br /&gt;Nana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aghh..tante teerruuss.. mhh" kataku menahan agar tidak sampai&lt;br /&gt;suaraku terdengar sampai depan. Hisapan, remasan dan kocokan tante Nana&lt;br /&gt;bertambah ganas seiring remasan di dadanya yang bertambah keras. Sampai&lt;br /&gt;suatu ketika aku menjerit menahan desah karena aku sudah mencapai&lt;br /&gt;klimaks dari permainan tante Nana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aghh..tante sudah, Krish keluaarhh nihh.."jeritku tertahan.&lt;br /&gt;"Crot..crot..crot.."3 kali aku menembakkan spermaku di dalam mulut&lt;br /&gt;tante Nana dan tante Nana menelannya sampai bersih. Lalu tante Nana&lt;br /&gt;menghentikan kegiatannya pada batang milikku dan menjilati ujung kepala&lt;br /&gt;penisku. Saat tante Nana ingin melanjutkan permainannya, aku segera&lt;br /&gt;tersadar kalau kami meninggalkan anak-anaknya terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah tante, Krishna janji akan menyenangkan tante asal tante tetap&lt;br /&gt;memakai pakaian yang sexy seperti ini kalau ada saya", janjiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya udah deh, tapi kamu harus janji lho" sahut tante Nana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante mana nih bohlamnya" aku meminta bohlam yang akan dibetulkan.&lt;br /&gt;"Oh ini", kata tante Nana sambil memberikan bohlam itu. Saat itu&lt;br /&gt;tanktop tante Nana belum dibetulkan posisinya sehingga masih nampak&lt;br /&gt;bukit indahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat selesai memperbaiki lampu kamar tante Nana, aku langsung&lt;br /&gt;memakai kembali celana dan celana dalamku setelah kami berciuman tanda&lt;br /&gt;terima kasih tante Nana karena aku telah memuaskannya. Waktu itu aku&lt;br /&gt;yang berjiwa muda melumat habis mulut mungil tante Nana sehingga tante&lt;br /&gt;Nana kembali terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah Krish, katanya udah ntar tante terangsang lagi lho", katanya sambil melepas ciumanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, tante terlalu nafsu, kapan kapan dilanjutin lagi dech", kataku sambil menenangkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok deh Krish" jawab tante Nana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami keluar. Saat kami sampai di ruang tamu Yusha dan adik&lt;br /&gt;adiknya sudah didepan main bersama sama. Aku langsung mengajak Ayu ke&lt;br /&gt;serambi samping rumah untuk sekalian menggarap Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaahh.., erangku keenakan milikku diremas Ayu sehingga tak sadar tanganku memasukan tangan Ayu kedalam celanaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yuu..kocok milik kakak yuu.. yanghh kerasshh yah.. mhh" kataku sudah terangsang berat. Saat itu Ayu berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak celananya mengganggu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung aku menurunkan celana beserta celana dalamnya sekalian.&lt;br /&gt;"Ayo Yu kocok cepat" kataku tak sabar. Buru buru Ayu mengocok&lt;br /&gt;batangku yang gede berukuran panjang 18cm dan berdiameter 5 cm itu.&lt;br /&gt;Suasana serambi rumah Yusha memang mendukung untuk melakukan semua itu&lt;br /&gt;maka kami tidak takut akan ketahuan oleh tetangga yang lain. Aku yang&lt;br /&gt;sudah terangsang berat langsung meraba raba dada Ayu yang sudah mulai&lt;br /&gt;tumbuh payudara walau yang masih terbungkus kaos tipis Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Achh..kak, geli kaakkhh" Ayu merasakan kenikmatan yang belum dia&lt;br /&gt;dapatkan sebelumnya. Tanganku langsung melepas kaos Ayu sekalian kaos&lt;br /&gt;singletnya hingga nampak olehku susu indah dengan puting kecil berwarna&lt;br /&gt;merah jambu yang baru muncul terus meremas remasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayu tetekmu indah sekali" kataku senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakak netek yah" sambungku tanpa menunggu persetujuan Ayu langsung menyodorkan payudara imut miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahh.. kakak enakhh banget kak, Ayu sayang kakak" kata Ayu meracau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku yang bebas langsung menuju ke rok Ayu yang sebatas atas&lt;br /&gt;paha itu terus meraba raba pahanya. Tanganku terus meraba kian kedalam&lt;br /&gt;hingga tersentuh olehku celana dalam Ayu yang sudah basah oleh cairan&lt;br /&gt;kenikmatannya. Tak sabar tanganku pun menurunkan celana dalam Ayu&lt;br /&gt;hingga sampai mata kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayu lepas dong sayang" kataku. Saat itu Ayu memang menolak tetapi&lt;br /&gt;aku membujuk sambil mengulum puting susunya hingga Ayu akhirnya mau&lt;br /&gt;juga dilepas celana dalamnya. Setelah terlepas tanganku meraba raba&lt;br /&gt;bibir memek Ayu yang basah sambil sesekali menusuk nusuk liang surga&lt;br /&gt;miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yu kamu cantik" kataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mhh..terusshh kakhh.." desah Ayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Yuu.. kocok terus kontol kakak sampai keluar air maninya sayang" kataku&lt;br /&gt;"Keadaan terus berlanjut hingga akhirnya aku berteriak waktu aku&lt;br /&gt;mencapai klimaksku. 5 kali tembakan spermaku mengenai rok Ayu. Ayu&lt;br /&gt;rebah dipangkuanku tapi aku masih meraba raba memek Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayu enak banget yang tadi, kakak puas Yu" kataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak yah kak, Ayu juga enak kok, sekarang main yang beneran yah kak" Ayu memintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya deh" sahutku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang Ayu kulum dulu milik kakak, terus Ayu hadap kakak, nanti Ayu kakak gendong kalau kakak udah siap" aku mengajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana kak?" tanya Ayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini masukin kemulut Ayu terus dikulum seperti ngulum permen itu lho" aku menyodorkan batang pelirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini.. mhh" Ayu mulai ngemut batang pelirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhh.. mhh Ayuu enhhakhh.." desahku keenakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"terushh.."kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah Yu sekarang Ayu naik kepaha kakak yah nanti kalau sakit tahan dikit yah" kataku sambil memangku Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu terus naik kepangkuanku sementara aku menempatkan batang penisku tepat pada lubang memek Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahan yah sayang" kataku sambil melumat bibir Ayu agar tidak menjerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu..blesh kepala penisku memasuki memek Ayu. Saat itu Ayu langsung menjerit kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhh Kak perih"jerit Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahan dikit yah sayang" kataku sambil menekan penisku lebih dalam.&lt;br /&gt;"Mhh kak"Ayu merintih sambil memegang tanganku. Saat penisku sudah&lt;br /&gt;¾ masuk, aku menggoyangkan pinggulku pelan pelan hingga Ayu naik turun&lt;br /&gt;dan lama lama rintihan Ayu berubah menjadi desahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak enak terrushh" katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari Ayu aku menekan kuat kuat pinggul Ayu kebawah sehingga kemaluanku masuk semua menerobos selaput dara milik Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ssakithh.. Kakhh" Ayu berteriak lalu menggigit bibir.&lt;br /&gt;"Sabar sayang nanti juga hilang sakitnya berganti nikmathh" kataku&lt;br /&gt;bercampur desah. Saat Ayu tenang kembali aku mengayun pantatku dari&lt;br /&gt;pelan naik turun hingga Ayu seperti naik kuda semakin lama semakin&lt;br /&gt;keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak enak terrushh kak" desah Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mhh..nikmatt Yuu, memek Ayu enakhh" kataku&lt;br /&gt;Aku menyetubuhi Ayu sambil berselonjor kaki, terus Ayu kuhentak&lt;br /&gt;hentakkan keatas dengan pahaku. Walau aku lelah tetapi kami mendapatkan&lt;br /&gt;kenikmatan yang baru kami peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga Ayu memelukku erat erat tanda Ayu telah klimaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakhh Ayu pipis" jerit Ayu&lt;br /&gt;"Iya kakak juga kita bersama sama pipis yah" sahutku. Saat itu aku&lt;br /&gt;tidak tahan lagi lalu membalik dan menindih tubuh Ayu lalu menggenjot&lt;br /&gt;keras keras memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakakhh Udah Ayu nggak tahhaanhh" Ayu menjerit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya..&lt;br /&gt;"Kakhh" Ayu menjerit. "Akh..nikmatthh" desahku saat ejakulasi dan&lt;br /&gt;kami saling memeluk erat erat. Aku menembakan maniku yang kedua kali&lt;br /&gt;selama 5 tembakan tanpa melepas kontolku dari dalam memek Ayu dan Ayu&lt;br /&gt;mengguyur kontolku dengan air maninya selama 4 tembakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari jadian kami diawali dengan percintaan yang baru kami rasakan.&lt;br /&gt;Tak sadar kami dihampiri oleh tante Nana yang sudah sejak tadi&lt;br /&gt;mengintip. Tante Nana langsung mengajak kami main di kamarnya karena&lt;br /&gt;tadi belum puas karena permainannya denganku terhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yusha kemana tante?" tanyaku&lt;br /&gt;"mereka pergi kok jangan takut" jawab tante Nana. Ayu dan aku&lt;br /&gt;menuju kekamar tante Nana tanpa memakai kembali pakaian kami. Saat&lt;br /&gt;sampai dikamar tante Nana yang terang ternyata Tante Nana sudah tidak&lt;br /&gt;pakai tanktop lagi melainkan memakai rok saja sebagai penutup tubuhnya.&lt;br /&gt;Rok itu hanya mampu menutupi susu sama memeknya saja tetapi paha atas&lt;br /&gt;sampai pangkal paha terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak tante Nana sexy yah kak" ucap Ayu polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyah.." aku menjawab sambil mendesah&lt;br /&gt;Tak sabar aku langsung melepas kaosku hingga bugil karena celanaku&lt;br /&gt;ditinggal di serambi rumah tante Nana. Ayu melepas rok kecil yang masih&lt;br /&gt;menghalangi memeknya sehingga tubuh mulus anak SD-nya kelihatan semua.&lt;br /&gt;Aku langsung mendekati tante Nana. Tanganku meraih ikatan rok tante&lt;br /&gt;Nana lalu melepasnya. Aku langsung menetek susu tante Nana tanpa&lt;br /&gt;diperintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante enak nggak" tanya Ayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahh..enakhh banget Ayu sayang, Ayu jilatin dong memek tante" tante menuntun kepala Ayu kememeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah terus Yu yang dalem..ahh masukin lidah kamu dong..terushh.." tante Nana mendesah desah.&lt;br /&gt;Merasa sudah pernah aku ajari, Ayu langsung menjilat jilat seperti&lt;br /&gt;menjilat es krim hutan dan memek tante Nana. Dan tangan tante Nana&lt;br /&gt;memegang kemaluanku lalu mengocoknya naik turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhh..terus ayoo..miahh.." desahnya tak teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tiba tiba tante Nana menyuruh kami berhenti.&lt;br /&gt;"Krish kamu tiduran aja sayang biar tante masukin kontol kamu,&lt;br /&gt;tante udah nggak kuat sayang" katanya tak sabar. Lalu aku tidur terus&lt;br /&gt;tante Nana naik keatas tubuhku sambil menduduki penisku otomatis penis&lt;br /&gt;tegangku masuk perlahan lahan hingga masuk semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhh..Krish kontolmu kok besar banget sih tante sakithh tapi enak kok Krishh.." erangnya kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante masukin terus kontol Krishna biar tante enak" jawabku menunggu kontolku masuk semua.&lt;br /&gt;Sementara itu Ayu melihat dari samping sambil mengeluar masukkan&lt;br /&gt;jarinya didalam memeknya. Dia terangsang sekali saat itu. Saat itu&lt;br /&gt;memek tante Nana masuk semua lalu dia menggenjot pinggulnya bagai&lt;br /&gt;kesetanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahh..tante terushh.. mhh" desahku kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'cleepp..plek plek cleep..plek" suara beradunya kemaluan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhh..kontol anak anak memang nikhhmathh.." teriak tante Nana tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante, Krishna mau diatas, tante pindah turun dong" pintaku pada tante Nana.&lt;br /&gt;Lalu tante Nana turun tanpa melepas kontolku dari memeknya. Aku&lt;br /&gt;langsung menggenjot kontolku sedang tante Nana menggoyangkan pinggulnya&lt;br /&gt;kekiri dan kekanan bagai tari striptease.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengejar puncak kami sampai seperempat jam dan Ayu masturbasi sampai ia pun mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Krishna, tanhh..te sampai nihh.." erang tante Nana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sleph..slep..slep" Aku mempercepat gerakanku agar tante Nana cepat mencapai ejakulasinya..lalu..&lt;br /&gt;"Akhh..mhh" terasa kontolku basah dan hangat dibanjiri air mani&lt;br /&gt;tante Nana tanda tante Nana telah sampai. Aku lalu mencabut penisku&lt;br /&gt;yang masih tegang dan basah terus menghampiri Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayu main lagi yuk sayang, Kak Krishna mau gantian sama Ayu"kataku memeluk Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya kak"jawab Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mendekati memek Ayu yang kelihatan basah dan sedikit berdarah tanda perawannya telah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yu, punya Ayu berdarah yah?" tanyaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sakit tidak?" tanyaku lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedikit kak, makanya yang pelan yah kak" kata Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya sayang" kataku lalu aku menjilat memek Ayu hingga cairan mani Ayu habis dan berganti oli kenikmatan Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang masukin lagi yah kontol kakak ke memek Ayu yah sayang" kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Kak pelan pelan yah" jawab Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita kekursi itu yah lalu Ayu kakak pangku lagi tapi yang naik turun Ayu yah" aku mengajari lagi.&lt;br /&gt;"Krishna kalau kamu udah mau sampai bilang tante yah ntar pejumu&lt;br /&gt;masukin aja ke memek tante biar tante merasakan siraman pejumu Krish,&lt;br /&gt;tante disini mau nonton ngentot kalian" tante Nana memesan pejuku&lt;br /&gt;seperti memesan Es jus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya tante"jawabku singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku duduk dan memangku Ayu.&lt;br /&gt;"Yu, ayo dong kamu naik turun" kataku saat kontolku sudah masuk&lt;br /&gt;setengahnya. Lalu menurunkan Ayu pelan pelan takut Ayu kesakitan lagi.&lt;br /&gt;Ayu pun tidak kesakitan seperti tadi dan mulai menaik turunkan&lt;br /&gt;pantatnya pelan pelan lama kelamaan mulai cepat seperti orang naik&lt;br /&gt;kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhh..Ayu kakak sayanghh.. Ayuu..terushh sayang nikmat sekallii.."desahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak Nikhhmathh Ayu mau dong kapan kapan, kita mainhh lagi yah kakkhh" desah Ayu ketagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yahh sayanghh.." jawabku. Kami tak berhenti hingga akhirnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berteriak kepada tante Nana kalau aku sudah akan klimaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah..tante Krishna mau sampai tante kita gantian yuk" teriakku.&lt;br /&gt;"Iya, tunggu tante" tante Nana buru buru mendekatiku. Ayu&lt;br /&gt;diturunkan dan tante naik menggantikan Ayu lalu menggenjot memeknya&lt;br /&gt;kuat kuat agar aku cepet sampai. Aku memasukan dua jariku kedalam memek&lt;br /&gt;Ayu agar Ayu juga merasakan kenikmatanya yang tertunda. Hingga&lt;br /&gt;akhirnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Achh tante Krishna sampai nih" teriakku saat air pejuku mau keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semprotin terus dalam memek tante sayang, semua ayo.." kata tante Nana menyambut pejuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"crot.. crot.. crot.. crot.. crot" empat kali pejuku menyemprot membasahi memek tante Nana yang sempit dan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak jangan keras kerashh..kakhh sakiithh.." saat tak sadar aku mengocok memek Ayu terlalu keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakhh Ayu pipishh" kata Ayu saat sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serr.. serr.. serr.. serr" air maninya menyembur nyembur membasahi tanganku.&lt;br /&gt;Tante Nana turun saat beberapa saat diam di pangkuanku membiarkan&lt;br /&gt;kontolku mengecil sendiri lalu aku menjilat memek Ayu hingga bersih dan&lt;br /&gt;menjilat memek tante Nana membersihkannya juga menjilat semua air mani&lt;br /&gt;Ayu yang ada ditangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Krishna tante puas sekali, terima kasih yah tapi kamu besok harus kemari dan kita main seperti ini lagi yah" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayu boleh ikutan tante?" Ayu menyahut&lt;br /&gt;"Iya deh sayang tapi Ayu dilarang pakai celana dalam dan memakai&lt;br /&gt;kaos dalam hanya boleh pakai daster terusan rok aja yah sayang"&lt;br /&gt;jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terserah kamu deh Krish, tante capek nih mau tidur" kata tante Nana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya sudah tante kami mau pulang dulu, sampai besok tante" kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai besok tante" kata Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bye semua" kata tante Nana lalu mengantar kami sampai keserambi depan rumah mengambil dan mengenakan pakaian kami.&lt;br /&gt;Saat sampai diluar rumah dan berjalan pulang bersama Ayu aku&lt;br /&gt;mengajari bermasturbasi yang nikmat. Aku mengajari bila tak ada aku Ayu&lt;br /&gt;bisa mengeluar masukkan tiga jarinya didalam memeknya sambil meremas&lt;br /&gt;remas susunya dan memelintir putingnya sampai dia puas dan mengeluarkan&lt;br /&gt;air maninya, tapi harus didalam kamarnya dan tidak mengajak siapapun&lt;br /&gt;juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-583139743124858686?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/583139743124858686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/kenangan-bersama-ayuku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/583139743124858686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/583139743124858686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/kenangan-bersama-ayuku.html' title='Kenangan Bersama Ayuku'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-575128899507271274</id><published>2009-11-19T01:36:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:37:18.573-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Hadiah Spesial Buat Riniku - 2</title><content type='html'>Dari bagian 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi waktu, tempat dan kesempatan mempertemukan kami sehingga membuat&lt;br /&gt;kehidupan saling mengisi dan malah sudah saling membutuhkan. Aku butuh&lt;br /&gt;semangat dan gairah muda yang berkobar dari Rini sedangkan dia butuh&lt;br /&gt;tempat berlindung yang kokoh dan teduh dari aku.. Klop deeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei jangan nglamun," Rini mencubit pahaku ketika pelayan sudah berdiri tepat di depanku tapi aku tidak menghiraukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh oh.. Iya Mbak.. Es jeruk buat aku dan kelapa kopyor itu buat dia," aku memberitahu Mbak pelayan sambil menunjuk Rini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om.. Kalau kali ini Rini minta sesuatu boleh nggak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa tidak.. Kalau Om sanggup pasti Om kabulkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebetulnya Rini mau memberikan satu hadiah spesial buat Om tapi sebelumnya Rini minta sesuatu dulu.. Gimana Om.""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok nggak masalah",. Jawab ku sambil mempersilahkan dia minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rini tahu kok, Om nggak pernah mau ngerayain HUT Om, tapi kali ini&lt;br /&gt;Rini minta untuk dirayakan sebagai hadiah juga buat Rini, kita rayain&lt;br /&gt;ya!" Kulihat wajahnya sangat berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul sekali, aku Mamang paling ntidak suka dengan yang namanya&lt;br /&gt;pesta HUT gitu, jadi wajar saja kalau aku lupa hari itu aku sebetulnya&lt;br /&gt;ulang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Well.. Kita mau ngerayain seperti apa, dimana degan siapa aja Rin""&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud Rini kita rayain berdua aja, gimana kalau kita cari tempat&lt;br /&gt;yang jauh dari keramaian agar lebih leluasa, kayak dipantai gitu!"&lt;br /&gt;belum sempat kujawab Rini sudah ngrocos lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan khawatir, Rini tadi sudah pamit mau nginap di rumah teman sama paman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia seperti bisa membaca jalan fikiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"OK apa kita mau ke Ancol!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan Om disana terlalu ramai, Rini ingin ke Merak disana kita bisa lihat ferry keluar masuk dermaga sepanjang malam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah telpon ke rumah memberitahukan bahwa aku ada rapat dinas,&lt;br /&gt;maka kami langsung tancap gas ke Merak. Disitu ada sebuah hotel pantai&lt;br /&gt;yang memang sudah tidak terlalu bagus lagi karena termakan usia, tetapi&lt;br /&gt;sangat strategis, tempatnya di pinggir jalan raya dan menghadap&lt;br /&gt;langsung ke selat Sunda dan Pelabuhan ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mandi, Rini tidak lagi paklai jean ketat, tetapi rupanya&lt;br /&gt;dia sudah siap dengan baju tidur putih setengah transparan sehingga&lt;br /&gt;lekuk tubuh dan tonjolan dadanya begitu jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rin.. Om masih penasaran kamu mau ngasih hadiah spesial apa sih sama Om," aku bertanya sambil telentang ditempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti aja deh.. Om pasti bakal tahu juga," Rini merebahkan diri disamping kananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba kami saling menghadap sehingga wajah kami hampir&lt;br /&gt;bersentuhan. Aroma nafasnya menerpa hidungku dan bau mulutnya yang&lt;br /&gt;wangi membuat gelora hasratku terpancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulingkarkan tangan kiriku ke tubuhnya, dia diam dan malah&lt;br /&gt;memejamkan matanya. Pelan tapi pasti bibirku menyentuh bibir Rini&lt;br /&gt;dengan lembut. Rini seperti tersentak tiba tiba. Tubuhnya sedikit&lt;br /&gt;mengigil dan nafasnya jadi memburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhentikan gerakan bibirku persis diantara kedua bibir Rini, ujung&lt;br /&gt;lidahku kudorong keluar sedikit demi sedikit dan bibir Ranum itu mulai&lt;br /&gt;kujilati dengan penuh perasaan. Aku sengaja mengontrol gerakan dan&lt;br /&gt;keinginan ku sedemikian rupa agar Rini dapat merasakan suatu sensasi&lt;br /&gt;kelembutan yang membuai dan akan membuat dia terhanyut dalam&lt;br /&gt;kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rin.. Boleh nggak Om teruskan," aku berbisik sambil mengecup kupingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya bergetar dan posisi tidurnya tidak lagi menghadap aku tetapi bergerak telentang dalam dekapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak pa pa Om terus aja," Rini menjawab disela deburan jantungnya yang menggila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera mengecup kulit putih tepat dibelakang telinganya, Rini mengerang, "Om.. Geli.. Bulu roma Rini jadi berdiri semua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak apa apa Rin," aku menjawab sambil terus mengerakkan bibir dan lidahku meluncur di lehernya yang jenjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leher mulus itu kujilat dengan lembut dan pelan, terus turun..&lt;br /&gt;Turun.. Dan Ouh.. Baju tidur Rini tiba tiba terbuka di bagian dadanya,&lt;br /&gt;buah dada itu begitu ranum, kulitnya putih dan halus, disekitar&lt;br /&gt;putingnya berwarna coklat kemerahan, ditumbuhi bintik bintik putih&lt;br /&gt;halus melingkar memagari puting susunya yang kehitaman dan sudah&lt;br /&gt;berdiri tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh satu pemandangan yang sangat indah melihat payudara muda&lt;br /&gt;dan baru pertama mengalami rangsangan sexual. Bentuknya masih bulat dan&lt;br /&gt;padat membuat aku tak sanggup lagi menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putting muda itu kuhisap dengan lembut dan tubuh Rini kembali bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oouuhh Om.. Rini nggak tahan Om. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak tahan apanya Rin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak tahu Om.. Nggak tahan aja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lupa kalau Rini belum pernah mengalami rangsangan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak pa pa Rin jangan ditahan.. Kalau Rini ngerasa sesuatu ikutin&lt;br /&gt;aja," aku berkata sambil memutarkan jempol dan telunjukku ke puting&lt;br /&gt;susunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om.. Terus Om.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Rin. Tapi bajunya buka dulu ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terserah Om.. Aja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pakaian Rini kulucuti begitu juga aku, kami sekarang&lt;br /&gt;telanjang lonjong eh.. Bulat. Tubuh putih polos Rini sekarang terhidang&lt;br /&gt;pasrah dihadapanku. Sementara penisku sudah mulai teler mengeluarkan&lt;br /&gt;cairan putih bening pertanda siap tempur. Rini kembali kudekap dengan&lt;br /&gt;pelan, penisku kutempatkan persis ditengah belahan vagina Rini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouuh Om.. Rini jadi basah Om.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya sayang.. Om Juga"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugerakkan pinggulku turun naik penuh irama, pelan pelan penisku menyentuh clitoris Rini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A.. aduh Om.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cengkraman tanga Rini seperti mau merobek kulit punggungku. Dia&lt;br /&gt;mulai terangsang dengan hebatnya, matanya sayu dan redup, bibirnya&lt;br /&gt;merekah setengah terbuka dan basah oleh hasrat kewanitaan yang minta&lt;br /&gt;dipuasi. Sementara aku mulai merasakan cairan panas mengaliri batang&lt;br /&gt;penisku, itu adalah cairan vagina Rini yang keluar bagaikan mata air&lt;br /&gt;pegunungan sukabumi, kental dan licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tanganku mulai membelai payudara Rini denga gerakan melingkar&lt;br /&gt;dari bawah ke atas dan berakhir diputingnya yang tegak berdiri. Aku&lt;br /&gt;menyadari ini belumlah saat yang tepat untuk melakukan penetrasi, Rini&lt;br /&gt;harus diberi kenikmatan puncak senggama dengan cara lain, setelah&lt;br /&gt;nikmat klimaks itu dia cicipi buat pertama kali didalam hidupnya,&lt;br /&gt;barulah penetrasi akan akan kulakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan pelan kedua kaki Rini kudorong kepinggir, sekarang vagina&lt;br /&gt;Rini terbentang jelas dihadapan penisku. Bulunya sedikit kepirangan&lt;br /&gt;(nggak pernah disampoin kali) tepat diatas clitorisnya bulu tersebut&lt;br /&gt;membentuk lingkaran kecil seakan disiapkan buat tempat pendaratan&lt;br /&gt;lidahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah mau menjilat clitoris itu sambil menunduk tapi tiba tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om jangan dijilat ya.. Rini pasti nggak tahan, kata teman teman&lt;br /&gt;kalau vagina Rini dijilat, Rini pasti lansung klimaks.. Oouuh padahal&lt;br /&gt;Rini masih kepingin lebih lama ngerasain seperti ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuurungkan niat untuk menjilat vagina Rini yang sudah terbuka lebar&lt;br /&gt;tersebut. Kulit di seputar vagina itu putih dan bersih, sementara&lt;br /&gt;ketika bibir vaginanya kusibak dengan jariku, kelihatan warna merah&lt;br /&gt;membayang dipinggir bibir dan lubang vagina yang sekarang telah&lt;br /&gt;dipenuhi cairan putih bening nan wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakinya kuangkat lebih tinggi dan sedikit mengangkan sehingga bibir vagina Rini betul betul terbuka menantang penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rin.. Kita peting aja dulu ya.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peting itu apa Om.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nih. Begini nih"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang penisku kuletakkan persis ditengan tengah bibir vagina Rini&lt;br /&gt;dan dengan gerakkan turun naik yang berirama, penisku mulai menggosok&lt;br /&gt;bibir vagina dan clitoris Rini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan tangan Rini mulai menekan pinggulku agar batang&lt;br /&gt;penisku lebih erat menepel di vaginanya. Gerakkanku semakin cepat dan&lt;br /&gt;pingul Rinipun mulai turun naik seirama tarian dangdut penisku. Lendir&lt;br /&gt;vagina Rini semakin banyak membuat penisku dengan leluasa bergerek&lt;br /&gt;didekapan vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat licin dan hangat, serta sensasi clitoris yang tersentuh oleh&lt;br /&gt;ujung penisku, aku mulai merasakan gerakan sperma menyeruak ingin&lt;br /&gt;menyemprot, kukendalikan diri agar airbah sperma ku jangan tumpah&lt;br /&gt;duluan sebelum Rini dapat kupuaskan. Gerakan Rini semakin lama semakin&lt;br /&gt;liar, dia mulat menggigit bahu dan tetekku, jemarinya mencengkram&lt;br /&gt;kencan pantat belakangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oomm, Rini ngerasa melayang.. Dan oouuh ada yang mendesak dari&lt;br /&gt;bawah vaginaku.. Oh apa ini kok rasanya seperti ini.. Oomm Rini nggak&lt;br /&gt;tahan.. Om tolong gosokkan penisnya yang kencang.. Oouhh dia datang&lt;br /&gt;ouhh.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Rini terkulai lemas karena klimaks pertamanya, akupun&lt;br /&gt;merasakan gerakan sperma yang tiba tiba kuat menekan dari sela sela&lt;br /&gt;kedua torpedoku, terus meniti batang, terus kebagian kepala dan&lt;br /&gt;sekarang tepat diujung penis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"OOh.. Rin.. Omm lepass sayang.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spermaku muncrat menyirami pusar Rini yang putih bersih, sperma itu&lt;br /&gt;begitu kental seperti ingus yang sudah mingguan nginap dihidung., diam&lt;br /&gt;dan sama sekali tidak meleleh ke bawah, sekalipun dia dipinggir perut&lt;br /&gt;Riniku yang telah tertidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 12 malam kami terbangun karena lapar, tetapi sebelum bangun&lt;br /&gt;tiba tiba aku menyentuh payudara Rini. Akibatnya Ruar biaa.. Sa. Rini&lt;br /&gt;langsung terangsang dan mencium bibirku penuh semangat. Tak ada pilihan&lt;br /&gt;lain biarkan perut menunggu sebentar, toh yang bibawah perut juga&lt;br /&gt;kelaparan. Ciuman Rini kusambut dengan hangat, pelan tapi pasti&lt;br /&gt;pergumulan kembali terulang, remas berbalas remas, kecup dibalas kecup,&lt;br /&gt;jilat dibayar jilat, dan itulah yang saat ini sedang aku lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vagina Rini kusibak dengan jariku, ujung lidahku menerobos dengan&lt;br /&gt;lembut menuju clitorisnya. Clitoris itu kuhisap bagaikan menghisap&lt;br /&gt;puncak es cream, lembut, pelan dan sedikit dijilat dengan ujung lidah.&lt;br /&gt;Dengan gerakan tiba tiba Rini mebalikkan tubuhku sehingga dia sekarang&lt;br /&gt;mengangkangi kepala ku, vaginanya persis diatas mulutku dan bibirnya&lt;br /&gt;siap mematuk penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir Rini yang lembut dan basah kurasakan menyentuh lubang kecil diujung penisku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouuhh Rin, jilat terus sayang.. Jangan kena gigi ya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyyaa Om, tapi Om jangan diam dong.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lupa dengan tugasku karena keasyikan dihisap Rini. Lidahku&lt;br /&gt;kembali beraksi, kali ini sedikit menerobos ke dalam vagina karena&lt;br /&gt;posisi ku tepat dibawahnya. Rini menggelinjang hebat. Pahanya makin&lt;br /&gt;menjepit mukaku, tapi hisapan dan kulumannya dipenisku juga semakin&lt;br /&gt;kencang. Kupikir inilah saatnya keperawanan Rini harus kunikmati.&lt;br /&gt;Dengan klimaks yang sudah dia rasakan ditambah dengan rangsangan yang&lt;br /&gt;saat ini dia alami, maka penetrasi pertama ku ke dalam vaginanya kukira&lt;br /&gt;tidak akan membuat dia kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi kurubah, sekarang Rini telentang tepat dibawahku, kulihat&lt;br /&gt;bibirnya masih berlepotan ciran bening penisku, dia mejilat sudut&lt;br /&gt;bibirnya dan cairan itupun besih menghilang. Kakinya terentang membuat&lt;br /&gt;posisi vaginanya jelas terbuka, pelan pelan kutempatkan ujung penisku&lt;br /&gt;dilubang vagina Rini tetapi aku masih diam. Aku ingin dia merasakan&lt;br /&gt;sensasi dan getaran hangat dari ujung penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oom ayo dong," Rini menyodorkan payudara kirinya untuk kuhisap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mm.." aku langsung menghisapnya, tubuh Rini kembali bergetar hebat&lt;br /&gt;dan tanpa dia sadari. Ujung runcing penisku pelan pelan telah membuka&lt;br /&gt;jalan masuk ke vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om.. Perih.." Rini mendekapku ketika batang penisku telah hampir separuh jalan menuju singasananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding vagina Rini yang masih perawan terasa menjepit dan menahan&lt;br /&gt;gerakan maju penisku, itu mungkin yang membuat dia merasa sedikit&lt;br /&gt;perih. Kutarik penisku dengan pelan, ujungnya kuarahkan ke clitorisnya.&lt;br /&gt;Dengan gerakan mencongkel yang lembut ujung penisku beradu dengan&lt;br /&gt;clitorisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om aku nggak tahan.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Rini mulai terangsang hebat, sasaran penisku kembali&lt;br /&gt;kuarahkan ke jalan yang benar, yaitu lubang kenikmatan. Kali ini ujung&lt;br /&gt;penis menerobos dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh ouhh masuk semua ya Om..! rasanya sesak sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih perih sayang," kataku berbisik dikupingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak papa Om terus aja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nih.. Om tusuk ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Oom.., yang dalam Om."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya.. Om sudah masuk semua nih, Rini.. Oh Rin.. Terimaksih ya.. Sungguh nikmat sekali saya.. Ng.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Om ini hadiah istimewa dari Rini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh Om.. Rini nggak tahan. Terus Om. Yang kencang Om.. Ohh iya Om terus.. Kayak itu.. Aja Ouhh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan iringan erangan panjang, Rini mencapai klimaks untuk kedua kali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om.. Maaf ya. Rini nggak tahan.., padahal Om belum lepas kan.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak apa sayang.. Tidak satu jalan ke Jakarta, lewat Priuk bisa, lewat bekasi juga bisa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rini mengerti apa yang kumaksud, penisku segera dibelainya dengan&lt;br /&gt;lembut, makin ke ujung, makin ke ujung terus. Terus.. Dan terus, aku&lt;br /&gt;nggak tahu apa apa lagi, yang aku rasa hanya panasnya lidah dan bibir&lt;br /&gt;Rini diseputar kepala penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rin.. Sayang terus.. Hisap.. Sambil dijilat dikit.. Oh. Ya dengan ujung idah sayang.. Oh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanganku gelap, dunia terasa mengambang, tubuhku seperti&lt;br /&gt;mengapung, ketika semprotan demi semprotan cairan kenikmatan muncrat&lt;br /&gt;dari ujung penis dan membasahi bibir dan hidung Riniku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun sudah berlalu, sekarang aku kehilangan Rini dia hilang&lt;br /&gt;ditelan banjir bandang Bahorok. Dia bekerja sebagai guide lepas pada&lt;br /&gt;satu perusahan pengelola pariwisata. Selama dia di SMU dulu, dia&lt;br /&gt;kukursuskan bahasa Inggris di salah satu tempat kursus ternama di dekat&lt;br /&gt;kantorku. Dengan modal bahasa dan wajahnya yang ayu serta sifatnya yang&lt;br /&gt;supel akhirnya dia diterima di perusahaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kusimpan kaos oblong warna hitam dengan gambar lidah menjulur&lt;br /&gt;dan tulisan Bali di bawahnya, di dalam lemari pakaianku. Itu adalah&lt;br /&gt;hadiah dari Rini sewaktu dia menerima gaji pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rini aku menyayangimu, aku merindukanmu.. Tetapi kau takkan pernah&lt;br /&gt;kembali lagi. Maaf kan aku sayang. Melalui surat ini aku inginkan&lt;br /&gt;Rini.. Rini lain menggantikan posisimu disampingku. Aku akan berikan&lt;br /&gt;semua apa yang pernah kau terima, dan akan kujaga dia sama seperti aku&lt;br /&gt;menjagamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat anda yang mau menggantikan Riniku silahkan hubungi aku di &lt;a href="mailto:omkusayang@yahoo.com"&gt;omkusayang@yahoo.com&lt;/a&gt; kamu akan jadi pengganti Riniku yang hilang dengan segala haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-575128899507271274?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/575128899507271274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/hadiah-spesial-buat-riniku-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/575128899507271274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/575128899507271274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/hadiah-spesial-buat-riniku-2.html' title='Hadiah Spesial Buat Riniku - 2'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-1906855015751805417</id><published>2009-11-19T01:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:36:21.328-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Hadiah Spesial Buat Riniku - 1</title><content type='html'>Januari pagi 2001&lt;br /&gt;Hujan turun deras sekali penglihatan sedikit kabur karena kaca mobil&lt;br /&gt;tertutup embun yang menempel dikaca depan. AC kunyalakan walaupun udara&lt;br /&gt;terasa dingin menusuk tulang. Saat itu sudah jam 7.30 pagi, jadi sudah&lt;br /&gt;tak mungkin lagi menunda untuk berangkat kekantor apalagi jam 8.00 ada&lt;br /&gt;janji meeting dengan client.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil kujalankan pelan dan hati hati, maklum jalan di depan rumah&lt;br /&gt;tidak begitu lebar. Dari rumah ke jalan raya tidaklah begitu jauh&lt;br /&gt;setelah satu tikungan kekiri maka akan kelihatan sebuah kaca spion&lt;br /&gt;besar warna merah diperempatan jalan dan itulah jalan raya yang akan&lt;br /&gt;membawa arah perjalananku menuju kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis ditikungan sebelah kiri di depan sebuah wartel seseorang&lt;br /&gt;melambaikan tangan meminta aku berhenti untuk minta tumpangan. Aku&lt;br /&gt;tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya karena terhalang hujan yang&lt;br /&gt;sangat deras, tetapi dia berambut sebahu dan berseragam SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil kupelankan, dan tanpa tunggu aba aba lagi dia lansung membuka pintu depan dan duduk disebelahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Om saya kehujanan, dari tadi nunggu angkot penuh melulu.. Ya dari pada terlambat terpaksa mobil Om kustop, sorry ya Om."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata polos sambil mengibaskan rambutnya yang menempel di&lt;br /&gt;kerah baju karena basah.Sekilas tanpa sengaja tengkuknya kelihatan,&lt;br /&gt;putih.. Bersih.. Dan ditumbuhi rambut rambut halus yang mebentuk satu&lt;br /&gt;garis lurus ditengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak apa apa kok, memang hujan hujan begini angkotnya jadi sulit,&lt;br /&gt;apalagi diujung jalan sana biasanya kan banjir, jadi sopir angkot jadi&lt;br /&gt;enggan lewat sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab seadanya sambil kembali konsentrasi melihat jalan yang sudah digenangi air hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om kantornya dimana," dia memecah kesunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di daerah kuningan, memangnya kamu sekolah dimana," aku bertanya sambil melirik wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow rupanya seorang bidadari kecil sedang duduk disebelahku,&lt;br /&gt;wajahnya sungguh cantik. Bibirnya tipis kemerahan, hidungnya runcing&lt;br /&gt;dan mancung sedangkan alis matanya hitam melengkung tipis diatas&lt;br /&gt;matanya yang bulat bersinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit gugup dan kehilangan konsentrasi, mobil tiba tiba&lt;br /&gt;memasuki genangan air yang cukup dalam. Air terbelah dua dan muncrat&lt;br /&gt;kepinggir seperti gulungan ombak pantai selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati hati Om, banyak genangan dan licin..! Kita bisa slip nih," dia mengingatkan sambil menepuk pundakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I.. i.. ya" jawabku sedikit tergagap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu sekolah dimana," kuulangi pertanyaan yang belum dia jawab&lt;br /&gt;sekedar menghilangkan rasa kaget dan gugup yang datang tiba tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan memang makhluk yang luar biasa, aku sudah terbiasa&lt;br /&gt;menghadapi banyak ragam perempuan, mulai dari yang centil di karaoke,&lt;br /&gt;yang kenes di bar-bar sampai mantan pacar dirumah, tetapi kok aku tiba&lt;br /&gt;tiba seperti menjadi seperti seekor tikus di incar kucing dihadapan&lt;br /&gt;seorang anak SMU. Aku merasa kehilangan bahan pembicaraan, padahal&lt;br /&gt;dikantor aku terkenal tukang bikin ketawa dengan omonganku yang suka&lt;br /&gt;ngelantur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di.. " dia menyebutkan sebuah sekolah di daerah Mampang Prapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O.. Kalau begitu kamu bisa ikut sampai timah, nanti tinggal nyambung naik metromini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa gugupku mulai hilang, pengalaman sebagai tukang cipoak berhasil mengontrol dan mengembalikan rasa percaya diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makasih Om, kalau sudah sampai situ sih.. Gampang, jalan kaki juga nggak jauh kok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"E.. ngomong ngomong kamu tinggal dimana sih, kok rasanya saya nggak pernah lihat kamu selama ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terang aja nggak pernah Om, orang aku baru pindah kok. Dulu aku&lt;br /&gt;sekolah di Kudus sama Ibu, tapi.. " dia terdiam dan kelihatan wajahnya&lt;br /&gt;seperti menyembunyikan sesuatu, apalagi aku dan dia sama sekali belum&lt;br /&gt;berkenalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.. Pantas aja dong, e.. e.. namamu siapa?" aku bertanya tiba&lt;br /&gt;tiba agar dia tidak merasa jengah karena aku tahu dia tidak mau&lt;br /&gt;meneruskan cerita tentang masa lalunya di Kudus sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rini Om, Rini Kusumawardhani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah.. Itu betul betul sebuah nama yang pas buat kamu," aku mulai&lt;br /&gt;melepaskan tembakan pertama sambil tersenyum semanis mungkin, ha ha ha&lt;br /&gt;ha ha awas ada semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah.. Om bisa aja," dia menjawab sambil tersipu. Woouu.. Hatiku&lt;br /&gt;meronta melihat rona pipinya yang tiba tiba memerah bak awan senja&lt;br /&gt;diufuk barat. Awan diufuk barat merah apa kuning ya! sebodoh amatlah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong ambilkan uang di box dibawah tape itu Rin, buat bayar tol."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menundukkan badan untuk menjangkau uang ke dalam box, aku&lt;br /&gt;melirik ke kiri, tiba tiba pemandangan indah terbentang di sela sela&lt;br /&gt;kerah bajunya. BH ukuran 34b sedang terisi dengan sempurna oleh&lt;br /&gt;gelembung payudara yang kelihatan tambah putih dibalik baju seragamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang ini Om.. Oup," tiba tiba dia menyadari aku sedang menatap&lt;br /&gt;kedua payudaranya yang kelihatan jelas dari balik kancing baju yang&lt;br /&gt;terbuka diurutan paling atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, Iya yang itu.. Yang lima ribuan," aku menjawab sambil&lt;br /&gt;memalingkan muka dan lansung menginjak rem karena mobil di depan&lt;br /&gt;berhenti tiba tiba. Tangan kanannya yang tadinya akan menutup kerah&lt;br /&gt;baju tiba tiba menggapai sesuatu untuk pegangan agar dia tidak terantuk&lt;br /&gt;ke dashboard mobil yang kurem secara mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini dia berteriak kecil&lt;br /&gt;"Maaf Om aku nggak sengaja," tiba tiba dia menutup muka dengan&lt;br /&gt;kedua tangannya karena malu dan jengah, soalnya sewaktu mencari tempat&lt;br /&gt;berpegangan tadi, tangannya masuk kesela sela pahaku dan dia memegang&lt;br /&gt;sesuatu yang sedang bergerak tumbuh menjadi keras nun dibalik CD ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan hentakan yang luar biasa keluar dari pangkal pahaku&lt;br /&gt;menjalar ke batang penis dan terus bergerak bagai kilat ke arah&lt;br /&gt;kepalanya, gerakan itu begitu dahsyat dan tiba tiba akibat terpegang&lt;br /&gt;oleh tangan halus si Rini. Ruisleting celana ku seperti didorong&lt;br /&gt;sesuatu sehingga menonjol runcing kedepan dan hapir mentok di stir&lt;br /&gt;mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alah mak. Jan.." kepalaku atas bawah berdenyut kencang, tetapi&lt;br /&gt;klakson mobil dibelakang mengejutkan aku agar segera memberi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oi! pacaran jangan di tol, no pergi ke.." sisopir mengumpat sambil&lt;br /&gt;menyebutkan sebuah nama pantai yang terkenal sebagai surganya mobil&lt;br /&gt;goyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah awal perkenalanku dengan Rini, gadis Kudus kelas 3 SMU&lt;br /&gt;di Mampang Prapatan. Semenjak itu hampir tiap pagi Rini dengan setia&lt;br /&gt;menunggu di depan wartel untuk berangkat bareng dengan mobilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mulai bercerita tentang keadaan masing masing, rupanya dia&lt;br /&gt;pindah ke Jakarta ikut pamannya karena orang tuanya bercerai dan Ibunya&lt;br /&gt;tidak sanggup membiayai sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta dia hidup sangat prihatin, maklum tinggal dengan orang&lt;br /&gt;lain walaupun dia paman sendiri tetapi tentu saja sipaman akan lebih&lt;br /&gt;memperhatikan kepentingan anak serta istrinya terlebih dahulu sebelum&lt;br /&gt;buat si Rini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tiap hari dia hanya dibekali uang yang hanya cukup buat&lt;br /&gt;ongkos angkot sedangkan buat jajan dan lain lain adalah suatu kemewahan&lt;br /&gt;kalau memang lagi ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu dengan cepat dan aku dengan Rini kian dekat&lt;br /&gt;saja, kalau dia disekolah ada kegiatan ekstrakulikuler maka pulangnya&lt;br /&gt;dia akan mampir ketempat kerjaku, maklum kantorku berada diatas sebuah&lt;br /&gt;plaza yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugasku sebagai salah satu manager dengan gampang bisa kutinggalkan&lt;br /&gt;1 atau 2 jam, toh ada sekretaris yang ngurusin. Aku juga tidak&lt;br /&gt;menegerti kenapa Rini jadi begitu dekat denganku, kami jalan bersama,&lt;br /&gt;nonton makan dan adakalanya dia minta dibeliin sesuatu, seperti baju&lt;br /&gt;ataupun parfum. Tetapi itu tidak terlalu sering yang paling dia&lt;br /&gt;harapkan dari aku adalah perhatian karena pernah satu hari dia terus&lt;br /&gt;terang bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om maaf ya kalau 2 minggu kemaren Rini nggak nemui Om dan juga sama sekali nggak ngasih kabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berhenti sejenak sambil menatap aku, saat itu kami sedang&lt;br /&gt;berjalan dipantai Ancol, dia memegang erat lenganku sambil menyandarkan&lt;br /&gt;kepalanya. Tanpa dia sadari tangan kiriku sudah berulangkali menyentuh&lt;br /&gt;ujung payudaranya apalagi ketika dia semakin erat merangkul. Payudara&lt;br /&gt;itu begitu kenyal dan kelelakianku tiba tiba mulai terusik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya ada apa," aku menjawab sambil mengajak dia duduk disebuah bangku tembok dibawah pohon kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadinya Rini sudah mau berhenti sekolah, habisnya uang sekolah&lt;br /&gt;sudah 2 bulan tidak dibayar dan buat beli buku juga nggak punya." Dia&lt;br /&gt;merenung sambil memandang jauh ketengah laut yang ditaburi kerlap&lt;br /&gt;kerlip lampu nelayan dan sesekali kelihatan lampu pesawat yang hendak&lt;br /&gt;turun di Sukarno Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O.. Itu masalahnya, lantas kenapa kamu nggak ngomong aja sama Om"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak enak Om, ntar dikirain saya matre lagi.." dia menjawab sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rini.. Gini aja deh, kamu kan sudah tahu kalau Om mau Bantu kamu,&lt;br /&gt;tapi kalau kamu nggak bilang, Ya terang aja Om nggak tahu! iya toh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makasih Om.. Terus terang memang Rini mau minta tolong Om untuk&lt;br /&gt;yang satu ini. Om nggak usah mikirin mau Bantu yang lain deh, tapi aku&lt;br /&gt;akan berterimakasih sekali kalau Om bisa menyelamatkan sekolahku.. Itu&lt;br /&gt;aja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tertunduk, wajahnya begitu sendu dan sorot matanya hampa tanpa&lt;br /&gt;gairah. Aku begitu terenyuh melihat seorang Rini yang hari harinya&lt;br /&gt;seharusnya dihiasi oleh tawa ceria dan penuh optimisme ternyata harus&lt;br /&gt;menanggung beban demikian berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oup.. " Rini berteriak kecil karena kaget ketika kupingnya kutiup untuk memutus siklus lamunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om nakal ya.." dia menepuk bahuku dengan mesra dan akhirnya malah memeluk aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau harum tubuhnya memenuhi rongga hidungku dan membangkitkan&lt;br /&gt;keinginan untuk balas memeluknya. Kuraih bahu kirinya kurebahkan dia&lt;br /&gt;diatas kedua pahaku, dia sedikit kaget, ingin menolak tetapi itu&lt;br /&gt;terjadi demikian cepatnya. Akhirnya Rini meraih tangan kiriku dan entah&lt;br /&gt;sengaja atu tidak tanganku didekap erat didadanya. Oooh.. Lembutnya&lt;br /&gt;daging itu, payudara muda yang masih segar dan ranum telah mengalirkan&lt;br /&gt;sensasi elektrik ribuan volt ke sekujur tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin Rini merasakan sesuatu yang bergerak menyentuh&lt;br /&gt;punggungnya, karena posisi tidurnya persis tepat di atas batang&lt;br /&gt;penisku. Aku tahu itu karea Rini berusaha mengangkat pungungnya untuk&lt;br /&gt;kembali duduk dan wajahnya kelihatan memerah karena malu. Tapi dengan&lt;br /&gt;lembut gerakan duduknya kutahan dengan menekan dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rin.. Sudah tidur aja.. Nih Om kipasin biar nggak gerah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya sekedar bicara karena jujur aja otakku sudah ditaburi bayangan lain yang lebih seru. Tapi kuyakinkan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini si Rini yang sama sekali belum berpengalaman, sedikit saja&lt;br /&gt;kamu salah langkah akan bubar semuanya. Sabar.. Sabar, gunung nggak&lt;br /&gt;usah dikejar emang dia nggak pernah lari kok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kembali tidur dipangkuanku dan sekarang dia malah membiarkan&lt;br /&gt;tanganku menekan kedua payudaranya. Kulihat nafasnya mulai tidak&lt;br /&gt;beraturan ketika pelan pelan tanganku bersentuhan dengan pucuk&lt;br /&gt;payudaranya. Ini adalah pengalaman pertama buat payudaranya disentuh&lt;br /&gt;tubuh laki laki. Walaupun itu hanya dari balik baju dan BH, tetapi buat&lt;br /&gt;Rini yang baru pertama merasakan, sudah membuat dia sulit bernafas&lt;br /&gt;karena mulai terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rin kita pulang yok, sudah jam 8 nanti pamanmu bingung dan lapor polisi." Kataku sambil bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti aja Om.. Bentar lagi, Rini masih ingin disini 2 jam lagi," dia makin erat memelukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oupt.. Besok besok kita bisa jalan ke sini lagi, tapi kalau kamu&lt;br /&gt;dimarahin karena terlambat pulang, ya.. Kita akan kesulitan untuk jalan&lt;br /&gt;jalan lagi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata sambil mebangunkan Rini dari pangkuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok deh Om.." dan secepat kilat dia mengecup pipiku. Aku hanya bisa terdiam kaget, karena nggak nyangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho kok bengong Om.. Katanya mau pulang, ayo." Rini menarik tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo," kami berjalan berdekapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun sudah berlalu, hari itu hari Jumat dan Rini memberitahuku&lt;br /&gt;agar aku menemuinya di tempat biasa kami ketemu, di sebuah café dibawah&lt;br /&gt;kantorku jam 4 sore. Aku sampai disitu persis jam 4, tapi aku nggak&lt;br /&gt;lihat batang hidungnya si Rini, tiba tiba ada bisikan lembut di&lt;br /&gt;belakang kupingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Surprise!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat nggak percaya dengan apa yang kulihat. Seorang wanita&lt;br /&gt;cantik dengan celana jean dan kaos ketat berdiri di depanku. Pahanya&lt;br /&gt;yang panjang dan mulus terlihat jelas dibawah balutan celana jean.&lt;br /&gt;Disela pahanya tergambar jelas belahan kewanitaan yang belum pernah&lt;br /&gt;tersentuh laki laki. Kaos ketat mempertegas beberadaan dua gunung&lt;br /&gt;kembar didadanya, sedangkan bagian bawah kaos yang sedikit pendek&lt;br /&gt;memperlihatkan kulit putih, bersih dan dihiasi sebuah tahi lalat kecil&lt;br /&gt;tepat di bawah pusar. Oh.. Sungguh pemandangan yang indah dan langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan ngliatin gitu dong Om! emangnya nggak pernah lihat cewek pakai jean"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sorry, Rin.. Kamu luar biasa, membuat Om jadi linglung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah jangan ngerayu ah.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak kok, hei kenapa tiba tiba kamu tampil beda begini," aku bertanya sambil menggamit tangannya untuk mencari tempat duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ehem.. Ada yang lupa rupanya, hari Ini aku bukan anak SMU lagi,&lt;br /&gt;aku sudah lulus, lulus, lulus dan merdeka dari segala pasungan dan&lt;br /&gt;aturan sekolah.. Katanya sambil berlagak kayak Rendra baca puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh ingat kita lagi di café.. Tuh lihat tuh orang orang pada mandangin kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sorry lah, habisnya hanya dengan Om aku bisa berbagi rasa jadi jangan salahkan daku kalau nggak bisa nahan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om ku yang baik, hari ini aku ngucapin terimakasih yang sebesar&lt;br /&gt;besarnya, karena kalau bukan Om yang Bantu sudah pasti sekolahku&lt;br /&gt;berantakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berdiri dari kursinya dan dengan cepat memberikan ciuman ringan dipipiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rin, nggak enak dilihatin tuh" aku berlagak alim lah dikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru karena banyak yang lihatin Rini brani nyium Om, kalau&lt;br /&gt;ditempat yang sepi.. Wah bisa bahaya dong..!" Dia mencubit hidungku&lt;br /&gt;dengan gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa menduga isi fikiran orang orang disekitar kami, "Lha ini bapak sama anak atau Om sama.. Pacar mudanya ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka nggak salah, Rini adalah seorang gadis cantik yang sedang&lt;br /&gt;tumbuh, sedangkan aku adalah laki laki 'Tua sih belum tapi muda sudah&lt;br /&gt;lewat' ibarat mangga sudah mengkal kata orang Betawi, sudah nggak enak&lt;br /&gt;dirujak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke bagian 2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-1906855015751805417?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/1906855015751805417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/januari-pagi-2001-hujan-turun-deras.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/1906855015751805417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/1906855015751805417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/januari-pagi-2001-hujan-turun-deras.html' title='Hadiah Spesial Buat Riniku - 1'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-881819616650892478</id><published>2009-11-19T01:34:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:34:50.095-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Guru Matematikaku</title><content type='html'>Waktu&lt;br /&gt;aku kelas satu SMA ada guru matematika yang cantik dan sangat enak jika&lt;br /&gt;memberikan pelajaran. Namanya Asmiati umurnya dua puluh sembilan,&lt;br /&gt;kulitnya putih halus dan bodynya padat berisi terlebih lagi dia menikah&lt;br /&gt;pada usia dua puluh tujuh tapi sekarang janda karna suaminya meninggal&lt;br /&gt;waktu usia perkawinan mereka baru tiga bulan karna kecelakaan&lt;br /&gt;lalulintas. Yang aku senang dari Bu Asmi adalah jika mengajar ia sering&lt;br /&gt;tak sadar kalau bagian atas bajunya agak terbuka sehingga tali BH pada&lt;br /&gt;bagian pundaknya sering terlihat oleh aku yang jika pelajarannya selalu&lt;br /&gt;mengambil duduk di depan dekat meja guru. BH yang dia gunakan selalu&lt;br /&gt;warna hitam dan itu selalu menjadi tontonan gratisku setiap&lt;br /&gt;pelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu sekitar jam delapan lewat kami sudah dipulangkan karna&lt;br /&gt;akan ada rapat guru. Aku agak kesal karna pelajaran kedua matematika&lt;br /&gt;artinya aku gak bisa ngeliat pemandangan indah hari ini, dan untuk&lt;br /&gt;menghilangkan suntuk aku pun pergi main ketempat kawanku. Aku masih tak&lt;br /&gt;tahu aku akan dapat rejeki nomplok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam sembilan lewat aku pergi pulang, dan pada saat lewat&lt;br /&gt;sekolah aku melihat Bu Asmi sedang menunggu angkot, aku pun mengajaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" mari saya antar Bu " ajakku tanpa berharap dia mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" tapi rumah ibu agak jauh ko " ia mencoba menolak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" gak pa-pa kok bu, gak enak sama guru PPKN " candaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah berpikir sebentar akhirnya ia mau " iya deh tapi ibu pegangan ya soalnya ibu pernah jatuh dari motor "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" silahkan Bu " setelah itu kau menjalnkan motorku dengan kecepatan sedang.&lt;br /&gt;Tangan Bu Asmi yang berpegangan pada pahaku menyebabkan reaksi pada&lt;br /&gt;penisku, apalagi jika mengerem pada lampu merah aku merasa ada sesuatu&lt;br /&gt;yang empuk menekan dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dirumahnya yang agak berjauhan dengan rumah-rumah yang lain&lt;br /&gt;aku disuruh masuk dulu. Dan ketika sudah duduk di sofa empuk Bu Asmi&lt;br /&gt;bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ibu ganti baju dulu ya ko "&lt;br /&gt;setelah itu ia masuk kamar dan menutup pintu mungkin karna kurang&lt;br /&gt;rapat sehingga pintu itu terbuka lagi sedikit. Entah setan mana yang&lt;br /&gt;masuk kekepala ku sehingga aku memberanikan diri untuk mengintip ke&lt;br /&gt;dalam. Di dalam sana aku bisa melihat bagaimana Bu Asmi sedang membuka&lt;br /&gt;satu persatu kancing bajunya dan setelah kancing terakhir ia tidak&lt;br /&gt;langsung menanggalkan bajunya, tapi itu sudah cukup membuat napasku&lt;br /&gt;membuat nafasku memburu karna kau bisa melihat kalau sepasang dadanya&lt;br /&gt;yang besar seperti hendak melompat keluar. Karna terlalu asyik pintu&lt;br /&gt;itupun terbuka lebar. Aku kaget dan hanya bisa mematung karna&lt;br /&gt;ketakutan. Bahkan penisku langsung mengkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat aku, Bu Asmi tidak terlihat kaget dan tetap membiarkan bajunya terbuka. Setelah itu ia mendekati aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" kamu sering ngeliat BH ibu kan " tanyanya didekat telingaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" i..iya Bu " jawabku ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" kalau gitu ibu kasih kamu hukuman " lalu ia menarikku dan didudukkan ditepi tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" sekarang kamu baring tutup mata dan jangan gerak kalo teriak boleh aja " katanya dengan suara nafas yang agak memburu.&lt;br /&gt;Aku pun menurut karna merasa bersalah. Lalu ia membuka retsleting&lt;br /&gt;celana sekolahku menurunkan CDnya dan mengelus-elus penisku dengan&lt;br /&gt;lembut, setelah penisku tegak lagi dia berjongkok dan menjilatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"auh.. uh.. uuh .." rintihku menahan kenikmatan semantara Bu Asmi sibuk dengan aktivitasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah .. mmhh.. Bu stop bu" rintihku karna aku merasa seperti mau meledak&lt;br /&gt;Dia tak menjawab, malah semakin hebat menyedot penisku. Tubuhku&lt;br /&gt;semakin mengejang dan tanpa bisa kubendung lagi, muncratlah cairan&lt;br /&gt;putih itu dan aku langsung terduduk sambil berpegangan pada tepi&lt;br /&gt;ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya seperti sedang melayang, ia telan habis spermaku sementara&lt;br /&gt;aku masih terduduk kaku, malu takut dan senang bercampur jadi satu. Bu&lt;br /&gt;Asmi lalu berdiri dan tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gimana..lebih enak dari pada cuman liat khan..?" sambil kedua tangannya menjambak rambutku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya Bu enak sekali" jawabku mulai berani sambil ikut berdiri.&lt;br /&gt;Setelah wajah kami berhadapan ia menciumku dengan lembut, lalu&lt;br /&gt;membimbingku duduk ditempat tidur. Kami berpelukan dan Asmi kembali&lt;br /&gt;menciumku, lalu melumat bibirku sementara tangannya menanggalkan&lt;br /&gt;seluruh pakaian ku, dengan tangkas aku mengimbangi gerakan tangan itu&lt;br /&gt;sehingga akhirnya kami sama sama tanpa pakaian. Bedanya aku telanjang&lt;br /&gt;bulat sementara Asmi masih memakai BH hitamnya karna memang sengaja tak&lt;br /&gt;ku lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmi melepaskan ciuman dibibirku lalu mengarahkan kepala ku kebawah&lt;br /&gt;yaitu payudaranya, aku segera melepas BH nya dan mulai meremas-remas&lt;br /&gt;dadanya, sekali-sekali aku puntir putingnya sehingga ia melenguh&lt;br /&gt;panjang. Puas meraba aku lalu menyapu seluruh dadanya dengan lidahku&lt;br /&gt;dan menyedot ujung putingnya sambil digigit-gigit sedikit. Hasilnya&lt;br /&gt;hebat sekali Asmi bergoyang sambil meracau dengan kata-kata yang tak&lt;br /&gt;jelas. Setelah itu Asmi berdiri sehingga aku berhadapan dengan&lt;br /&gt;vaginanya, wangi yang baru pernah kucium itu membuatku bertambah panas&lt;br /&gt;sehingga kujilati semua permukaan vaginanya yang sudah banjir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Asmi merebahkan diri di ranjang tangannya mendekap&lt;br /&gt;kepalaku pahanya dibuka. Sehingga memudahkan aku menjilat dan&lt;br /&gt;memasukkan lidahku kedalam vaginanya dan menggigit-gigit bagian daging&lt;br /&gt;yang merah jambu. Sehingga tubuh Asmi semakin mengejang hebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sshh.. aahh.. terus ko" pintanya diikuti desah nafasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar lima menit ku sapu vaginaya aku melepaskan dekapan pada kepalaku dan kembali mengulum bibirnya. Ia lalu meraih penisku&lt;br /&gt;"masukkan ya ko udah gak tahan" katanya dengan terengah dan&lt;br /&gt;membimbing penisku menerobos goa miliknya yang tek pernah lagi&lt;br /&gt;merasakan penis semenjak suaminya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan kenikmatan yang kebih hebat dibandingkan saat dimasukkan kemulutnya.&lt;br /&gt;"slep..slep..slep" kuputar-putar didalam sambil mengikuti goyangan&lt;br /&gt;pantat Asmi. sambil kupompa bibir kami terus berperang dan tanganku&lt;br /&gt;meraba dan meremas payudaranya dan sekali kali memuntir putingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"uh..ah..mm..ssh..terus ko..mmh" desahnya sambil meremas pantatku.&lt;br /&gt;Penisku terasa semakin menegang dan vaginanya semakin hebat&lt;br /&gt;berdenyut memijit penisku, tak terasa sudah sepuluh menit kami&lt;br /&gt;"bergoyang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ooh ..mmh.. ah udah gak kuat.. biarin aja di situ ko mmh .." rintih Asmi terpejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun semakin memperdalam tusukanku dan mempercepat tempo karna juga merasakan sesuatu yang akan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sshh..aarrgghh" jeritnya sambil mencengkram punggungku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aahh..aahh" desahku pada saat yang bersamaan sambil mulutku menyedot kedua puting susunya kuat-kuat secara bergantian.&lt;br /&gt;Air maniku muncrat bertepatan dengan air hangat yang terasa&lt;br /&gt;memandikan penisku didalam vaginanya.Kami menikmati puncak orgasme&lt;br /&gt;sampai betul-betul habis, baru aku mencabut penisku setelah sangat&lt;br /&gt;lelah dan bebaring di sebelahnya sambil meremas dadanya pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia menindihku dari atas dan bertanya "gimana hukuman dari aku ko ..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"enak Bu hukuman terenak didunia makasih ya"&lt;br /&gt;"ibu yang terima kasih udah lama ibu bendung hasrat, hari ini dan&lt;br /&gt;seterusnya ibu akan tumpahkan kekamu semuanya" sambil mencium ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat beberapa waktu kami kembali melanjutkan aktivitas&lt;br /&gt;itu tentu saja dengan tehnik dan gaya yang berbeda-beda. Tak terhitung&lt;br /&gt;berapa kali aku melakukannya sewaktu SMA yang jelas jika aku pulang&lt;br /&gt;kesana pasti kami melakukan lagi dan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-881819616650892478?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/881819616650892478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/guru-matematikaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/881819616650892478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/881819616650892478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/guru-matematikaku.html' title='Guru Matematikaku'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-2337652110755375270</id><published>2009-11-19T01:33:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:33:42.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'></title><content type='html'>Sambungan dari bagian 01&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kelelahanku yang sangat menguasai seluruh jaringan tubuhku, aku&lt;br /&gt;benar-benar mampu tertidur dengan pulas dan tenang. Entah sudah berapa&lt;br /&gt;lama aku tertidur pulas, yang jelas saat kubangun udara dingin segera&lt;br /&gt;menyergapku. Sial. Aku sadar, ini di desa dekat Merapi, tentu saja&lt;br /&gt;dingin. Tidak berapa lama jam dinding berdentang lima sampai enam kali.&lt;br /&gt;Jam enam pagi..! Dengan agak malas aku beranjak berdiri, tetapi tidak&lt;br /&gt;kulihat Tante Yus ada di kamar ini. Sepi dan kosong. Dimana dia..? Aku&lt;br /&gt;terus mencoba ingin tahu. Dalam keadaan bugil ini, aku melangkah&lt;br /&gt;mendekati meja lampu. Secarik kertas kutemukan dengan tulisan dari&lt;br /&gt;tangan Tante Yustina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Andrew sayang, Tante kudu buru-buru ke Jakarta pagi ini. Udah&lt;br /&gt;dijemput. Ada pameran di sana. Tolong jaga rumah dan Vivi. Ttd, Yustina.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghela nafas dalam-dalam. Gila, setelah menikmati diriku, dia&lt;br /&gt;minggat. Tetapi tidak apa-apa, aku dapat beristirahat total di sini,&lt;br /&gt;ditemani Vivi. Eh, tapi dimana dia..? Aku segera mengambil selembar&lt;br /&gt;handuk putih kecil yang segera kulilitkan pada tubuh bawahku. Tanpa&lt;br /&gt;membuang waktu lagi aku segera menyusuri rumah, dari ruang ke ruang&lt;br /&gt;dari kamar ke kamar. Tetapi sosok bocah SD itu tidak kelihatan sama&lt;br /&gt;sekali. Aku hampir putus asa, tetapi mendadak aku mendengar suara&lt;br /&gt;gemericik air pancuran dari kamar mandi ruang tamu di depan sana. Vivi.&lt;br /&gt;Ya itu pasti dia. Aku segera memburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka pintu kamar tamu yang luas dan asri ini. Benar. Kulihat&lt;br /&gt;pintu kamar mandinya tidak ditutup, ada bayangan orang di situ yang&lt;br /&gt;sedang mandi sambil bernyanyi melagukan Westlife. Edan, anak SD&lt;br /&gt;nyanyinya begitu. Aku hanya tersenyum saja. Perlahan aku mendekati&lt;br /&gt;gawang pintu. Aku seketika hanya menelan ludahku sendiri. Vivi berdiri&lt;br /&gt;membelakangiku masih asyik bergoyang-goyang sambil menggosok seluruh&lt;br /&gt;tubuhnya yang telanjang bulat itu dengan sabun. Rambut panjangnya&lt;br /&gt;tumbuh lurus dan hitam sebatas pinggang. Berkulit kuning langsat dan&lt;br /&gt;nampaknya halus sekali. Kusadari dia telah tumbuh lebih dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air shower masih menyiraminya dengan hangat. Pantatnya sungguh&lt;br /&gt;indah bergerak-gerak penuh gairah. Hanya aku belum lihat buah dadanya.&lt;br /&gt;Tanpa kuduga, Vivi membalikkan badannya. Aku yang melamun, seketika&lt;br /&gt;terkejut bukan main, takut dan khawatir membuatnya kaget lalu marah&lt;br /&gt;besar. Ternyata tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas..? Mas Andrew..?" bertanya Vivi tidak percaya dengan wajah senang bercampur kaget.&lt;br /&gt;Aku hanya menghela nafas lega. Dapat kuperhatikan kini, buah&lt;br /&gt;dadanya Vivi telah tumbuh cukup besar. Puting-putingnya hitam memerah&lt;br /&gt;kelam dan tampak menonjol indah. Kira-kira buah dadanya ya, sekitar&lt;br /&gt;seperti tutup gelas itu. Seperti belum tumbuh, tetapi kok terlihat&lt;br /&gt;sudah memiliki daging menonjolnya. Sedangkan rambut kemaluannya sama&lt;br /&gt;sekali belum tumbuh. Masih bersih licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai vivi, apa kabarnya..?" tanyaku mendekat.&lt;br /&gt;Vivi hanya tersenyum, "Masih ingat ketika kita renang bersama di&lt;br /&gt;rumahku dulu..? Kita berdua kan..? Hmm..?" sambungku meraih bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air terus menyirami tubuhnya, dan kini juga tubuhku. Vivi mengangguk ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. Ngg.., bagaimana kalau kita mandi bareng lagi Mas. Vivi kangen.. Mas andrew.. ouh..!" ujarnya memeluk pinggangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangkut tubuhnya yang setinggi dadaku ini dengan erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja, yuk..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menurunkan Vivi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapan Mas datangnya..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi malam. Vivi lagi tidur ya..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hm.. Mh..!"&lt;br /&gt;Aku melepas handukku yang kini basah. Saat kulepas handukku, Vivi&lt;br /&gt;tampak kaget melihat rambut kemaluanku yang tumbuh rapih. Segera saja&lt;br /&gt;tangannya menjamah buah kemaluan dan bantang kejantananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouh.., Mas sudah punya rambut lebat ya. Vivi belum Mas..," ujarnya sambil memperhatikan vaginanya yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja aku jadi geli, batang kemaluanku diraba-raba dan ditimang-timang jemari tangan mungil Vivi yang nakal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu karena Vivi masih kecil. Nanti pasti juga memiliki rambut&lt;br /&gt;kemaluan. Hmm..?" ucapku sambil membelai wajahnya yang manis sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vivi hanya tersipu. Sialnya, aku kini jadi kian geli saat Vivi menarik-narik batang kejantananku dengan candanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ihh.., kenyal sekali.. ouh.., seperti belalai ya Mas..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi terangsang. Gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belalai ini bisa akan jadi tumbuh besar dan panjang lho. Vivi mau lihat..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Mas.., gimana tuh..?"&lt;br /&gt;"Vivi mesti mengulum, menghisap-hisap dan menyedotnya dengan kuat&lt;br /&gt;sekali batang zakar ini. Gimana..? Enak kok..!" kataku merayu dengan&lt;br /&gt;hati yang berdebar-debar kencang.&lt;br /&gt;Vivi sejenak berpikir, lalu tanpa menoleh ke arahku lagi, dia&lt;br /&gt;memasukkan ujung batang kejantananku ke dalam mulutnya. Wow..! Gadis&lt;br /&gt;kecil ini langsung melakukan perintahku, lebih-lebih aku mengarahkan&lt;br /&gt;juga untuk mengocok-ngocok batang kemaluanku ini, Vivi menurut saja,&lt;br /&gt;dia malah kegirangan senang sekali. Dianggapnya batang ku adalah barang&lt;br /&gt;mainan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Mas. Tambah besar sekali dan panjang..!" serunya kembali melumat-lumatkan batang kejantananku dan mengocok keras batangnya.&lt;br /&gt;Sekarang Vivi kuajari lagi untuk meremas buah kemaluanku. Aku&lt;br /&gt;membayangkan semua itu bahwa Tante Yus yang melakukan. Indah sekali&lt;br /&gt;sensasinya. Tetapi nyatanya aku tengah dipompa nafsu seksku dari bocah&lt;br /&gt;cilik ini. Edan, sepupuku lagi. Tetapi apa boleh buat. Aku lagi kebelet&lt;br /&gt;sekali kini. Yang ada hanyalah Vivi yang lugu dan bodoh tetapi&lt;br /&gt;mengasyikan sekali. Batang kejantananku kini benar-benar telah tumbuh&lt;br /&gt;sempurna keras dan panjangnya. Vivi kian senang. Aku kian tidak tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teruskan Vi, teruskan.. ya.., ya.. lebih keras dan kenceng.. lakukanlah Sayang..!" perintahku sambil mengerang-erang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir lima belas menit kemudian, air maniku muncrat tepat di dalam mulut Vivi yang tengah menghisap batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Creet.. croot.. creet.. cret..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hup.. mhHP..!" teriak kaget Vivi mau melepaskan batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi secepat itu pula dia kutahan untuk tetap memasukkan batang kemaluanku di dalam mulutnya.&lt;br /&gt;"Telan semua spermanya Vi. Itu namanya sperma. Enak sekali kok,&lt;br /&gt;bergizi tinggi. Telan semuanya, ya.. yaa.. begitu.. terus bersihkan&lt;br /&gt;sisa-sisanya dari batangnya Mas..!" perintahku yang dituruti dengan&lt;br /&gt;sedikit enggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi lama kelamaan Vivi tampak keasyikan mencari-cari sisa air maniku.&lt;br /&gt;"Enak sekali Mas. Tapi kental dan baunya, hmm.., seperti air tajin&lt;br /&gt;saat Mama nanak nasi..! Enak pokoknya..! Lagi dong Mas, keluarkan&lt;br /&gt;spermanya..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila. Gila betul. Aku masih mencoba mengatur jalannya nafasku, Vivi minta spermaku lagi..? Edan anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik, tapi kini Vivi ikuti perintahku ya..! Nanti tambah asyik, tapi sakit. Gimana..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau enak dan asyik, mauh. Nggak papa sakit dikit. Tapi spermanya ada lagi khan..?"&lt;br /&gt;Aku mengangguk. Vivi mulai kubaringkan sambil kubuka kedua belahan&lt;br /&gt;pahanya yang mulus itu untuk melingkari di pinggangku. Vivi&lt;br /&gt;memperhatikan saja. Air dari shower masih mengucuri kami dengan dingin&lt;br /&gt;setelah tadi sempat kuganti ke arah cool.&lt;br /&gt;"Auuh, aduh.. Mas..!" teriak vivi kaget saat aku memasukkan batang&lt;br /&gt;kejantananku ke dalam liang vaginanya yang jelas-jelas sangat sempit&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;Tetapi aku tidak perduli lagi. Kukocok vagina Vivi dengan deras&lt;br /&gt;dan kencang sambil kuremas-remas buah dadanya yang kecil, serta&lt;br /&gt;menarik-narik puting-puting buah dadanya dengan gemas sekali. Vivi&lt;br /&gt;semakin menjerit-jerit kesakitan dan tubuhnya semakin&lt;br /&gt;menggerinjal-gerinjal hebat.&lt;br /&gt;"Sakiit.. auuh Mas.., Mas hentikan saja.. sakiit, perih sekali&lt;br /&gt;Mas, periihh.. ouuh akkh.. aouuhkk..!" menjerit-jerit mulut manisnya&lt;br /&gt;itu yang segera saja kuredam dengan melumat-lumat mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Blesep.. blesep.. slebb..!" suara persetubuhkan kami kian indah dengan siraman shower di atas kami.&lt;br /&gt;Aku semakin edan dan garang. Gerakan tubuhku semakin kencang dan&lt;br /&gt;cepat. Dapat kurasakan gesekan batang kemaluanku yang berukuran raksasa&lt;br /&gt;ini mengocok liang vaginan Vivi yang super rapat sempitnya. Dari posisi&lt;br /&gt;ini, aku ganti dengan posisi Vivi yang menungging, aku menyodok&lt;br /&gt;vaginanya dari belakang. Lalu ke posisi dia kupangku, sedangkan aku&lt;br /&gt;yang bergerak mengguncangkan tubuhnya naik, lalu kuterima dengan&lt;br /&gt;menikam ke atas menyambut vaginanya yang melelehkan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak Mass.. ouh sakit.. uhhk.. huuk.. ouhh.. sakiit..!" tangisnya sejadi-jadinya.&lt;br /&gt;Tetapi aku tidak perduli, sepuluh posisi kucobakan pada tubuh bugil&lt;br /&gt;mungil Vivi. Bahkan Vivi nyaris pingsan. Tetapi disaat gadis itu hendak&lt;br /&gt;pingsan, puncak ejakulasiku datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Creet.. croot.. sreet.. crreet..!" muncratnya air mani yang memenuhi liang vaginanya Vivi bercampur dengan darahnya.&lt;br /&gt;Vivi jatuh pingsan. Aku hanya mengatur nafasku saja yang tidak&lt;br /&gt;karuan. Lemas. Vivi pingsan saat aku memasangkan kembali batang&lt;br /&gt;kemaluanku ke posisi dia, kugendong di depan dengan dadanya merapat&lt;br /&gt;pada dadaku. Pelan-pelan kujatuh menggelosor ke bawah dengan batang&lt;br /&gt;kemaluanku yang masih menancap erat di vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pengalamanku dengan Tante Yus dan putrinya Vivi yang keduanya memang binal itu. Teriring salam untuk Vivi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-2337652110755375270?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/2337652110755375270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/sambungan-dari-bagian-01-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/2337652110755375270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/2337652110755375270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/sambungan-dari-bagian-01-karena.html' title=''/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-5663407107843469885</id><published>2009-11-19T01:32:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:32:56.195-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Ganasnya Tanteku, binalnya sepupuku - 1</title><content type='html'>Sesaat&lt;br /&gt;lamanya aku hanya berdiri di depan pintu gerbang sebuah rumah mewah&lt;br /&gt;tetapi berarsitektur gaya Jawa kuno. Hampir separuh bagian rumah di&lt;br /&gt;depanku itu adalah terbuat dari kayu jati tua yang super awet. Di depan&lt;br /&gt;terdapat sebuah pendopo kecil dengan lampu gantung kristalnya yang&lt;br /&gt;antik. Lantai keramik dan halaman yang luas dengan pohon-pohon&lt;br /&gt;perindangnya yang tumbuh subur memayungi seantero lingkungannya. Aku&lt;br /&gt;masih ingat, di samping rumah berlantai dua itu terdapat kolam ikan&lt;br /&gt;Nila yang dicampur dengan ikan Tombro, Greskap, dan Mujair. Sementara&lt;br /&gt;ikan Geramah dipisah, begitu juga ikan Lelenya. Dibelakang sana masih&lt;br /&gt;dapat kucium adanya peternakan ayam kampung dan itik. Tante Yustina&lt;br /&gt;memang seorang arsitek kondang dan kenamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam tahun aku tinggal di sini selama sekolah SMU sampai D3-ku,&lt;br /&gt;sebelum akhirnya aku lulus wisuda pada sebuah sekolah pelayaran yang&lt;br /&gt;mengantarku keliling dunia. Kini hampir tujuh tahun aku tidak&lt;br /&gt;menginjakkan kakiku di sini. Sama sekali tidak banyak perubahan pada&lt;br /&gt;rumah Tante Yus. Aku bayangkan pula si Vivi yang dulu masih umur lima&lt;br /&gt;tahun saat kutinggalkan, pasti kini sudah besar, kelas enam SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulirik jarum jam tanganku, menunjukkan pukul 23:35 tepat. Masih&lt;br /&gt;sesaat tadi kudengar deru lembut taksi yang mengantarku ke desa Kebun&lt;br /&gt;Agung, sleman yang masih asri suasana pedesaannya ini. Suara jangkrik&lt;br /&gt;mengiringi langkah kakiku menuju ke pintu samping. Sejenak aku&lt;br /&gt;mencari-cari dimana dulu Tante Yus meletakkan anak kuncinya. Tanganku&lt;br /&gt;segera meraba-raba ventilasi udara di atas pintu samping tersebut.&lt;br /&gt;Dapat. Aku segera membuka pintu dan menyelinap masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku melepas sepatu ket dan kaos kakinya. Hmm, baunya harum&lt;br /&gt;juga. Hanya remang-remang ruangan samping yang ada. Sepi. Aku terus&lt;br /&gt;saja melangkah ke lantai dua, yang merupakan letak kamar-kamar tidur&lt;br /&gt;keluarga. Aku dalam hati terus-menerus mengagumi figur Tante Yus. Walau&lt;br /&gt;hidup menjada, sebagai single parents, toh dia mampu mengurusi rumah&lt;br /&gt;besar karyanya sendiri ini. Lama sekali kupandangi foto Tante Yus dan&lt;br /&gt;Vivi yang di belakangnya aku berdiri dengan lugunya. Aku hanya&lt;br /&gt;tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuperhatikan celah di bawah pintu kamar Vivi sudah gelap. Aku terus&lt;br /&gt;melangkah ke kamar sebelahnya. Kamar tidur Tante Yus yang jelas sekali&lt;br /&gt;lampunya masih menyala terang. Rupanya pintunya tidak terkunci. Kubuka&lt;br /&gt;perlahan dan hati-hati. Aku hanya melongo heran. Kamar ini kosong&lt;br /&gt;melompong. Aku hanya mendesah panjang. Mungkin Tante Yus ada di ruang&lt;br /&gt;kerjanya yang ada di sebelah kamarnya ini. Sebentar aku menaruh tas&lt;br /&gt;ransel parasit dan melepas jaket kulitku. Berikutnya kaos oblong Jogja&lt;br /&gt;serta celana jeans biruku. Kuperhatikan tubuhku yang hitam ini kian&lt;br /&gt;berkulit gelap dan hitam saja. Tetapi untungnya, di tempat kerjaku pada&lt;br /&gt;sebuah kapal pesiar itu terdapat sarana olah raga yang komplit,&lt;br /&gt;sehingga aku kian tumbuh kekar dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perduli dengan kulitku yang legam hitam dengan rambut-rambut&lt;br /&gt;bulu yang tumbuh lebat di sekujur kedua lengan tangan dan kakiku serta&lt;br /&gt;dadaku yang membidang sampai ke bawahnya, mengelilingi pusar dan terus&lt;br /&gt;ke bawah tentunya. Air. Ya aku hanya ingin merasakan siraman air shower&lt;br /&gt;dari kamar mandi Tante Yus yang bisa hangat dan dingin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hendak melepas cawat hitamku saat kudengar sapaan yang sangat kukenal itu dari belakangku, "Andrew..? Kaukah itu..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera memutar tubuhku. Aku sedikit terkejut melihat penampilan&lt;br /&gt;Tante Yus yang agak berbeda. Dia berdiri termangu hanya mengenakan&lt;br /&gt;kemeja lengan panjang dan longgar warna putih tipis tersebut dengan dua&lt;br /&gt;kancing baju bagian atasnya yang terlepas. Sehingga aku dapat melihat&lt;br /&gt;belahan buah dadanya yang kuakui memang memiliki ukuran sangat besar&lt;br /&gt;sekali dan sangat kencang, serta kenyal. Aku yakin, Tante Yus tidak&lt;br /&gt;memakai BH, jelas dari bayangan dua bulatan hitam yang samar-samar&lt;br /&gt;terlihat di ujung kedua buah dadanya itu. Rambutnya masih lebat&lt;br /&gt;dipotong sebatang bahunya. Kulit kuning langsat dan bersih sekali&lt;br /&gt;dengan warna cat kukunya yang merah muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngg.., selamat malam Tante Yus.. maaf, keponakanmu ini datang dan&lt;br /&gt;untuk berlibur di sini tanpa ngebel dulu. Maaf pula, kalau tujuh tahun&lt;br /&gt;lamanya ini tidak pernah datang kemari. Hanya lewat surat, telpon,&lt;br /&gt;kartu pos, e-mail.., sekali lagi, saya minta maaf Tante. Saya sangat&lt;br /&gt;merindukan Tante..!" ucapku sambil kubiarkan Tante Yus mendekatiku&lt;br /&gt;dengan wajah haru dan senangnya.&lt;br /&gt;"Ouh Andrew.. ouh..!" bisik Tante Yus sambil menubrukku dan&lt;br /&gt;memelukku erat-erat sambil membenamkan wajahnya pada dadaku yang&lt;br /&gt;membidang kasar oleh rambut.&lt;br /&gt;Aku sejenak hanya membalas pelukannya dengan kencang pula,&lt;br /&gt;sehingga dapat kurasakan desakan puting-puting dua buah dadanya Tante&lt;br /&gt;Yus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau pikir hanya kamu ya, yang kangen berat sama Tante, hmm..?&lt;br /&gt;Tantemu ini melebihi kangennya kamu padaku. Ngerti nggak..? Gila kamu&lt;br /&gt;Andrew..!" imbuhnya sambil memandangi wajahku sangat dekat sekali&lt;br /&gt;dengan kedua tangannya yang tetap melingkarkan pada leherku, sambil&lt;br /&gt;kemudian memperhatikan kondisi tubuhku yang hanya bercawat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Yustina tersenyum mesra sekali. Aku hanya menghapus air matanya. Ah Tante Yus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, untuk itulah aku minta maaf pada Tante.."&lt;br /&gt;"Tentu saja, kumaafkan.." sahutnya sambil menghela nafasnya tanpa&lt;br /&gt;berkedip tetap memandangiku, "Kamu tambah gagah dan ganteng Andrew.&lt;br /&gt;Pasti di kapal, banyak crew wanita yang bule itu jatuh cinta padamu.&lt;br /&gt;Siapa pacarmu, hmm..?"&lt;br /&gt;"Belum punya Tan. Aku masih nabung untuk membina rumah tangga&lt;br /&gt;dengan seorang, entah siapa nanti. Untuk itu, aku mau minta Tante&lt;br /&gt;bikinkan aku desain rumah.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bayarannya..?" tanya Tante Yus cepat sambil menyambar mulutku dengan bibir tipis Tante Yus yang merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut, tetapi dalam hati senang juga. Bahkan tidak kutolak&lt;br /&gt;Tante Yus untuk memelukku terus menerus seperti ini. Tapi sialnya,&lt;br /&gt;batang kemaluanku mulai merinding geli untuk bangkit berdiri. Padahal&lt;br /&gt;di tempat itu, perut Tante Yus menekanku. Tentu dia dapat merasakan&lt;br /&gt;perubahan kejadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku.. ngg.."&lt;br /&gt;"Ahh, kamu Andrew. Tante sangat kangen padamu, hmm.. ouh Andrew..&lt;br /&gt;hmm..!" sahut Tante Yus sambil menerkam mulutku dengan bibirnya.&lt;br /&gt;Aku sejenak terkejut dengan serbuan ganas mulut Tante Yus yang&lt;br /&gt;kian binal melumat-lumat mulutku, mendasak-desaknya ke dalam dengan&lt;br /&gt;buas. Sementara jemari kedua tangannya menggerayangi seluruh bagian&lt;br /&gt;kulit tubuhku, terutama pada bagian punggung, dada, dan selangkanganku.&lt;br /&gt;Tidak karuan lagi, aku jadi terangsang. Kini aku berani membalas ciuman&lt;br /&gt;buas Tante Yus. Nampaknya Tante Yus tidak mau mengalah, dia bahkan&lt;br /&gt;tambah liar lagi. Kini mulut Tante Yus merayap turun ke bawah,&lt;br /&gt;menyusuri leherku dan dadaku. Beberapa cupangan yang meninggalkan warna&lt;br /&gt;merah menghiasi pada leher dan dadaku. Kini dengan liar Tante Yus&lt;br /&gt;menarik cawatku ke bawah setelah jongkok persis di depan selangkanganku&lt;br /&gt;yang sedikit terbuka itu. Tentu saja, batang kemaluanku yang sebenarnya&lt;br /&gt;telah meregang berdiri tegak itu langsung memukul wajahnya yang cantik&lt;br /&gt;jelita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouh, gila benar. Tititmu sangat besar dan kekar, An. Ouh.. hmm..!"&lt;br /&gt;seru bergairah Tante Yus sambil memasukkan batang kejantananku ke dalam&lt;br /&gt;mulutnya, dan mulailah dia mengulum-ngulum, yang seringkali dibarengi&lt;br /&gt;dengan mennyedot kuat dan ganas.&lt;br /&gt;Sementara tangan kanannya mengocok-ngocok batang kejantananku,&lt;br /&gt;sedang jemari tangan kirinya meremas-remas buah kemaluanku. Aku hanya&lt;br /&gt;mengerang-ngerang merasakan sensasi yang nikmat tiada taranya.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, batang kemaluanku secara diam-diam di tempat kerjaku&lt;br /&gt;sana, kulatih sedemikian rupa, sehingga menjadi tumbuh besar dan&lt;br /&gt;panjang. Terakhir kuukur, batang kejantanan ini memiliki panjang 25&lt;br /&gt;sentimeter dengan garis lingkarnya yang hampir 20 senti. Rambut&lt;br /&gt;kemaluan sengaja kurapikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Yus terus menerus masih aktif mengocok-ngocok batang&lt;br /&gt;kemaluanku. Remasan pada buah kemaluanku membuatku merintih-rintih&lt;br /&gt;kesakitan, tetapi nikmat sekali. Bahkan dengan gilanya Tante Yus&lt;br /&gt;kadangkala memukul-mukulkan batang kemaluanku ini ke seluruh permukaan&lt;br /&gt;wajahnya. Aku sendiri langsung tidak mampu menahan lebih lama puncak&lt;br /&gt;gairahku. Dengan memegangi kepala Tante Yus, aku menikam-nikamkan&lt;br /&gt;batang kejantananku pada mulut Tante Yus. Tidak karuan lagi, Tante Yus&lt;br /&gt;jadi tersendak-sendak ingin muntah atau batuk. Air matanya malah telah&lt;br /&gt;menetes, karena batang kejantananku mampu mengocok sampai ke&lt;br /&gt;tenggorokannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu kesempatan, aku berhasil mencopot kemejanya. Aku sangat&lt;br /&gt;terkejut saat melihat ukuran buah dadanya. Luar biasa besarnya.&lt;br /&gt;Keringat benar-benar telah membasahi kedua tubuh kami yang sudah tidak&lt;br /&gt;berpakaian lagi ini. Dengan ganas, kedua tangan Tante Yus kini&lt;br /&gt;mengocok-ngocok batang kemaluanku dengan genggamannya yang sangat erat&lt;br /&gt;sekali. Tetapi karena sudah ada lumuran air ludah Tante Yus, kini jadi&lt;br /&gt;licin dan mempercepat proses ejakulasiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Croot.. cret.. croot.. creet..!" menyemprot air maniku pada mulut Tante Yus.&lt;br /&gt;Saat spremaku muncrat, Tante Yus dengan lahap memasukkan batang&lt;br /&gt;kemaluanku kembali ke dalam mulutnya sambil mengurut-ngurutnya,&lt;br /&gt;sehingga sisa-sisa air maniku keluar semua dan ditelan habis oleh Tante&lt;br /&gt;Yus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouhh.. ouh.. auh Tante.. ouh..!" gumamku merasakan gairahku yang indah ini dikerjai oleh Tante Yus.&lt;br /&gt;"Hmm.. Andrew.. ouh, banyak sekali air maninya. Hmm.., lezaat&lt;br /&gt;sekali. Lezat. Ouh.. hmm..!" bisik Tante Yus menjilati seluruh bagian&lt;br /&gt;batang kemaluanku dan sisa-sisa air maninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku hanya mengolah nafasku, sementara Tante Yus masih mengocok-ngocok dan menjilatinya.&lt;br /&gt;"Ayo, Andrew.. kemarilah Sayang.., kemarilah Baby..!" pintanya&lt;br /&gt;sambil berbaring telentang dan membuka kedua belah pahanya lebar-lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tanpa membuang waktu lagi, terus menyerudukkan mulutku pada&lt;br /&gt;celah vagina Tante Yus yang merekah ingin kuterkam itu. Benar-benat&lt;br /&gt;lezat. Vagina Tante Yus mulai kulumat-lumat tanpa karuan lagi,&lt;br /&gt;sedangkan lidahku menjilat-jilat deras seluruh bagiang liang vaginanya&lt;br /&gt;yang dalam. Berulang kali aku temukan kelentitnya lewat lidahku yang&lt;br /&gt;kasar. Rambut kemaluan Tante Yus memang lebat dan rindang. Cupangan&lt;br /&gt;merah pun kucap pada seluruh bagian daging vagina Tante Yus yang&lt;br /&gt;menggairahkan ini. Tante Yus hanya menggerinjal-gerinjal kegelian dan&lt;br /&gt;sangat senang sekali nampaknya. Kulirik tadi, Tante Yus terus-menerus&lt;br /&gt;melakukan remasan pada buah dadanya sendiri sambil sesekali memelintir&lt;br /&gt;puting-putingnya. Berulang kali mulutnya mendesah-desah dan menjerit&lt;br /&gt;kecil saat mulutku menciumi mulut vaginanya dan menerik-narik daging&lt;br /&gt;kelentitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouh Andrew.. lakukan sesukamu.. ouh.., lakukan, please..!" pintanya mengerang-erang deras.&lt;br /&gt;Selang sepuluh menit kemuadian, aku kini merayap lembut menuju&lt;br /&gt;perutnya, dan terus merapat di seluruh bagian buah dadanya. Dengan&lt;br /&gt;ganas aku menyedot-nyedot puting payudaranya. Tetapi air susunya sama&lt;br /&gt;sekali tidak keluar, hanya puting-puting itu yang kini mengeras dan&lt;br /&gt;memanjang membengkak total. Di buah dadanya ini pula aku melukiskan&lt;br /&gt;cupanganku banyak sekali. Berulang kali jemariku memilin-milin gemas&lt;br /&gt;puting-puting susu Tante Yus secara bergantian, kiri kanan. Aku kini&lt;br /&gt;tidak tahan lagi untuk menyetubuhi Tanteku. Dengan bergegas, aku&lt;br /&gt;membimbing masuk batang kemaluanku pada liang vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooouhkk.. yeaah.. ayoo.. ayoo.. genjot Andrew..!" teriak Tante Yus&lt;br /&gt;saat merasakan batang kejantananku mulai menikam-nikam liar mulut&lt;br /&gt;vaginanya.&lt;br /&gt;Sambil menopang tubuhku yang berpegangan pada buah dadanya, aku&lt;br /&gt;semakin meningkatkan irama keluar masuk batang kemaluanku pada vagina&lt;br /&gt;Tante Yus. Wanita itu hanya berpegangan pada kedua tanganku yang sambil&lt;br /&gt;meremas-remas kedua buah dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Blesep.. sleep.. blesep..!" suara senggama yang sangat indah mengiringi dengan alunan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang dua puluh menit puncak klimaks itu kucapai dengan sempurna, "Creet.. croot.. creet..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouuhhkk.. aoouhkk.. aahhk..," seru Tante Yus menggelepar-gelepar lunglai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante.. ouhh..!" gumamku merasakan keletihanku yang sangat terasa di seluruh bagian tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan batang kemaluan yang masih tetap menancap erat pada vagiana Tante Yus, kami jatuh tertidur. Tante Yus berada di atasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung ke bagian 02&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-5663407107843469885?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/5663407107843469885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/ganasnya-tanteku-binalnya-sepupuku-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/5663407107843469885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/5663407107843469885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/ganasnya-tanteku-binalnya-sepupuku-1.html' title='Ganasnya Tanteku, binalnya sepupuku - 1'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-6676047221047068449</id><published>2009-11-19T01:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:31:06.876-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Gairah Tubuh Rina, Anak Teman Bisnisku</title><content type='html'>Aku&lt;br /&gt;adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi di Bandung,&lt;br /&gt;dan sekarang sudah tingkat akhir. Untuk saat ini aku tidak mendapatkan&lt;br /&gt;mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Oleh karena itu&lt;br /&gt;aku sering main ke tempat abangku di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku ke Jakarta. Ketika aku sampai ke rumah kakakku, aku&lt;br /&gt;melihat ada tamu, rupanya ia adalah teman kuliah kakakku waktu dulu.&lt;br /&gt;Aku dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah kepadaku.&lt;br /&gt;Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya Firman. Ia pun mengundangku&lt;br /&gt;untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya,&lt;br /&gt;Dian, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Rina, duduk di kelas 2&lt;br /&gt;SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari&lt;br /&gt;Senin, aku ditugaskan oleh Firman untuk menjaga putri dan rumahnya&lt;br /&gt;karena ia akan pergi ke Malang, ke rumah sakit untuk menjenguk saudara&lt;br /&gt;istrinya. Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari.&lt;br /&gt;oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia&lt;br /&gt;berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah&lt;br /&gt;kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah&lt;br /&gt;Firman. Aku pun bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu&lt;br /&gt;film. Saat melihat rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno.&lt;br /&gt;Karena memang sendirian, aku pun menontonnya. Sebelum habis satu film,&lt;br /&gt;tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka. Aku pun tergopoh-gopoh&lt;br /&gt;mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hallo, Oom Ryan..!" Rina yang baru masuk tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, tolong dong bayarin Bajaj.. uang Rina sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Rina duduk di karpet di&lt;br /&gt;depan televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang setengah&lt;br /&gt;jalan. Mia memandang kepadaku dan tertawa geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ih! Oom Ryan! Begitu, tho, caranya..? Rina sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugup aku menjawab, "Rina.. kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aahh, Oom Ryan. Jangan gitu, dong! Tu, liat.. cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Rina di sekolah lebih serem."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang&lt;br /&gt;Rina justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum&lt;br /&gt;dan membiarkan Rina terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di&lt;br /&gt;beranda belakang membaca majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan. Sekembalinya,&lt;br /&gt;di dalam rumah kulihat Rina sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR,&lt;br /&gt;dan.. astaga! Ia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Tubuh mudanya&lt;br /&gt;yang sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat&lt;br /&gt;putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus&lt;br /&gt;masuk menyiapkan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makanan siap, aku memanggil Rina. Dan.., sekali lagi&lt;br /&gt;astaga.. jelas ia tidak memakai BH, karena puting susunya yang&lt;br /&gt;menjulang membayang di dasternya. Aku semakin gelisah karena penisku&lt;br /&gt;yang tadi sudah mulai "bergerak", sekarang benar-benar menegak dan&lt;br /&gt;mengganjal di celanaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri&lt;br /&gt;bersampingan, dan dari celah di dasternya, buah dadanya yang indah&lt;br /&gt;mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan&lt;br /&gt;dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami&lt;br /&gt;berdua duduk di sofa di ruang keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oom, ayo tebak. Hitam, kecil, keringetan, apaan..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, gampang! Semut lagi push-up! Khan ada di tutup botol Fanta! Gantian.. putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mia mengernyit dan memberi beberapa tebakan yang semua kusalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang bener.. Rina pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajaj..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aahh.. Oom Ryan ngeledek..!"&lt;br /&gt;Mia meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Aku&lt;br /&gt;menghindar dan menangkis, tapi ia terus menyerang sambil tertawa, dan..&lt;br /&gt;tersandung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul&lt;br /&gt;dadanya, dan ia duduk tepat di atas batang kelelakianku! Kami&lt;br /&gt;terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau&lt;br /&gt;shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Dan aku pun mulai menciumi&lt;br /&gt;lehernya. Rina mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku&lt;br /&gt;pun mulai meremas kedua buah dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas Rina makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua&lt;br /&gt;pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang&lt;br /&gt;membayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uuuhh.. mmhh.." Rina menggelinjang.&lt;br /&gt;Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang&lt;br /&gt;sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tapi gariahku sudah sampai ke&lt;br /&gt;ubun-ubun dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aahh..! Rina menelentang di sofa dengan tubuh hampir polos!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti&lt;br /&gt;kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Rina&lt;br /&gt;yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku&lt;br /&gt;makin tak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah&lt;br /&gt;bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit&lt;br /&gt;itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Rina. Aku pun segera&lt;br /&gt;membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ehh.. mmaahh..," tangan Rina meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kemaluannya kucium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooohh.. aduuhh..," Rina mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat.&lt;br /&gt;Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai&lt;br /&gt;membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Rina akan&lt;br /&gt;terlonjak dan nafas Rina seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan&lt;br /&gt;meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Rina tergeletak&lt;br /&gt;terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku,&lt;br /&gt;dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan&lt;br /&gt;di pipi Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mmmhh.. mmhh.. oohhmm..," ketika Rina membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku.&lt;br /&gt;Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot.&lt;br /&gt;Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja kemaluanku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun&lt;br /&gt;naik ke atas tubuh Rina dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku&lt;br /&gt;ada di mulut Rina dan aroma kemaluan Rina di mulutku, bertukar saat&lt;br /&gt;lidah kami saling membelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di&lt;br /&gt;selangkangan Rina, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Rina menekan&lt;br /&gt;pantatku dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohhmm, mam.. msuk.. hh.. msukin.. Omm.. hh.. ehekmm.."&lt;br /&gt;Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan&lt;br /&gt;Rina semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku kutekan,&lt;br /&gt;tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun&lt;br /&gt;berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kemaluanku&lt;br /&gt;yang besar ini. Terus terang saja, ukuran kemaluanku adalah panjang 15&lt;br /&gt;cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan Rina masih SMP dan ukuran lubang&lt;br /&gt;kemaluannya terlalu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya&lt;br /&gt;usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu.&lt;br /&gt;Rina memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku&lt;br /&gt;tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa&lt;br /&gt;ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang&lt;br /&gt;masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Rina&lt;br /&gt;terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar kemudian kernyit di dahi Rina menghilang, dan aku pun&lt;br /&gt;mulai menarik dan menekankan pinggulku. Rina mengernyit lagi, tapi lama&lt;br /&gt;kelamaan mulutnya menceracau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduhh.. sshh.. iya.. terusshh.. mmhh.. aduhh.. enak.. Oomm.."&lt;br /&gt;Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Rina, lalu membalikkan&lt;br /&gt;kedua tubuh kami hingga Rina sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak&lt;br /&gt;3/4 kemaluanku menancap di kemaluannya. Tanpa perlu diajarkan, Rina&lt;br /&gt;segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti&lt;br /&gt;meremas dan menggosok dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun&lt;br /&gt;berlomba mencapai puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Rina makin menggila dan ia&lt;br /&gt;pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya&lt;br /&gt;menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa&lt;br /&gt;cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tubuh Rina melemas, aku mendorong ia telentang. Dan sambil&lt;br /&gt;menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai&lt;br /&gt;klimaks, Rina tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia&lt;br /&gt;pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang ke dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah&lt;br /&gt;kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan&lt;br /&gt;sisa-sisa kenikmatan orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh, Oom.. Rina lemes. Tapi enak banget."&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu&lt;br /&gt;tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang&lt;br /&gt;lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kemaluanku yang telah&lt;br /&gt;melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Rina yang masih amat&lt;br /&gt;kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami&lt;br /&gt;berdua dan.. kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. Sepanjang&lt;br /&gt;malam aku mencapai tiga kali lagi orgasme, dan Rina.. entah berapa&lt;br /&gt;kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh&lt;br /&gt;kenikmatan sebelum akhirnya Rina kupaksa memakai seragam, sarapan dan&lt;br /&gt;berangkat ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke rumah Firman, aku masuk ke kamar tidur tamu dan segera&lt;br /&gt;pulas kelelahan. Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Rina pulang&lt;br /&gt;sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya, lalu menarik lepas&lt;br /&gt;celanaku dan mengulum kemaluanku. Tapi segera saja aku sadar bahwa itu&lt;br /&gt;bukan mimpi, dan aku memandangi rambutnya yang tergerai yang&lt;br /&gt;bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. Aku melihat keluar&lt;br /&gt;kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan film yang kemarin. Ah!&lt;br /&gt;Merasakan caranya memberiku "blowjob", aku tahu bahwa ia baru saja&lt;br /&gt;belajar dari VCD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-6676047221047068449?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/6676047221047068449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/gairah-tubuh-rina-anak-teman-bisnisku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/6676047221047068449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/6676047221047068449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/gairah-tubuh-rina-anak-teman-bisnisku.html' title='Gairah Tubuh Rina, Anak Teman Bisnisku'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-5677003911876750632</id><published>2009-11-19T01:25:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:25:40.145-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Gairah Sahabatku</title><content type='html'>Namaku&lt;br /&gt;Andhika, aku seorang siswa Kelas 1 di SMU yang cukup top di kota&lt;br /&gt;Makassar. Pada hari itu aku ingin mengambil tugas kimia di rumah salah&lt;br /&gt;satu teman cewekku, sebut saja Rina. Di sana kebetulan aku ketemu&lt;br /&gt;sahabat Rina. Kemudian kami pun berkenalan, namanya Laura, orangnya&lt;br /&gt;cukup cantik, manis, putih dan bodinya sudah seperti anak kelas 3 SMU,&lt;br /&gt;padahal dia baru kelas 3 SMP. Pakaian sekolahnya yang putih dan agak&lt;br /&gt;kekecilan makin menambah kesan payudaranya menjadi lebih besar. Ukuran&lt;br /&gt;payudaranya mungkin ukuran 32B karena seakan akan baju seragam SMP-nya&lt;br /&gt;itu sudah tidak mampu membendung tekanan dari gundukan gunung kembar&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami saling diam, hanya aku sedang mengamati dadanya dan pantatnya&lt;br /&gt;yang begitu montok. Wah serasa di langit ke-7 kali kalau aku bisa&lt;br /&gt;menikmati tubuh cewek ini, pikirku. Terkadang mata kami bertemu dan&lt;br /&gt;bukannya ke GR-an tapi aku rasa cewek ini juga punya perasaan&lt;br /&gt;terhadapku. Setelah satu jam berada di rumah Rina, aku pun berpamitan&lt;br /&gt;kepada Rina tetapi dia menahanku dan memintaku mengantarkan Laura&lt;br /&gt;pulang karena rumahnya agak jauh dan sudah agak sore dan kebetulan aku&lt;br /&gt;sedang bawa "Kijang Rangga" milik bapakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku menyetujuinya hitung-hitung ini kesempatan untuk&lt;br /&gt;mendekati Laura. Setelah beberapa lama terdiam aku mengawali&lt;br /&gt;pembicaraan dengan menanyakan, "Apa tidak ada yang marah kalau aku&lt;br /&gt;antar cuma berdua, entar pacar kamu marah lagi..?" pancingku. Dia cuma&lt;br /&gt;tertawa kecil dan berkata, "Aku belum punya pacar kok." Secara perlahan&lt;br /&gt;tangan kiriku mulai menggerayang mencoba memegang tangannya yang berada&lt;br /&gt;di atas paha yang dibalut rok SMP-nya. Dia memindahkan tangannya dan&lt;br /&gt;tinggallah tanganku dengan pahanya. Tanpa menolak tanganku mulai&lt;br /&gt;menjelajah, lalu tiba-tiba dia mengangkat tanganku dari pahanya, "Awas&lt;br /&gt;Andhi, liat jalan dong! entar kecelakan lagi.." dengan nada sedikit&lt;br /&gt;malu aku hanya berkata, "Oh iya sorry, habis enak sih," candaku, lalu&lt;br /&gt;dia tersenyum kecil seakan menyetujui tindakanku tadi. Lalu aku pun&lt;br /&gt;membawa mobil ke tempat yang gelap karena kebetulan sudah mulai malam,&lt;br /&gt;"Loh kok ke sini sih?" protes Laura. Sambil mematikan mesin mobil aku&lt;br /&gt;hanya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh tidak aku cium bibir kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada malu dia menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahh tidak tau ahh, aku belum pernah gituan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah tenang aja, nanti aku ajari," seraya langsung melumat bibir mungilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun mulai menikmatinya, setelah hampir lima menit kami&lt;br /&gt;melakukan permainan lidah itu. Sambil memindahkan posisiku dari tempat&lt;br /&gt;duduk sopir ke samping sopir dengan posisi agak terbungkuk kami terus&lt;br /&gt;melakukan permainan lidah itu, sementara itu dia tetap dalam posisi&lt;br /&gt;duduk. Lalu sambil melumat bibirnya aku menyetel tempat duduk Laura&lt;br /&gt;sehingga posisinya berbaring dan tanganku pun mulai mempermainkan&lt;br /&gt;payudaranya yang sudah agak besar, dia pun mendesah, "Ahh, pelan-pelan&lt;br /&gt;Andhi sakit nih.." Kelamaan dia pun mulai menyukaiku cara mempermainkan&lt;br /&gt;kedua payudaranya yang masih dibungkus seragam SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulutku pun mulai menurun mengitari lehernya yang jenjang sementara&lt;br /&gt;tanganku mulai membuka kancing baju seragam dan langsung menerkam&lt;br /&gt;dadanya yang masih terbungkus dengan "minishet" tipis serasa "minishet"&lt;br /&gt;bergambar beruang itu menambah gairahku dan langsung memindahkan&lt;br /&gt;mulutku ke dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lepas dulu dong 'minishet'-nya, nanti basah?" desahnya kecil.&lt;br /&gt;"Ah tidak papa kok, entar lagi," sambil mulai membuka kancing&lt;br /&gt;"minishet", dan mulai melumat puting payudara Laura yang sekarang&lt;br /&gt;sedang telanjang dada.Sementara tangan kananku mulai mempermainkan&lt;br /&gt;lubang kegadisannya yang masih terbungkus rok dan tanganku kuselipkan&lt;br /&gt;di dalam rok itu dan mulai mempermainkan lubangnya yang hampir&lt;br /&gt;membasahi CD-nya yang tipis berwarna putih dan bergambar kartun Jepang.&lt;br /&gt;Mulutku pun terus menurun menuju celana dalam bergambar kartun itu dan&lt;br /&gt;mulai membukanya, lalu menjilatinya dan menusuknya dengan lidahku.&lt;br /&gt;Laura hanya menutup mata dan mengulum bibirnya merasakan kenikmatan.&lt;br /&gt;Sesekali jari tengahku pun kumasukkan dan kuputar-putarkan di lubang&lt;br /&gt;kewanitaannya yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus. Dia hanya&lt;br /&gt;menggenggam rambutku dan duduk di atas jok mobil menahan rasa nyeri.&lt;br /&gt;Setelah itu aku kecapaian dan menyuruhnya, "Gantian dong!" kataku. Dia&lt;br /&gt;hanya menurut dan sekarang aku berada di jok mobil dan dia di bawah.&lt;br /&gt;Setelah itu aku menggenggam tangannya dan menuntunnya untuk mulai&lt;br /&gt;membuka celana "O'neal"-ku dan melorotkannya. Lalu aku menyuruhnya&lt;br /&gt;memegang batang kemaluanku yang dari tadi mulai tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan inisiatif-nya sendiri dia mulai mengocok batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau digini'in enak tidak Andhi?" tanyanya polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh iya enak, enak banget, tapi kamu mau nggak yang lebih enak?" tanyaku.&lt;br /&gt;Tanpa berbicara lagi aku memegang kepalanya yang sejajar dengan&lt;br /&gt;kemaluanku dan sampailah mulutnya mencium kemaluanku. "Hisap aja! enak&lt;br /&gt;kok kayak &lt;i&gt;banana split&lt;/i&gt;,"&lt;br /&gt;dia menurut saja dan mulai melumat batang kemaluanku dan terkadang&lt;br /&gt;dihisapnya. Karena merasa maniku hampir keluar aku menyuruhnya&lt;br /&gt;berhenti, dan Laura pun berhenti menghisap batang kemaluanku dengan&lt;br /&gt;raut muka yang sedikit kecewa karena dia sudah mulai menikmati "oral&lt;br /&gt;seks". Lalu kami pun berganti posisi lagi sambil menenangkan&lt;br /&gt;kemaluanku. Dia pun kembali duduk di atas jok dan aku di bawah dengan&lt;br /&gt;agak jongkok. Kemudian aku membuka kedua belah pahanya dan telihat&lt;br /&gt;kembali liang gadis Laura yang masih sempit. Aku pun mulai bersiap&lt;br /&gt;untuk menerobos lubang kemaluan Laura yang sudah agak basah, lalu Laura&lt;br /&gt;bertanya, "Mau dimasukin tuh Andhi, mana muat memekku kecilnya segini&lt;br /&gt;dan punyamu segede pisang?" tanyanya polos. "Ah tenang aja, pasti bisa&lt;br /&gt;deh," sambil memukul kecil kemaluannya yang memerah itu dan dia pun&lt;br /&gt;sendiri mulai membantu membuka pintu liang kemaluannya, mungkin dia&lt;br /&gt;tidak mau ambil resiko lubang kemaluannya lecet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perlahan aku pun mulai memasukan batang kemaluanku, "Aah..&lt;br /&gt;ahh.. enak Andi," desahnya dan aku berusaha memompanya pelan-pelan lalu&lt;br /&gt;mulai agak cepat, "Ahh.. ahh.. ahh.. terus pompa Andi." Setelah 20&lt;br /&gt;menit memompa maniku pun sudah mau keluar tapi takut dia hamil lalu aku&lt;br /&gt;mengeluarkan batang kemaluanku dan dia agak sedikit tersentak ketika&lt;br /&gt;aku mengeluarkan batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok dikeluarin, Andi?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kan belum keluar?" tanyanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Entar kamu hamilkan bahaya, udah nih ada permainan baru," hiburku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mengangkat badannya dan menyuruhnya telungkup membelakangiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngapain sih Andi?" tanya Laura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah tunggu aja!" jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kembali tersentak dan mengerang ketika tanganku menusuk pantat yang montok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aahh.. ahh.. sakit Andhi.. apaan sih itu..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, tidak kok, entar juga enak."&lt;br /&gt;Lalu aku mengeluarkan tanganku dan memasukkan batang kemaluanku dan&lt;br /&gt;desahan Laura kali ini lebih besar sehingga dia menggigit celana&lt;br /&gt;dalamku yang tergeletak di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar yah Sayang! entar juga enak!" hiburku sambil terus memompa&lt;br /&gt;pantatnya yang montok. Tanganku pun bergerilya di dadanya dan terus&lt;br /&gt;meremas dadanya dan terkadang meremas belahan pantatnya. Laura mulai&lt;br /&gt;menikmati permainan dan mulai mengikuti irama genjotanku. "Ahh terus..&lt;br /&gt;Andhi.. udah enak kok.." ucapnya mendesah. Setelah beberapa menit&lt;br /&gt;memompa pantatnya, maniku hendak keluar lagi. "Keluarin di dalam aja&lt;br /&gt;yah Laura?" tanyaku. Lalu dia menjawab, "Ah tidak usah biar aku isep&lt;br /&gt;aja lagi, habis enak sih," jawabnya. Lalu aku mengeluarkan batang&lt;br /&gt;kemaluanku dari pantatnya dan langsung dilumat oleh Laura langsung&lt;br /&gt;dihisapnya dengan penuh gairah, "Crot.. crot.. crot.." maniku keluar di&lt;br /&gt;dalam mulut Laura dan dia menelannya. Gila perasaanku seperti sudah&lt;br /&gt;terbang ke langit ke-7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana rasanya?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahh asin tapi enak juga sih," sambil masih membersihkan mani di kemaluanku dengan bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kami pun berpakaian kembali, karena jam mobilku sudah&lt;br /&gt;pukul 19:30. Tidak terasa kami bersetubuh selama 2 jam. Lalu aku&lt;br /&gt;mengantarkan Laura ke rumahnya di sekitaran Panakukang Mas. Laura tidak&lt;br /&gt;turun tepat di depan karena takut dilihat bapaknya. Tapi sebelum dia&lt;br /&gt;turun dia terlebih dahulu langsung melumat bibirku dan menyelipkan&lt;br /&gt;tanganku ke CD-nya. Mungkin kemaluannya hendak aku belai dulu sebelum&lt;br /&gt;dia turun. "Kapan-kapan main lagi yach Andhi!" ucapnya sebelum turun&lt;br /&gt;dari mobilku. Tapi itu bukan pertemuan terakhir kami karena tahun&lt;br /&gt;berikutnya dia masuk SMU yang sama denganku dan kami bebas melakukan&lt;br /&gt;hal itu kapan saja, karena tampaknya dia sudah ketagihan dengan&lt;br /&gt;permainan itu bahkan Laura pernah melakukan masturbasi dengan pisang di&lt;br /&gt;toilet sekolah. Untung aku melihat kejadian itu sehingga aku dapat&lt;br /&gt;memberinya "jatah" di toilet sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-5677003911876750632?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/5677003911876750632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/gairah-sahabatku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/5677003911876750632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/5677003911876750632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/gairah-sahabatku.html' title='Gairah Sahabatku'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-4214794122553641864</id><published>2009-11-19T01:22:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:23:09.033-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Elvina</title><content type='html'>Namaku Chepy, 22 tahun, mahasiswa di sebuah universitas swasta ternama di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahku ini adalah kejadian nyata tanpa aku rekayasa sedikitpun!&lt;br /&gt;Kisahku bermula setahun yang lalu ketika temanku (Dedy) mengajakku&lt;br /&gt;menemaninya transaski dengan temannya (Gunawan). Saya jelaskan saja&lt;br /&gt;perihal kedua orang itu sebelumnya. Dedy adalah teman kuliahku dan dia&lt;br /&gt;seorang yang rajin dan ulet termasuk dalam hal berbisnis walaupun dia&lt;br /&gt;masih kuliah. Gunawan adalah teman kenalannya yang juga seorang anak&lt;br /&gt;mantan pejabat tinggi yang kaya raya (saya tidak tahu apakah kekayaan&lt;br /&gt;orang tuanya halal atau hasil korupsi!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun yang lalu Gunawan menawarkan beberapa koleksi lukisan dan&lt;br /&gt;patung (Gunawan sudah mengetahui perihal bisnis Dedy sebelumnya) milik&lt;br /&gt;orang tuanya kepada Dedy, koleksi lukisan dan patung tersebut berusia&lt;br /&gt;tua. Dedy tertarik tapi dia membutuhkan kendaraan saya karena&lt;br /&gt;kendaraannya sedang dipakai untuk mengangkut lemari ke Bintaro, oleh&lt;br /&gt;karena itu Dedy mengajak saya ikut dan saya pun setuju saja. Perlu saya&lt;br /&gt;jelaskan sebelumnya, Gunawan menjual koleksi lukisan dan patung&lt;br /&gt;tersebut, oleh Dedy diperkirakan karena Gunawan seorang pecandu putaw&lt;br /&gt;dan membutuhkan uang tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya (hari Minggu), saya dan Dedy berangkat menuju&lt;br /&gt;rumah Gunawan di kawasan Depok. Setelah sampai di depan pintu gerbang 2&lt;br /&gt;orang satpam berjalan ke arah kami dan menanyakan maksud kedatangan&lt;br /&gt;kami. Setelah kami jelaskan, mereka mengijinkan kami masuk dan mereka&lt;br /&gt;menghubungi Gunawan melalui telepon. Saya memarkir kendaraan saya dan&lt;br /&gt;saya mengagumi halaman dan rumah Gunawan yang amat luas dan indah, "&lt;br /&gt;Betapa kayanya orang tua Gunawan" bisik dalam hatiku. Kami harus&lt;br /&gt;menunggu sebentar karena Gunawan sedang makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu, kami berbicara dengan satpam. Dalam pembicaraan&lt;br /&gt;itu, seorang satpam menceritakan kalau Gunawan itu seorang playboy dan&lt;br /&gt;suka membawa wanita malam-malam ke rumahnya ketika orang tuanya sedang&lt;br /&gt;pergi. Setelah menunggu selang 10 menit, akhirnya Gunawan datang (saya&lt;br /&gt;yang baru pertama kali melihatnya harus mengakui bahwa Gunawan memiliki&lt;br /&gt;wajah yang amat rupawan, walau saya pun seorang lelaki dan bukan&lt;br /&gt;seorang homo!). Dedy memperkenalkan saya dengan Gunawan. Setelah itu&lt;br /&gt;Gunawan mengajak Dedy masuk ke rumah untuk melihat patung dan lukisan&lt;br /&gt;yang akan dijualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bingung apakah saya harus mengikuti mereka atau tetap duduk di&lt;br /&gt;pos satpam. Setelah mereka berjalan sekitar 15 meter dari saya, seorang&lt;br /&gt;satpam mengatakan sebaiknya kamu (saya) ikut mereka saja daripada bosan&lt;br /&gt;menunggu di sini (pos satpam). Saya pun berjalan menuju rumahnya.&lt;br /&gt;Ketika saya masuk, saya tidak melihat mereka lagi. Saya hanya melihat&lt;br /&gt;sebuah ruangan yang luas sekali dengan sebuah tangga dan beberapa pintu&lt;br /&gt;ruangan. Saya bingung apakah saya sebaiknya naik ke tangga atau&lt;br /&gt;mengitari ruangan tersebut (sebenarnya bisa saja saya teriak memanggil&lt;br /&gt;nama Dedy atau Gunawan tapi tindakan itu sangat tidak sopan!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya memutuskan untuk mengitari ruangan tersebut dengan&lt;br /&gt;harapan dapat menemui mereka. Setelah saya mengitari, saya tetap tidak&lt;br /&gt;dapat menemukan mereka. Tapi saya melihat sebuah pintu kamar yang&lt;br /&gt;pintunya sedikit terbuka. Saya mengira mungkin saja mereka berada di&lt;br /&gt;dalam kamar tersebut. Lalu saya membuka sedikit demi sedikit pintu itu&lt;br /&gt;dan betapa terkejutnya saya ketika saya melihat seorang anak perempuan&lt;br /&gt;sedang tertidur dengan daster yang tipis dan hanya menutupi bagian atas&lt;br /&gt;dan bagian selangkangannya, saya bingung harus bagaimana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar otak saya yang sudah kotor melihat pemandangan paha yang&lt;br /&gt;indah, akhirnya saya masuk ke dalam kamar tersebut dan menutup pintu&lt;br /&gt;itu. Saya melihat sekeliling kamar itu, kamar yang luas dan indah,&lt;br /&gt;beberapa helai pakaian SLTP berserakan di tempat tidur, dan foto anak&lt;br /&gt;tersebut dengan Gunawan dan seorang lelaki tua dan wanita tua (mungkin&lt;br /&gt;foto orang tuanya). Anak perempuan yang sangat cantik, manis dan kuning&lt;br /&gt;langsat! lalu saya melangkah lebih dekat lagi, saya melihat beberapa&lt;br /&gt;buku pelajaran sekolah dan tulisan namanya: Elvina kelas 1 C. Masih&lt;br /&gt;kelas 1! berarti usianya baru antara 11-12 tahun. Lalu saya memfokuskan&lt;br /&gt;penglihatan saya ke arah pahanya yang kuning langsat dan indah itu!&lt;br /&gt;Ingin rasanya menjamah paha tersebut tapi saya ragu dan takut. Saya&lt;br /&gt;menaikkan pandangan saya ke arah dadanya dan melihat cetakan pentil&lt;br /&gt;susu di helai dasternya itu. Dadanya masih kecil dan ranum dan saya&lt;br /&gt;tahu dia pasti tidak memakai pakaian dalam (BH atau kutang) di balik&lt;br /&gt;dasternya itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya sangat imut, cantik dan manis! Akhirnya saya memberanikan&lt;br /&gt;diri meraba pahanya dan mengelusnya, astaga..mulus sekali! Lalu saya&lt;br /&gt;menaikkan sedikit lagi dasternya dan terlihatlah sebuah celana dalam&lt;br /&gt;(CD) warna putih. Saya meraba CD anak itu dan menarik sedikit karet&lt;br /&gt;CDnya, lalu saya mengintip ke dalam,.. Astaga! tidak ada bulunya!&lt;br /&gt;Jantung saya berdetak kencang sekali dan keringat dingin mengalir deras&lt;br /&gt;dari tubuh saya. Lalu saya mencium Cdnya, tidak ada bau yang tercium.&lt;br /&gt;Lalu saya menarik sedikit lagi dasternya ke atas dan terlihatlah perut&lt;br /&gt;dan pinggul yang ramping padat dan mulus sekali tanpa ada kotoran di&lt;br /&gt;pusarnya! Luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak porno saya pun sangat kreatif juga, saya memberanikan diri&lt;br /&gt;untuk menarik perlahan-lahan tali dasternya itu, sedikit-seditkit&lt;br /&gt;terlihatlah sebagian dadanya yang mulus dan putih! ingin rasanya&lt;br /&gt;langsung memenggangnya, tapi saya bersabar, lalu saya menarik lagi tali&lt;br /&gt;dasternya ke bawah dan akhirnya terlihatlah pentil Elvina yang bewarna&lt;br /&gt;kuning kecoklatan! Jantung saya kali ini terasa berhenti! Sayapun&lt;br /&gt;merasa tubuh saya menjadi kaku. Jari sayapun mencolek pentilnya dan&lt;br /&gt;memencet dengan lembut payudaranya. Saya melakukankan dengan lembut,&lt;br /&gt;perlahan dan sedikit lama juga, sementara Elvina sendiri masih tertidur&lt;br /&gt;pulas. Setelah puas, saya menjilat dan mengulum pentilnya, terasa&lt;br /&gt;tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar otakku yang sudah gila, saya pun nekat menarik seluruh&lt;br /&gt;dasternya perlahan kearah bawah sampai lepas, sehingga Elvina kini&lt;br /&gt;hanya mengenakan celana dalam (CD) saja! Saya memandangi tubuh Elvina&lt;br /&gt;dengan penuh rasa kagum. Tiba-tiba Elvina sedikit bergerak, saya kira&lt;br /&gt;ia terbangun, ternyata tidak, mungkin sedang mimpi saja. Saya mengelus&lt;br /&gt;tubuh Elvina dari atas hingga pusar/perut. Puas mengelus-elus, saya&lt;br /&gt;ingin menikmati lebih dari itu! Saya menarik perlahan-lahan CD Elvina&lt;br /&gt;ke arah bawah hingga lepas. Kini Elvina telah telanjang bulat! Betapa&lt;br /&gt;indahnya tubuh Elvina ini, gadis kelas 1 SLTP yang amat manis, imut dan&lt;br /&gt;cantik dengan buah dada yang kecil dan ranum serta vaginanya yang belum&lt;br /&gt;ada bulunya sehelaipun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya mengelus bibir vaginanya yang mulus dan lembek dan&lt;br /&gt;sayapun menciumnya. Terasa bau yang khas dari vaginanya itu! Dengan&lt;br /&gt;kedua jari telunjuk saya, saya membuka bibir vaginanya dengan&lt;br /&gt;perlahan-lahan, terlihat dalamnya bewarna kemerah &amp;#150;merahan dengan&lt;br /&gt;daging di atasnya. Saya menjulurkan lidah saya ke arah vaginanya dan&lt;br /&gt;menjilat-jilat vaginanya itu. Saya deg-degan juga melakukan adegan itu.&lt;br /&gt;Saya tahu tindakan saya bisa ketahuan olehnya tapi kejadian ini sulit&lt;br /&gt;sekali untuk dilewatkan begitu saja! Benar dugaan saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat saya sedang asyiknya menjilat vaginanya, Elvina&lt;br /&gt;terbangun! Saya pun terkejut setengah mati! Untung Elvina tidak teriak&lt;br /&gt;tapi hanya menutup buah-dadanya dan vaginanya dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;Mukanya kelihatan takut juga. Elvina lalu berkata " Siapa kamu, apa&lt;br /&gt;yang ingin kamu lakukan?". Saya langsung berpikir keras untuk keluar&lt;br /&gt;dari kesulitan ini! Lalu saya mengatakan kepada Elvina: " Elvina, saya&lt;br /&gt;melakukan ini karena Gunawan yang mengijinkannya!", kataku yang&lt;br /&gt;berbohong. Elvina kelihatan tidak percaya lalu berkata " Tidak mungkin,&lt;br /&gt;Gunawan kakakku!". Pandai juga dia! Tapi saya tidak menyerah begitu&lt;br /&gt;saja. Saya mengatakan lagi " Elvina, saya tahu Gunawan kakakmu tapi dia&lt;br /&gt;punya hutang yang amat besar pada saya, apakah kamu tega melihat&lt;br /&gt;kakakmu terlibat hutang yang amat besar? Apakah kamu tidak kasihan pada&lt;br /&gt;Gunawan?, kalau dia tidak melunasi hutangnya, dia bisa dipenjara "&lt;br /&gt;kataku sambil berbohong. Elvina terdiam sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha menenangkan Elvina sambil mengelus rambutnya. Elvina&lt;br /&gt;tetap terdiam. Sayapun dengan lembut menarik tangannya yang menutupi&lt;br /&gt;kedua buah dadanya. Dia kelihatannya pasrah saja dan membiarkan&lt;br /&gt;tangannya ditarik oleh saya. Terlihat lagi kedua buah dadanya yang&lt;br /&gt;indah dan ranum itu! Saya mencium pipinya dan berkata "Saya akan selalu&lt;br /&gt;mencintaimu, percayalah!". Saya merebahkan tubuhnya dan menarik&lt;br /&gt;tangannya yang lain yang menutupi vaginanya. Akhirnya dia menyerah dan&lt;br /&gt;pasrah saja terhadap saya. Saya tersenyum dalam hati. Saya langsung&lt;br /&gt;buru-buru membuka seluruh pakaian saya untuk segera menuntaskan " tugas&lt;br /&gt;" ini (maklum saja, kalau terlalu lama, transaksi Gunawan dengan Dedy&lt;br /&gt;selesai, sayapun bisa ketahuan, ujung-ujungnya saya bisa saja&lt;br /&gt;terbunuh!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung mencium mulut Elvina dengan rakus. Elvina&lt;br /&gt;kelihatannya belum pernah ciuman sebelumnya karena dia masih kaku. Lalu&lt;br /&gt;saya mencium lehernya dan turun ke arah buah dadanya. Saya menyedot&lt;br /&gt;kedua buah dadanya dengan kencang dan rakus dan meremas-remas kedua&lt;br /&gt;buah dadanya dengan sangat kuat, Elvina kelihatannya kesakitan juga&lt;br /&gt;dengan remasan saya itu, Sayapun menarik-narik kedua pentilnya dengan&lt;br /&gt;kuat! "Sakit Kak " kata Elvina. Saya tidak lagi mendengar rintihan&lt;br /&gt;Elvina. Saya mengulum dan menggigit pentil Elvina lagi sambil tangan&lt;br /&gt;kanan saya meremas kuat pantat Elvina. Setelah puas, saya membalikkan&lt;br /&gt;badan Elvina sehingga Elvina tengkurap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jilat seluruh punggung Elvina sampai ke pantatnya. Saya remas&lt;br /&gt;pantat Elvina kuat-kuat dan saya buka pantatnya hingga terlihat anusnya&lt;br /&gt;yang bersih dan indah. Saya jilat anus Elvina, terasa asin sedikit!&lt;br /&gt;Dengan jari telunjuk saya, saya tusuk-tusuk anusnya, Elvina kelihatan&lt;br /&gt;merintih atas tindakan saya itu. Saya angkat pantat Elvina, saya remas&lt;br /&gt;bagian vagina Elvina sambil ia nungging (posisi saya di belakang&lt;br /&gt;Elvina). Elvina sudah seperti boneka mainan saya saja! Setelah puas,&lt;br /&gt;saya balikkan lagi tubuh Elvina sehingga ia terlentang, saya naik ke&lt;br /&gt;atas kepala Elvina dan menyodorkan penis saya ke mulut Elvina. " Jilat&lt;br /&gt;dan kulum!" kataku. Elvina ragu juga pada awalnya, tapi saya terus&lt;br /&gt;membujuknya dan akhirnya ia menjilat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penis saya terasa enak dan geli juga dijilat olehnya, seperti anak&lt;br /&gt;kecil yang menjilat permen lolipopnya. "Kulum!" kataku, dia lalu&lt;br /&gt;mengulumnya. Saya dorong pantat saya sehingga penis saya masuk lebih&lt;br /&gt;dalam lagi, kelihatannya dia seperti mau muntah karena penis saya&lt;br /&gt;menyentuh kerongkongannya dan mulutnya yang kecil kelihatan sulit&lt;br /&gt;menelan sebagian penis saya sehingga ia sulit bernapas juga. Sambil ia&lt;br /&gt;mengulum penis saya, tangan kanan saya meremas kuat-kuat payudaranya&lt;br /&gt;yang kiri hingga terlihat bekas merah di payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung melepaskan kuluman itu dan menuju ke vaginanya. Saya&lt;br /&gt;jilat vaginanya sepuas mungkin, lidah saya menusuk vaginanya yang merah&lt;br /&gt;pink itu lebih dalam, Elvina menggerak-gerakkan pantatnya kiri-kanan,&lt;br /&gt;atas-bawah, entah karena kegelian atau mungking ia menikmatinya juga.&lt;br /&gt;Sambil menjilat vaginanya, kedua tangan saya meremas-remas pantatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya ingin menjebol vaginanya. Saya naik ke atas tubuh&lt;br /&gt;Elvina, saya sodorkan penis saya ke arah vaginanya. Elvina kelihatan&lt;br /&gt;ketakutan juga, " Jangan kak, saya masih perawan!", Nah ini dia! saya&lt;br /&gt;membujuk Elvina dengan rayuan-rayuan manis. Elvina terdiam pasrah. Saya&lt;br /&gt;tusuk penis saya yang besar itu yang panjangnya 18 cm dan diameter 6 cm&lt;br /&gt;ke vaginanya yang kecil sempit tanpa bulu itu! Sulit sekali awalnya&lt;br /&gt;tapi saya tidak menyerah. Saya lebarkan kedua kakinya hingga ia sangat&lt;br /&gt;mengangkang dan vaginanya sedikit terbuka lagi, saya hentakkan dengan&lt;br /&gt;kuat pantat saya dan akhirnya kepala penis saya yang besar itu berhasil&lt;br /&gt;menerobos vaginanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elvina mencakar tangan saya sambil berkata " sakitt!!" saya tidak&lt;br /&gt;peduli lagi dengan rintihan dan tangisan Elvina! Sudah sepertiga penis&lt;br /&gt;saya yang masuk. Saya dorong-dorong lagi penis saya ke dalam lobang&lt;br /&gt;vaginanya dan akhirnya amblas semua! Dan seperti permainan sex pada&lt;br /&gt;umumnya, saya tarik-dorong, tarik-dorong, tarik-dorong, terus-menerus!&lt;br /&gt;Elvina memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya. Tangan saya tidak&lt;br /&gt;tinggal diam, saya remas kedua buah dadanya dengan sangat kuat hingga&lt;br /&gt;ia kesakitan dan saya tarik-tarik pentilnya yang kuning kecoklatan itu&lt;br /&gt;kuat-kuat! Saya memainkan irama cepat ketika penis saya menghujam&lt;br /&gt;vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru 5 menit saya merasakan cairan hangat membasahi penis saya,&lt;br /&gt;pasti ia mencapai puncak kenikatannya. Setelah bermain 15 menit&lt;br /&gt;lamanya, saya merasakan telah mencapai puncak kenikmatan, saya&lt;br /&gt;tumpahkan air mani saya kedalam vaginanya hingga tumpah ruah. Saya puas&lt;br /&gt;sekali! Saya peluk Elvina dan mencium bibir, kening dan lehernya. Saya&lt;br /&gt;tarik penis saya dan saya melihat ada cairan darah di sprei kasurnya.&lt;br /&gt;Habislah keperawanannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu saya lekas berpakaian karena takut ketahuan. Saya ambil&lt;br /&gt;uang 300.000 rupiah dari saku saya dan saya berikan ke Elvina, "&lt;br /&gt;Elvina, ini untuk uang jajanmu, jangan bilang ke siapa-siapa yah ",&lt;br /&gt;Elvina hanya terdiam saja sambil menundukkan kepala dan menutupi kedua&lt;br /&gt;buah dadanya dengan bantal. Saya langsung keluar kamar dan menunggu&lt;br /&gt;saja di depan pintu masuk. Sekitar 10 menit kemudian Gunawan dan Dedy&lt;br /&gt;turun sambil menggotong lukisan dan patung. Ternyata mereka&lt;br /&gt;transaksinya bukan hanya lukisan dan patung saja tapi termasuk beberapa&lt;br /&gt;barang antik lainnya. Pantasan saja mereka lama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya dan Dedy permisi ke Gunawan dan ke kedua satpam itu.&lt;br /&gt;Kami pergi meninggalkan rumah itu. Dedy puas dengan transaksinya dan&lt;br /&gt;saya puas telah merenggut keperawanan adik Gunawan. Ha ha ha ha ha,&lt;br /&gt;hari yang indah dan takkan terlupakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-4214794122553641864?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/4214794122553641864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/elvina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/4214794122553641864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/4214794122553641864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/elvina.html' title='Elvina'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-111763859221652755</id><published>2009-11-19T01:21:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:21:47.706-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Cinta Seorang BabySitter</title><content type='html'>Ini pengalamanku 4 Tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam telah larut dan jam telah menunjukan pukul 9 malam. Sedari siang&lt;br /&gt;tadi kakakku bersama suaminya menghadiri pertemuan sebuah Network&lt;br /&gt;Marketing dan diteruskan dengan pertemuan khusus para leaders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan suntuk, aku connect ke internet dan berbagai&lt;br /&gt;macam situs aku buka, seperti biasa pasti terdapat banyak situs porno&lt;br /&gt;yang asal nyrobot. Biasanya aku langsung close karena aku enggak enak&lt;br /&gt;dengan kakakku, tetapi malam ini mereka tidak ada dirumah, hanya&lt;br /&gt;bersama dengan seorang baby siters keponakanku, namanya Imah baru&lt;br /&gt;berumur 18 Tahun dan berasal dari Wonosobo. Memang agak kolotan dan&lt;br /&gt;dusun sekali, tetapi kalau aku perhatikan lagi Imah memiliki body yang&lt;br /&gt;lumayan bagus dengan wajah yang tidak terlalu jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami biasa mengobrolkan acara tivi atau terkadang Im-im (panggilan&lt;br /&gt;Imah sehari-hari) aku ajari internet meskipun hasilnya sangat buruk.&lt;br /&gt;Entah kenapa malam ini keinginanku untuk melihat situs porno sangat&lt;br /&gt;besar dan libidoku naik saat aku lihat foto-foto telanjang di internet,&lt;br /&gt;tanpa aku sadari Im-im keluar dari kamar dan berjalan ke arahku entah&lt;br /&gt;sudah berapa lama dia berdiri disampingku ikut memperhatikan foto-foto&lt;br /&gt;telanjang yang ada di monitor komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa enggak malu ya..?" tanya Im-im yang membuatku kaget dan segera&lt;br /&gt;aku ganti situsnya dengan yang "normal". Dengan berusaha tenang, aku&lt;br /&gt;minta Imah mengulangi pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu lho tadi, gambar cewek telanjang yang Mas buat, emangnya nggak malu kalau dilihat orang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Imah sangat lugu dan ndusun kalau soal beginian. Dengan santai aku jawab sembari menyuruhnya duduk disebelahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini Im, ini foto bukan aku yang buat, orang yang buat ini&lt;br /&gt;(sambil aku perlihatkan lagi situs yang memuat foto telanjang tadi),&lt;br /&gt;merekakan model yang dibayar jadi ngapain malu kalau dapat duit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Im-im melihat lebih seksama satu per satu foto telanjang&lt;br /&gt;itu dengan posisi badan agak membungkuk sehingga terlihat jelas bulatan&lt;br /&gt;kenyal panyudaranya, sudah sejak lama aku menikmati pemandangan ini dan&lt;br /&gt;aku sangat terobsesi untuk tidur dengan Im-im. Aku tersentak kaget saat&lt;br /&gt;Imah bertanya soal foto dimana seorang cowok sedang menjilati vagina&lt;br /&gt;cewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa nggak geli ceweknya dijilati kayak gitu terus lagian mau-maunya cowok itu jilatin punya ceweknya padahalkan tempat pipis?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan otak yang sudah kotor aku mulai berfikir bagaimana aku memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gini Im, vaginanya cewek kalau dijilatin oleh cowok malah enak,&lt;br /&gt;memang awalnya geli tapi lama-lama ketagihan ceweknya. Kamu belum&lt;br /&gt;pernah coba kan?" tanyaku pada Im-im sambil tanganku membuka foto-foto&lt;br /&gt;yang lebih hot lagi.&lt;br /&gt;"Belum pernah sama sekali, tapi kalau ciuman bibir dan susuku&lt;br /&gt;diremes sudah pernah, aku takut kalau nanti hamil". (memang Im-im&lt;br /&gt;sangat terbuka tentang pacarnya yang di Bogor dan pernah suatu hari&lt;br /&gt;cerita kalau pacarnya ngajak tidur di hotel tapi Im-im nggak mau).&lt;br /&gt;"Kalau Cuma kayak gitu nggak bakal bikin hamil, gemana kalau kamu&lt;br /&gt;coba, nanti kalau kamu hamil aku mau tanggungjawab dan nggak perlu&lt;br /&gt;bingung soal uang, terus kalau ternyata kamu nggak hamil, kamu nanti&lt;br /&gt;aku ajari gaya-gaya yang ada difoto ini. Gimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Im-im cuma diam sambil lihatin wajahku, sebenarnya aku tahu dia&lt;br /&gt;naksir aku sudah lama tapi karena posisi dia hanya babysiters yang&lt;br /&gt;membuatnya nggak PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar ya.., janji lho?" pintanya dengan sedikit ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan wajah penuh semangat aku bersumpah untuk menepati&lt;br /&gt;janjiku, meskipun aku enggak ada niat untuk menepati janjiku. Aku&lt;br /&gt;putuskan sambungan internet dan mulai "melatih" Im-im dengan diawali&lt;br /&gt;teknik berciuman yang sudah pernah dia rasakan dengan pacarnya,&lt;br /&gt;sentuhan halus bibirnya yang lembut membuatku membalas dengan ganas&lt;br /&gt;hingga tanpa terasa tanganku telah meremas payudara Imah yang memang&lt;br /&gt;masih kencang. Desahan halus mulai muncul saat bibirku menelusuri&lt;br /&gt;lehernya yang agak berbulu seolah Im-im menikmati semua pelatihan yang&lt;br /&gt;aku berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa cumbuan ini kurang nyaman, aku dan Imah pindah ke dalam&lt;br /&gt;kamar Im-im, perlahan aku rebahkan tubuhnya dan bibirku bergantian&lt;br /&gt;menjelajah bibir dan lehernya sedangkan tanganku berusaha membuka kaos&lt;br /&gt;dan BH-nya dan kini separoh tubuh Imah telah bugil membuat libidoku&lt;br /&gt;tidak karuan. Tanpa ada keluhan apapun Imah terus mendesah nikmat dan&lt;br /&gt;tangannya membimbing tangan kiriku meremas teteknya yang bulat&lt;br /&gt;sedangkan payudara kanannya aku lumat dengan bibirku hingga terdengar&lt;br /&gt;jeritan kecil Im-im. Entah berapa lama aku mencumbu bagian atas&lt;br /&gt;tubuhnya dan sebenarnya keinginanku untuk bercinta sudah sangat besar&lt;br /&gt;tetapi aku tahu ini bukan saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan aku turunkan celana pendek dan celana dalamnya bersama&lt;br /&gt;hingga Imah sepenuhnya bugil dan ini yang membuat dia malu. Untuk&lt;br /&gt;membuat Imah tidak merasa canggung aku mencumbunya lebih ganas lagi&lt;br /&gt;sehingga kini Imah mendesah lebih keras lagi dan tangan kanannya&lt;br /&gt;meremas kaosku untuk menyalurkan gairahnya yang mulai memuncak. Bibirku&lt;br /&gt;kini mulai menjalar kebawah menuju vaginanya yang tertutup kumpulan&lt;br /&gt;bulu hitam, perlahan aku angkat kedua pahanya hingga posisi&lt;br /&gt;selakangannya terlihat jelas. Samar-samar terlihat lipatan berwarna&lt;br /&gt;merah di vaginanya dan aku tahu baru aku yang melihat surga dunia milik&lt;br /&gt;Im-im.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bibirku mulai menjilati vaginanya yang mulai banjir dengan&lt;br /&gt;halus agar Im-im tidak merasa geli dan ternyata rencanaku berjalan&lt;br /&gt;lancar, desahan yang tadi menghiasi cumbuanku dengan Imah kini mulai&lt;br /&gt;diselingi lenguhan dan jeritan kecil yang menandakan kenikmatan luar&lt;br /&gt;biasa yang sedang dirasakan babysiters keponakanku. Semakin lama&lt;br /&gt;semakin banyak lendir yang keluar dari kemaluannya yang membuatku lebih&lt;br /&gt;bergairah lagi, tiba-tiba seluruh tubuh Imah kejang dan suara&lt;br /&gt;lenguhannya menjadi gagap sedangkan kedua tangannya meremas kuat&lt;br /&gt;kasurnya. Dengan diiringi lenguhan panjang Imah mencapai klimak,&lt;br /&gt;tubuhnya bergerak tidak beraturan dan aku lihat sepasang teteknya&lt;br /&gt;mengeras sehingga membuatku ingin meremasnya dengan kuat. Setelah&lt;br /&gt;kenikmatannya perlahan turun seiring tenaganya yang habis terkuras&lt;br /&gt;membuat tubuhnya yang bugil menjadi lunglai, dengan kepasrahannya aku&lt;br /&gt;menjadi sangat ingin segera menembus vaginanya dengan penisku yang&lt;br /&gt;sedari tadi sudah tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Imah merasa sangat aneh, bingung aku jelasin rasanya" katanya dengan perlahan.&lt;br /&gt;"Belum pernah aku merasakan hal ini sebelumnya, aku takut kalau&lt;br /&gt;terjadi apa-apa," sambil memelukku erat. Sambil kukecup keningnya, aku&lt;br /&gt;jawab kekhawatiranya.&lt;br /&gt;"Ini yang disebut kenikmatan surga dunia dan kamu baru merasakan&lt;br /&gt;sebagian. Imah nggak perlu takut atau khawatir soal ini, kan aku mau&lt;br /&gt;tanggungjawab kalau kamu hamil," sambil kubalas pelukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas aku lupa libidoku dan berganti dengan perasaan ingin&lt;br /&gt;melindungi seorang cewek, kemudian tanpa disengaja tangan Im-im&lt;br /&gt;menyentuh penisku sehingga membuat penisku kembali menegang. Wajah Imah&lt;br /&gt;tersipu malu saat aku lihat wajahnya yang memerah, kucium bibirnya dan&lt;br /&gt;tanpa menunggu komandoku Im-im membalasnya dengan lebih panas lagi dan&lt;br /&gt;kini Imah terlihat lebih PD dalam mengimbangi cumbuanku. Teteknya aku&lt;br /&gt;remas dengan keras sehingga Im-im mengerang kecil. Kini bajuku dibuka&lt;br /&gt;oleh sepasang tangan yang sedari tadi hanya mampu meremas keras kasur&lt;br /&gt;yang kini sudah acak-acakan spreinya dan aku imbangi dengan melepas&lt;br /&gt;celana pendekku dan segera terlihat penis yang sudah tegang karena aku&lt;br /&gt;terbiasa tidak memakai CD saat dirumah. Melihat pemandangan itu, Imah&lt;br /&gt;malu dan menjadi sangat kikuk saat tangannya aku bimbing memegang&lt;br /&gt;penisku dan setelah terbiasa dengan pemandangan ini aku membuat gaya 69&lt;br /&gt;dengan Imah berada diatas yang membuatnya lebih leluasa menelusuri&lt;br /&gt;penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama aku bujuk untuk mengulumnya, akhirnya Im-im&lt;br /&gt;mau melakukan dan menjadi sangat menikmati, sedangkan aku terus&lt;br /&gt;menghujani vaginanya dengan jilatan lidahku yang memburunya dengan&lt;br /&gt;ganas. Karena tidak kuat menahan rasa nikmat yang menyerang seluruh&lt;br /&gt;tubuhnya, Im-im tak mampu meneruskan kulumannya dan lebih memilih&lt;br /&gt;menikmati jilatan lidahku di vaginanya dan aku tahu Imah menginginkan&lt;br /&gt;kenikmatan yang lebih lagi sehingga tubuh bugilnya aku rebahkan&lt;br /&gt;sedangkan kini tubuhku menindihnya sembari aku teruskan bibirku&lt;br /&gt;menjelajahi bibirnya yang memerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tanganku menuntun tangan kanan Im-im untuk memegang&lt;br /&gt;penisku hingga berada tepat di depan mulut vaginanya, aku gosok-gosok&lt;br /&gt;penisku di lipatan vaginanya dan mengakibatkan sensasi yang&lt;br /&gt;menyenangkan, erat sekali tangannya memelukku sambil telus mengerang&lt;br /&gt;nikmat tanpa memperdulikan lagi suaranya yang mulai parau. Vaginanya&lt;br /&gt;semakin basah dan perlahan penisku yang tidak terlalu besar mendesak&lt;br /&gt;masuk ke dalam vaginanya dan usahaku tidak begitu berhasil karena hanya&lt;br /&gt;bisa memasukkan kepala penisku. Perlahan aku mencoba lagi dan dengan&lt;br /&gt;inisiatif Im-im yang mengangkat kedua kakinya hingga selakangannya&lt;br /&gt;lebih terbuka lebar yang membuatku lebih leluasa menerobos masuk&lt;br /&gt;vaginanya dan ternyata usahaku tidak sia-sia. Dengan sedikit menjerit&lt;br /&gt;Imah mengeluh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh.., sakit. Pelan-pelan dong" dengan terbata-bata dan lemah&lt;br /&gt;kata-kata yang keluar dari mulutnya. Saat seluruh penisku telah masuk&lt;br /&gt;semua, aku diam sejenak untuk merasakan hangatnya lubang vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan aku gerakkan penisku keluar-masuk liang vaginanya hingga&lt;br /&gt;menjadi lebih lancar lagi, semakin lama semakin kencang aku gerakkan&lt;br /&gt;penisku hingga memasuki liang paling dalam. Berbagai rancauan yang aku&lt;br /&gt;dan Imah keluarkan untuk mengekspresikan kenikmatan yang kami alami&lt;br /&gt;sudah tidak terkendali lagi, hampir 15 menit aku menggenjot vaginanya&lt;br /&gt;yang baru pertama kali dimasuki penis hingga aku merasa seluruh syaraf&lt;br /&gt;kenikmatanku tegang. Rasa nikmat yang aku rasakan saat spermaku keluar&lt;br /&gt;dan memasuki lubang vaginanya membuat seluruh tubuhku menegang, aku&lt;br /&gt;lumat habis bibirnya yang memerah hingga Im-im dan kedua tanganku&lt;br /&gt;meremas teteknya yang mengeras. Akhirnya aku bisa merasakan tubuh Im-im&lt;br /&gt;yang lama ada dianganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua tergolek lemah seolah tubuhku tak bertulang, kupeluk&lt;br /&gt;tubuh Imah dengan erat agar dia tidak galau dan setelah tenagaku pulih&lt;br /&gt;aku berusaha memakaikan baju padanya karena Im-im tidak mampu berdiri&lt;br /&gt;lagi. Saat aku hendak mengenakan CD aku lihat sedikit bercak merah&lt;br /&gt;dipahanya dan aku bersihkan dengan CD ku agar Im-im tidak tahu kalau&lt;br /&gt;perawannya sudah aku renggut tanpa dia sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua melakukan hal itu berulangkali dan Imah semakin pintar&lt;br /&gt;memuaskanku dan selama ini dia tidak hamil yang membuatnya sangat PD.&lt;br /&gt;Tanpa disadari 2 tahun aku menikmati tubuhnya gratis meskipun kini Imah&lt;br /&gt;tidak menjadi babysiters keponakanku sebab kakakku telah pindah rumah&lt;br /&gt;mengikuti suaminya yang dipindah tugaskan ke daerah lain. Sekarang&lt;br /&gt;Im-im menjadi penjaga rumahku dan sekaligus pemuas nafsuku saat&lt;br /&gt;pacar-pacarku tidak mau aku ajak bercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat lebaran seperti biasa Imah pulang kampung selama 2 minggu dan&lt;br /&gt;yang membuatku kaget dia membawa seorang cewek sebaya dengan Imah dan&lt;br /&gt;bernama Dina yang merupakan sepupunya. Memang lebih cantik dan lebih&lt;br /&gt;seksi dari Imah yang membuatku berpikir kotor saat melihat tubuh yang&lt;br /&gt;dimiliki Dina yang lugu seperti Imah 2 tahun lalu. Pada malam harinya,&lt;br /&gt;setelah kami melepas rasa kangen dengan bercinta hampir 2 jam, Imah&lt;br /&gt;tiba-tiba menjadi serius saat dia mengutarakan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, aku sudah 2 tahun melayani Mas untuk membereskan urusah rumah&lt;br /&gt;dan juga memberikan kepuasan diranjang seperti yang aku berikan saat&lt;br /&gt;ini," Imah terdiam sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin tahu, apakah ada keinginan Mas untuk menikahiku meskipun sampai saat ini aku tidak hamil. Apa Mas mau menikahiku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhenyak dan diam saat disodori pertanyaan yang tidak pernah&lt;br /&gt;terlintas sedikitpun selama 2 tahun ini. Lama aku terdiam dan tidak&lt;br /&gt;tahu mau berkata apa dan akhirnya Imah meneruskan perkataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Imah tahu kalau Mas nggak ada keinginan untuk menikahiku dan aku&lt;br /&gt;nggak menuntut untuk menjadi suamiku, 2 tahun ini aku merasa sangat&lt;br /&gt;bahagia dan sebelum itu aku telah mencintai Mas dan menjadi semakin&lt;br /&gt;besar saat aku tahu Mas sangat perhatian denganku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imah terdiam lagi dan aku memeluknya erat penuh rasa sayang dan Imah pun membalas pelukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi.., aku ingin lebih dari ini. Aku ingin bisa menikmati cinta&lt;br /&gt;dan kasih sayang seorang suami dan itu yang membuatku menerima pinangan&lt;br /&gt;seorang pria yang rumahnya tidak jauh dari desaku." Aku terhenyak dan&lt;br /&gt;menjadi lebih bingung lagi dan belum bisa menerima kabar yang&lt;br /&gt;benar-benar mengagetkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua hanya bisa diam dan tanpa terasa meleleh air mataku dan&lt;br /&gt;aku baru merasa bahwa aku ternyata benar-benar menginginkannya, namun&lt;br /&gt;ternyata sudah terlambat. Keesokan harinya aku mengantar Imah ke&lt;br /&gt;terminal untuk kembali pulang ke desanya dan menikah dengan seorang&lt;br /&gt;duda tanpa anak, menurutnya calon suaminya akan menerimanya meskipun&lt;br /&gt;dia sudah tidak perawan. Dengan langkah gontai aku kembali ke mobilku&lt;br /&gt;dan melalui hari-hariku tanpa Imah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-111763859221652755?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/111763859221652755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/cinta-seorang-babysitter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/111763859221652755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/111763859221652755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/cinta-seorang-babysitter.html' title='Cinta Seorang BabySitter'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-3968680736953388310</id><published>2009-11-19T01:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:20:50.125-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Cerita Tak terlupakan</title><content type='html'>Hingga&lt;br /&gt;kini, kisah ini masih sering terlintas dalam benak dan pikiranku. Entah&lt;br /&gt;suatu keberuntungankah atau kepedihan bagi si pelaku. Yang jelas dia&lt;br /&gt;sudah mendapatkan pengalaman berharga dari apa yang dialaminya. Sebut&lt;br /&gt;saja namaya si Jo. Berasal dari kampung yang sebenarnya tidak jauh-jauh&lt;br /&gt;sekali dari kota Y. Di kota Y inilah dia numpang hidup pada seorang&lt;br /&gt;keluarga kaya. Suami istri berkecukupan dengan seorang lagi pembantu&lt;br /&gt;wanita Inah, dengan usia kurang lebih diatas Jo 2-3 tahun. Jo sendiri&lt;br /&gt;berumur 15 tahun jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari nyonya majikannya yang masih muda, Ibu Rhieny atau biasa&lt;br /&gt;mereka memanggil Bu Rhien, mendekati mereka berdua yang tengah sibuk di&lt;br /&gt;dapur yang terletak di halaman belakang, di depan kamar si Jo.&lt;br /&gt;"Inah.., besok lusa Bapak hendak ke Kalimantan lagi. Tolong&lt;br /&gt;siapkan pakaian secukupnya jangan lupa sampai ke kaos kakinya segala.."&lt;br /&gt;perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kira-kira berapa hari Bu..?" tanya Inah hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cukup lama.. mungkin hampir satu bulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah Bu.." tukas Inah mahfum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Rhien segera berlalu melewati Jo yang tengah membersihkan&lt;br /&gt;tanaman di pekarangan belakang tersebut. Dia mengangguk ketika Jo&lt;br /&gt;membungkuk hormat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Rhien majikannya itu masih muda, paling tua mungkin sekitar 30&lt;br /&gt;tahunan, begitu Inah pernah cerita kepadanya. Mereka menikah belum lama&lt;br /&gt;dan termasuk lambat karena keduanya sibuk di study dan pekerjaan. Namun&lt;br /&gt;setelah menikah, Bu Rhien nampaknya lebih banyak di rumah. Walaupun&lt;br /&gt;sifatnya hanya sementara, sekedar untuk jeda istirahat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perawakan langsing, dada tidak begitu besar, hidung mancung,&lt;br /&gt;bibir tipis dan berkaca mata serta kaki yang lenjang, Bu Rhien terkesan&lt;br /&gt;angkuh dengan wibawa intelektualitas yang tinggi. Namun kelihatan kalau&lt;br /&gt;dia seorang yang baik hati dan dapat mengerti kesulitan hidup orang&lt;br /&gt;lain meski dalam proporsi yang sewajarnya. Dengan kedua pembantunya pun&lt;br /&gt;tidak begitu sering berbicara. Hanya sesekali bila perlu. Namun Jo tahu&lt;br /&gt;pasti Inah lebih dekat dengan majikan perempuannya, karena mereka&lt;br /&gt;sering bercakap-cakap di dapur atau di ruang tengah bila waktunya&lt;br /&gt;senggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kepergian Bapak ke Kalimantan, Jo tanpa sengaja menguping pembicaraan kedua wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itulah Nah.. kadang-kadang belajar perlu juga.." suara Bu Rhien terdengar agak geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di kampung memang terus terang saya pernah Bu.." Inah nampak agak bebas menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O ya..?"&lt;br /&gt;"Iya.. kami.. sst.. pss.." dan seterusnya Jo tidak dapat lagi&lt;br /&gt;menangkap isi pembicaraan tersebut. Hanya kemudian terdengar tawa&lt;br /&gt;berderai mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jo mulai lupa percakapan yang menimbulkan tanda tanya tersebut&lt;br /&gt;karena kesibukannya setiap hari. Membersihkan halaman, merawat tanaman,&lt;br /&gt;memperbaiki kondisi rumah, pagar dan sebagainya yang dianggap perlu&lt;br /&gt;ditangani. Hari demi hari berlalu begitu saja. Hingga suatu sore, Jo&lt;br /&gt;agak terkejut ketika dia tengah beristirahat sebentar di kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba pintu terbuka, "Kriieet.. Blegh..!" pintu itu segera menutup lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihadapannya kini Bu Rhien, majikannya berdiri menatapnya dengan pandangan yang tidak dapat ia mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jo.." suaranya agak serak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan kaget.. nggak ada apa-apa. Ibu hanya ada perlu sebentar.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Bu..!" Jo cepat-cepat mengenakan kaosnya.&lt;br /&gt;Barusan dia hanya bercelana pendek. Bu Rhien diam dan memberi&lt;br /&gt;kesempatan Jo mengenakan kaosnya hingga selesai. Nampaknya Bu Rhien&lt;br /&gt;sudah dapat menguasai diri lagi. Dengan mimik biasa dia segera&lt;br /&gt;menyampaikan maksud kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm..," dia melirik ke pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu minta kamu nggak usah cerita ke siapa-siapa. Ibu hanya perlu meminjam sesuatu darimu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia segera melemparkan sebuah majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat dan cepatlah ikuti perintah Ibu..!" suara Bu Rhien agak menekan.&lt;br /&gt;Agak gelagapan Jo membuka majalah tersebut dan terperangah&lt;br /&gt;mendapati berbagai gambar yang menyebabkan nafasnya langsung memburu.&lt;br /&gt;Meski orang kampung, dia mengerti apa arti semua ini. Apalagi jujur dia&lt;br /&gt;memang tengah menginjak usia yang sering kali membuatnya terbangun di&lt;br /&gt;tengah malam karena bayangan dan hawa yang menyesakkan dada bila baru&lt;br /&gt;nonton TV atau membaca artikel yang sedikit nyerempet ke arah "itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus diamatinya Bu Rhien yang tengah bergerak menuju pintu.&lt;br /&gt;Beliau mengenakan kaos hijau ketat, sementara bawahannya berupa rok&lt;br /&gt;yang agak longgar warna hitam agak berkilat entah apa bahannya. Segera&lt;br /&gt;tangan putih mulus itu menggerendel pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian.., "Berbaringlah Jo.. dan lepaskan celanamu..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak ragu Jo mulai membuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalemannya juga.." agak jengah Bu Rhien mengucapkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat malu Jo melepaskan CD-nya. Sejenak kemudian terpampanglah alat pribadinya ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dari pikiran Jo, ternyata Bu Rhien tidak segera ikut membuka&lt;br /&gt;pakaiannya. Dengan wajah menunduk tanpa mau melihat ke wajahnya, dia&lt;br /&gt;segera bergerak naik ke atas tubuhnya. Jo merasakan desiran hebat&lt;br /&gt;ketika betis mereka bersentuhan.&lt;br /&gt;Naik lagi.. kini Jo bisa merasakan halusnya paha majikannya itu&lt;br /&gt;bersentuhan dengan paha atasnya. Naik lagi.. dan.. Jo merasakan seluruh&lt;br /&gt;tulang belulangnya kena setrum ribuan watt ketika ujung alat pribadinya&lt;br /&gt;menyentuh bagian lunak empuk dan basah di pangkal paha Bu Rhien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memperlihatkan sedikitpun bagian tubuhnya, Bu Rhien nampaknya&lt;br /&gt;hendak melakukan persetubuhan dengannya. Jo menghela nafas dan menelan&lt;br /&gt;ludah ketika tangan lembut itu memegang alatnya dan, "Bleesshh..!"&lt;br /&gt;Dengan badan bergetar antara lemas dan kaku, Jo sedikit mengerang&lt;br /&gt;menahan geli dan kenikmatan ketika barangnya dilumat oleh daging hangat&lt;br /&gt;nan empuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masih menunduk Bu Rhien mulai menggoyangkan pantatnya.&lt;br /&gt;Tangannya menepis tangan Jo yang secara naluriah hendak merengkuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hhh.. ehh.. sshh.. " kelihatan Bu Rhien menahan nafasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aakh.. Bu.. saya.. saya nggak tahan.." Jo mulai mengeluh.&lt;br /&gt;"Tahann sebentar.. sebentar saja..!" Bu Rhien nampak agak marah&lt;br /&gt;mengucapkan itu, keringatnya mulai bermunculan di kening dan hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekuat tenaga Jo menahan aliran yang hendak meledak di ujung&lt;br /&gt;peralatannya. Di atasnya Bu Rhien terus berpacu.. bergerak semakin liar&lt;br /&gt;hingga dipan tempat mereka berada ikut berderit-derit. Makin lama&lt;br /&gt;semakin cepat dan akhirnya nampak Bu Rhien mengejang, kepalanya&lt;br /&gt;ditengadahkan ke atas memperlihatkan lehernya yang putih berkeringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaahhkhh..!"&lt;br /&gt;Sejurus kemudian dia berhenti bergoyang. Lemas terkulai namun tetap&lt;br /&gt;pada posisi duduk di atas tubuh Jo yang masih bergetar menahan rasa.&lt;br /&gt;Nafasnya masih memburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, "Pleph..!" tiba-tiba Bu Rhien mencabut pantatnya dari tubuh Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia segera berdiri, merapihkan rambutnya dan roknya yang tersingkap sebentar.&lt;br /&gt;Kemudian, "Jangan cerita kepada siapapun..!" tandasnya, "Dan bila&lt;br /&gt;kamu belum selesai, kamu bisa puaskan ke Inah.. Ibu sudah bicara&lt;br /&gt;dengannya dan dia bersedia.." tukasnya cepat dan segera berjalan ke&lt;br /&gt;pintu lalu keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jo terhenyak di atas kasurnya. Sejenak dia berusaha menahan degup&lt;br /&gt;jantungnya. Diambilnya nafasdalam-dalam. Sambil sekuat tenaga meredam&lt;br /&gt;denyutan di ujung penisnya yang terasa mau menyembur cepat itu. Setelah&lt;br /&gt;bisa tenang, dia segera bangkit, mengenakan pakaiannya kemudian&lt;br /&gt;berbaring. nafasnya masih menyisakan birahi yang tinggi namun&lt;br /&gt;kesadarannya cepat menjalar di kepalanya. Dia sadar, tak mungkin dia&lt;br /&gt;menuntut apapun pada majikan yang memberinya hidup itu. Namun sungguh&lt;br /&gt;luar biasa pengalamannya tersebut. Tak sedikitpun terpikir, Bu rhien&lt;br /&gt;yang begitu berwibawa itu melakukan perbuatan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dada Jo agak berdesir teringat ucapan Bu Rhien tentang Inah.&lt;br /&gt;Terbayang raut wajah Inah yang dalam benaknya lugu, tetapi kenapa mau&lt;br /&gt;disuruh melayaninya..? Jo menggelengkan kepala.. Tidak..! biarlah&lt;br /&gt;perbuatan bejat ini antara aku dan Bu Rhien. Tak ingin dia melibatkan&lt;br /&gt;orang lain lagi. Perlahan tapi pasti Jo mampu mengendapkan segala&lt;br /&gt;pikiran dan gejolak perasaannya. Beberapa menit kemudian dia terlelap,&lt;br /&gt;hanyut dalam kenyamanan yang tanggung dan mengganjal dalam tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan Bu Rhien berlanjut tiap kali suaminya tidak ada di rumah.&lt;br /&gt;Selalu dan selalu dia meninggalkan Jo dalam keadaan menahan gejolak&lt;br /&gt;yang menggelegak tanpa penyelesaian yang layak. Beberapa kali Jo hendak&lt;br /&gt;meneruskan hasratnya ke Inah, tetapi selalu diurungkan karena dia&lt;br /&gt;ragu-ragu, apakah semuanya benar-benar sudah diatur oleh majikannya&lt;br /&gt;atau hanyalah alasan Bu Rhien untuk tidak memberikan balasan pelayanan&lt;br /&gt;kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya pada suatu malam yang dingin, di luar gerimis dan&lt;br /&gt;terdengar suara-suara katak bersahutan di sungai kecil belakang rumah&lt;br /&gt;dengan rythme-nya yang khas dan dihafal betul oleh Jo. Dia agak&lt;br /&gt;terganggu ketika mendengar daun pintu kamarnya terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kriieet..!" ternyata Bu Rhien.&lt;br /&gt;Nampak segera melangkah masuk kamar. Malam ini beliau mengenakan&lt;br /&gt;daster merah jambu bergambar bunga atau daun-daun apa Jo tidak jelas&lt;br /&gt;mengamatinya. Karena segera dirasakannya nafasnya memburu,&lt;br /&gt;kerongkongannya tercekat dan ludahnya terasa asin. Wajahnya terasa&lt;br /&gt;tebal tak merasakan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak terburu-buru Bu Rhien segera menutup pintu. Tanpa bicara&lt;br /&gt;sedikitpun dia menganggukkan kepalanya. Jo segera paham. Dia segera&lt;br /&gt;menarik tali saklar di kamarnya dan sejenak ruangannya menjadi&lt;br /&gt;remang-remang oleh lampu 5 watt warna kehijauan. Sementara menunggu Jo&lt;br /&gt;melepas celananya, Bu rhien nampak menyapukan pandangannya ke seantero&lt;br /&gt;kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm.. anak ini cukup rajin membersihkan kamarnya.." pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi segera terhenti ketika dilihatnya "alat pemuasnya" itu sudah siap.&lt;br /&gt;Dan.., kejadian itu terulang kembali untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;Setelah selesai Bu Rhien segera berdiri dan merapihkan pakaiannya. Dia&lt;br /&gt;hendak beranjak ketika tiba-tiba teringat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh Ibu lupa.." terhenti sejenak ucapannya.&lt;br /&gt;Jo berpikir keras.. kurang apa lagi..? Jujur dia mulai tidak tahan&lt;br /&gt;mengatasi nafsunya tiap kali ditinggal begitu saja, ingin sekali dia&lt;br /&gt;meraih pinggang sexy itu tiap kali hendak keluar dari pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutnya, "Hmm.. Inah pulang kampung pagi tadi.." dengan wajah agak masam Bu Rhien segera mengurungkan langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya tidak adil kalau hanya Ibu yang dapat. Sementara kamu tertinggal begitu saja karena tidak ada Inah.."&lt;br /&gt;Jo hampir keceplosan bahwa selama ini dia tidak pernah melanjutkan&lt;br /&gt;dengan Inah. Tapi mulutnya segera dikuncinya kuat-kuat. Dia merasa Bu&lt;br /&gt;Rhien akan memberinya sesuatu. Ternyata benar.. Perempuan itu segera&lt;br /&gt;menyuruhnya berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terpaksa Ibu melayani kamu malam ini. Tapi ingat.., jangan sentuh&lt;br /&gt;apapun. Kamu hanya boleh melakukannya sesuai dengan yang Ibu lakukan&lt;br /&gt;kepadamu.."&lt;br /&gt;Kemudian Bu Rhien segera duduk di tepi ranjang. Dirainya bantal&lt;br /&gt;untuk ganjal kepalanya. Sejuruskemudian dia membuka pahanya. Matanya&lt;br /&gt;segera menatap Jo dan memberinya isyarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;".." Jo tergagap. Tak mengira akan diberi kesempatan seperti itu.&lt;br /&gt;Dalam cahaya kamar yang minim itu dadanya berdesir hebat melihat&lt;br /&gt;sepasang paha mulus telentang. Di sebelah atas sana nampak dua bukit&lt;br /&gt;membuncah di balik BH warna krem yang muncul sedikit di leher daster.&lt;br /&gt;Dengan pelan dia mendekat. Kemudian dengan agak ragu selangkangannya&lt;br /&gt;diarahkan ke tengah diantara dua belah paha mulus itu. Nampak Bu Rhien&lt;br /&gt;memalingkan wajah ke samping jauh.. sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Degh.. degh.." Jo agak kesulitan memasukkan alatnya.&lt;br /&gt;Karena selama ini dia memang pasif. Sehingga tidak ada pengalaman&lt;br /&gt;memasukkan sama sekali. Tapi dia merasakan nikmat yang luar biasa&lt;br /&gt;ketika kepala penisnya menyentuh daging lunak dan bergesekan dengan&lt;br /&gt;rambut kemaluan Bu Rhien yang tebal itu. Hhh..! Nikmat sekali. Bu Rhien&lt;br /&gt;menggigit bibir. Ingin rasanya menendang bocah kurang ajar ini. Tapi&lt;br /&gt;dia segera menyadari ini semua dia yang memulai. Badannya menggelinjang&lt;br /&gt;menahan geli ketika dengan agak paksa namun tetap pelan Jo berhasil&lt;br /&gt;memasukkan penisnya (yang memang keras dan lumayan itu) ke peralatan&lt;br /&gt;rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian Jo secara naluriah mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Clep.. clep.. clep..!" bunyi penisnya beradu dengan vagina Bu Rhien yang basah belum dicuci setelah persetubuhan pertama tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Plak.. plak.. plakk..," kadang Jo terlalu kuat menekan sehingga pahanya beradu dengan paha putih mulus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. enak sekali.." pikir Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasakan kenikmatan yang lebih lagi dengan posisi dia yang aktif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ehh.. shh.. okh..," Jo benar-benar tak kuasa lagi menutupi rasa nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir beberapa menit lamanya keadaan berlangsung seperti itu.&lt;br /&gt;Sementara Jo selintas melirik betapa wajah Bu rhien mulai memerah.&lt;br /&gt;Matanya terpejam dan dia melengos ke kiri, kadang ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hkkhh.." Bu Rhien berusaha menahan nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya dia berfikir pelayanannya hanya akan sebentar karena dia tahu anak ini pasti sudah diujung "konak"-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata, "Huoohh..," Bu Rhien merasakan otot-otot kewanitaannya tegang lagi menerima gesekan-gesekan kasar dari Jo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak terbangkitkan nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jo terus bergoyang, berputar, menyeruduk, menekan dan mendorong&lt;br /&gt;sekuat tenaga. Dia benar-benar sudah lupa siapa wanita yang&lt;br /&gt;dihadapannya ini. yang terfikir adalah keinginan untuk cepat&lt;br /&gt;mengeluarkan sesuatu yang terasa deras mengalir dipembuluh darahnya dan&lt;br /&gt;ingin segeradikeluarkannya ..!!"Ehh.." Bu Rhien tak mampu lagi&lt;br /&gt;membendung nafsunya.&lt;br /&gt;Daster yang tadinya dipegangi agar tubuhnya tidak banyak&lt;br /&gt;tersingkap itu terlepas dari tangannya, sehingga kini tersingkap jauh&lt;br /&gt;sampai ke atas pinggang. Melihat pemandangan ini Jo semakin terangsang.&lt;br /&gt;Dia menunduk mengamati alatnya yang serba hitam, kontras dengan tubuh&lt;br /&gt;putih mulus di depannya yang mulai menggeliat-geliat, sehingga&lt;br /&gt;menyebabkan batang kemaluannya semakin teremas-remas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. aduh.. Bu..," Jo mengerang pelan penuh kenikmatan.&lt;br /&gt;Yang jelas Bu Rhien tak akan mendengarnya karena beliau sendiri&lt;br /&gt;tengah berjuang melawan rangsangan yang semakin dekat ke puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Okh.. hekkhh.." Bu Rhien menegang, sekuat tenaga dia menahan diri, tapi sodokan itubenar-benar kuat dan tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam dia kagum dengan stamina anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya karena sudah tidak mampu lagi menahan, Bu Rhien segera&lt;br /&gt;mengapitkan kedua pahanya, tanganya meraih sprei, meremasnya, dan..,&lt;br /&gt;"Aaakkhh..!" dia mengerang nikmat. Orgasmenya yang kedua dari si Jo&lt;br /&gt;malam ini. Sementara si Jo pun sudah tak tahan lagi. Saat paha mulus&lt;br /&gt;itu menjepit pinggangnya dan kemudian pantat wanita itu diangkat,&lt;br /&gt;penisnya benar-benar seperti dipelintir hingga, "Cruuth..! crut..&lt;br /&gt;crut..!" memancar suatu cairan kental dari sana. Jo merasakan nikmat&lt;br /&gt;yang luar biasa. Seperti kencing namun terasa enak campur gatal-gatal&lt;br /&gt;gimana."Ohk.. ehh.. hh," Jo terkulai. Tubuhnya bergetar dan dia segera&lt;br /&gt;mundur dan mencabut penisnya kemudian terhenyak duduk di kursi sebelah&lt;br /&gt;meja di kamarnya. Wajahnya menengadah sementara secara alamiah&lt;br /&gt;tangannya terus meremas-remas penisnya, menghabiskan sisa cairan yang&lt;br /&gt;ada disana. Ooohh.. enak sekali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ranjang Bu Rhien telentang lemas. Benar-benar nikmat&lt;br /&gt;persetubuhan yang kedua ini. Beberapa saat dia terkulai seakan tak&lt;br /&gt;sadar dengan keadaannya. Bongkahan pantatnya yang mengkal dan mulus itu&lt;br /&gt;ter-expose dengan bebas. Rasanya batang kenyal nan keras itu masih&lt;br /&gt;menyumpal celah vaginanya. Memberinya sengatan dan sodokan-sodokan yang&lt;br /&gt;nikmat. Jo menatap tubuh indah itu dengan penuh rasa tak percaya.&lt;br /&gt;Barusan dia menyetubuhinya, sampai dia juga mendapatkan kepuasan.&lt;br /&gt;Benarkah..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu setelah sadar, Bu Rhien segera bangkit. Dia membenahi&lt;br /&gt;pakaiannya. Terlintas sesuatu yang agak aneh dengan anak ini. Tadi dia&lt;br /&gt;merasa betapa panas pancaran sperma yang disemburkannya. Seperti air&lt;br /&gt;mani laki-laki yang baru pernah bersetubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa jam biasanya kamu melakukan ini dengan Inah, Jo..?" tanya Bu Rhien menyelidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jo terdiam. Apakah beliau tidak akan marah kalau dia berterus terang..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa diam..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jo menghela nafas, "Maaf Bu.. belum pernah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah..!? Jadi selama ini kamu..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Bu. Saya hanya diam saja setelah Ibu pergi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oo..," Bu Rhien melongo.&lt;br /&gt;Sungguh tidak diduga sama sekali kalau itu yang selama ini terjadi.&lt;br /&gt;Alangkah tersiksanya selama ini kalau begitu. Aku ternyata egois juga.&lt;br /&gt;Tapi..?, masa aku harus melayaninya. Apapun dia kan hanya pembantu. Dia&lt;br /&gt;hanya butuh batang muda-nya saja untuk memenuhi hasrat sex-nya yang&lt;br /&gt;menggebu-gebu terus itu. Selama ini bahkan suami dan pacar-pacarnya&lt;br /&gt;dulu tak pernah mengetahuinya. Ini rahasia yang tersimpan rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm.. baiklah. Ibu minta kamu jangan ceritakan ke siapapun.&lt;br /&gt;Sebenarnya Ibu sudah bicara sama Inah mengenai masalah ini. Tapi&lt;br /&gt;rupanya kalian tidak nyambung. Ya sudah.. yang penting sekali lagi,&lt;br /&gt;pegang rahasia ini erat-erat.. mengerti..?" kembali suaranya berwibawa&lt;br /&gt;dan bikin segan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengerti Bu..," Jo menjawab penuh rasa rikuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Bu Rhien keluar kamar dan Jo segera melemparkan badannya ke kasur. Penat, lelah, namunnikmat dan terasa legaa.. sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-3968680736953388310?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/3968680736953388310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/cerita-tak-terlupakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/3968680736953388310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/3968680736953388310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/cerita-tak-terlupakan.html' title='Cerita Tak terlupakan'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-4699480888920730623</id><published>2009-11-19T01:18:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:19:13.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Cerita Indah Untuk teman</title><content type='html'>Namaku&lt;br /&gt;Kasan aku punya kisah indah pada tahun 1979. Usia saya boleh dibilang&lt;br /&gt;masih cukup muda untuk mengenal yang namanya bercinta. Saya baru&lt;br /&gt;berumur 13 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mempunyai seorang tetangga cewek dia bernama Ita. Dari bentuk&lt;br /&gt;tubuhnya boleh dijamin semua laki-laki yang melihatnya pasti akan&lt;br /&gt;berdecak kagum. Semlohai kata orang. Dia tingginya yaach kira-kira 155&lt;br /&gt;cm, dan berat 48, pokoknya ideallah. Lebih ideal lagi ternyata&lt;br /&gt;payudaranya wah ukuran gedhe (king size). Wajahnya lumayan enggak&lt;br /&gt;jelek-jelek amat walaupun tidak berkategori cantik juga sih, tapi&lt;br /&gt;bodinya sangat semlohai, bahenol kata cowok-cowok yang memandangnya.&lt;br /&gt;Setiap cowok pingiin dekat sama si Ita. Berbagai upaya dilakukan oleh&lt;br /&gt;beberapa cowok, engga ada yang berhasil mendekatinya. Hanya heran saya&lt;br /&gt;itu, ternyata dia ada perhatian sama saya, maklumlah tetangga dekat dan&lt;br /&gt;cukup handsome lagi, sehingga inilah kemenangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ketika dia sedang mandi di sumur wajar sajalah karena&lt;br /&gt;orang desa engga punya kamar mandi, saya pas berada di dekat sumur itu,&lt;br /&gt;maka kesempatan bagi saya untuk melongok tubuhnya. Ternyata benar-benar&lt;br /&gt;wah, payudaranya, tengah-tangah pahanya yang mulai ditumbuhi bulu-bulu&lt;br /&gt;halus dan pinggulnya bak vespa! Saya sangat bersemangat mengintip dia&lt;br /&gt;mandi, karena asyiknya dia mandi engga tahu bila kuperhatikan.Oh betapa&lt;br /&gt;bahenolnya dia, melebihi bintang film India. Bahkan Ratna Sari Dewi pun&lt;br /&gt;kalah sebagai madame de syuga, Ita pantas mendapat julukan madame de&lt;br /&gt;syurga. Ini setelah kejadianku dengannya yang cukup asyik sehingga&lt;br /&gt;ingin aku berbagi cerita.., pengin tahu? terusain ajaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, hujan rintik-rintik. Dia cerita bila dia pingin&lt;br /&gt;ditemani di rumahnya karena semua anggota keluarganya sedang pergi ke&lt;br /&gt;tempat neneknya yang baru hajatan. Biasanya setiap dia sendiri pasti&lt;br /&gt;minta sayalah yang menemani di rumahnya. Pernah saat saya sedang&lt;br /&gt;berusaha mendekati dan meraih tubuhnya, ee dia teriak, dan sayapun&lt;br /&gt;gagal menjamah tubuh semlohainya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pamit pada orang tua saya dan ternyata diijinkan tanpa ada&lt;br /&gt;kecurigaan apa-apa. Saat itu jam dua siang, tapi cuaca yang mendung&lt;br /&gt;kelihatan seperti sudah jam enam petang. Dengan senang hati saya masuk&lt;br /&gt;ke rumahnya lalu pintu saya kunci pakai palang kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho kok dikunci?" dia bertanya&lt;br /&gt;" Ya .. biar amanlah, soalnya saya kan masih kecil, nanti kalau ada&lt;br /&gt;maling saya takut sehingga biar engga ada orang lain masuk .. yaa..&lt;br /&gt;kukunci saja. Engga apa-pa khan? " komentarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya.. ya.. sudah duduk dulu saya tak membuat minum " sahutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Wah terima kasih " jawabku.&lt;br /&gt;Maka dia pun membuat minuman dan saya telah mempersiapkan sebuah&lt;br /&gt;buku porno yang saya dapat dari teman sekolah SMPku. Dan mulailah aku&lt;br /&gt;membaca dengan diterangi lampu teplok .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"San, Kau baca apa sich? Kayaknya asyik banget." begitu ucap Ita sambil mendekatikiu dengan membawa segelas kopi panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh dong aku ikut membaca?" tanyanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Wah ini bacaan cowok je. Cewek endak boleh nanti ndak semaput.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pancing biar penasaran. Dia terdiam saat itu, tapi menjulurkan&lt;br /&gt;kepalanya ke arahku. Dulu pernah dia itu kupegang payudaranya saja, dia&lt;br /&gt;berteriak dan memaki-maki, maka kini agar dia tidak berteriak bila&lt;br /&gt;kupegang, maka saya buat penasaran dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kasih doong, masak sih pelit amat.." dia berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Okelah boleh kau baca.. tapi syaratnya jangan jauh-jauh dari saya.." kataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa?" tanya Ita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, ngga apa-apa kok." jawab saya bingung mau menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia pun mulai membaca. Dia kaget ketika membaca ada adegan yang syuur, tapi ternyata dia masih melanjutkan bacaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah-wah-wah, kesempatan nih..?" pikir saya dalam hati.&lt;br /&gt;Tapi saya sudah senang sekali, apalagi saya melihat Ita mulai sesak&lt;br /&gt;napasnya. Mukanya bersemu merah tanda berahi mulai menjangkiti dirinya.&lt;br /&gt;Saya yang sudah sejak tadi terbawa sedikit birahi langsung&lt;br /&gt;menyenggolkan tangan saya pura-pura mau ambil gelas ke payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aaahh " Ita merintih.&lt;br /&gt;Saya tidak jadi ambil gelas tapi malah parkir di bukit indah itu,&lt;br /&gt;yang kemarin ketika saya pegang dia berteriak, tapi sekarang malah&lt;br /&gt;merintih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja Ita langsung mendekatiku dan segera menempelkan&lt;br /&gt;badannya pada badanku. Yach sudah otomatis saya akan merespon juga&lt;br /&gt;donk. Tanganku makin aktif menjelajahi bukit yang king size itu.&lt;br /&gt;Kemudian kubuka kancing baju atasnya yang berada di punggung sambil&lt;br /&gt;memeluk dadanya. Ita makin merintih, ketika puncak bukit itu tertekan&lt;br /&gt;dadaku. Saya makin leluasa membuka bajunya, bra-nya dan.. payudaranya&lt;br /&gt;segera menyembul sang king size, maka bibirkupun mendekat dan mengulum&lt;br /&gt;puncak king size indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mmm "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hhh! Hhh! Hhh! " napasnya makin memburu, dan bukunya sudah jatuh.&lt;br /&gt;Tangan saya mulai lebih berani lagi menelusuri seluruh lekuk&lt;br /&gt;tubuhnya dari dada, perut, pinggul. Lalu ke depan. Kuselusupkan ke&lt;br /&gt;CDnya yang udah kendor. Ita makin merintih, terlebih manakala jariku&lt;br /&gt;meremas bulu halus yang kemarin kelihatan. Ita makin menggelinjang,&lt;br /&gt;dengan segera kubuka seluruh pakaiannya, sambil kubimbing berdiri,&lt;br /&gt;karena tingginya sama, maka segera ketika berdiri pelukanku tepat pada&lt;br /&gt;dua bukit kembarnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ita kuajak berjalan ke amben yang di dekat kursi tadi. Sembari&lt;br /&gt;berjalan sungguh sangat nakal tangan dan bibir saya. Bibir mengulum&lt;br /&gt;bibir Ita, tangan meremas bukit indah Ita dan tangan satunya bermain di&lt;br /&gt;hutan yang halus itu. Begitu Ita kududukkan di amben maka saya sembari&lt;br /&gt;nyopoti kaus yang kupakai, celana dan CD-ku sekaligus tanganku nyomoti&lt;br /&gt;bukit indah itu, pokoknya refleklah saudara-saudara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar tangan saya mencoba mencopot CD terakhir Ita, Dia makin melenguh panjang pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hhhss, hhss, hhss. "&lt;br /&gt;Akhirnya kami berdua bugil gil. Lalu saya terus bermain dengan&lt;br /&gt;bukit indah di bibir dan tangan satu meranjah-ranjah hutan halus itu,&lt;br /&gt;sementara tangan lain menekan, memilin, mengelus pokoknya apa saja&lt;br /&gt;dilakukan yang penting tidak membuat sakit dulu.&lt;br /&gt;"Uhg ugh uhg ugh" Keluh Ita ketika satu jariku menyentuh jari&lt;br /&gt;kecil pada belahan di antara pahanya. Kini dia tidak memaki lagi, tapi&lt;br /&gt;melenguh-nguh-nguuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh mulusnya kini bersimbah keringat, rambutnya yang terurai&lt;br /&gt;panjang menambah gairah, tapi bau keringatnya waoow, orang desa sih,&lt;br /&gt;maka tanganku yang satu kemudian mencari-cari botol parfum yang memang&lt;br /&gt;tadi udah kusiapkan. Lalu sert.. sert. Kusemprot dulu dengan parfum&lt;br /&gt;tubuhnya, sehingga seger dan wangii. Berikutnya tanganku beraktivitas&lt;br /&gt;lagi. Tapi ternyata ada penolakan dari Ita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" San .. udah San tolong udah san, jangan diteruskan " katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ah.. masak saya harus gagal sih menikmati tubuh indah yang udah dalam dekapan ini? " batinku. " Gimana caranya ya? "&lt;br /&gt;Ita sudah mengepitkan pahanya rapat sekali, tapi dia masih berada&lt;br /&gt;di bawah saya, maka sayapun nyessel banget kenapa tadi pakai&lt;br /&gt;semprot-semprot dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sisa semangat yang masih menggebu saya peluk Ita erat-erat,&lt;br /&gt;puncak bukit kecoklatannya saya kulum lagi, lidah saya mainkan di situ,&lt;br /&gt;dan Ita mengerang halus, maka saya makin bersemangat. Tangan satu mulai&lt;br /&gt;menelusup ke tengah-tengah pahanya yang sudah dikepit itu, ah susah&lt;br /&gt;sekali menerobos kepitan itu. Lama-kelamaan bibir saya yang aktif itu&lt;br /&gt;ada gunanya ternyata. Pahanya makin melemah dan jariku berhasil&lt;br /&gt;menerobos kembali pada belahan diantara hutan halusnya itu. Ita&lt;br /&gt;mengerang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ohh.. jangngngan .." tapi tangannya memeluk tubuhku erat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jariku menerobos lebih dalam lagi maka tangan Ita kini sudah berada pada pinggulku menarik ke arah selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dengan mudah kusibakkan paha mulus itu. Jariku bisa dengan&lt;br /&gt;leluasa memainkan perannya dan saat menyentuh lubang maka jari itu&lt;br /&gt;bermain lebih lincah, sehingga Ita melenguh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Oohh.. tolong jangngngaann "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudapati jari itu sudah basah lendir kini, aku heran kok banyak lendirnya ya? Ita melenguh lagi&lt;br /&gt;" Oohh jangngngaann .. " Kupikir isyarat agar aku jangan lama-lama&lt;br /&gt;lagi, maka serta merta kudekatkan selangkanganku dengan laras panjang&lt;br /&gt;yang membara dan kini mulai menyentuh belahan paha itu. Hangat kurasa&lt;br /&gt;kena lendir yang banyak. Lalu mulailah saya sibakkan lebih lebar lagi&lt;br /&gt;paha mulus itu dan kepala itu mulai menyelusup diantara dua belahan.&lt;br /&gt;Hangat, licin-peret, lunak sekalli terasa, dann Jess laras itu kini&lt;br /&gt;menusuk belahan padat kenyal.&lt;br /&gt;" Ohh " bersamaan kami berdua memekik. Saya memekik keenakan, Ita&lt;br /&gt;memekik juga enak bercampur sari, dangdut, keroncong, perih, ngilu dll&lt;br /&gt;(katanya kemudian setelah acara kami ini selesai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terdiam beberapa saat kubiarkan laras panjang itu menyoblos masuk dan makin masuk dan makin ambles.. bless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aduh! " Ita berteriak ketika tercoblos laras lunak tapi kenyal itu.&lt;br /&gt;Ada lelehan dingin terasa mengaliri batang itu, tapi sedikit demi&lt;br /&gt;sedikit kutekankan pada tempat paling lunak sedunia itu bagi batang&lt;br /&gt;larasku ini. Seluruh batang sudah tertanam dan berdenyut-denyut,&lt;br /&gt;rasanya pinginn sekali bergerak-gerak, tapi rasa enak itu muncul dan&lt;br /&gt;ketika denyutan laras itu makin mengeras, Ita terpekik&lt;br /&gt;" Iiih .. " setelah sekian lama akhirnya dialah yang memulai&lt;br /&gt;gerakan pada pantatnya ternyata sudah tidak sakit lagi dan mulai&lt;br /&gt;menikmati arti terobosan batang laras yang perkasa, kenyal, lunak&lt;br /&gt;hangat dan berdenyut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan-gerakan kami makin liar hingga kami berdua semakin basah&lt;br /&gt;oleh keringat. Akhirnya terjadi pelukan yang sangat kencang dari Ita,&lt;br /&gt;bersamaan dengan itu kemudian pucuk larasku terasa sangat ngilu dan&lt;br /&gt;saya merasa melepas sesuatu dari pucuk itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aahh! " Ita terpekik lagi, ketika semprotanku melanda rahimnya.&lt;br /&gt;Saya terjelepok dalam pelukan hangat tubuh semlohai itu. Pahanya&lt;br /&gt;yang seperti buah labu putih panjang dan halus seperti balon mau&lt;br /&gt;meletus, kimi sedang mengepit erat pahaku, dan celah diantara paha itu&lt;br /&gt;kini menjepit kuat sekali laras panjang rudalku. Ada rasa&lt;br /&gt;berdenyut-denyut dari pangkal laras sampai ke ujung yang diliputi oleh&lt;br /&gt;selimut empuk dinding celah gua Ita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua melepas napas panjang keenakan dan yang paling puas&lt;br /&gt;adalah saya telah berhasil manaklukkan singa betina nan buas yang kini&lt;br /&gt;telah jinak dalam pelukanku, sementara mulutnya dengan lahap menelan&lt;br /&gt;daging mentah dan segar serta kenyal punyaku. Pokoknya siip lah! Sangat&lt;br /&gt;menyejukkan hati dan menenteramkan jiwa ketika pelukan kami semakin&lt;br /&gt;erat dan daging kenyal terus terselip di lorong gua basah nan nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan ternyata dilanjutkan lagi sampai tiga babak sehingga&lt;br /&gt;waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 sore. Hujan turun makin lebat,&lt;br /&gt;tetapi kami berdua yang tanpa selembar benangpun tidak merasakan dingin&lt;br /&gt;bahkan panas membara dan bergeloraa. Berkali-kali Ita memekik-mekik&lt;br /&gt;Permainan berakhir ketika kami tertidur dan malam hari terbangun&lt;br /&gt;kedinginan tanpa ada lembaran kain yang menutupi tubuh kami. Untunglah&lt;br /&gt;seluruh keluarga Ita tidak pulang karena hari hujan dan ternyata Ita&lt;br /&gt;terbiasa sendirian di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu kayak begini udah tak kerjain dulu-dulu tanpa harus ada acara&lt;br /&gt;tip-ngintip segala. Ternyata enaknya engga ada dijual di toko manapun&lt;br /&gt;juga. Sekian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-4699480888920730623?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/4699480888920730623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/cerita-indah-untuk-teman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/4699480888920730623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/4699480888920730623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/cerita-indah-untuk-teman.html' title='Cerita Indah Untuk teman'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-2131242467557474931</id><published>2009-11-19T01:17:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:17:56.134-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Cerita Lain Tentang Mantan muridku</title><content type='html'>Terima&lt;br /&gt;kasih atas berbagai macam tanggapan yang saya terima dari cerita&lt;br /&gt;pertama saya. Tapi saya tekankan bahwa saya mengirimkan cerita bukan&lt;br /&gt;karena maniak atau mencari kenikmatan yang lain. Karena selama saya&lt;br /&gt;berhubungan dengan Sandi, saya tidak pernah melakukan hubungan dengan&lt;br /&gt;laki-laki lain. Selain itu cerita yang saya buat bukanlah fiktif atau&lt;br /&gt;rekayasa, melainkan cerita nyata yang saya alami. Berikut merupakan&lt;br /&gt;kisah lain saya dengan Sandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu Sandi menjadi" suami"ku. Dan jujur saja aku sangat&lt;br /&gt;menikmati kehidupan malamku selama seminggu ini. Sandi benar-benar&lt;br /&gt;pemuda yang sangat perkasa, selama seminggu ini liang vaginaku selalu&lt;br /&gt;disiramnya dengan sperma segar. Dan entah berapa kali aku menahan&lt;br /&gt;jeritan karena kenikmatan luar biasa yang ia berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun malam sudah puas menjilat, menghisap, dan mencium sepasang&lt;br /&gt;payudaraku. Sandi selalu meremasnya lagi jika ingin berangkat kuliah&lt;br /&gt;saat pagi hari, katanya sich buat menambah semangat. Aku tak mau&lt;br /&gt;melarang karena aku juga menikmati semua perbuatannya itu, walau&lt;br /&gt;akibatnya aku harus merapikann bajuku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu sekitar jam setengah 10-an. Setelah menidurkan anakku&lt;br /&gt;yang paling bungsu, aku pergi kekamar mandi untuk berganti baju. Sandi&lt;br /&gt;meminta aku mengenakan pakaian yang biasa aku pergunakan ke sekolah.&lt;br /&gt;Setelah selesai berganti pakaian aku lantas keluar dan berdiri duduk di&lt;br /&gt;depan meja rias. Lalu berdandan seperti yang biasa aku lakukan jika&lt;br /&gt;ingin berangkat mengajar kesekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kudengar suara ketukan, hatiku langsung bersorak gembira&lt;br /&gt;tak sabar menanti permainan apa lagi yang akan dilakukan Sandi padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masuk.. Nggak dikunci," panggilku dengan suara halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Sandi masuk dengan menggunakan T-shirt ketat dan celana putih sependek paha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malam ibu.. Sudah siap..?" Godanya sambil medekatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah sayang.." Jawabku sambil berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Sandi menahan pundakku lalu memintaku untuk duduk kembali&lt;br /&gt;sembil menghadap kecermin meja rias. Lalu ia berbisik ketelingaku&lt;br /&gt;dengan suara yang halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu.. Ibu mau tahu nggak dari mana biasanya saya mengintip ibu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya lewat mana..?" Tanyaku sambil membalikkan setengah badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lembut ia menyentuh daguku dan mengarahkan wajahku kemeja rias. Lalu sambil mengecup leherku Sandi berucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari sini bu.." Bisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cermin aku melihat disela-sela kerah baju yang kukenakan agak&lt;br /&gt;terbuka sehingga samar-samar terlihat tali BHku yang berwarna hitam.&lt;br /&gt;Pantas jika sedang mengajar di depan kelas atau mengobrol dengan&lt;br /&gt;guru-guru pria disekolah, terkadang aku merasa pandangan mereka sedang&lt;br /&gt;menelanjangi aku. Rupanya pemandangan ini yang mereka saksikan saat&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi toh mereka cuma bisa melihat, membayangkan dan ingin&lt;br /&gt;menyentuhnya pikirku. Lalu tangan kanan Sandi masuk kecelah itu dan&lt;br /&gt;mengelus pundakku. Sementara tangan kirinya pelan-pelan membuka kancing&lt;br /&gt;bajuku satu persatu. Setelah terbuka semua Sandi lalu membuka bajuku&lt;br /&gt;tanpa melepasnya. Lalu ia meraih kedua payudaraku yang masih tertutup&lt;br /&gt;BH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah yang membuat saya selalu mengingat ibu sampai sekarang,"&lt;br /&gt;Bisiknya ditelingaku sambil meremas kedua susuku yang masih kencang&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tangan Sandi menggapai daguku dan segera menempelkan bibir&lt;br /&gt;hangatnya padaku dengan penuh kasih dan emosinya. Aku tidak tinggal&lt;br /&gt;diam dan segera menyambut sapuan lidah Sandi dan menyedotnya dengan&lt;br /&gt;keras air liur Sandi, kulilitkan lidahku menyambut lidah Sandi dengan&lt;br /&gt;penuh getaran birahi. Kemudian tangannya yang keras mengangkat tubuhku&lt;br /&gt;dan membaringkannya ditengah ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu memandang tubuh depanku yang terbuka, dari cermin aku bisa&lt;br /&gt;melihat BH hitam yang transparan dengan "push up bra style". Sehingga&lt;br /&gt;memberikan kesan payudaraku hampir tumpah meluap keluar lebih&lt;br /&gt;sepertiganya. Untuk lebih membuat Sandi lebih panas, aku lalu&lt;br /&gt;mengelus-elus payudaraku yang sebelah kiri yang masih dibalut bra,&lt;br /&gt;sementara tangan kiriku membelai pussy yang menyembul mendesak CDku,&lt;br /&gt;karena saat itu aku mengenakan celana "mini high cut style".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandi tampak terpesona melihat tingkahku, lalu ia menghampiriku dan&lt;br /&gt;menyambar bibirku yang lembut dan hangat dan langsung melumatnya.&lt;br /&gt;Sementara tangan kanan Sandi mendarat disembulan payudara sebelah&lt;br /&gt;kananku yang segar, dielusnya lembut, diselusupkan tangannya dalam bra&lt;br /&gt;yang hanya 2/3 menutupi payudaraku dan dikeluarkannya buah dadaku.&lt;br /&gt;Ditekan dan dicarinya puting susuku, lalu Sandi memilinnya secara halus&lt;br /&gt;dan menariknya perlahan. Perlakuannya itu membuatku melepas ciuman&lt;br /&gt;sandi dan mendesah, mendesis, menghempaskan kepalaku kekiri dan&lt;br /&gt;kekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas tautan dengan bibir hangatku, Sandi lalu menyapu dagu dan leherku, sehingga aku meracau menerima dera kenikmatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saan.. Saann.. Kenapa kamu yang memberikan kenikmatan ini.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandi lalu menghentikan kegiatan mulutnya. Tangannya segera membuka&lt;br /&gt;kaitan bra yang ada di depan, dengan sekali pijitan jari telunjuk dan&lt;br /&gt;ibu jari sebelah kanan Sandi, Segera dua buah gunung kembarku yang&lt;br /&gt;masih kencang dan terawat menyembul keluar menikmati kebebasan alam&lt;br /&gt;yang indah. Lalu Sandi menempelkan bibir hangatnya pada buah dadaku&lt;br /&gt;sebelah kanan, disapu dan dijilatnya sembulan daging segar itu. Secepat&lt;br /&gt;itu pula merambatlah lidahnya pada puting coklat muda keras, segar&lt;br /&gt;menentang ke atas. Sandi mengulum putingku dengan buas, sesekali&lt;br /&gt;digigit halus dan ditariknya dengan gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa mengerang dan mengeluh, sambil mengangkat badanku&lt;br /&gt;seraya melepaskan baju dan rok kerjaku beserta bra warna hitam yang&lt;br /&gt;telah dibuka Sandi dan kulemparkan kekursi rias. Dengan giat penuh&lt;br /&gt;nafsu Sandi menyedot buah dadaku yang sebelah kiri, tangan kanannya&lt;br /&gt;meraba dan menjalar kebawah sampai dia menyentuh CDku dan berhenti&lt;br /&gt;digundukan nikmat yang penuh menentang segar ke atas. Lalu Sandi&lt;br /&gt;merabanya ke arah vertikal, dari atas kebawah. Melihat CDku yang sudah&lt;br /&gt;basah lembab, ia langsung menurukannya mendororng dengan kaki kiri dan&lt;br /&gt;langsung membuangnya sampai jatuh ke karpet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tangan kanan itu segera mengelus dan memberikan sentuhan&lt;br /&gt;rangsangan pada memekku, yang dibagian atasnya ditumbuhi bulu halus&lt;br /&gt;terawat adapun dibagian belahan vagina dan dibagian bawahnya bersih dan&lt;br /&gt;mulus tiada berambut. Rangsangan Sandi semakin tajam dan hebat sehingga&lt;br /&gt;aku meracau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saan.. Sentuh ibu sayang, .. Saann buat.. Ibu terbaang.. Pleaase."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandi segera membuka gundukan tebal vagina milikku lalu mulutnya&lt;br /&gt;segera menjulur kebawah dan lidahnya menjulur masuk untuk menyentuh&lt;br /&gt;lebih dalam lagi mencari kloritasku yang semakin membesar dan mengeras.&lt;br /&gt;Dia menekan dengan penuh nafsu dan lidahnya bergerak liar ke atas dan&lt;br /&gt;kebawah. Aku menggelinjang dan teriak tak tahan menahan orgasme yang&lt;br /&gt;akan semakin mendesak mencuat bagaikan merapi yang ingin memuntahkan&lt;br /&gt;isi buminya. Dengan terengah-engah kudorong pantatku naik, seraya&lt;br /&gt;tanganku memegang kepala Sandi dan menekannya kebawah sambil mengerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ssaann.. Aarghh.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak kuasa menahannya lagi hingga menjerit saat menerima ledakan&lt;br /&gt;orgasme yang pertama, magma pun meluap menyemprot ke atas hidung Sandi&lt;br /&gt;yang mancung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saan.. Ibu keluaa.. aar.. Sann.." Memekku berdenyut kencang dan mengejanglah tubuhku sambil tetap meracau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saan.. Kamu jago sekali memainkan lidahmu dalam memekku sayang.. Cium ibu sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandi segera bangkit mendekap erat diatas dadaku yang dalam keadaan&lt;br /&gt;oleng menyambut getaran orgasme. Ia lalu mencium mulutku dengan kuatnya&lt;br /&gt;dan aku menyambutnya dengan tautan garang, kuserap lidah Sandi dalam&lt;br /&gt;rongga mulutku yang indah. Tubuhku tergolek tak berdaya sesaat,&lt;br /&gt;Sandipun mencumbuku dengan mesra sambil tangannya mengelus-elus seluruh&lt;br /&gt;tubuhku yang halus, seraya memberikan kecupan hangat didahi, pipi dan&lt;br /&gt;mataku yang terpejam dengan penuh cinta. Dibiarkannya aku menikmati&lt;br /&gt;sisa-sisa kenikmatan orgasme yang hebat. Juga memberi kesempatan&lt;br /&gt;menurunnya nafsu yang kurasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasa aku cukup beristirahat Sandi mulai menyentuh dan&lt;br /&gt;membelaiku lagi. Aku segera bangkit dan medorong belahan badan Sandi&lt;br /&gt;yang berada diatasku. Kudekatkan kepalaku kewajahnya lalu kucium dan&lt;br /&gt;kujilati pipinya, kemudian menjalar kekupingnya. Kumasukkan lidahku ke&lt;br /&gt;dalam lubang telinga Sandi, sehingga ia meronta menahan gairahnya.&lt;br /&gt;Jilatanku makin turun kebawah sampai keputing susu kiri Sandi yang&lt;br /&gt;berambut, Kubelai dada Sandi yang bidang berotot sedang tangan kananku&lt;br /&gt;memainkan puting yang sebelah kiri. Mengelinjang Sandi mendapat&lt;br /&gt;sentuhan yang menyengat dititik rawannya yang merambat gairahnya itu,&lt;br /&gt;sandipun mengerang dan mendesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatanku semakin memanas dengan menurunkan sapuan lidah sambil&lt;br /&gt;tanganku merambat keperut. Lalu kumainkan lubang pusar Sandi ditekan&lt;br /&gt;kebawah dfan kesamping terus kulepaskan dan kubelai perut bawah Sandi&lt;br /&gt;sampai akhirnya kekemaluan Sandi yang sudah membesar dan mengeras.&lt;br /&gt;Kuelus lembut dengan jemari lentikku batang kemaluan Sandi yang&lt;br /&gt;menentang ke atas, berwarna kemerahan kontras dengan kulit sandi yang&lt;br /&gt;putih kepalanya pun telah berbening air birahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan yang sudah menggairahkan tersebut aku menjadi tak&lt;br /&gt;sabar dan segera kutempelkan bibir hangatku kekepala kontol Sandi&lt;br /&gt;dengan penuh gelor nafsu, kusapu kepala kontol dengan cermat, kuhisap&lt;br /&gt;lubang air seninya sehingga membuat Sandi memutar kepalanya kekiri dan&lt;br /&gt;kekanan, mendongkak-dongkakkan kepalanya menahan keikmatan yang sangat&lt;br /&gt;tiada tara, adapun tangannya menjambak kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buu.. Dera nikmat darimu tak tertahankan.. Kuingin memilikimu seutuhnya," Sandi mengerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menjawabnya, hanya lirikan mataku sambil mengedipkannya&lt;br /&gt;satu ke arah Sandi yang sedang kelejotan. Sukmanya sedang terbang&lt;br /&gt;melayang kealam raya oleh hembusan cinta birahi yang tinggi. Adapun&lt;br /&gt;tanganku memijit dan mengocoknya dengan ritme yang pelan dan semakin&lt;br /&gt;cepat, sementara lidahku menjilati seluruh permukaan kepala kontol&lt;br /&gt;tersebut. Termasuk dibagian urat yang sensitif bagian atas sambil&lt;br /&gt;kupijat-pijat dengan penuh nafsu birahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar akan keadaan Sandi yang semakin mendaki puncak kenikmatan dan&lt;br /&gt;akupun sendiri telah terangsang. Denyutan memekku telah mempengaruhi&lt;br /&gt;deburan darah tubuhku, kulepaskan kumulan kontol Sandi dan segera&lt;br /&gt;kuposisikan tubuhku diatas tubuh Sandi menghadap kekakinya. Dan&lt;br /&gt;kumasukkan kontol Sandi yang keras dan menengang ke dalam relung&lt;br /&gt;nikmatku. Segera kuputar memompanya naik turun sambil menekan dan&lt;br /&gt;memijat dengan otot vagina sekuat tenaga. Ritme gerakanpun kutambah&lt;br /&gt;sampai kecepatan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandi berteriak, sementara aku pun terfokus menikmati dera&lt;br /&gt;kenikmatan gesekan kontol sandi yang menggesek G-spotku berulang kali&lt;br /&gt;sehingga menimbulkan dera kenikmatan yang indah sekali. Tangan Sandipun&lt;br /&gt;tak tinggal diam diremasnya pantatku yang bulat montok indah, dan&lt;br /&gt;dielus-elusnya anusku, sambil menikmati dera goyanganku pada kontolnya.&lt;br /&gt;Dan akhirnya kami berdua berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buu Dennook.. Aku tak kuat lagi.. Berikan kenikmatan lebih lagi bu.. Denyutan diujung kontolku sudah tak tertahankan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu pandai.. Ibu liaarr.. Ibu membuatku melayang.. Aku mau keluarr" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Sandi memintaku untuk memutar badan manghadap pada dirinya dan&lt;br /&gt;dibalikkannya tubuhku sehingga. Sekarang aku berada dibawah tubuhnya&lt;br /&gt;bersandarkan bantal tinggi, lalu Sandi menaikkan kedua kakiku kebahunya&lt;br /&gt;kemudian ia bersimpuh di depan memekku. Sambil mengayun dan memompa&lt;br /&gt;kontolnya dengan yang cepat dan kuat. Aku bisa melihat bagaimana wajah&lt;br /&gt;Sandi yang tak tahan lagi akan denyutan diujung kontol yang semakin&lt;br /&gt;mendesak seakan mau meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buu.. Pleaass.. See.. Aku akaan meleedaakkh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tungguu Saan.. Orgasmeku juga mauu.. Datang ssayaang.. Kita sama-sama yaa.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya.. Cret.. Cret.. Cret tak tertahankan lagi bendungan Sandi&lt;br /&gt;jebol memuntahkan spermanya di vaginaku. Secara bersamaan akupun&lt;br /&gt;mendengus dan meneriakkan erangan kenikmatan. Segera kusambar bibir&lt;br /&gt;sandi, kukulum dengan hangat dan kusodorkan lidahku ke dalam rongga&lt;br /&gt;mulut Sandi. Kudekap badan Sandi yang sama mengejang, basah badan Sandi&lt;br /&gt;dengan peluh menyatu dengan peluhku. Lalu ia terkulai didadaku sambil&lt;br /&gt;menikmati denyut vaginaku yang kencang menyambut orgasme yang nikmat&lt;br /&gt;yang selama ini kurindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Sandi membelai rambutku dengan penuh kasih sayang kemudian mengecup keningku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buu.. Thank you, i love you so much.. Terus berikan kenikmatan seperti ini untukku ya.." Bisiknya lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mengangguk perlahan, setelah memberikan ciuman selamat&lt;br /&gt;tidur aku memeluknya dan langsung terlelap. Karena besok aku harus&lt;br /&gt;masuk kerja dan masih banyak lagi petualangan penuh kenikmatan yang&lt;br /&gt;akan kami lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-2131242467557474931?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/2131242467557474931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/cerita-lain-tentang-mantan-muridku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/2131242467557474931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/2131242467557474931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/cerita-lain-tentang-mantan-muridku.html' title='Cerita Lain Tentang Mantan muridku'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-8429045800546738237</id><published>2009-11-19T01:15:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:15:38.677-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Burung Mudaku</title><content type='html'>Sebut&lt;br /&gt;saja namaku Haryani, saat menikah aku tidak tahu kalau ternyata suamiku&lt;br /&gt;masih berstatus suami sah orang lain, namun belakangan kuketahui nasi&lt;br /&gt;sudah menjadi bubur. Pada akhirnya dia pun mengakui kalau sudah punya&lt;br /&gt;anak isteri, namun apalah artinya aku yang lemah dan bodoh ini jika&lt;br /&gt;harus bersikeras untuk menuntutnya. Kendatipun aku tahu akan sangat&lt;br /&gt;menyakiti isteri sahnya, jika ia mengetahui. Suamiku adalah seorang&lt;br /&gt;perwira yang mempunyai kedudukan penting di sebuah propinsi (tidak&lt;br /&gt;kusebut tempatnya). Usianya sudah mencapai 55 tahun dan aku sendiri&lt;br /&gt;baru mencapai 27 tahun. Fasilitas yang diberikan dan ketakutanku lah&lt;br /&gt;yang membuatku sangat tak berdaya untuk menentang keberadaanku. Aku&lt;br /&gt;dibelikan sebuah villa yang sangat mewah yang terletak tidak begitu&lt;br /&gt;jauh dari kota tempat suamiku bertugas. Semua fasilitas yang diberikan&lt;br /&gt;kepadaku sangatlah mewah bagiku, aku mendapatkan sebuah mobil pribadi,&lt;br /&gt;telepon genggam dan perangkat entertainment di rumah. Namun ini semua&lt;br /&gt;ternyata masih kurang, aku ingin punya momongan, aku ingin dicintai dan&lt;br /&gt;disayangi. Kenyataannya aku hanya tempat persinggahan saja. Belakangan&lt;br /&gt;kudengar bahwa suamiku juga punya WIL lain selain aku, malahan kadang&lt;br /&gt;ia juga jajan kalau sedang keluar kota, kabar ini kudapatkan dari&lt;br /&gt;isteri ajudannya sambil wanti-wanti agar aku tutup mulut. Aku sendiri&lt;br /&gt;memang sudah kenal dekat dengan keluarga ajudan suamiku, namun demikian&lt;br /&gt;sampai saat ini rahasia ini masih tersimpan cukup rapi. Bagaimanapun&lt;br /&gt;juga aku kesal dan sedih dengan kondisi seperti ini, sehingga timbul&lt;br /&gt;niatku untuk berperilaku serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari suamiku bertindak ceroboh dengan menitipkan anak&lt;br /&gt;bungsunya kepadaku, beliau memperkenalkanku sebagai ipar ajudannya.&lt;br /&gt;Anak itu memanggilku Mbak maklum dia masih SMP dan usinya pun masih 14&lt;br /&gt;tahun. Wajahnya, perilakunya persis bapaknya, nilai kesopanannya agak&lt;br /&gt;kurang bila dibanding dengan anak-anak di kampungku. Maklumlah ia&lt;br /&gt;adalah anak pejabat tinggi. Jam 21.00 bapaknya telepon, meminta Alex&lt;br /&gt;(sebut saja nama anak itu begitu) untuk tidur di rumah karena bapak ada&lt;br /&gt;urusan. Aku jadi curiga pasti dia ada kencan dengan orang lain. Alex&lt;br /&gt;pun belum tidur, ia lagi asyik nonton televisi di ruang keluarga.&lt;br /&gt;Akhirnya timbul niat burukku untuk memperdaya Alex, namun bagaimana&lt;br /&gt;caranya? aku dihadapkan pada jalan buntu. Akhirnya spontan kumasukkan&lt;br /&gt;VCD-VCD porno ke dalam player untuk saya hidangkan kepada Alex. Aku&lt;br /&gt;hidupkan oven selama 3 menit yang kebetulan isinya adalah daging yang&lt;br /&gt;sudah masak sejak siang tadi. Langsung saja kurayu dia untuk&lt;br /&gt;menyantapnya sehingga kami pun menyantap daging panggang dan sambal&lt;br /&gt;kecap bersama-sama. Sambil basa-basi kutanyakan sekolahnya, tampaknya&lt;br /&gt;kemampuannya di sekolah biasa-biasa saja, terbukti dengan kekurang&lt;br /&gt;antusiasannya bicara tentang sekolah. Ia lebih suka bicara tentang&lt;br /&gt;video game dan balap motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupegang tengkuknya dan kupijit sambil kukatakan, "Kamu pasti&lt;br /&gt;capek, sini Mbak pijitin.." Dia pun diam saja, maklum dia adalah anak&lt;br /&gt;yang manja. Kuraih remote control dan kutekan play untuk CD yang&lt;br /&gt;pertama, film-filmnya adalah jenis vivid dengan tema seks yang cukup&lt;br /&gt;halus. Tampaknya Alex sangat menyukainya, ah pucuk di cinta ulam pun&lt;br /&gt;tiba. Sambil kupijit sekujur tubuhnya, kuamati roman mukanya. Kukatakan&lt;br /&gt;tidak usah malu, karena itu hanya film saja (tidak sungguhan). Muka&lt;br /&gt;Alex tegang, setiap ada adegan orang berpelukan (cuma berpelukan) aku&lt;br /&gt;suruh dia telentang untuk pijatan bagian depan. Sambil telentang Alex&lt;br /&gt;tetap memperhatikan film yang tampaknya mulai disukainya itu. Kini&lt;br /&gt;acara di film mulai ke adegan yang cukup panas, seorang wanita melepas&lt;br /&gt;pakaiannya sehingga tinggal pakai celana dan BH dalam saja. Alex&lt;br /&gt;semakin tegang dan agak kupercepat tanganku mengarah ke pangkal&lt;br /&gt;pahanya. Pura-pura kupijit pahanya dengan menyentuh kemaluannya, dia&lt;br /&gt;terkejut ketika kemaluannya yang tegang kesentuh tanganku. Pucat pasi&lt;br /&gt;mukanya, namun kunetralisir dengan mengatakan "Tenang Alex, semua orang&lt;br /&gt;sama, adalah hal yang sangat wajar bila seseorang terangsang. Karena&lt;br /&gt;semua orang mempunyai nafsu." "Malu Mbak", jawab Alex. Kalau orang&lt;br /&gt;banyak malu, tapi Alex kan sendirian cuma sama Mbak. Mbak nggak malu&lt;br /&gt;kok. Dengan berkata demikian kubuka bajuku sehingga aku hanya pakai BH&lt;br /&gt;saja. Akupun heran juga kagum, anak seumur dia juga bisa tegang dan&lt;br /&gt;tampak tidak berdaya, jauh dari sikap sehari-hari yang agak arogan.&lt;br /&gt;Namun aku mulai menyukainya tanpa memikir yang jauh ke depan mengingat&lt;br /&gt;bapaknya sendiri juga berbuat serupa terhadap saya. Film terus&lt;br /&gt;berputar, tubuh Alex terasa hangat malah aku khawatir kalau dia sakit,&lt;br /&gt;dia tampak pucat entah takut apa bagaimana, aku tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex hanya melirik buah dadaku tanpa berani menatap langsung, dia&lt;br /&gt;tetap memperhatikan film dengan seksama. Saat kupegang lagi kemaluannya&lt;br /&gt;dia hanya diam saja, tak kusia-siakan kesempatan ini kuremas kemaluan&lt;br /&gt;yang berukuran agak kecil itu. Akupun sudah tidak memperhatikan film&lt;br /&gt;lagi, kubuka celana Alex dan kuperhatikan kemaluannya. Tampak bersih&lt;br /&gt;dan mulai ditumbuhi bulu-bulu halus, aku semakin bernafsu melihatnya.&lt;br /&gt;Langsung kuterkam dengan mulutku dan kumulai menjilatnya, Alex hanya&lt;br /&gt;terdiam sambil kadang pinggulnya bergerak menikmatinya. Kuhisap&lt;br /&gt;kemaluannya dan dia pun teriak Uh.. Mbak.. kubiarkan anak kecil itu&lt;br /&gt;menggelinjang, kubimbing tangannya ke payudaraku. Ah, dia malah meremas&lt;br /&gt;kuat sekali. Kumaklumi dia sangat lugu dalam hal ini, aku tidak&lt;br /&gt;menyesal malah menyukainya. Aku hisap terus, dia pun semakin bergerak&lt;br /&gt;tidak karuan sambil teriak-teriak ah, uh, ah, uh. Kemudian dia teriak&lt;br /&gt;keras sambil tubuhnya gemetar disusul oleh cairan hangat dari&lt;br /&gt;kemaluannya. Aku telan cairan asin dan pekat ini tanpa rasa jijik&lt;br /&gt;sedikit pun, dan dia pun diam lemas terkulai. Kupeluk dia, dan&lt;br /&gt;kubisikkan kata-kata, "Enakkan", sambil aku tersenyum, dia balas&lt;br /&gt;pelukanku dan hanya bicara "Mbak.." Aku bimbing dia ke kamar mandi dan&lt;br /&gt;kumandikan dengan air hangat, burung kecilku masih tidur dan aku yakin&lt;br /&gt;nanti akan bangun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami pun tidur bersama di depan televisi di atas karpet,&lt;br /&gt;dia tampak kelelahan dan tidur pulas. Aku pun puas meski tidak sampai&lt;br /&gt;coitus. Menjelang subuh aku bangun, dan kulihat dengan seksama tubuh&lt;br /&gt;Alex yang sedang tidur telanjang. Nafsuku bangkit lagi dan kucoba&lt;br /&gt;membangunkan burung kecil itu, ternyata berhasil dan kuulangi lagi&lt;br /&gt;perbuatan tadi malam dengan pertambahan Alex meningkatkan variasi&lt;br /&gt;permainan. Tampaknya Alex mulai mengikuti naruninya sebagai makhluk&lt;br /&gt;bernafsu, ia mungkin meniru adegan film tadi malam. BH-ku dibuka dan&lt;br /&gt;dijilati, aku pun merasakan kenikmatan dari anak bau kencur,&lt;br /&gt;kubayangkan anak dan bapaknya mengerjaiku seperti sekarang, ah tak&lt;br /&gt;mungkin. Aku tuntun tangan Alex ke kemaluanku yang sejak tadi malam&lt;br /&gt;belum tersentuh sama sekali. Kubimbing tangannya menggesek-gesek&lt;br /&gt;kemaluannya dan ia pun memahami keinginanku. Gerakan-gerakan Alex dan&lt;br /&gt;servicenya kepadaku masih sangat kaku, mungkin perlu beberapa kali aku&lt;br /&gt;melatihnya. Tiba-tiba ia menarik paksa celana dalamku dan BH-ku pun&lt;br /&gt;dilucuti. Kubiarkan dia berkreasi sendiri, tampak wajahnya masih tegang&lt;br /&gt;tapi tidak setegang tadi malam dan ia pun mulai tidak sopan kepadaku,&lt;br /&gt;ah biarlah. Aku didorong hingga telentang, dan ia pun langsung&lt;br /&gt;menindihku. Dicobanya memasukkan burung kecil itu ke dalam kemaluanku,&lt;br /&gt;namun berkali-kali ia tidak berhasil. Ia pun semakin penasaran, ah&lt;br /&gt;suami kecilku ini mesti banyak belajar dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubimbing kemaluannya memasuki kemaluanku dan ia pun&lt;br /&gt;menggesek-gesekkannya. Terasa nafsuku merasuk ke sekujur tubuhku, kini&lt;br /&gt;penantianku tadi malam hampir tercapai dan ah nikmat sekali, suami&lt;br /&gt;kecilku bisa memuaskanku kali ini. Dengan cepat aku bangun dan&lt;br /&gt;kuhampiri burung kecil yang masih menantang itu, kuhisap dalam-dalam,&lt;br /&gt;dia pun mengerang kenikmatan dan terus menerus kuhisap hingga badannya&lt;br /&gt;bergetar dan lagi-lagi air liur burung kecil yang hangat itu menjadi&lt;br /&gt;bagian dari dagingku. Hari sudah terang, dan segera kami mandi air&lt;br /&gt;hangat bersama-sama. Aku merasa puas dan Alex hanya diam saja, entah&lt;br /&gt;apa yang dipikirkan. Menyesalkah? aku tidak tanya. Kenyataannya kisah&lt;br /&gt;ini masih berlangsung, sekarang Alex sudah SMA dan masih tetap dalam&lt;br /&gt;bimbinganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya bapaknya Alex (yang juga suamiku) datang dan dengan&lt;br /&gt;tanpa menaruh curiga sedikitpun. Ini adalah pengalaman pertamaku dengan&lt;br /&gt;burung muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-8429045800546738237?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/8429045800546738237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/burung-mudaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/8429045800546738237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/8429045800546738237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/burung-mudaku.html' title='Burung Mudaku'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-5430421019869742856</id><published>2009-11-19T01:14:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:14:23.731-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Burung Burung Kecil</title><content type='html'>Sebagai&lt;br /&gt;seorang Ibu rumah tangga pekerjaan pagi itu sudah aku selesaikan semua.&lt;br /&gt;Aku hempaskan diriku di sofa ruang keluarga untuk melihat acara TV pagi&lt;br /&gt;itu. Setelah aku pindah-pindah channel TV ternyata nggak ada acara yang&lt;br /&gt;menarik. Akhirnya aku putuskan untuk tiduran di kamar tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merebahkan badanku beberapa lam ternyata mata ini tidak mau&lt;br /&gt;terpejam. Rumah yang besar ini terasa sangat sepi pada saat-saat&lt;br /&gt;seperti ini. Maklum suami bekerja di kantornya pulang paling awal jam&lt;br /&gt;15.00 sore, sedang anakku yang pertama kuliah di sebuah PTN di Bandung.&lt;br /&gt;Anakku yang yang kedua tadi pagi minta ijin untuk pulang sore karena&lt;br /&gt;ada acara extrakurikuler di sekolahnya. Sebagai seorang istri pegawai&lt;br /&gt;BUMN yang mapan aku diusia yang 45 tahun mempunyai kesempatan untuk&lt;br /&gt;merawat tubuh. Teman-temanku sering memuji kecantikan dan kesintalan&lt;br /&gt;tubuhku. Namun yang sering membuatku risih adalah tatapan para lelaki&lt;br /&gt;yang seolah menelanjangi diriku. Bahkan temen-teman anakku sering&lt;br /&gt;berlama-lama bermain di rumahku. Aku tahu seringkali mata mereka&lt;br /&gt;mencuri pandang kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahku terletak di pinggiran kota S, kawasan yang kami huni belum&lt;br /&gt;terlalu padat. Halaman rumahku memang luas terutama bagian depan sedang&lt;br /&gt;untuk bagian samping ada halaman namun banyak ditumbuhi pepohanan&lt;br /&gt;rindang. Kami membuat teras juga disamping rumah kami. Sedang kamar&lt;br /&gt;tidurku dan suamiku mempunyai jendela yang berhadapan langsung dengan&lt;br /&gt;halaman samping rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat memejamkan mata aku terdengar suara berisik dari&lt;br /&gt;halaman samping rumahku. Aku bangkit dan melihat keluar. Kulihat dua&lt;br /&gt;anak SMP yang sekolah didekat rumahku. Mereka kelihatan sedang berusaha&lt;br /&gt;untuk memetik mangga yang memang berbuah lebat. Tentu saja kau sebagai&lt;br /&gt;pemilik rumah tidak senang perilaku anak-anak tersebut. Bergegas aku&lt;br /&gt;keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya berkacak pinggang aku berkata pada mereka, "Dik, jangan dipetik dulu nanti kalau sudah masak pasti Ibu kasih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja mereka berdua ketakutan. Kulihat mereka menundukkan wajahnya. Aku yang tadi hendak marah akhirnya merasa iba.&lt;br /&gt;"Nggak apa-apa Dik, Ibu hanya minta jangan dipetik kan masih belum&lt;br /&gt;masak nanti kalau sakit perut bagaimana" aku mencoba menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit mereka berani mengangkat wajah. Dari dandanan dan&lt;br /&gt;penampilan mereka kelihatan bahwa mereka anak orang mampu. Melihat&lt;br /&gt;wajah mereka mereka yang iba akhirnya aku mengajak mereka ke dalam&lt;br /&gt;rumah. Aku tanya kenapa pada jam-jam belajar mereka kok ada diluar&lt;br /&gt;sekolah ternyata pelajaran sudah habis guru-guru ada rapat. Setelah&lt;br /&gt;tahu begitu aku minta mereka tinggal sebentar karena mungkin mereka&lt;br /&gt;belum dijemput. Iseng-iseng aku juga ada teman untuk ngobrol. Benar&lt;br /&gt;dugaanku mereka adalah anak-anak orang kaya, keduanya walaupun masih&lt;br /&gt;kecil namun aku dapat melihat garis-garis ketampanan mereka yang baru&lt;br /&gt;muncul ditambah dengan kulit mereka yang putih bersih. Yang satu&lt;br /&gt;bernama Doni yang satunya lagi bernama Edo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ngobrol aku tahu mata-mata mereka sering mencuri pandang ke&lt;br /&gt;bagian dadaku, aku baru sadar bahwa kancing dasterku belum sempat aku&lt;br /&gt;kancingkan., sehingga buah dadaku bagian atas terlihat jelas. Aku&lt;br /&gt;berpikir laki-laki itu sama saja dari yang muda sampai yang tua. Semula&lt;br /&gt;aku tidak suka dengan perilaku mereka namun akhirnya ada perasaan lain&lt;br /&gt;sehingga aku biarkan mata mereka menikmati keindahan payudaraku. Aku&lt;br /&gt;menjadi menikmati tingkah laku mereka kepada diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan aku mempunyai pikiran yang lebih gila lagi untuk menggoda&lt;br /&gt;mereka, aku sengaja membuka beberapa kancing dasterku dengan alasan&lt;br /&gt;hari itu sangat panas. Tentu saja hal ini membuat mereka semakin salah&lt;br /&gt;tingkah. Sekarang mereka bisa melihat dengan leluasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hayoo.. pada ngliatin apa!", Aku pura-pura mengagetkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ini sangat membuat mereka menjadi sangat salah tingkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ti.. dak.. kok.. Bu Nita" Doni membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I.. itu acara TV bagus Bu Nita" Edo menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak apa-apa Ibu tahu kalian melihat tetek Ibu to.. ngaku aja" aku mencoba mendesak mereka.&lt;br /&gt;"E.. Anu Bu Nita" Edo nampak akan mengatakan sesuatu, namun belum&lt;br /&gt;lagi selesai kalimat yang diucapkannya aku kembali menimpali, "Mama&lt;br /&gt;kalian kan juga punya to, dulu kalian kan netek dari Mama kalian"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I.. ya Bu Nita" Doni menjawab.&lt;br /&gt;"Tapi sekarang kami kan sudah nggak netek lagi, lagian punya Mama&lt;br /&gt;lain ama punya Bu Nita" Edo nampaknya sudah mampu menguasai keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain bagaimana?" Aku menanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Punya Mama nggak sebesar punya Bu Nita" Doni menyahut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata tersebut membuat aku berpikiran lebih gila lagi. Gairahku&lt;br /&gt;yang semakin meninggi sudah mengalahkan norma-norma yang ada, aku sudah&lt;br /&gt;kehilangan kendali bahwa yang ada di depanku adalah anak-anak polos&lt;br /&gt;yang masih bersih pikirannya. Aku menarik kursi kehadapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Doni, Edo kalian mungkin sekarang sudah nggak netek lagi karena kalian sudah besar kalian boleh kok.." aku berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kata-kataku ini membuat mereka penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh ngapain Bu Nita" sergah Doni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh netek sama Ibu, kalian mau nggak..?" tanyaku walau sebenarnya aku sangat sudah tau jawaban mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"E.. ma.. u" jawab Edo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau sekali dong" Doni menyahut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban mereka membuat aku semakin bergairah. Aku berpikiran hari&lt;br /&gt;ini aku akan mendapatkan sensasi dari pria-pria muda ini. Aku duduk&lt;br /&gt;dihadapan mereka kemudian dengan agak tergesa aku melepaskan daster&lt;br /&gt;bagian atasku sehingga kini bagian atas tubuhku hanya tertutupi BH&lt;br /&gt;warna krem. Sepertinya mereka sudah tidak sabaran lagi terlihat dari&lt;br /&gt;tangan-tangan mereka yang mulai menggerayangi susuku. Aku menjadi geli&lt;br /&gt;melihat tingkah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar sayang.. Ibu lepas dulu kutangnya" sambil tersenyum aku berkata.&lt;br /&gt;Setelah aku melepas kutang, tumpahlah isinya, sekarang buah dadaku&lt;br /&gt;terbuka bebas. Mata mereka semakin melotot memandangi payudaraku.&lt;br /&gt;Tampaknya mereka bingung apa yang harus mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo dimulai kok malah bengong" aku menyadarkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bangkit dari duduknya. Tangan mereka kelihatan berebut untuk meremas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan rebutan dong.. ah.. Doni yang kiri.. e yang kanan" perintahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Birahiku semakin meninggi, sementara Doni sudah mulai mendekatkan&lt;br /&gt;bibirnya ke putingku Edo masih membelai sambil dipilin-pilin putingku.&lt;br /&gt;Edo mulai mengisap-isap putingku. Oh betapa seakan perasaanku melayang&lt;br /&gt;ke awan, apalagi ketika mereka berdua mengisap secara bersamaan nafasku&lt;br /&gt;menjadi tersengal. Tanganku membelai kadang agak sedikit menjambak&lt;br /&gt;sambil menekan kepala mereka agar lebih dalam lagi menikmati buah&lt;br /&gt;dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semakin menikmati mainan mereka aku semakin terhanyut, aku ingin lebih dari hanya ini. Aku semakin lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika baru nikmat-nikmatnya tiba-tiba Edo melepaskan isapannya sambil berkata, "Bu Nita kok nggak keluar air susunya?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kaget harus menjawab apa akhirnya kau menjawab sekenanya, "Edo mau nggak, kalo nggak mau biar Doni saja.. mau nggak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau.." Edo langsung menyahut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni tidak menggubris dia semakin lahap menikmati buah dadaku. Akhirnya aku ingin lebih dari sekedar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Don.. Edo.. ber.. henti dulu.." aku meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa Bu Nita?" Doni bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita ke kamar saja yuk.. disini posisinya nggak enak" jawabku.&lt;br /&gt;Kemudian aku berdiri tentu saja daster yang aku pakai merosot&lt;br /&gt;kebawah. Mata mereka menatap tubuhku yang sintal dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo.." aku mengajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan ke kamarku hanya menggunakan celana dalam yang&lt;br /&gt;berwarna hitam yang kontras dengan kulitku yang putih. Seperti kerbau&lt;br /&gt;dicocok hidungnya mereka mengikuti diriku. Sampai di dalam kamar aku&lt;br /&gt;duduk di sisi ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Don.. Edo.. sayang lepas saja seragam kalian" pintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Bu Nita" Edo masih agak ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudahlah turuti saja" aku menyahut.&lt;br /&gt;Dengan malu-malu mereka mulai melepas baju dan celana seragam&lt;br /&gt;mereka. Tampaklah kontol-kontol dari pria-pria muda itu sudah ngaceng.&lt;br /&gt;Rambut kemaluan mereka tampak belum tumbuh lebat, sedang batang&lt;br /&gt;kemaluannya belum tumbuh benar masih agak kecil. Namun melihat&lt;br /&gt;pemandangan ini libidoku semakin naik tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu Nita curang.." Edo berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok curang bagaimana?" aku bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu Nita nggak melepas celana Ibu!" Edo menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila anak ini, aku tersenyum kemudian bangkit dari dudukku. Celana&lt;br /&gt;dalamku kemudian aku lepaskan. Sekarang kami bertiga telanjang bulat&lt;br /&gt;tanpa sehelai benangpun. Tatapan mereka tertuju pada benda yang ada&lt;br /&gt;dibawah pusarku. Bulu yang lebat dan hitam yang tumbuh menarik&lt;br /&gt;perhatian mereka. Aku duduk kembali dan agak meringsut ke rangjang lalu&lt;br /&gt;menaikkan kakiku dan mengangkangkannya. Memekku terbuka lebar dan tentu&lt;br /&gt;saja terlihat isi-isinya. Mereka mendekat dan melihat memekku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini namanya memek, lain dengan punya kalian" aku menerangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian lahir dari sini" aku melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan mereka mengelus-elus bibir kemaluanku. Sentuhan ini nikmat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini kok ada lobang lagi" Doni bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho ini kan lobang buat beol" aku agak geli sambil menerangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari Doni masuk ke lobang vaginaku dan bermain-main di dalamnya.&lt;br /&gt;Cairan-cairan tampak semakin membanjiri liang vaginaku. Sementara jari&lt;br /&gt;Edo kelihatannya lebih tertarik lubang duburku. Jari Edo yang semula&lt;br /&gt;mengelus-elus lobang dubur kemudian nampaknya mulai berani memasukkan&lt;br /&gt;ke lobang duburku. Aku biarkan kenikmatan ini berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouw.. a.. duh.. e.. nak.. sekali.. nik.. mat.. sa.. yang.. terr.. us" aku merintih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria-pria muda ini agak lama aku biarkan mengobok-obok&lt;br /&gt;lobang-lobangku. Sungguh pria-pria muda ini memberiku kenikmatan yang&lt;br /&gt;hebat. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku tanpa bisa berkata-kata&lt;br /&gt;hanya rintihan dan nafas yang tersengal-sengal.&lt;br /&gt;Akhirnya aku mendorong mereka aku bangkit dan menghampiri mereka&lt;br /&gt;yang berdiri di tepi ranjang. Aku berjongkok dihadapan mereka sambil&lt;br /&gt;kedua tanganku memegang diiringi dengan remasan-remasan kecil pada&lt;br /&gt;penis mereka. Aku mendekatkan wajahku pada penis Doni aku kulum dan&lt;br /&gt;jilati kepala penis muda nan jantan ini. Tampak kedua lutut Doni&lt;br /&gt;tergetar. Aku masukkan seluruh batang penis itu kedalam mulutku dan aku&lt;br /&gt;membuat gerakan maju mundur. Tangan Doni mencengkeram erat kepalaku.&lt;br /&gt;Sementara tanganku yang satu mengocok-kocok kontol Edo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bu Nita.. say.. ya.. ma.. u.. ken.. cing.." Doni merintih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya anak ini akan orgame aku nggak kan membiarkan hal ini terjadi karena aku masih ingin permainan ini berlanjut.&lt;br /&gt;Kemudian aku beralih pada penis Edo. Tampak penis ini agak lebih&lt;br /&gt;besar dari kepunyaan Doni. Aku mulai jilati dari pangkal sampai pada&lt;br /&gt;ujungnya, lidahku menari di kepala penis Edo. Aku tusuk-tusuk kecil&lt;br /&gt;lobang perkencingan Edo kemudian aku masukkan seluruh batang penis Edo.&lt;br /&gt;Jambakan rambut Edo kencang sekali ketika aku semakin mempercepat&lt;br /&gt;kulumanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wouw.. a.. ku.. ju.. ga.. mo.. ken.. cing.. nih" Edo merintih.&lt;br /&gt;Aku hentikan kulumanku kemudian aku bangkit dan naik ke atas&lt;br /&gt;ranjang lalu aku kangkangkan kakiku lebar-lebar sehingga memekku&lt;br /&gt;terbuka lebar.&lt;br /&gt;"Siapa duluan sayang, itu tititnya dimasukkan ke sini" aku berkata&lt;br /&gt;sambil tanganku menunjuk ke lobang vaginaku yang nampak sudah basah&lt;br /&gt;kuyup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berpandangan, tampaknya membuat persetujuan. Dan akhirnya&lt;br /&gt;Doni duluan yang akan menusukku. Doni naik ke atas ranjang dan&lt;br /&gt;mengangkangiku tampak penis yang tegang mengkilat siap menusuk lobang&lt;br /&gt;wanita yang pantas menjadi neneknya. Aku tuntun penis Doni masuk ke&lt;br /&gt;lobang kenikmatanku. Aku tuntun pria muda ini melepas keperjakaannya,&lt;br /&gt;memasuki kenikmatan dengan penuh kasih. Dan bless.. batang zakar Doni&lt;br /&gt;amblas ke dalam vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah.." aku mendesis seperti orang kepedasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masukkan.. le.. bih.. da.. lam lagi.. dan genjot.. say.. ang" aku memberi perintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya.. Bu Nita.. e.. naak.. se.. kali" Doni berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa tersenyum sambil menggigit bibir bagian bawahku.&lt;br /&gt;Tampaknya Doni cepat memahami perkataanku dia memompa wanita tua yang&lt;br /&gt;ada dibawahnya dengan seksama. Genjotannya semakin lama semakin cepat.&lt;br /&gt;Edo yang menunggu giliran hanya tertegun dengan permainan kami.&lt;br /&gt;Genjotan Doni kian cepat aku imbangi dengan goyanganku. Dan tampaknya&lt;br /&gt;hal ini membuat Doni tidak kuat lagi menahan sperma yang akan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya "Sa.. ya.. mo.. ken.. cing.. la.. gi.. Tak.. ta.. han.. la.. gi.." Doni setengah berteriak.&lt;br /&gt;Kakiku aku lipat menahan pantat Doni. Doni merangkul erat tubuhku&lt;br /&gt;dan.. cret.. cret.. ser.. cairan hangat membajiri liang kewanitaanku.&lt;br /&gt;Doni terkulai lemas diatas tubuhku, butiran-butiran keringat keluar&lt;br /&gt;dari sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak.. se.. ka.. li Bu Nita" Doni berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya.. tapi sekarang gantian Edo dong sayang" aku berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doni mencabut penisnya yang sudah agak mengempis dan terkapar lemas disampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Edo sekarang giliranmu sayang" aku berkata kepada Edo .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tusuk Ibu dari belakang ya.."aku memberi perintah.&lt;br /&gt;Kemudian aku mengambil posisi menungging sehingga memekku pada&lt;br /&gt;posisi yang menantang. Edo naik ke atas ranjang dan bersiap menusuk dar&lt;br /&gt;belakang. Dan bless.. penis pria muda yang kedua memasuki lobang&lt;br /&gt;kenikmatanku yang seharusnya belum boleh dia rasakan seiring dengan&lt;br /&gt;melayangnya keperjakaan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya Edo sudah agak bisa menggerakkan tubuhnya dengan benar&lt;br /&gt;dari dia melihat permainan Doni. Edo menggerakkan maju mundur&lt;br /&gt;pantatnya. Aku sambut dengan goyangan erotisku. Semakin lama gerakan&lt;br /&gt;Edo tidak teratur semakin cepat dan tampaknya puncak kenikmatan akan&lt;br /&gt;segera diraih oleh anak ini. Dan akhirnya dengan memeluk erat tubuhku&lt;br /&gt;dari belakang sambil meremas susuku Edo mengeluarkan spermanya.. cret..&lt;br /&gt;cret.. lubang vaginaku terasa hangat setelah diisi sperma dua anak&lt;br /&gt;manis ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edo terkapar disampingku. Dua anak mengapitku terkapar lemas setelah memasuki dunia kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit dan berjalan ke dapur tanpa berpakaian untuk membuatkan&lt;br /&gt;susu biar tenaga mereka pulih. Setelah berpakaian dan minum susu mereka&lt;br /&gt;minta ijin untuk pulang.&lt;br /&gt;"Doni, Edo kalian boleh pulang dan jangan cerita kepada&lt;br /&gt;siapa-siapa tentang semua ini, kalian boleh minta lagi kapan saja asal&lt;br /&gt;waktu dan tempat memungkinkan" aku berkata kemudian mencium bibir kedua&lt;br /&gt;anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberi uang jajan mereka masing-masing 50.000 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sampai saat ini mereka telah kuliah, aku masih sering kencan dengan mereka. Aku semakin sayang dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-5430421019869742856?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/5430421019869742856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/burung-burung-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/5430421019869742856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/5430421019869742856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/burung-burung-kecil.html' title='Burung Burung Kecil'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-937457597288811130</id><published>2009-11-19T01:11:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:11:39.045-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Belenggu yang tertahan</title><content type='html'>Siang&lt;br /&gt;itu di sebuah rumah yang cukup asri, seorang gadis yang berambut&lt;br /&gt;panjang terurai dengan raut wajah yang manis terlihat sedang menanti&lt;br /&gt;kedatangan seseorang. Tiba-tiba datang seorang pemuda yang mengenakan&lt;br /&gt;kaos biru di padu dengan jeans warna serupa. Dia berjalan menuju&lt;br /&gt;kerumah gadis yang sedang asyik duduk di depan rumahnya, si gadis&lt;br /&gt;sesekali mengawasi depan rumahnya kalau-kalau yang di tunggu sudah&lt;br /&gt;datang atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senyum yang manis kemudian gadis itu menyapa sang pemuda yang kelihatan rapi, harum dan segar siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hallo Mas Adietya sayang.." sapanya dengan panggilan khas yang mesra ke padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hallo juga.. Sayang," balasku pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah lama yah nunggunya," lanjutku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara aku dan si gadis memang terlihat mesra di setiap kesempatan&lt;br /&gt;apa aja. Baik itu melalui panggilan ataupun sikap terhadap&lt;br /&gt;masing-masing. Seperti halnya siang itu, yang kebetulan keadaan di&lt;br /&gt;rumah sang gadis nampaknya sedang sepi, dia bilang ortunya lagi ke&lt;br /&gt;rumah saudaranya yang pulangnya nanti sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masih menyimpan rasa rindu yang tertahan, aku memeluk gadis pujaanku dengan mesra, sambil membisikan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adiet kangen banget nih sayang," bisikku di telinga nya sambil mencumbu daun telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku juga kangen Mas sayang.." jawabnya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita terlibat perbincangan sesaat, yang selanjutnya aku&lt;br /&gt;merengkuh bahu si gadis dan mengajaknya masuk ke dalam ruangan tamu. Di&lt;br /&gt;sofa kita duduk sangat dekat sekali, sampai-sampai kita bisa merasakan&lt;br /&gt;hembusan nafas masing-masing, saat kita bertatapan wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu cantik sekali siang ini sayang.." kataku lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari tanganku meremas kedua tangannya dan kemudian aku lanjutkan&lt;br /&gt;untuk menarik tubuhnya lebih rapat. Si gadis tak menjawab hanya tersipu&lt;br /&gt;raut wajahnya, yang di ekspresikan dengan memelukku erat. Tanganku&lt;br /&gt;kemudian memegang kedua pipinya dan tak lama bibirku sudah mengulum&lt;br /&gt;bibirnya yang terbuka sedikit dan bentuknya yang ranum, sembari dia&lt;br /&gt;memejamkan kedua bola matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidahku bermain di rongga mulutnya untuk memberikan perasaan yang&lt;br /&gt;membuat nya mendesah sesaat setelahnya. Di balik punggungnya jemari&lt;br /&gt;tanganku dengan lembut masuk ke dalam kaos warna putihnya dan mencoba&lt;br /&gt;membuka kaitan bra dari belakang punggungnya. Dengan dua kali gerakan,&lt;br /&gt;terbukalah kaitan bra hitamnya yang berukuran 36b itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemari tanganku langsung mengelus tepian payudaranya yang begitu&lt;br /&gt;kenyal dan menggairahkan itu. Dan tak lama setelah itu jariku sudah&lt;br /&gt;memilin putingnya yang mulai keras, yang nampaknya dia mulai menikmati&lt;br /&gt;dan sudah terangsang diiringi dengan desahannya yang sensual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. Mas sayang.." desahnya lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memilin, bibirku tak lepas dari bibirnya dan menyeruak lebih&lt;br /&gt;ke dalam yang sesekali mulutku menghisap lidahnya keluar masuk.&lt;br /&gt;Selanjutnya dengan gerakan pelan aku membuka kaos putihnya dan langsung&lt;br /&gt;mulutku menelusuri payudaranya dan berakhir di putingnya yang menonjol&lt;br /&gt;kecil. Aku menjulurkan lidahku tepat di ujung payudaranya, yang membuat&lt;br /&gt;dia menggelinjang dan mendesah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. Mas sayang.. Enak sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat aku menghentikan cumbuanku kepadanya dan memegang kedua pipinya kembali sambil membisikkan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang.. Payudara kamu sungguh indah bentukya," bisikku lirih di telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis hanya mengulum senyumnya yang manis sembari kembali&lt;br /&gt;memelukku mesra. Dengan mesra aku mengajak si gadis berjalan ke arah&lt;br /&gt;kamarnya yang lumayan besar dan bersih. Layaknya kamar seorang gadis&lt;br /&gt;yang tertata rapi dan aroma segar wangi bunga-bunga yang ada ditaman&lt;br /&gt;depan kamarnya terhirup olehku saat memasukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berselang lama kemudian, aku mengangkat tubuh sexy sang gadis&lt;br /&gt;dan meletakkannya di atas meja belajar yang ada di kamarnya. Sang gadis&lt;br /&gt;masih mengenakan celana jeansnya, kecuali bagian atasnya yang sudah&lt;br /&gt;terbuka saat kita berasyik masyuk di ruang tamu. Perlahan aku memeluk&lt;br /&gt;tubuh sang gadis kembali, yang aku lanjutkan dengan menjelajahi leher&lt;br /&gt;jenjangnya dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirku mencumbui setiap senti permukaan kulitnya dan berpindah&lt;br /&gt;sesaat ketika lidahku mencapai belakang telinganya dan membuat tubuh&lt;br /&gt;sang gadis kembali bergetar pelan. Desahan dan getaran tubuhnya&lt;br /&gt;menandakan kalau sang gadis sudah sangat terangsang oleh setiap&lt;br /&gt;cumbuanku. Tanganku tak tinggal diam sementara bibirku mencumbui setiap&lt;br /&gt;titik sensitif yang ada di tubuh sang gadis. Jemariku mulai mengarah&lt;br /&gt;kebawah menuju celana jeans nya dan tanpa kesulitan aku menurunkan&lt;br /&gt;resliting celananya yang nampak olehku pinggiran celana dalam warna&lt;br /&gt;hitamnya yang sexy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku melemparkan celana jeansnya ke lantai dan seketika&lt;br /&gt;tanganku dengan lembut merengkuh bongkahan pantatnya yang padat berisi.&lt;br /&gt;Aku mengelus kedua bongkahannya pelan dan sesekali jariku menyelip di&lt;br /&gt;antara tepian celana dalamnya yag membuat bibirnya kembali bergetar&lt;br /&gt;mendesah lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.. Mas sayang.." desahnya parau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirku yang sejak tadi bermain di atas, kemudian berpindah setelah&lt;br /&gt;aku merasakan cukup untuk merangsangnya di bagian itu. Lidahku menjulur&lt;br /&gt;lembut ketika mencapai permukaan kulit perutnya yang berakhir di&lt;br /&gt;pusarnya dan bermain sejenak yang mengakibatkan tubuhnya menggelinjang&lt;br /&gt;kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ssshh.." desisnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan kemudian aku mulai menurunkan celana dalamnya dan aku&lt;br /&gt;membiarkan menggantung di lututnya yang sexy. Kembali aku melanjutkan&lt;br /&gt;cumbuan yang mengarah ke tepian pangkal pahanya dengan lembut dan&lt;br /&gt;sesekali aku mendengar sang gadis mendesah lagi. Aku mencium aroma khas&lt;br /&gt;setelah lidahku mencapai bukitnya yang berbulu hitam dan lebat sekali,&lt;br /&gt;namun cukup terawat terlihat olehku sekilas dari bentuk bulu vaginanya&lt;br /&gt;yang menyerupai garis segitiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak lama lidahku sudah menjilati bibir luar vaginanya dengan&lt;br /&gt;memutar ujung lidahku lembut. Kemudian aku lanjutkan dengan menjulurkan&lt;br /&gt;lebih ke dalam lagi untuk mencapai bibir dalamnya yang sudah sangat&lt;br /&gt;basah oleh lendir kenikmatan yang di keluarkan dari lubang vaginanya.&lt;br /&gt;Tubuh sang gadis mengelinjang perlahan bersamaan dengan tersentuhnya&lt;br /&gt;benjolan kecil di atas vagina miliknya oleh ujung lidahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. Mas sayang" jeritnya tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku nggak kuat Mas.." tambahnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku lanjutkan dengan menghentikan tindakanku sesaat. Aku&lt;br /&gt;menurunkan tubuh sang gadis dari atas meja, kemudian aku berdiri tepat&lt;br /&gt;di hadapanya yang sudah berjongkok sambil menatap penisku yang sudah&lt;br /&gt;berdiri tegang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gerakan lincah bibir sang gadis langsung mengulum kepala&lt;br /&gt;penisku dengan lembut dan memutar lidahnya di dalam mulutnya yang&lt;br /&gt;mungil dan memilin kepala penisku yang mengkilat. Tubuhku bergetar&lt;br /&gt;hebat ketika menerima semua gerakan erotis mulai dari jemari tangannya&lt;br /&gt;yang lembut mengelus batang penisku serta bibir dan lidahnya yang&lt;br /&gt;lincah menelusuri buah zakarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. Sayang" desahku pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambutnya yang hitam panjang ku remas sebagai expresi dari&lt;br /&gt;kenikmatan yang mengalir di sekujur tubuhku. Setelah beberapa saat sang&lt;br /&gt;gadis menjelajahi organ sensitifku, aku merengkuh bahunya serta&lt;br /&gt;memintanya berdiri dan kembali aku mendudukkan pantatnya yang padat&lt;br /&gt;berisi di tepian meja sementara salah satu kaki jenjangnya menjuntai ke&lt;br /&gt;lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gerakan lembut aku mengangkat paha kirinya dan bertumpu pada&lt;br /&gt;lenganku, di saat selanjutnya tangan kiriku memegang batang penisku&lt;br /&gt;yang sudah sangat tegang sekali menahan rangsangan yang menggelora dan&lt;br /&gt;mengarahkannya tepat di bibir vaginanya yang sudah basah oleh lendir&lt;br /&gt;birahi. Pada saat bersamaan ujung telunjukku juga mengelus belahan&lt;br /&gt;antara anus dan bibir bawah vaginyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.. Mas sayang.. Please.. Aku enggak kuat" jeritnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih belum merespon atas jeritan lirihnya, sebaliknya aku&lt;br /&gt;menundukkan kepala untuk kembali menjilati kedua payudaranya bergantian&lt;br /&gt;dan berakhir di puting payudara yang sebelah kiri. Gerakanku membuatnya&lt;br /&gt;menggelinjang dan semakin keras desahannya terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. Mas sayang.. Sekarang yah" pintanya lirih, dengan mata yang sayup penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan aku mengarahkan batang penisku tepat di belahan vaginanya dan mendorongnya lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Slepp.." irama yang di timbulkan ketika penisku sudah menyeruak bibir vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali bibir sang gadis mengeluarkan desahan sexynya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hekk.. Mmm.." gumamnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah dari batang penisku sudah masuk ke dalam vaginanya, yang&lt;br /&gt;aku padukan dengan gerakan bibirku mengulum bibirnya yang ranum serta&lt;br /&gt;memilin dan memutar ujung lidahnya lembut. Untuk menambah kenikmatan&lt;br /&gt;buat dirinya, aku mulai memajukan sedikit demi sedikit sisa batang&lt;br /&gt;penisku ke rongga vaginanya yang paling dalam dan aku mengarahkan ujung&lt;br /&gt;penisku menyentuh G-spotnya. Mulut sang gadis menggumam lirih karena&lt;br /&gt;mulutku juga masih mengulum bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mmm.. Mmm" gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menahan nikmat, tangan sang gadis menyentuh buah zakarku dan&lt;br /&gt;memijitnya lembut yang membuat tubuhku ikut mengelinjang menahan&lt;br /&gt;kenikmatan yang sama. Pinggulku membuat gerakan maju mundur untuk&lt;br /&gt;kesekian kalinya dan sepertinya sang gadis akan mendapatkan orgasme&lt;br /&gt;pertamanya ditandai dengan gerakan tangannya yang merengkuh bahuku erat&lt;br /&gt;dan menggigit bibir bawahnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. Mas sayangg.." jeritnya bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan aliran hangat yang kurasakan di dalam, rongga&lt;br /&gt;vaginanya menjepit erat batang penisku. Tangannya merengkuh bongkahan&lt;br /&gt;pantatku serta menariknya lebih erat lagi. Tak lama berselang sang&lt;br /&gt;gadis kemudian tersenyum manis dan mengecup bibirku kembali sambil&lt;br /&gt;mengucapkan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Thanks yah.. Mas sayang"ucapnya mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membalasnya dengan memberikan senyum dan mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bahagia.. kalau sayang bisa menikmati semua ini" ucapku kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya beberapa saat setelah sang gadis mendapatkan orgasmenya, aku&lt;br /&gt;membalikkan tubuhnya membelakangiku sembari kedua tanganya berpegang&lt;br /&gt;pada pingiran meja. Dengan pelan kutarik pinggangnya sambil memintanya&lt;br /&gt;menunduk, maka nampaklah di depanku bongkahan pantatnya yang sexy&lt;br /&gt;dengan belahan vaginanya yang menggairahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan aku memajukan tubuhku sambil memegang batang penisku dan&lt;br /&gt;mengarahkannya tepat di bibir vaginanya, sementara kaki kananku&lt;br /&gt;mengeser kaki kanannya untuk membuka pahanya sedikit melebar. Dengan&lt;br /&gt;gerakan mantap penisku menyeruak sedikit demi sedikit membelah&lt;br /&gt;vaginanya lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Slepp.." masuklah setengah batang penisku ke dalam rongga vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sss.." sang gadis mendesah menerima desakan penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku perlahan meremas payudaranya dari belakang mulai dari yang&lt;br /&gt;sebelah kiri dan dilanjutkan dengan yang sebelah kanan secara&lt;br /&gt;bergantian. Sementara pinggulku memulai gerakan maju mundur untuk&lt;br /&gt;kembali menyeruak rongga vaginanya lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi ini menimbulkan sensasi tersendiri dimana seluruh batang&lt;br /&gt;penisku dapat menyentuh G-spotnya, sementara tanganku dengan bebas&lt;br /&gt;menjelajahi seluruh organ sensitifnya mulai dari kedua payudara berikut&lt;br /&gt;putingnya dan belahan anus dan bagian tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. Mas sayang" desahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ujung jemariku menyentuh lubang anusnya sambil aku&lt;br /&gt;berkonsentrasi memaju mundurkan penisku. Setelah cukup beberapa saat&lt;br /&gt;aku menggerakan pinggulku memompa belahan vaginanya. Dengan gerakan&lt;br /&gt;lembut aku menarik wajahnya mendekat, masih dalam posisi membelakangiku&lt;br /&gt;aku mengulum bibirnya dan meremas kedua payudaranya lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang aku mau keluar nih," bisiku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. Mas sayang aku juga mau" sahutnya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mempercepat gerakanku memompa vaginanya dari belakang tanpa&lt;br /&gt;melepas ciumanku di bibirnya dan remasan ku di kedua payudaranya. Pada&lt;br /&gt;saat terakhir aku mencengkeram kedua pinggulnya erat dan memajukan&lt;br /&gt;penisku lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Creett.. Ohh.. Sayang," jeritku kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyemburlah spermaku yang cukup banyak ke dalam rongga vaginanya&lt;br /&gt;dan beberapa tetes meleleh keluar mengalir di kedua pahanya. Untuk&lt;br /&gt;beberapa saat aku mendiamkan kejadian ini sampai akhirnya penisku&lt;br /&gt;mengecil dengan sendirinya di dalam vaginanya yang telah memberikan&lt;br /&gt;kenikmatan yang tak bisa aku ungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah rasa rinduku terhadap kekasihku setelah beberapa lamanya tidak saling bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-937457597288811130?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/937457597288811130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/belenggu-yang-tertahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/937457597288811130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/937457597288811130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/belenggu-yang-tertahan.html' title='Belenggu yang tertahan'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-7823696195644632563</id><published>2009-11-19T01:09:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:10:08.168-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Awal Sebuah Ketulusan</title><content type='html'>Pada&lt;br /&gt;mulanya aku tidak begitu tertarik dengan namanya chatting. Tetapi lama&lt;br /&gt;kelamaan aku jadi ketagihan dan setiap hari aku selalu meluangkan waktu&lt;br /&gt;Untuk beberapa saat lamanya sembari mengerjakan tugas harian di kantor.&lt;br /&gt;Baik itu melalui MIRC ataupun di YM. Dan mulai dari sinilah aku mulai&lt;br /&gt;mengenal apa itu dunia cyber. Suatu hari aku chatting dengan&lt;br /&gt;menggunakan nickname Jingga yang kebetulan aku suka banget dengan warna&lt;br /&gt;purple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sampailah aku di pertemukan dengan cewek yang berumur 17&lt;br /&gt;tahun yang mempunyai nama asli Adinda. Adinda yang masih berstatus&lt;br /&gt;pelajar di salah satu SMU negeri di Jakarta dan tinggal di sekitar&lt;br /&gt;Jakarta Barat. Dengan paras yang cantik serta bentuk tubuh yang sexy di&lt;br /&gt;dukung penampilannya yang selalu mengenakan rok abu-abunya di atas&lt;br /&gt;lutut. Menjadikan dirinya patut untuk di kagumi oleh setiap lelaki.&lt;br /&gt;Apalagi dengan hem putihnya yang sedikit transparan setiap Adinda&lt;br /&gt;berangkat ke sekolah. Begitu menerawang terbentuk segaris Bra 36 warna&lt;br /&gt;hitam kesukaannya menjadikan setiap mata yang memandangnya tak akan&lt;br /&gt;berkedip sedetikpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda adalah anak tunggal dari keluarga yang cukup terpandang di&lt;br /&gt;Jakarta. Kesibukan papanya sebagai seorang pengusaha, menjadikan Adinda&lt;br /&gt;selalu merasa kesepian. Demikian juga dengan Mamanya yang selalu sibuk&lt;br /&gt;dengan urusan arisan, shopping, senam, salon dan banyak lagi kesibukan&lt;br /&gt;yang datang tak pernah habisnya. Karena merasa kesepian setiap pulang&lt;br /&gt;dari sekolah ataupun saat libur sekolah, menjadikan Adinda tumbuh tanpa&lt;br /&gt;seorang figur dari keluarganya. Kalau melihat kepribadiannya Adinda&lt;br /&gt;sebenarnya mempunyai kepribadian yang periang dan ramah.Semua itu bisa&lt;br /&gt;di lihat dengan kesehariannya yang selalu tersenyum kepada semua orang&lt;br /&gt;yang di jumpainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga saat bertemu denganku lewat Chatting. Setiap&lt;br /&gt;perjumpaan selalu diakhiri dengan kesan yang baik, bagaimanapun juga&lt;br /&gt;aku sangat menghargai. Kejujurannya yang menceritakan masalah&lt;br /&gt;keluarganya yang super sibuk dan mantan cowoknya yang berpaling&lt;br /&gt;darinya, karena tidak bisa bersabar menghadapi Adinda yang belakangan&lt;br /&gt;menjadi pemurung. Sifatnya yang pemurung itu disebabkan oleh suasana&lt;br /&gt;keluarganya yang mulai tidak harmonis lagi dan menjadikan sosok Adinda&lt;br /&gt;menjadi minder di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada satu kesempatan dia memutuskan ingin bertemu secara&lt;br /&gt;langsung denganku. Hari itu setelah kita chatting beberapa saat,&lt;br /&gt;tiba-tiba dia menangis dan butuh teman untuk curhat secara langsung dan&lt;br /&gt;alasannya, karena dia sudah akrab dan percaya kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menentukan tempat yang cukup aman, sejuk udaranya dan tidak&lt;br /&gt;bising akhirnya aku sepakat menemuinya. Dengan perasaan deg-degan,&lt;br /&gt;sepanjang perjalanan aku berpikir ada masalah apa dengan Adinda. Dan&lt;br /&gt;pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku benar-benar ketemu&lt;br /&gt;dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat Aku terkagum-kagum melihat penampilannya hari itu. Berbeda&lt;br /&gt;dengan kesehariannya yang selalu mengenakan seragam sekolah. Hari itu&lt;br /&gt;Adinda mengenakan stelan celana jeans agak belel warna biru di padu&lt;br /&gt;dengan kaos putih ketat yang menonjol di bagian dadanya. Rambut&lt;br /&gt;panjangnya di biarkannya tergerai menyentuh bahunya melewati leher&lt;br /&gt;jenjangnya yang putih bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penampilannya yang mengagumkan aku sempat menelan ludah&lt;br /&gt;sesaat. Adinda adalah sosok cewek idolaku. Mulai dari wajahnya,&lt;br /&gt;dadanya, pinggulnya dan lekukan Pantatnya yang sexy tecetak jelas di&lt;br /&gt;celananya yang ketat juga. Membuat aku menelan terdiam sesaat, sambil&lt;br /&gt;membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah cafe yang suasananya pada siang itu tidak begitu ramai,&lt;br /&gt;dengan hanya beberapa pengunjung, menjadikan pertemuanku dengan nya&lt;br /&gt;akan sangat berkesan tentunya. Selama pembicaraan di cafe, jantungku&lt;br /&gt;berdetak kencang setiap melirik paras Adinda yang cantik dan manis&lt;br /&gt;sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang&lt;br /&gt;merekah. Untuk menghilangkan rasa cemasku, aku berusaha membuka&lt;br /&gt;pembicaraan dengan menanyakan bagaimana kesannya setelah bertemu dan&lt;br /&gt;ada masalah apa sampai dia memintaku datang menemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu sebenarnya hanya sekedar alasannya aja agar bisa&lt;br /&gt;ngobrol denganku dan mengenal lebih dekat siapa diriku sebenarnya. Hal&lt;br /&gt;itu aku ketahui setelah kami terlibat perbincangan serius di cafe dan&lt;br /&gt;dia berterima kasih, kalau selama ini aku bisa dengan penuh kesabaran&lt;br /&gt;mendengarkan semua masalah yang di hadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diet.. Boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Adinda tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh.. Ada apa emangnya?" tanyaku balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mulai merasakan semua kasih sayang kamu selama ini," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan aku juga ingin memberikan hal yang sama buat kamu," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasannya, dengan lembut&lt;br /&gt;aku memeluk tubuhnya untuk meyakinkan bahwa semua yang kulakukan tulus&lt;br /&gt;adanya. Dan dengan pelan aku genggam jemari tangannya yang halus serta&lt;br /&gt;aku pegang dagunya dengan lembut bibirku menyentuh bibirnya yang&lt;br /&gt;terbuka sedikit. Yang tak lama aku telah menciumi leher Adinda yang&lt;br /&gt;terlihat sangat bersih dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adinda aku sayang kamu..," bisikku di telinganya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda semakin erat memelukku sebagai ungkapan kebahagiaannya atas&lt;br /&gt;sikapku. Setelah perbincangan di cafe selesai, Adinda mengajakku untuk&lt;br /&gt;bersantai sejenak sambil beristirahat dengan memesan sebuah kamar di&lt;br /&gt;sebuah hotel yang tak jauh letaknya dari cafe tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diet.. Ohh..," desah Adinda ketika aku mencumbu lehernya setelah&lt;br /&gt;kita sampai di kamar. Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Adinda&lt;br /&gt;yang jenjang.&lt;br /&gt;"Akhh Diet.." tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk&lt;br /&gt;menggerayangi payudara Adinda yang aku rasakan mulai mengencang&lt;br /&gt;mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooohh.. Diet.." desahnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda mulai terangang ketika ujung lidahku menjilati bukit&lt;br /&gt;payudaranya yang berukuran 36 itu. Aku semakin berani untuk melakukan&lt;br /&gt;yang Iebih jauh.. Dengan meremas payudara yang satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adinda.. Sayang, aku buka baju kamu yah.."? bisiku di telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk melepaskan&lt;br /&gt;pakaiannya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan Bra warna hitam.&lt;br /&gt;Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan&lt;br /&gt;jelas di depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terbuka, kembali aku mengulum bibirnya yang merekah.&lt;br /&gt;Lidahku menjelajahi rongga di langit-langit mulutnya dan sesekali&lt;br /&gt;menghisap lidah Adinda yang mulai terangsang dengan ciumanku. Tanganku&lt;br /&gt;yang nakal mulai melepas Bra warna hitam miliknya. Dan.. Wow..&lt;br /&gt;Tersembullah puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas&lt;br /&gt;lumatan di bibir Adinda untuk kemudian mulai menjilati puting Adinda&lt;br /&gt;yang berwarna kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat putingnya&lt;br /&gt;berdiri dengan kencang.. Sedangkan tangan kananku memilin puting yang&lt;br /&gt;lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooohh Diet.. Enak sekali sayang..," rintih Adinda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat aku mulai menegang.. Adinda berusaha bangkit dari tempat&lt;br /&gt;tidur, tapi aku tidak memberikan kesempatan Adinda untuk bangkit dari&lt;br /&gt;pinggir ranjang. Parfum Adinda yang harum menambah gairah aku untuk&lt;br /&gt;semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beranikan diri untuk mulai membuka celana jeans serta CD hitam&lt;br /&gt;berenda yang dipakainya. Dan darahku mendesir saat melihat gundukan&lt;br /&gt;yang ditumbuhi dengan rambut yang hitam lebat. Tanpa berpikir panjang,&lt;br /&gt;aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke&lt;br /&gt;dalam lubang vagina Adinda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oohh.. Diet.. Nikmat.. Sayang," Adinda merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang kewanitaannya.&lt;br /&gt;"Akhh.. Kamu pintar sekali sayaang.." Desah Adinda disaat jilatanku&lt;br /&gt;semakin cepat, Adinda sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda mau&lt;br /&gt;orgasme dan sesaat kemudian..&lt;br /&gt;"Mass Adiet.. Sayang.. Aku nggak tahan.. Oohh.. Mass aku mau.."&lt;br /&gt;Adinda menggelinjang hebat sambil menjepit kedua pahanya sehingga&lt;br /&gt;kepalaku terasa semakin terbenam di selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maass.. Ookkhh.. Aakuu keluaarr.." Jeritnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda merintih panjang saat mencapai orgasmenya yang pertama, dia&lt;br /&gt;tersenyum puas. Aku biarkan dia terlentang menikmati orgasmenya, sambil&lt;br /&gt;membuka semua pakaian yang aku kenakan. Aku memperhatikan Adinda begitu&lt;br /&gt;puas dengan pemanasan tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu&lt;br /&gt;berbinar-binar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang&lt;br /&gt;masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir&lt;br /&gt;panjang penisku yang berukuran lumayan besar, langsung menghujam celah&lt;br /&gt;kenikmatan Adinda sembari bibirku mengulum payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaakhh.. Diet..," desah Adinda, saat penisku melesak ke dalam lubang vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diet.. Penis kamu ohh.." desahnya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan setiap jepitan bibir vaginanya yang begitu ketat,&lt;br /&gt;sampai terasa begitu nikmat lubang senggama Adinda. Aku berpacu dengan&lt;br /&gt;nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Adinda&lt;br /&gt;yang pertama kalinya merasakan nikmatnya bercinta. Setiap gerakan maju&lt;br /&gt;mundur penisku, selalu membuat tubuh Adinda menggelinjang hebat karena&lt;br /&gt;dia mulai bisa merasakan dan menikmati permainan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diet.. Sudah.. Sayang.. Akhh.." sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina Adinda menjepit batang penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Adinda. Aku&lt;br /&gt;tidak mempedulikan desahan Adinda yang semakin menjadi, aku hanya&lt;br /&gt;berusaha memasukkan penisku lebih dalam lagi. Tiba-tiba Adinda mendekap&lt;br /&gt;tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua&lt;br /&gt;kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan.. Sesaat kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diet.. Aku.. Mau.. Keluarr lagi.. Aaakk.. Sayang, aku.. Nggak tahan.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring jeritan itu, aku merasakan cairan hangat kembali meleleh disepanjang batang penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaakhh.. Sayang.. Enak sekali.. Ooohh..," rintih Adinda lirih.&lt;br /&gt;Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, diatas tubuh&lt;br /&gt;Adinda. Disaat aku mulai mencapai klimaks, aku meminta Adinda berganti&lt;br /&gt;posisi diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adinda.. Sayang kamu diatas yah.."Pintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Adinda bangkit dan&lt;br /&gt;langsung menancapkan penisku dalam-dalam di lubang kewanitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhh gila, penis kamu enak banget Maas.. Ooohh.." Adinda merintih sambil terus menggoyangkan pinggulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduhh enak Diet.." desahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goyangan pinggul Adinda membuat gelitikan halus di penisku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adinda.. Sayang.. Akh..," aku mengerang kenikmatan saat Adinda menggoyang pinggulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diet.. Aku mau keluar nih..," sambil merintih panjang, Adinda menekankan dalam-dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya hingga penisku amblas ditelan vaginanya dan bersamaan&lt;br /&gt;dengan itu aku sudah mulai merasakan tanda-tanda akan mencapai orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaahh.. Ahh.. Ohh," teriakku&lt;br /&gt;"Crott.." bersamaan dengan menyemburnya spermaku. Aku biarkan&lt;br /&gt;spermaku menyembur di dalam vaginanya. Sebagian dari spermaku langsung&lt;br /&gt;meleleh di sekujur pahanya yang mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Adinda berjalan menuju ke kamar mandi untuk segera&lt;br /&gt;mencuci spermaku yang baru keluar dari vaginanya. Permainan itu&lt;br /&gt;berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru&lt;br /&gt;pertama kalinya Adinda bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme&lt;br /&gt;yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diet.. Kapan kamu ada waktu lagi untuk melakukan semua ini sayang," tanya Adinda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab lirih, "Terserah Kamu deh, aku akan selalu sediakan waktu untuk kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makasih sayang.. Kamu telah memberikan apa yang selama ini belum aku rasakan," kata Adinda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku mengecup kembali Bibirnya yang merekah sebagai tanda kasih sayangku kepada Adinda yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-7823696195644632563?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/7823696195644632563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/awal-sebuah-ketulusan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/7823696195644632563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/7823696195644632563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/awal-sebuah-ketulusan.html' title='Awal Sebuah Ketulusan'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-8426387176577293362</id><published>2009-11-19T01:06:00.002-08:00</published><updated>2009-11-19T01:09:07.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Ayu dan efi , Ibu dan anak sekaligus</title><content type='html'>Didalam&lt;br /&gt;cerita pengalaman saya yang pertama yang saya beri judul "Masa kecil&lt;br /&gt;saya di Palembang", saya menceritakan bagaimana saya diperkenalkan&lt;br /&gt;kepada kenikmatan senggama pada waktu saya masih berumur 13 tahun oleh&lt;br /&gt;Ayu, seorang wanita tetangga kami yang telah berumur jauh lebih tua.&lt;br /&gt;Saya dibesarkan didalam keluarga yang sangat taat dalam agama. Saya&lt;br /&gt;sebelumnya belum pernah terekspos terhadap hubungan laki-laki dan&lt;br /&gt;perempuan. Pengetahuan saya mengenai hal-hal persetubuhan hanyalah&lt;br /&gt;sebatas apa yang saya baca didalam cerita-cerita porno ketikan yang&lt;br /&gt;beredar di sekolah ketika saya duduk di bangku SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu belum banyak kesempatan bagi anak lelaki seperti saya&lt;br /&gt;walaupun melihat tubuh wanita bugil sekalipun. Anak-anak lelaki masa&lt;br /&gt;ini mungkin susah membayangkan bahwa anak seperti saya cukup melihat&lt;br /&gt;gambar-gambar di buku mode-blad punya kakak saya seperti Lana Lobell,&lt;br /&gt;dimana terdapat gambar-gambar bintang film seperti Ginger Roberts,&lt;br /&gt;Jayne Mansfield, yang memperagakan pakaian dalam, ini saja sudah cukup&lt;br /&gt;membuat kita terangsang dan melakukan masturbasi beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisalah dibayangkan bagaimana menggebu-gebunya gairah dan nafsu&lt;br /&gt;saya ketika diberi kesempatan untuk secara nyata bukan saja hanya bisa&lt;br /&gt;melihat tubuh bugil wanita seperti Ayu, tetapi bisa mengalami&lt;br /&gt;kenikmatan bersanggama dengan wanita sungguhan, tanpa memperdulikan&lt;br /&gt;apakah wanita itu jauh lebih tua. Dengan hanya memandang tubuh Ayu yang&lt;br /&gt;begitu mulus dan putih saja sucah cukup sebetulnya untuk menjadi bahan&lt;br /&gt;imajinasi saya untuk bermasturbasi, apalagi dengan secara nyata-nyata&lt;br /&gt;bisa merasakan hangatnya dan mulusnya tubuhnya. Apalagi betul-betul&lt;br /&gt;melihat kemaluannya yang mulus tanpa jembut. Bisa mencium dan mengendus&lt;br /&gt;bau kemaluannya yang begitu menggairahkan yang kadang-kadang masih&lt;br /&gt;berbau sedikit amis kencing perempuan dan yang paling hebat lagi buat&lt;br /&gt;saya adalah bisanya saya menjilat dan mengemut kemaluannya dan&lt;br /&gt;kelentitnya yang seharusnyalah masih merupakan buah larangan yang penuh&lt;br /&gt;rahasia buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pengalaman dini inilah yang membuat saya menjadi sangat&lt;br /&gt;menikmati apa yang disebut cunnilingus, atau mempermainkan kemaluan&lt;br /&gt;wanita dengan mulut. Sampai sekarangpun saya sangat menikmati&lt;br /&gt;mempermainkan kemaluan wanita, mulai dari memandang, lalu mencium aroma&lt;br /&gt;khasnya, lalu mempermainkan dan menggigit bibir luarnya (labia majora),&lt;br /&gt;lalu melumati bagian dalamnya dengan lidah saya, lalu mengemut&lt;br /&gt;clitorisnya sampai si wanita minta-minta ampun kewalahan. Yang terakhir&lt;br /&gt;barulah saya memasukkan batang kemaluan saya kedalam liang sanggamanya&lt;br /&gt;yang sudah banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kesempatan saya dan Ayu untuk bermain cinta (saya tidak&lt;br /&gt;tahu apakah itu bisa disebut bermain cinta) yang pertama kali itu, maka&lt;br /&gt;kami menjadi semakin berani dan Ayu dengan bebasnya akan datang kerumah&lt;br /&gt;saya hampir setiap hari, paling sedikit 3 kali seminggu. Apabila dia&lt;br /&gt;datang, dia akan langsung masuk kedalam kamar tidur saya, dan tidak&lt;br /&gt;lama kemudian sayapun segera menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dia selalu mengenakan daster yang longgar yang bisa&lt;br /&gt;ditanggalkan dengan sangat gampang, hanya tarik saja keatas melalui&lt;br /&gt;kepalanya, dan biasanya dia duduk dipinggiran tempat tidur saya. Saya&lt;br /&gt;biasanya langsung menerkam payudaranya yang sudah agak kendor tetapi&lt;br /&gt;sangat bersih dan mulus. Pentilnya dilingkari bundaran yang&lt;br /&gt;kemerah-merahan dan pentilnya sendiri agak besar menurut penilaian&lt;br /&gt;saya. Ayu sangat suka apabila saya mengemut pentil susunya yang menjadi&lt;br /&gt;tegang dan memerah, dan bisa dipastikan bahwa kemaluannya segera&lt;br /&gt;menjadi becek apabila saya sudah mulai ngenyot-ngenyot pentilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saking tegangnya saya didalam melakukan sesuatu yang&lt;br /&gt;terlarang, pada permulaannya kami mulai bersanggama, saya sangat cepat&lt;br /&gt;sekali mencapai klimaks. Untunglah Ayu selalu menyuruh saya untuk&lt;br /&gt;menjilat-jilat dan menyedot-nyedot kemaluannya lebih dulu sehingga&lt;br /&gt;biasanya dia sudah orgasme duluan sampai dua atau tiga kali sebelum&lt;br /&gt;saya memasukkan penis saya kedalam liang peranakannya, dan setelah saya&lt;br /&gt;pompa hanya beberapa kali saja maka saya seringkali langsung&lt;br /&gt;menyemprotkan mani saya kedalam vaginanya. Barulah untuk ronde kedua&lt;br /&gt;saya bisa menahan lebih lama untuk tidak ejakulasi dan Ayu bisa&lt;br /&gt;menyusul dengan orgasmenya sehingga saya bisa merasakan empot-empotan&lt;br /&gt;vaginanya yang seakan-akan menyedot penis saya lebih dalam kedalam&lt;br /&gt;sorga dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu juga sangat doyan mengemut-ngemut penis saya yang masih belum&lt;br /&gt;bertumbuh secara maksimum. Saya tidak disunat dan Ayu sangat sering&lt;br /&gt;menggoda saya dengan menertawakan "kulup" saya, dan setelah beberapa&lt;br /&gt;minggu Ayu kemudian berhasil menarik seluruh kulit kulup saya sehingga&lt;br /&gt;topi baja saya bisa muncul seluruhnya. Saya masih ingat bagaimana dia&lt;br /&gt;berusaha menarik-narik atau mengupas kulup saya sampai terasa sakit,&lt;br /&gt;lalu dia akan mengobatinya dengan mengemutnya dengan lembut sampai&lt;br /&gt;sakitnya hilang. Setelah itu dia seperti memperolah permainan baru&lt;br /&gt;dengan mempermainkan lidahnya disekeliling leher penis saya sampai saya&lt;br /&gt;merasa begitu kegelian dan kadang-kadang sampai saya tidak kuat&lt;br /&gt;menahannya dan mani saya tumpah dan muncrat ke hidung dan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang Ayu juga minta "main" walaupun dia sedang mens.&lt;br /&gt;Walaupun dia berusaha mencuci vaginanya lebih dulu, saya tidak pernah&lt;br /&gt;mau mencium vaginanya karena saya perhatikan bau-nya tidak&lt;br /&gt;menyenangkan. Paling-paling saya hanya memasukkan penis saja kedalam&lt;br /&gt;vaginanya yang terasa banjir dan becek karena darah mensnya. Terus&lt;br /&gt;terang, saya tidak begitu menikmatinya dan biasanya saya cepat sekali&lt;br /&gt;ejakulasi. Apabila saya mencabut kemaluan saya dari vagina Ayu, saya&lt;br /&gt;bisa melihat cairan darah mensnya yang bercampur dengan mani saya.&lt;br /&gt;Kadang-kadang saya merasa jijik melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari, kami sedang asyik-asyiknya menikmati sanggama, dimana&lt;br /&gt;kami berdua sedang telanjang bugil dan Ayu sedang berada didalam posisi&lt;br /&gt;diatas menunggangi saya. Dia menaruh tiga buah bantal untuk menopang&lt;br /&gt;kepala saya sehingga saya bisa mengisap-isap payudaranya sementara dia&lt;br /&gt;menggilas kemaluan saya dengan dengan kemaluannya. Pinggulnya naik&lt;br /&gt;turun dengan irama yang teratur. Kami rileks saja karena sudah begitu&lt;br /&gt;seringnya kami bersanggama. Dan pasangan suami isteri yang tadinya&lt;br /&gt;menyewa kamar dikamar sebelah, sudah pindah kerumah kontrakan mereka&lt;br /&gt;yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah ejakulasi sekali dan air mani saya sudah bercampur&lt;br /&gt;dengan jus dari kemaluannya yang selalu membanjir. Lalu tiba-tiba, pada&lt;br /&gt;saat dia mengalami klimaks dan dia mengerang-erang sambil menekan saya&lt;br /&gt;dengan pinggulnya, anak perempuannya yang bernama Efi ternyata sedang&lt;br /&gt;berdiri dipintu kamar tidur saya dan berkata, "Ibu main kancitan,&lt;br /&gt;iya..?" (kancitan = ngentot, bahasa Palembang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat kaget dan tidak tahu harus berbuat bagaimana tetapi&lt;br /&gt;karena sedang dipuncak klimaksnya, Ayu diam saja terlentang diatas&lt;br /&gt;tubuh saya. Saya melirik dan melihat Efi datang mendekat ketempat&lt;br /&gt;tidur, matanya tertuju kebagian tubuh kami dimana penis saya sedang&lt;br /&gt;bersatu dengan dengan kemaluan ibunya. Lalu dia duduk di pinggiran&lt;br /&gt;tempat tidur dengan mata melotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hayo, ibu main kancitan," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pelan-pelan Ayu menggulingkan tubuhnya dan berbaring disamping&lt;br /&gt;saya tanpa berusaha menutupi kebugilannya. Saya mengambil satu bantal&lt;br /&gt;dan menutupi perut dan kemaluan saya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Efi, Efi. Kamu ngapain sih disini?" kata Ayu lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Efi pulang sekolah agak pagi dan Efi cari-cari Ibu dirumah,&lt;br /&gt;tahunya lagi kancitan sama Bang Johan," kata Efi tanpa melepaskan&lt;br /&gt;matanya dari arah kemaluan saya. Saya merasa sangat malu tetapi juga&lt;br /&gt;heran melihat Ayu tenang-tenang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Efi juga mau kancitan," kata Efi tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"E-eh, Efi masih kecil.." kata ibunya sambil berusaha duduk dan mulai mengenakan dasternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Efi mau kancitan, kalau nggak nanti Efi bilangin Abah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan Efi, jangan bilangin Abah.., kata Ayu membujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Efi mau kancitan," Efi membandel. "Kalo nggak nanti Efi bilangin Abah.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya udah, diam. Sini, biar Johan ngancitin Efi." Ayu berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hampir tidak percaya akan apa yang saya dengar. Jantung saya&lt;br /&gt;berdegup-degup seperti alu menumbuk. Saya sudah sering melihat Efi&lt;br /&gt;bermain-main di pekarangan rumahnya dan menurut saya dia hanyalah&lt;br /&gt;seorang anak yang masih begitu kecil. Dari mana dia mengerti tentang&lt;br /&gt;"main kancitan" segala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu mengambil bantal yang sedang menutupi kemaluan saya dan&lt;br /&gt;tangannya mengelus-ngelus penis saya yang masih basah dan sudah mulai&lt;br /&gt;berdiri kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sini, biar Efi lihat." Ayu mengupas kulit kulup saya untuk&lt;br /&gt;menunjukkan kepala penis saya kepada Efi. Efi datang mendekat dan&lt;br /&gt;tangannya ikut meremas-remas penis saya. Aduh maak, saya berteriak&lt;br /&gt;dalam hati. Bagaimana ini kejadiannya? Tetapi saya diam saja karena&lt;br /&gt;betul-betul bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tidur saya cukup besar dan Ayu kemudian menyutuh Efi untuk&lt;br /&gt;membuka baju sekolahnya dan telentang di tempat tidur didekat saya.&lt;br /&gt;Saya duduk dikasur dan melihat tubuh Efi yang masih begitu remaja.&lt;br /&gt;Payudaranya masih belum berbentuk, hampir rata tetapi sudah agak&lt;br /&gt;membenjol. Putingnya masih belum keluar, malahan sepertinya masuk&lt;br /&gt;kedalam. Ayu kemudian merosot celana dalam Efi dan saya melihat&lt;br /&gt;kemaluan Efi yang sangat mulus, seperti kemaluan ibunya. Belum ada&lt;br /&gt;bibir luar, hanya garis lurus saja, dan diantara garis lurus itu saya&lt;br /&gt;melihat itilnya yang seperti mengintip dari sela-sela garis&lt;br /&gt;kemaluannya. Efi merapatkan pahanya dan matanya menatap kearah ibunya&lt;br /&gt;seperti menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengelus-elus bukit venus Efi yang agak menggembung lalu saya&lt;br /&gt;coba merenggangkan pahanya. Dengan agak enggan, Efi menurut, dan saya&lt;br /&gt;berlutut di antara kedua pahanya dan membungkuk untuk mencium&lt;br /&gt;selangkangan Efi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu, Efi malu ah.." kata Efi sambil berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo, Efi mau kancitan, ndak?" kata Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengendus kemaluan Efi dan baunya sangat tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uh, mambu pesing." Saya berkata dengan agak jijik. Saya juga&lt;br /&gt;melihat adanya "keju" yang keputih-putihan diantara celah-celah bibir&lt;br /&gt;kemaluan Efi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu sebentar," kata Ayu yang lalu pergi keluar kamar tidur.&lt;br /&gt;Saya menunggu sambil mempermainkan bibir kemaluan Efi dengan jari-jari&lt;br /&gt;saya. Efi mulai membuka pahanya makin lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar kemudian Ayu datang membawa satu baskom air dan satu&lt;br /&gt;handuk kecil. Dia pun mulai mencuci kemaluan Efi dengan handuk kecil&lt;br /&gt;itu dan saya perhatikan kemaluan Efi mulai memerah karena digosok-gosok&lt;br /&gt;Ayu dengan handuk tadi. Setelah selesai, saya kembali membongkok untuk&lt;br /&gt;mencium kemaluan Efi. Baunya tidak lagi setajam sebelumnya dan sayapun&lt;br /&gt;menghirup aroma kemaluan Efi yang hanya berbau amis sedikit saja. Saya&lt;br /&gt;mulai membuka celah-celah kemaluannya dengan menggunakan lidah saya dan&lt;br /&gt;Efi-pun merenggangkan pahanya semakin lebar. Saya sekarang bisa melihat&lt;br /&gt;bagian dalam kemaluannya dengan sangat jelas. Bagian samping kemaluan&lt;br /&gt;Efi kelihatan sangat lembut ketika saya membuka belahan bibirnya dengan&lt;br /&gt;jari-jari saya, kelihatanlah bagian dalamnya yang sangat merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya isap-isap kemaluannya dan terasa agak asin dan ketika saya&lt;br /&gt;mempermainkan kelentitnya dengan ujung lidah saya, Efi&lt;br /&gt;menggeliat-geliat sambil mengerang, "Ibu, aduuh geli, ibuu.., geli nian&lt;br /&gt;ibuu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian bangkit dan mengarahkan kepala penis saya kearah&lt;br /&gt;belahan bibir kemaluan Efi dan tanpa melihat kemana masuknya, saya&lt;br /&gt;dorong pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh, sakit bu..," Efi hampir menjerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Johan, pelan-pelan masuknya." Kata Ayu sambil mengelus-elus bukit Efi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba lagi mendorong, dan Efi menggigit bibirnya kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sakit, ibu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu bangkit kembali dan berkata,"Johan tunggu sebentar," lalu dia pergi keluar dari kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu kemana Ayu perginya dan sambil menunggu dia kembali&lt;br /&gt;sayapun berlutut didepan kemaluan Efi dan sambil memegang batang penis,&lt;br /&gt;saya mempermainkan kepalanya di clitoris Efi. Efi memegang kedua tangan&lt;br /&gt;saya erat-erat dengan kedua tangannya dan saya mulai lagi mendorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa kepala penis saya sudah mulai masuk tetapi rasanya&lt;br /&gt;sangat sempit. Saya sudah begitu terbiasa dengan lobang kemaluan Ayu&lt;br /&gt;yang longgar dan penis saya tidak pernah merasa kesulitan untuk masuk&lt;br /&gt;dengan mudah. Tetapi liang vagina Efi yang masih kecil itu terasa&lt;br /&gt;sangat ketat. Tiba-tiba Efi mendorong tubuh saya mundur sambil&lt;br /&gt;berteriak, "Aduuh..!" Rupanya tanpa saya sadari, saya sudah mendorong&lt;br /&gt;lebih dalam lagi dan Efi masih tetap kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi Ayu datang dan dia memegang satu cangkir kecil yang&lt;br /&gt;berisi minyak kelapa. Dia mengolesi kepala penis saya dengan minyak itu&lt;br /&gt;dan kemudian dia juga melumasi kemaluan Efi. Kemudian dia memegang&lt;br /&gt;batang kemaluan saya dan menuntunnya pelan-pelan untuk memasuki liang&lt;br /&gt;vagina Efi. Terasa licin memang dan saya-pun bisa masuk sedikit demi&lt;br /&gt;sedikit. Efi meremas tangan saya sambil menggigit bibir, apakah karena&lt;br /&gt;menahan sakit atau merasakan enak, saya tidak tahu pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat Efi menitikkan air mata tetapi saya meneruskan memasukkan batang penis saya pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cabut dulu," kata Ayu tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menarik penis saya keluar dari lobang kemaluan Efi. Saya bisa&lt;br /&gt;melihat lobangnya yang kecil dan merah seperti menganga. Ayu kembali&lt;br /&gt;melumasi penis saya dan kemaluan Efi dengan minyak kelapa, lalu&lt;br /&gt;menuntun penis saya lagi untuk masuk kedalam lobang Efi yang sedang&lt;br /&gt;menunggu. Saya dorong lagi dengan hati-hati, sampai semuanya terbenam&lt;br /&gt;didalam Efi. Aduh nikmatnya, karena lobang Efi betul-betul sangat&lt;br /&gt;hangat dan ketat, dan saya tidak bisa menahannya lalu saya tekan&lt;br /&gt;dalam-dalam dan air manikupun tumpah didalam liang kemaluan Efi. Efi&lt;br /&gt;yang masih kecil. Saya juga sebetulnya masih dibawah umur, tetapi pada&lt;br /&gt;saat itu kami berdua sedang merasakan bersanggama dengan disaksikan&lt;br /&gt;Ayu, ibunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efi belum tahu bagaimana caranya mengimbangi gerakan bersanggama&lt;br /&gt;dengan baik, dan dia diam saja menerima tumpahan air mani saya. Saya&lt;br /&gt;juga tidak melihat reaksi dari Efi yang menunjukkan apakah dia&lt;br /&gt;menikmatinya atau tidak. Saya merebahkan tubuh saya diatas tubuh Efi&lt;br /&gt;yang masih kurus dan kecil itu. Dia diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit, saya berguling kesamping dan merebahkan&lt;br /&gt;diri disamping Efi. Saya merasa sangat terkuras dan lemas. Tetapi&lt;br /&gt;rupanya Ayu sudah terangsang lagi setelah melihat saya menyetubuhi&lt;br /&gt;anaknya. Diapun menaiki wajah saya dan mendudukinya dan menggilingnya&lt;br /&gt;dengan vaginanya yang basah, dan didalam kami di posisi 69 itu diapun&lt;br /&gt;mengisap-ngisap penis saya yang sudah mulai lemas sehingga penis saya&lt;br /&gt;itu mulai menegang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah saya begitu dekat dengan anusnya dan saya bisa mencium&lt;br /&gt;sedikit bau anus yang baru cebok dan entah kenapa itu membuat saya&lt;br /&gt;sangat bergairah. Nafsu kami memang begitu menggebu-gebu, dan saya&lt;br /&gt;sedot dan jilat kemaluan Ayu sepuas-puasnya, sementara Efi menonton&lt;br /&gt;kami berdua tanpa mengucapkan sepatah katapun. Saya sudah mengenal&lt;br /&gt;kebiasaan Ayu dimana dia sering kentut kalau betul-betul sedang klimaks&lt;br /&gt;berat, dan saat itupun Ayu kentut beberapa kali diatas wajah saya. Saya&lt;br /&gt;sempat melihat lobang anusnya ber-getar ketika dia kentut, dan sayapun&lt;br /&gt;melepaskan semburan air mani saya yang ketiga kalinya hari itu didalam&lt;br /&gt;mulut Ayu. "Alangkah lemaknyoo..!" saya berteriak dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ugh, ibu kentut," kata Efi tetapi Ayu hanya bisa mengeluarkan suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekali itu saja saya pernah menyetubuhi Efi. Ternyata dia&lt;br /&gt;masih belum cukup dewasa untuk mengetahui nikmatnya bersanggama. Dia&lt;br /&gt;masih anak kecil, dan pikirannya sebetulnya belum sampai kepada hal-hal&lt;br /&gt;seperti itu. Tetapi saya dan Ayu terus menikmati indahnya permainan&lt;br /&gt;bersanggama sampai dua atau tiga kali seminggu. Saya masih ingat&lt;br /&gt;bagaimana saya selalu merasa sangat lapar setelah setiap kali kami&lt;br /&gt;selesai bersanggama. Tadinya saya belum mengerti bahwa tubuh saya&lt;br /&gt;menuntut banyak gizi untuk menggantikan tenaga saya yang dikuras untuk&lt;br /&gt;melayani Ayu, tetapi saya selalu saya merasa ingin makan telur&lt;br /&gt;banyak-banyak. Saya sangat beruntung karena kami kebetulan memelihara&lt;br /&gt;beberapa puluh ekor ayam, dan setiap pagi saya selalu menenggak 4&lt;br /&gt;sampai 6 butir telur mentah. Saya juga memperhatikan dalam tempo&lt;br /&gt;setahun itu penis saya menjadi semakin besar dan bulu jembut saya mulai&lt;br /&gt;menjadi agak kasar. Saya tidak tahu apakah penis saya cukup besar&lt;br /&gt;dibandingkan suami Ayu ataupun lelaki lain. Yang saya tahu adalah bahwa&lt;br /&gt;saya sangat puas, dan kelihatannya Ayu juga cukup puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak merasa seperti seorang yang bejat moral. Saya tidak&lt;br /&gt;pernah melacur dan ketika saya masih kawin dengan isteri saya yang&lt;br /&gt;orang bule, walaupun perkawinan kami itu berakhir dengan perceraian,&lt;br /&gt;saya tidak pernah menyeleweng. Tetapi saya akan selalu berterima kasih&lt;br /&gt;kepada Ayu (entah dimana dia sekarang) yang telah memberikan saya&lt;br /&gt;kenikmatan didalam umur yang sangat dini, dan pelajaran yang sangat&lt;br /&gt;berharga didalam bagaimana melayani seorang perempuan, terlepas dari&lt;br /&gt;apakah itu salah atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seattle, Washington&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-8426387176577293362?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/8426387176577293362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/ayu-dan-efi-ibu-dan-anak-sekaligus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/8426387176577293362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/8426387176577293362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/ayu-dan-efi-ibu-dan-anak-sekaligus.html' title='Ayu dan efi , Ibu dan anak sekaligus'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-2148314405596022079</id><published>2009-11-19T01:06:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:07:29.879-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Angela - 4</title><content type='html'>Setelah berselang beberapa menit,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya sayang.." jawabku sambil membelai rambut dan pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cerita dong.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cerita apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cerita kenapa Ko Indra suka sekali sama pantyhose."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah kalau diinget-inget sih sudah lumayan lama juga. Yang pasti&lt;br /&gt;pertama kali aku merasakan yang namanya stocking itu waktu aku masih&lt;br /&gt;SD, kira-kira kelas satu atau dua. Adik terkecil dari ibuku yang&lt;br /&gt;tinggal di medan sedang berkujung ke Jakarta. Dia menginap di rumahku.&lt;br /&gt;Suatu hari kami sedang berada di dalam mobil, aku duduk di sebelahnya.&lt;br /&gt;Secara tidak sengaja kakiku menyenggol betisnya. Sentuhan pertama itu&lt;br /&gt;bagaikan perkenalan dengan sebuah sensasi yang tidak dapat kulupakan.&lt;br /&gt;Tanteku memakai stocking berwarna kulit. Sepanjang perjalanan kakiku&lt;br /&gt;selalu menempel dengan kakinya dan sesekali mengelus-elusnya. Dia tidak&lt;br /&gt;mengatakan apa-apa mungkin karena aku masih kecil dan iseng. Setelah&lt;br /&gt;itu aku tidak pernah dapat melupakan perasaan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus.."&lt;br /&gt;"Ketika aku tumbuh makin besar aku mulai suka memperhatikan&lt;br /&gt;perempuan-perempuan yang memakai stocking dan pantyhose, dan penisku&lt;br /&gt;langsung berdiri dengan tegak. Rasa nafsu dan horny menguasai&lt;br /&gt;pikiranku. Ketika sampai di rumah dan tidak ada yang memperhatikan, aku&lt;br /&gt;bermain-main dengan penisku sambil membayangkan bercinta dengan&lt;br /&gt;perempuan yang memakai pantyhose/stocking tadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela tersenyum dan tangannya bermain-main dengan penisku yang masih keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semakin lama aku semakin kecanduan, akhirnya dengan menahan malu&lt;br /&gt;aku nekat membeli sepasang pantyhose di supermarket terdekat. Kubawa&lt;br /&gt;pulang dan langsung kukenakan. Penisku menjulang tinggi, ketika kakiku&lt;br /&gt;saling bersentuhan, rasanya aku langsung mabuk kepayang. Benar-benar&lt;br /&gt;sensual. Kukeluarkan penisku dan aku bermasturbasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela membuka matanya dan menatap wajahku dengan penuh rasa ingin tahu, sambil me-masturbasikan penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti ini?" tanya Angela. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakinya digosok-gosokkan ke kakiku. Setiap gesekan menimbulkan gelombang-gelombang listrik kenikmatan ke seluruh badanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya aku mempunyai banyak koleksi pantyhose dan stocking namun&lt;br /&gt;yang benar-benar bagus dan enak dipakai hanya beberapa merk. Aku juga&lt;br /&gt;suka mencari gambar-gambar model yang memakai pantyhose maupun stocking&lt;br /&gt;atau lingerie di internet. Aku selalu bermasturbasi dengan&lt;br /&gt;koleksi-koleksiku. Kelihatannya ceritaku membuat Angela horny. Sekarang&lt;br /&gt;ini ia sedang menjilati putingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua teman wanita yang kukenal tidak ada yang suka memakai&lt;br /&gt;pantyhose atau stocking. Aku suka sekali pergi ke pameran mobil&lt;br /&gt;berskala besar karena SPG nya cantik-cantik dan hampir semuanya memakai&lt;br /&gt;pantyhose. Sampai akhirnya aku melihat kamu memakai kemeja lengan&lt;br /&gt;pendek putih, rok coklat dan pantyhose. Rasanya aku ingin langsung&lt;br /&gt;bercinta dengan Adik teman baikku ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela meninggalkan putingku dan mengulum mulutku, tangannya semakin agresif memainkan penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana dengan Angela, kelihatannya kamu juga suka."&lt;br /&gt;"Sama seperti Ko Indra.. Pertamanya aku tidak begitu suka, namun&lt;br /&gt;karena iseng maka aku membeli sepasang. Ketika aku memakainya, rasanya&lt;br /&gt;aku sedang terbang dan tubuhku terbuai. Vaginaku rasanya seperti sedang&lt;br /&gt;bergetar. Akhirnya aku beli lagi beberapa pasang dan aku sangat&lt;br /&gt;menyukainya. Bekas cowoku yang tolol itu tidak suka. Aku tahu Ko Indra&lt;br /&gt;melihat aku dengan penuh nafsu, dan entah kenapa aku tidak merasa aneh&lt;br /&gt;atau takut. Ketika Ko Indra memegang pahaku, rasanya seluruh badanku&lt;br /&gt;menjadi lemas dan nyaman. Akhirnya aku sadar kalau aku juga menyukai&lt;br /&gt;pantyhose. Apa Ko Indra sudah sering melakukan ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum, percaya atau tidak Angela adalah yang pertama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih enak mana sama masturbasi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja lebih enak bercinta dengan Angela."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Angela bangkit dan mencari sesuatu di lantai. Semua&lt;br /&gt;pantyhose yang ada di taruh di atas tubuhku. Tubuhku bergetar merasakan&lt;br /&gt;sentuhan lembut dari pantyhose yang lembut. Angela mengambil sebuah&lt;br /&gt;stocking berwarna putih transparan, kemudian menyarungkannya ke&lt;br /&gt;penisku. Getaran-getaran erotis menghujani kejantananku ketika stocking&lt;br /&gt;tersebut bergesekan dengan penisku. Sekarang celah kecil pada ujung&lt;br /&gt;kejantananku bertemu dengan garis jahitan pada ujung kaki stocking.&lt;br /&gt;Garis itu dengan lembut membelah celah kepala penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Stocking kondom." seru Angela dengan senyumnya yang manja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stocking tersebut ditarik agak kencang sehingga membaluti seluruh&lt;br /&gt;bagian penisku seperti sebuah kondom. Lidah Angela terjulur dan&lt;br /&gt;menjilati kepala penisku yang terbalut dengan kondom stocking. Rasanya&lt;br /&gt;beda dengan biasanya. Tidak lama kemudian kepala penisku pun hilang di&lt;br /&gt;dalam mulutnya yang seksi. Aku benar-benar tersesat dalam jalan&lt;br /&gt;kenikmatan duniawi yang tak terbayangkan. Permainan mulut dan lidah&lt;br /&gt;angela tetap tidak berkurang nikmatnya, malah bertambah nikmat. Aku&lt;br /&gt;terus mengerang nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuarahkan Angela pada posisi doggy style. Sambil memegang ujung&lt;br /&gt;Stocking pada pangkal penisku, ku masukan kejantananku ke dalam liang&lt;br /&gt;cintanya. Vaginanya yang sudah kebanjiran menerima penisku tanpa&lt;br /&gt;gesekan yang berarti. Namun, tetap saja terasa berbeda. Aku tidak dapat&lt;br /&gt;menenggelamkan seluruh batang penisku, karena terhalang tanganku yang&lt;br /&gt;memegangi kondom stocking agar tidak lepas. Tidak kusangka Angela&lt;br /&gt;mengalami orgasme secepat ini. Badannya bergetar hebat dan otot-otot&lt;br /&gt;vaginanya menjepit erat kejantananku. Kutarik keluar penisku dan&lt;br /&gt;stocking kondomku benar-benar basah akan cairan cinta Angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuposisikan Angela sehingga dia yang berada di atas dan mulai&lt;br /&gt;bercumbu. Setelah beberapa saat, aku arahkan penisku ke dalam&lt;br /&gt;vaginanya. Angela memejamkan matanya dan merasakan kejantananku&lt;br /&gt;memenuhi seluruh ruangan di dalam lembah kenikmatannya. Angela mengulum&lt;br /&gt;telinga dan leher bagian kiriku yang sensitif. Kupegang pinggulnya dan&lt;br /&gt;kuangkat naik-turun. Setelah beberapa kali, Angela langsung melakukan&lt;br /&gt;gerakan memompa itu sendiri. Lama-lama makin cepat. Ia mengangkat&lt;br /&gt;pundaknya dan bertumpu pada kedua tangannya. Ia merasakan rangsangan&lt;br /&gt;yang luar biasa karena dalam posisi ini ia dapat dengan mudah&lt;br /&gt;merangsang G spotnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuputuskan untuk membantu Angela mempercepat prosesnya. Ku tarik dan&lt;br /&gt;kutekan pinggulku ke bawah saat pinggul Angela terangkat dan ketika&lt;br /&gt;pinggulnya turun, langsung ku sodok ke atas. Angela mendesah tiada&lt;br /&gt;hentinya. Angela benar-benar mendapatkan rangsangan ganda, karena&lt;br /&gt;batang penisku menggesek-gesek klitorisnya dan kepala penisku&lt;br /&gt;memberikan tekanan yang mantap pada daerah G spotnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.. Ko Indra.." kutatap wajahnya yang manis yang sedang merasakan getaran-getaran ekstasi yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi 'plak-plak' terdengar nyaring setiap kali selangkangan kami&lt;br /&gt;bertemu. Penisku tertarik keluar sampai ke ujungnya, kemudian langsung&lt;br /&gt;melesat ke dalam dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko.. Indra.. Nanti.. Keluarin.. Di dalam ya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti kalau hamil bagaimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagi masa.. tidak subur.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin terpacu dan bersemangat, Bidadariku menginginkan aku&lt;br /&gt;ejakulasi di dalam vaginanya. Saat ini penisku pun sudah benar-benar&lt;br /&gt;dalam keadaan yang sangat sensitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra.. Aku sudah.. nggak tahan lagi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebentar ya.. Tahan sedikit lagi.." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menginginkan kami mencapai orgasme bersama-sama. Beberapa saat kemudian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra.. Argh.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angela.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bersamaan kami mencapai puncak kenikmatan duniawi&lt;br /&gt;bersama-sama. Pinggulku terangkat ke atas dan pinggulnya menekan ke&lt;br /&gt;bawah dengan sepenuh tenaga, sehingga kejantananku tertanam dalam&lt;br /&gt;lembah cintanya dalam-dalam. Sebuah gelombang orgasme yang panjang&lt;br /&gt;mengawali puncak kenikmatan kami. Angela berteriak seiring dengan&lt;br /&gt;gelombang pasang naik orgasmenya yang dahsyat. Orgasme yang kami&lt;br /&gt;rasakan serasa tiada habis-habisnya. Penisku mengeluarkan madu putihku&lt;br /&gt;terus menerus karena diperah oleh otot-otot vaginanya yang terus&lt;br /&gt;berkontraksi. Angela pun merasakan hal yang sama, orgasmenya serasa&lt;br /&gt;tiada akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Angela roboh kehabisan tenaga dan jatuh di dalam&lt;br /&gt;pelukanku. Nafasnya masih memburu dan keringat membasahi sekujur&lt;br /&gt;tubuhnya. Kami saling berpelukan tanpa memisahkan diri. Kubelai-belai&lt;br /&gt;punggung dan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angela.. Kamu benar-benar hebat.. Tidak kusangka kita bisa berorgasme sepanjang dan selama ini.." pujiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra yang hebat.. Aku benar-benar beruntung.. Ini adalah pengalaman seks ku yang paling hebat.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubelai Angeladengan penuh kasih sayang. Tidak lama kemudian kami&lt;br /&gt;masuk kamar mandi bersama-sama. Air pancuran yang hangat membawa&lt;br /&gt;kesegaran yang menenangkan. Ku gosok tubuh Angela yang mungil dengan&lt;br /&gt;sabun. Ia pun melakukan hal yang sama. Tanganku meluncur di atas&lt;br /&gt;tubuhnya yang licin dan basah. Payudaranya tidak dapat kuremas karena&lt;br /&gt;licinnya sabun. Tubuhku kembali diselimuti dengan perasaan erotis yang&lt;br /&gt;sensual. Tidak dapat dihindari lagi, kejantananku langsung terpanggil&lt;br /&gt;dan menyahut dengan siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra.." seru Angela dengan nada yang takjub.&lt;br /&gt;"Masa Ko Indra terangsang lagi? Padahal kan tadi kita sudah ML&lt;br /&gt;begitu lama, dan Ko Indra pun sudah orgasme beberapa kali. Masa&lt;br /&gt;sekarang sudah ereksi lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angeka membelai-belai penisku yang masih diselimuti oleh sabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angela sayang, ini semua gara-gara Angela. Siapa suruh Angela&lt;br /&gt;begitu cantik dan seksi, sampai Adik kecil pun tidak dapat menahan&lt;br /&gt;nafsu. Apa Angela suka?"&lt;br /&gt;"Tentu saja aku sayang sekali dengan si kecil yang perkasa, yang&lt;br /&gt;sudah membuatku orgasme berkali-kali dan merasakan kenikmatan yang&lt;br /&gt;tidak ada bandingannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela segera membersihkan sabun yang ada pada kejantananku.&lt;br /&gt;Tanganku meremas-remas vaginanya sambil membersihkan sisa-sisa sabun.&lt;br /&gt;Raut wajah Angela terlihat penuh dengan antisipasi atas apa yang akan&lt;br /&gt;berikutnya terjadi. Setelah bersih, Angela langsung mengarahkan penisku&lt;br /&gt;ke vaginanya. Kejantananku berada di dalam kenikmatan duniawi yang&lt;br /&gt;hangat dan basah. Di bawah siraman air hangat kembali kami bersetubuh&lt;br /&gt;dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desahan manja dan kenimatan bercampur menciptakan rangsangan&lt;br /&gt;exotis. Irama persetubuhan kami makin lama makin cepat. Angela memeluk&lt;br /&gt;tubuhku erat-erat supaya tidak jatuh lemas. Dengan kaki kanannya yang&lt;br /&gt;kutahan dengan lenganku, penisku meluncur jauh ke dalam dan keluar&lt;br /&gt;sampai ke ujungnya. bagaikan koreografi pada sebuah film yang&lt;br /&gt;berkualitas, kami mengalami puncak kenikmatan secara bersama-sama.&lt;br /&gt;Suara desahan meluncur keluar, tubuhku bergetar dengan hebat. Seperti&lt;br /&gt;yang telah Angela antisipasi sebelumnya, kenikmatan orgasmenya&lt;br /&gt;menguasai semua akal sehatnya. Di dalam hatinya, ia telah menyerahkan&lt;br /&gt;tubuhnya, perasaannya, semuanya untuk kenikmatan yang telah kuberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saatku bersama dengan Angela adalah romantika yang indah penuh&lt;br /&gt;dengan nafsu. Kami masih sering bertemu dan bersetubuh dengan hebat dan&lt;br /&gt;liar. Entah kenapa, kami tidak pernah memutuskan untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-2148314405596022079?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/2148314405596022079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/part-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/2148314405596022079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/2148314405596022079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/part-4.html' title='Angela - 4'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-4875713693167853268</id><published>2009-11-19T01:05:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:05:14.121-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Angela - 3</title><content type='html'>Malamnya kutelepon Angela. Kami setuju untuk pergi ke mall untuk&lt;br /&gt;berjalan-jalan. Angela mengenakan terusan model babydoll dengan panjang&lt;br /&gt;sampai 10 cm di atas lutut. Bahannya halus dan lembut. Pantyhose&lt;br /&gt;berwarna putih, ultra sheer, ditambah dengan sepatu tali berwarna putih&lt;br /&gt;yang melingkar sampai ke pertengahan betisnya, membangunkan penisku&lt;br /&gt;yang sedang tidur. Rambutnya terurai rapi, make up berwarna natural dan&lt;br /&gt;tipis, lipstick merah muda yang paling muda dengan wet look. Ketika&lt;br /&gt;masuk ke dalam mobil, dia menyapaku dengan manis dan manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar ya Ko Indra sayang.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela mengatakan hal itu seolah-olah ia mengetahui apa yang sedang&lt;br /&gt;kupikirkan saat ini, yaitu berhubungan sex dengannya saat ini juga.&lt;br /&gt;Dengan tampang kecewa yang kubuat komikal aku mengeluh. Namun hal ini&lt;br /&gt;mengundang tawa bahak dari Angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa tidak ada yang tahu kalau kita pergi bersama?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Tidak ada, aku cuma bilang mau bantu-bantu temanku yang mau&lt;br /&gt;married, jadi aku punya alasan untuk pulang sampai malam." jawab Angela&lt;br /&gt;sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angela, kamu benar-benar cantik, manis dan seksi sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra bisa aja, kan aku dandan seperti ini cuma untuk Ko Indra."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya kamu tidak pernah dandan untuk cowok kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cowok yang mana ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemarin katanya sudah punya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh yang itu.. Sudah putus tuh.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi malam." Angela menjawab dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh tahu kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra lucu deh, pake acara nanya segala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menduga bahwa akulah yang menjadi alasan dari putusnya hubungan antara Angela dengan pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gara-gara aku ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja Angela mencium pipi kiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuma Ko Indra yang bisa membahagiakanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya jantungku hendak meloncat keluar mendengar pernyataannya.&lt;br /&gt;Kuelus-elus pahanya yang dengan manis terbungkus oleh ultra sheer&lt;br /&gt;pantyhose berwarna putih sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, kami tiba di Plaza Senayan. Sambil&lt;br /&gt;bergandengan tangan kami memasuki pintu samping Plaza. Kami masuk ke&lt;br /&gt;Metro dan langsung menuju ke bagian pakaian dalam. Angela melihatku&lt;br /&gt;dengan senyumnya yang nakal. Kami mulai dari lantai dasar yang banyak&lt;br /&gt;menjual sepatu-sepatu wanita. Aku menyodorkan beberapa pasang sepatu&lt;br /&gt;tali yang sexy dan bagus. Ternyata Angela juga menyukainya dan aku&lt;br /&gt;membeli 2 pasang sepatu tali yang ber-hak tinggi dan sedang untuk&lt;br /&gt;Angela. Kemudian kami naik ke lantai atas untuk melihat-lihat stocking&lt;br /&gt;dan pantyhose yang dipajang pada counternya dan sibuk membahasnya.&lt;br /&gt;Akhirnya kami memutuskan untuk membeli semua merk yang ada dalam&lt;br /&gt;beberapa warna. Namun kali ini Angela yang memaksa untuk membayar.&lt;br /&gt;Setelah itu kami makan siang di sebuah cafe di lantai atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sengaja memilih tempat yang terletak disudut ruangan. Kami&lt;br /&gt;duduk di sofa yang menempel pada kedua sisi ruangan. Kami memesan dua&lt;br /&gt;piring spagheti, dan jus untuk makan siang kami. Setelah pelayan yang&lt;br /&gt;mencatat pesanan kami pergi, aku sibuk memeriksa sekeliling kami.&lt;br /&gt;Suasana masih sepi dan tidak ada yang memperhatikan kami, yang&lt;br /&gt;terpenting adalah taplak meja yang panjangnya sampai ke lantai.&lt;br /&gt;Benar-benar cocok untuk melaksanakan rencanaku. Dengan sekejap aku&lt;br /&gt;masuk ke bawah meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra.." Angela berusaha menyingkap kain yang menutupiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ssst.. Jangan keras-keras, nanti ketahuan.." Bisikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau ngapain sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada deh.." Jawabku dengan senyum nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurapikan kain penutup meja itu sehingga menutupi seluruh bagian&lt;br /&gt;pinggang Angela. Kemudian kubuka kedua kaki Angela yang menutupi&lt;br /&gt;selangkangannya. Lalu aku belai-belai vaginanya yang terbalut oleh&lt;br /&gt;pantyhose putih yang seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra.. Jangan di sini nanti ada yang melihat.." Bisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengacuhkan bisikannya, karena aku merasakan bahwa Angela tidak&lt;br /&gt;memakai celana dalam dan pantyhose yang dikenakannya adalah yang 'sheer&lt;br /&gt;to waist'. Langsung saja kukulum vaginanya sambil membelai-belai&lt;br /&gt;kakinya yang panjang dan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dapat merasakan sensasi nikmat yang menghanyutkan bersamaan&lt;br /&gt;dengan perasaan takut begitu pula dengan Angela. Kujilati seluruh&lt;br /&gt;bagian dari selangkangan Angela. Tidak lama kemudian aku dapat&lt;br /&gt;merasakan cairan manis yang khas mengalir dari vaginanya dan bercampur&lt;br /&gt;dengan kulumanku yang basah. Aku menjadi semakin bersemangat dan horny.&lt;br /&gt;Kupercepat kuluman dan tarian erotis lidahku. Sensasi yang menggelitik&lt;br /&gt;dan eksotis membuat tubuh Angela bergetar-getar. Aku yakin Angela pasti&lt;br /&gt;sedang berusaha keras untuk menahan ekspresinya dan menahan desahannya.&lt;br /&gt;Penisku meronta-ronta untuk keluar dari dekapan celana dalamku. Aku&lt;br /&gt;terus melahap Angela dengan penuh nafsu, dan tanganku tidak&lt;br /&gt;henti-hentinya membelai dan mengelus-elus kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silahkan Minumnya." Terdengar suara dari seorang pelayan wanita yang mengantarkan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih.." jawab Angela dengan suara yang sedikit bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dapat merasakan Angela sedang menyedot jus yang baru saja di&lt;br /&gt;antar. Tangan kanannya menyelinap masuk ke dalam taplak meja dan&lt;br /&gt;mengelus-ngelus kepalaku. Tidak lama kemudian terdengar lagi suara dari&lt;br /&gt;pelayan wanita yang sama, membawakan pesanan kami. Setelah meletakan&lt;br /&gt;pesanan kami, pelayan itu meninggalkan Angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang ayo dimakan dulu." Bisikku dari bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela dengan kikuk mencoba memakan spagheti yang telah kami pesan.&lt;br /&gt;Dia berusaha untuk tenang dan mencoba menikmati makanannya. Aku tahu&lt;br /&gt;dengan pasti sensasi yang dihasilkan oleh vaginanya (dengan pertolongan&lt;br /&gt;lidahku yang nakal) telah mengambil alih kesadarannya. Tiba-tiba saja&lt;br /&gt;terdengar suara langkah kaki yang mendekat, bersamaan dengan itu pula&lt;br /&gt;kedua kaki Angela menjepit kepalaku dengan kencang. Akhirnya aku&lt;br /&gt;merasakan otot-otot pinggul dan kakinya berkontraksi dengan keras.&lt;br /&gt;Cairan orgasmenya mengalir makin banyak, kulahap semua sampai tak&lt;br /&gt;tersisa. Badan Angela sedikit berguncang dan mengeluarkan suara seperti&lt;br /&gt;tersedak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa Ibu tidak apa-apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.. Tidak.. Cuma sedikit tersedak.." Jawabnya dengan gugup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kusangka Angela masih dapat berbicara menutupi keadaannya&lt;br /&gt;yang sedang orgasme. Setelah beberapa saat, Angela mulai mengendorkan&lt;br /&gt;jepitan kakinya, otot-otot pinggulnyapun mulai rileks. Aku mengintip&lt;br /&gt;dari belakang kain untuk melihat keadaan dan langsung aku keluar dari&lt;br /&gt;kolong meja dan duduk di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Batuk ya?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra! Hampir saja tadi ketahuan!" Serunya sambil mencubit kecil pahaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi seru kan?" jawabku sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya.. Tapi sekarang waktunya pembalasan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat Angela memeriksa keadaan dan langsung turun ke bawah&lt;br /&gt;meja. Dengan cekatan Angela membuka resleting celanaku dan membebaskan&lt;br /&gt;penisku dari kurungan celana dalamku. Langsung saja penisku berdiri&lt;br /&gt;dengan tegak. Tanpa mengulur waktu Angela mulai menjilati ujungkepala&lt;br /&gt;penisku, menikmati cairan pra orgasme yang telah membasahi kepala&lt;br /&gt;penisku. Lidahnya yang lembut dan hangat menari-nari indah, diselingi&lt;br /&gt;dengan kuluman yang dalam. Gerakan Angela sangat agresif seakan-akan&lt;br /&gt;ingin membuatk meledak saat itu juga. Aku tentu saja tenggelam dalam&lt;br /&gt;kenikmatan eksotis dan erotis yang diberikan oleh Angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya Angela, aku tidak dapat berkonsentrasi menikmati&lt;br /&gt;makananku. Untung saja porsinya sedikit. Seluruh badanku dipenuhi oleh&lt;br /&gt;listrik-listrik kecil yang semuanya menyerbu pusat saraf sensorikku.&lt;br /&gt;Tinggal suapan terakhir, oral yang diberikan oleh Angela membawaku ke&lt;br /&gt;puncak kenikmatan duniawi, yaitu orgasme. Badanku ikut bergetar dan&lt;br /&gt;menimbulkan suara. Aku berhasil menahan desahan nikmatku dalam-dalam.&lt;br /&gt;Seorang pelayan wanita datang untuk menawarkan tambahan minuman atau&lt;br /&gt;makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak.. Sudah cukup.." dengan seluruh kesadaran yang tersisa aku menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang demi gelombang orgasme melanda penisku. Dengan setia&lt;br /&gt;Angela menampung semua itu di dalam mulutnya dan kemudian menelan madu&lt;br /&gt;murni yang keluar dari penisku. Setelah reda, dia masih saja menjilati&lt;br /&gt;dan menghisap penisku sampai kering, sampai semua madu yang melekat di&lt;br /&gt;penisku dihabiskannya, baru penisku yang masih setengah berdiri&lt;br /&gt;disimpan kembali ke dalam celanaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberinya isyarat untuk keluar. Dengan Senyum nakal yang manis, Angela berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar nih nggak mau tambah lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tertawa terbahak-bahak sambil berpelukan. Setelah menghabiskan minuman kami, aku memanggil pelayan dan meminta bon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membayar, kami berdiri, menenteng belanjaan kami, pada saat itu juga manajer cafe datang menghampiri kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih atas kedatangannya. Apakah rasa makanannya cocok?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan spontan kujawab, "Dessertnya enak sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Appetizernya juga enak." sambung Angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senyum nakal kami meninggalkan manajer yang sedang&lt;br /&gt;kebingungan karena jelas-jelas kami tidak memesan makanan pembuka&lt;br /&gt;maupun pencuci mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan yang menegangkan di cafe tersebut ternyata makin&lt;br /&gt;membangkitkan nafsu horny kami. Akhirnya kami memutuskan untuk nonton&lt;br /&gt;film di bioskop. Ternyata cara ini tidak banyak membantu. Film tidak&lt;br /&gt;kami gubris sama sekali selama hampir satu setengah jam kami bercumbu&lt;br /&gt;dengan liar. Leher dan kuping tidak luput dari kuluman kami. Jari-jari&lt;br /&gt;mungil Angela berkelana ke selangkanganku dan masuk ke dalam celanaku&lt;br /&gt;dan bermain-main dengan penisku. Jarinya yang halus dan lembut&lt;br /&gt;membelai-belai kejantananku, kadang-kadang membuat lingkaran-lingkaran&lt;br /&gt;kecil pada ujung kepala penisku. Benar-benar kenikmatan tiada tara.&lt;br /&gt;Tanganku tidak dapat menjangkau selangkangannya karena posisi duduk&lt;br /&gt;yang tidak memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah film selesai, kami masuk ke kamar kecil untuk merapikan&lt;br /&gt;diri. Aku tidak mengalami orgasme, meskipun demikian itu merupakan&lt;br /&gt;pengalaman yang tak terlupakan. Aku juga yakin pasangan yang duduk&lt;br /&gt;tidak jauh dari kami juga melakukan hal yang sama karena kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kami langsung menuju ke sebuah hotel yang telah&lt;br /&gt;kubooking pada waktu pagi tadi. Ketika pintu kamar ditutup dan dikunci,&lt;br /&gt;aku langsung menarik lengan Angela dan memeluknya dengan erat.&lt;br /&gt;Barang-barang belanjaan kami jatuh berceceran di lantai. Ku kulum bibir&lt;br /&gt;dan lidahnya yang lembut dan hangat. Aku tidak tahu Darimana asalnya&lt;br /&gt;french kiss, namun aku yakin orang pertama yang menemukannya akan&lt;br /&gt;langsung horny melihat adegan french kiss kami yang dipenuhi dengan&lt;br /&gt;hasrat dan nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah pintu masuk terdapat sebuah lemari baju dengan kaca yang&lt;br /&gt;panjang. Posisi kami tepat di depan kaca tersebut. Aku melihat bayangan&lt;br /&gt;kami yang sedang bercumbu. Benar-benar pemandangan yang sangat erotis&lt;br /&gt;dan indah. Mulut kami terbuka lebar, bibir saling beradu. Lidahku&lt;br /&gt;dengan lincah menelusuri bagian luar dari mulut dan dagu Angela. Lidah&lt;br /&gt;bidadariku pun tidak kalah lincah dan agresifnya. Semua dagu dan&lt;br /&gt;mulutku, bahkan sampai ke pipi ku basah semua. Setiap kali lidahnya&lt;br /&gt;menyapu permukaan kulitku, kurasakan api hasrat liarku makin membesar.&lt;br /&gt;Lidah kami akhirnya bertemu. Angela makin bertambah semangat dan terus&lt;br /&gt;mendesah nikmat. Tangannya menelusuri seluruh bagian dari punggungku.&lt;br /&gt;Kubelai kepalanya sambil meremas-remas rambutnya yang lembut, tangan&lt;br /&gt;kiriku meremas-remas pantatnya yang bulat dan kenyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kohh.. In.. Dra.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja Angela menghentikan cumbuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku punya sesuatu untuk Ko Indra."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa itu?" jawabku dengan tergesa-gesa, karena akuingin secepat mungkin bersetubuh dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lepas semua pakaian dan duduk di ranjang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ikuti permainannya dan melakukan apa yang ia minta. Penisku&lt;br /&gt;mencuat bagaikan tiang bendera. Angela menghampiriku dan berlutut&lt;br /&gt;dihadapanku. Bibirnya langsung mengecup kebanggaanku yang telah&lt;br /&gt;membuatnya tenggelam dalam lembah kenikmatan duniawi yang indah.&lt;br /&gt;Lidahnya menjilati kepala penisku, tepatnya menjilati cairan bening&lt;br /&gt;yang keluar dari celah penisku, kemudian mulutnya melahap selurh kepala&lt;br /&gt;penisku dan disedotnya sampai kering, tidak lupa lidahnya yang lembut&lt;br /&gt;dan basah menari-nari dengan sensual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubelai rambut dan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angela.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihatku dan tersenyum, kemudian bangkit dan mengulum bibir&lt;br /&gt;dan lidahku. Aku masih dapat merasakan aroma memabukan dari cairan pra&lt;br /&gt;orgasmeku yang bercampur dengan ludahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra duduk di sini dan nikmati pertunjukannya, tapi tidak&lt;br /&gt;boleh dalam bentuk atau cara apapun merangsang atau menyentuh penis&lt;br /&gt;milikku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela mengatakan itu disebelah telinga kiriku, sambil mengelus-elus kejantananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana Ko..?" angela menjulurkan lidahnya dan menjilat rahang dan kupingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok." jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tersenyum nakal dan genit. Sepertinya aku telah membangkitkan&lt;br /&gt;sisi nafsunya yang terpendam. Angela mengambil barang-barang belanjaan&lt;br /&gt;kami dan menaruhnya di depanku. Ia mengambil sebuah pantyhose berwarna&lt;br /&gt;hitam transparan dan mengeluarkan isinya. Angela menarik bangku meja&lt;br /&gt;rias dan menaruhnya di hadapanku, kemudian ia duduk menghadap ke kanan,&lt;br /&gt;sehingga sisi kanan tubuhnya ada di hadapanku. Kaki kanannya diletakan&lt;br /&gt;sedikit lebih maju dari kaki kirinya. Dengan perlahan ia menunduk dan&lt;br /&gt;tangannya membelai dan mengelus-elus betisnya yang ramping dan padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara gesekan halus yang terjadi karena gesekan antara&lt;br /&gt;tangannya dengan pantyhose yang ia kenakan. Suara ini bagaikan musik&lt;br /&gt;eksotis yang luar biasa, hingga cairan beningku kembali menetes keluar.&lt;br /&gt;Ia melihat ke arahku dan tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa Ko Indra suka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya dapat mengagguk. Angela kembali mengelus-elus betis,&lt;br /&gt;pergelangan kaki, sampai jari-jari kakinya. Benar-benar pemandangan&lt;br /&gt;yang tidak ada bandingannya. Dia sengaja merangsangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perlahan-lahan dan anggun jari-jari mungilnya menarik simpul&lt;br /&gt;tali sepatunya yang terletak di tengah-tengah betisnya. Tali tersebut&lt;br /&gt;diletakan dengan lembut olehnya. Ujung kakinya ia kuncupkan dan&lt;br /&gt;perlahan-lahan ditarik mundur dari sepatunya. Ujung kakinya di daratkan&lt;br /&gt;di lantai dan kedua tangannya membelai dan memijat-mijat kecil tumit&lt;br /&gt;dan telapak kakinya. Kembali ia melihatku sambil tersenyum nakal. Ia&lt;br /&gt;berbalik ke arah kiri dan hal yang sama ia ulangi sekali lagi untuk&lt;br /&gt;kaki kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penisku makin bertambah keras dan basah melihat pertunjukan erotis&lt;br /&gt;angela. Ia berdiri, baju baby doll putihnya ia angkat setinggi&lt;br /&gt;pinggang. Pantyhose putih transparannya yang sexy membuat mataku&lt;br /&gt;berkunang-kunang dan penisku meronta-ronta untuk dapat masuk ke dalam&lt;br /&gt;vagina Angela dan bersetubuh dengannya habis-habisan. Itulah rencana&lt;br /&gt;balas dendam ku karena angela telah dengan sengaja menggoda dan&lt;br /&gt;membuatku demikian terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela membelakangiku dan membungkuk sehingga pantatnya tepat di&lt;br /&gt;depan mataku. Ia turunkan pantyhose putihnya pelan-pelan. Ketika&lt;br /&gt;Pantyhosenya telah melewati selangkangannya, dengan jelas dapat kulihat&lt;br /&gt;vaginanya yang berwarna merah muda diseliputi oleh cairan hornynya yang&lt;br /&gt;membuatku ketagihan, dan mekar Dengan indah. Aku yakin Angela juga&lt;br /&gt;merasa terangsang dengan pertunjukan solonya. Satu persatu Kakinya&lt;br /&gt;diangkat dan keluar dari lapisan pantyhosenya. Setelah itu Angela&lt;br /&gt;melemparkannya ke ranjang di sebelahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengambil Pantyhose berwarna hitam transparan (ultra sheer) dan&lt;br /&gt;memasukan tangannya ke kaki bagian kanan pantyhose tersebut, ia raih&lt;br /&gt;ujungnya dan ia tarik ke atas. Angela kembali duduk di ujung bangku. Ia&lt;br /&gt;masukan ujung kaki kanannya ke dalam pantyhose dan tanganya menarik&lt;br /&gt;pantyhose itu ke atas mengikuti lekuk tumit dan betisnya sampai lutut.&lt;br /&gt;Dengan cara yang sama ia lakukan lagi dengan kaki kirinya sambil&lt;br /&gt;melihat kudengan tatapan penuh dengan nafsu. Pantyhose di tarik ke atas&lt;br /&gt;sampai ke pinggangnya. Angela merapikan pantyhosenya mulai dari ujung&lt;br /&gt;kaki sampai ke pangkal pahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penisku rasanya ingin meledak saat itu juga. Setelah rapi ia&lt;br /&gt;mengambil sepatu tali hitam dengan tumit tinggi dan memakainya dengan&lt;br /&gt;sensual. Ia jilat bibirnya untuk menggoda ku. Entah sudah berapa banyak&lt;br /&gt;cairan kenikmatanku mengalir. Baju babydoll nya ia rapikan kemudian&lt;br /&gt;dengan gaya seperti seorang peragawati Angela berjalan lenggak-lenggok&lt;br /&gt;di hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela memang pernah menjadi model dan masuk TV. Warna hitam&lt;br /&gt;pantyhosenya tipis sekali sehingga hanya meninggalkan aksen hitam pada&lt;br /&gt;kakinya yang panjang. Dua pasang, tiga pasang.. Yang ketiga adalah&lt;br /&gt;sebuah stocking berwarna kulit sangat transparan yang terbuat dari&lt;br /&gt;bahan yang halus sekali. Saat ini juga, Angela telah telanjang bulat.&lt;br /&gt;Penis dan selangkanganku sudah basah total. Pikiranku hanya terfokus&lt;br /&gt;pada Angela bidadariku. Kuperhatikan wajahnya yang cantik dan manis&lt;br /&gt;seperti sedang menahan sesuatu. Setiap pasang pantyhose yang telah ia&lt;br /&gt;pakai semuanya meninggalkan bercak basah pada selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stocking yang ia kenakan tidak dapat menahan cairan manisnya&lt;br /&gt;sehingga dengan sinar matahari sore aku dapat melihat dengan jelas&lt;br /&gt;ujung stocking bagian atas berwarna lebih gelap seperti terkena air.&lt;br /&gt;Tidak lain dapat kusimpulkan cairan itu berasal dari vagina Angela yang&lt;br /&gt;sudah sangat sensitif dan horny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angela.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia datang menghampiriku. Langsung kudekap dan kutidurkan Angela di&lt;br /&gt;atas ranjang. Kucumbu dengan penuh nafsu pelampiasan dan tangan kiriku&lt;br /&gt;mendarat di selangkangannya yang sudah banjir. Kuelus-elus bibir-bibir&lt;br /&gt;vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela mendesah dan bergetar. Kukonsentrasikan jari tengahku pada&lt;br /&gt;klitorisnya. Kutekan dengan sedikit kencang dan kugetarkan tanganku.&lt;br /&gt;Angela mendesah dengan kencang dan dalam hitungan detik seluruh tubuh&lt;br /&gt;Angela menggeliat hebat dan otot-otot pinggulnya bergetar dengan&lt;br /&gt;kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra..!" Angela meneriakan namaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang demi gelombang orgasme klitoris Angela membuktikan betapa&lt;br /&gt;nikmatnya kenikmatan seksual. Setelah hampir satu menit, orgasmenya&lt;br /&gt;mulai mereda. Ia menatapku dengan penuh kasih. Kumasukan jariku ke&lt;br /&gt;dalam vaginanya dan mencari titik G spotnya. Badannya kembali&lt;br /&gt;menggeliat dan desahan yang keluar bagaikan musik erotis di telingaku.&lt;br /&gt;Dengan variasi tekanan kurangsang daerah G spotnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya meledaklah orgasmenya. Kukulum payudaranya dan&lt;br /&gt;kuhisap kencang-kencang. Otot-otot dinding vaginanya berkontraksi&lt;br /&gt;kencang sekali mendorong jariku. Kupertahankan posisiku dan Angela&lt;br /&gt;meronta-ronta dalam kenikmatan orgasme yang tidak pernah ia bayangkan&lt;br /&gt;sebelumnya. Cairan yang hangat mengalir keluar dari dalam vaginanya.&lt;br /&gt;Aku berpindah posisi dan mengulum vaginanya dan madu murni yang keluar&lt;br /&gt;dari dalam. Lidahku kujulurkan dan merangsang kembali G spotnya. Angela&lt;br /&gt;kembali bergetar tiada henti. Cairan hangat itu kembali keluar tiada&lt;br /&gt;habis. Kuhisap dan kutelan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas, aku mengangkat kedua kakinya yang sudah lemas ke&lt;br /&gt;pundakku. Kepalaku berada di tengah-tengah kakinya. Kumasukan penisku.&lt;br /&gt;Mulutnya terbuka lebar namun tidak ada suara. Penisku menemukan surga&lt;br /&gt;didalam vaginanya. Kutarik keluar dan masuk lagi dengan lembut dan&lt;br /&gt;stabil. Ku belai dan elus kedua kakinya yang terbungkus stocking yang&lt;br /&gt;lembut dan seksi. Angela dengan pasrah menikmati percintaan ini.&lt;br /&gt;Matanya terpejam dan nafasnya pendek dan cepat. Aku juga tidak akan&lt;br /&gt;dapat bertahan lama setelah semua rangsangan visual yang ia berikan,&lt;br /&gt;namun aku mencoba untuk bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaginanya yang sudah terlalu sensitif langsung meledak lagi. Aku&lt;br /&gt;sudah tidak dapat bertahan lebih lama lagi, karena dinding-dinding&lt;br /&gt;vaginanya meremas-remas penisku. Ku tarik penisku dan memasukannya ke&lt;br /&gt;dalam mulut Angela. Dengan setia ia menerima semua semburan orgasme ku&lt;br /&gt;dan menghabiskan madu ku. Badanku bergetar dan mendesah nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela membuka matanya dan menatapku dengan manis. Aku tahu dia&lt;br /&gt;pasti kelelahan karena mengalami orgasme kuat secara berturut-turut.&lt;br /&gt;Setelah bersih kukeluarkan penisku, namun Angela menolaknya. Dengan&lt;br /&gt;segenap tenaganya ia berbalik dan membaringkan aku di atas ranjang.&lt;br /&gt;Bidadariku terus memberikan oral pada kejantananku yang tetap keras.&lt;br /&gt;Lidahnya menelusuri seluruh bagian dari batang penisku. Makin lama&lt;br /&gt;Angela semakin fasih meng-oral seks penisku. Kuganjal kepalaku dengan&lt;br /&gt;beberapa buah bantal agar dapat melihat pemandangan yang indah ini.&lt;br /&gt;Bidadari cantik ku benar-benar sangat menikmati dan menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak ingin sensasi dan waktu ini berlalu. Aku benar-benar&lt;br /&gt;laki-laki yang beruntung. Menit-menitpun berlalu tanpa terasa. Orgasme&lt;br /&gt;kuat kembali mengambil alih tubuh dan pikiranku. Kali ini Angela&lt;br /&gt;sengaja mengumpulkan madu orgasmeku di dalam mulutnya, kemudian ia&lt;br /&gt;bermain-main dengan penisku dan spermaku. Hasilnya penisku berlumuran&lt;br /&gt;madu putihku. Sambil tersenyum dan memandangku ia menjilat dan&lt;br /&gt;menghisap habis semua madu yang berceceran. Meskipun telah berorgasme&lt;br /&gt;dan ejakulasi berkali-kali kejantananku masih menolak untuk istirahat&lt;br /&gt;dan tetap horny. Aku tidak mungkin melanjutkannya lagi karena Angela&lt;br /&gt;sudah lelah. Dia tertidur dengan senyum puas di dadaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-4875713693167853268?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/4875713693167853268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/angela-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/4875713693167853268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/4875713693167853268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/angela-3.html' title='Angela - 3'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-8730308913348860878</id><published>2009-11-19T01:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:04:00.919-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Angela - 2</title><content type='html'>egera setelah pintu kamar ditutup, aku duduk di atas kasur yang empuk&lt;br /&gt;dan menarik tangan Angela dan menyuruhnya duduk di atas pangkuanku.&lt;br /&gt;Posisi badannya menghadap ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa Angela yakin mau melakukan ini denganku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau memang orgasme terasa seindah dan senikmat itu, aku rela melakukannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa setelah ini Angela akan melakukannya dengan orang lain juga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya tidak lah Ko Indra ku sayang. Aku bukan pelacur seperti itu. Aku hanya ingin melakukannya dengan Ko Indra."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benarkah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merangkul leherku dan kusambut dengan ciuman yang basah di&lt;br /&gt;bibirnya. Angela memejamkan matanya, ku julurkan lidahku ke dalam&lt;br /&gt;mulutnya. Dengan sedikit kaku dan kikuk bidadariku menyambut tarian&lt;br /&gt;lidahku. Tidak lama kemudian Irama cumbuan kami semakin meningkat dan&lt;br /&gt;cepat dan panas penuh dengan nafsu. Tangan kiriku menelusuri semua&lt;br /&gt;bagian dari punggungnya dan tangan kananku menelusuri paha dan betisnya&lt;br /&gt;yang terbalut oleh pantyhose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cumbuan kami bertambah liar, kutelusuri lehernya sambil menarikan&lt;br /&gt;lidahku. Terdengar desahan nikmat bercampur geli dari bibirnya. Angela&lt;br /&gt;membelai rambut dan punggungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.. Ko Indra.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini tangan kiriku berhasil meraih payudara kirinya dari&lt;br /&gt;belakang. Ku pijat-pijat dengan lembut dan ku remas-remas. Tangan&lt;br /&gt;kananku dengan cepat melepaskan kancing-kancing bajunya. Angela pun&lt;br /&gt;mengikuti tindakanku dan melepaskan kancing bajuku, dan celanaku.&lt;br /&gt;Kusuruh Angela berdiri. Aku pun ikut berdiri dan langsung saja celana&lt;br /&gt;panjangku jatuh ke bawah. Ku tarik tangan kiri Angela dan meletakannya&lt;br /&gt;di penisku yang masih terbungkus celana dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keras sekali dan basah.. Ngompol ya?" ejek Angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angela juga basah." Ku elus-elus selangkangannya. Kemudian dia tersipu malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka BH nya dan di depan mataku adalah sepasang payudara yang&lt;br /&gt;berukuran sedang dan ranum. Bajunya sengaja tidak kulepaskan, karena&lt;br /&gt;dia terlihat sangat cocok dan cantik dengan baju itu. Ku lihat celana&lt;br /&gt;dalamnya yang berwarna kulit menutupi vaginanya. Kuturunkan&lt;br /&gt;pantyhosenya sedikit dan kurobek celana dalamnya dan menariknya keluar.&lt;br /&gt;Kubetulkan kembali pantyhosenya, dan ku hirup aroma dari cairan&lt;br /&gt;vaginanya dan kujilat. Angela melihat dengan tatapan sedikit terkejut.&lt;br /&gt;Kutempelkan celana dalamnya ke hidung Angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana aromanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan tidak percaya, ia menghirupnya beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aromanya seakan-akan menggetarkan seluruh tubuhku.." jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja aku merasakan tangan kirinya dengan penuh nafsu&lt;br /&gt;meremas-remas penisku. Kuturunkan celana dalam ku dan penisku berdiri&lt;br /&gt;dengan keras dan panjang. Mulutnya sedikit terbuka melihat penisku yang&lt;br /&gt;berukuran sedang namun keras seperti batu. Jarinya yang mungil&lt;br /&gt;menyentuh ujung kepala penisku. Tidak terbayangkan nikmatnya sentuhan&lt;br /&gt;Angela pada penis ku. Perlahan-lahan ia mulai memegang dan&lt;br /&gt;mengelus-elus seluruh batang penisku, akibatnya penisku benar-benar&lt;br /&gt;basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku suruh Angela tidur di atas ranjang. Ku jelajahi seluruh bagian&lt;br /&gt;dari kakinya yang panjang dan seksi. Aku habiskan lebih dari 30 menit&lt;br /&gt;hanya mengelus-elus dan memijat-mijat kecil seluruh bagian kakinya.&lt;br /&gt;Setiap kali aku melihat kaki dan sepatu talinya, rasanya ingin ku&lt;br /&gt;kulum. Akhirnya ku angkat kaki kanannya dan kuserbu dengan kuluman dan&lt;br /&gt;ciuman pada jari-jari kakinya tanpa melepas sepatunya. Setelah puas ku&lt;br /&gt;lanjutkan dengan mengulum vaginanya. Tanpa melepas pantyhosenya, aku&lt;br /&gt;mainkan tarian erotis dengan lidahku. Angela terus mendesah nikmat&lt;br /&gt;tanpa henti. Setelah beberapa saat, aku merasakan otot-otot pinggulnya&lt;br /&gt;mulai menegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela mengalami orgasme kecil. Kubuat sebuah lubang kecil dengan&lt;br /&gt;bantuan gigi dan jari ku. Lidah ku langsung menerobos masuk dan&lt;br /&gt;menyerbu klitoris Angela. Nafas Angela semakin memburu dan dari&lt;br /&gt;bibirnya terus mengalir alunan desahan kenikmtan yang tidak pernah ia&lt;br /&gt;bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko.. Indra.. Enak banget.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku arahkan pandanganku sedikit ke atas, bidadariku terlihat sangat&lt;br /&gt;menikmati oral yang ku berikan. Ku dorong lidahku lebih dalam lagi ke&lt;br /&gt;dalam vaginanya. Cairan cinta Angela terus mengalir tanpa henti. Aku&lt;br /&gt;ingin angela merasakan nikmatnya bercinta, dan betapa mengagumkannya&lt;br /&gt;multi orgasme. Ku masukan jari tengah ku ke dalam vaginanya. Jariku&lt;br /&gt;masuk dengan mulus tanpa menemui hambatan apa pun. Ku coba untuk&lt;br /&gt;mencari titik G spot yang menjadi puncak kenikmatan sexual Angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desahan yang keluar dari mulutnya semakin kencang. Ada beberapa&lt;br /&gt;tempat yang mencurigakan, akhirnya aku berexperimen satu per satu.&lt;br /&gt;Memang makan waktu, tetapi setelah beberapa kali mencoba, akhirnya&lt;br /&gt;kutemukan. Aku tidak begitu yakin, tetapi semakin lama aku memberikan&lt;br /&gt;rangsangan pada titik tersebut, semakin kuat Angela menggeliat dan&lt;br /&gt;akhirnya orgasme. Kurasakan otot-otot vaginanya menjepit jariku dengan&lt;br /&gt;kuat. Setelah orgasmenya reda, aku memposisikan diriku di atas badan&lt;br /&gt;Angela. Kukulum bibir dan lidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang.. Aku akan memberikan kenikmatan yang tiada bandingannya, apa kamu sudah siap?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela melihatku dengan nafsu yang membara dan menganggukan&lt;br /&gt;kepalanya. Kuberikan senyum manisku dan memposisikan penis ku di depan&lt;br /&gt;pantyhose yang sudah ku robek sedikit. Pelan-pelan ku masukan penis ku.&lt;br /&gt;Dinding vaginanya yang ketat dan kencang menyambut kedatangan penisku&lt;br /&gt;dengan hangat. Ketika kepala penisku tenggelam di dalam vaginanya,&lt;br /&gt;Angela memejamkan matanya dan mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudorong lagi perlahan-lahan sampai seluruh batang penisku berada&lt;br /&gt;di dalam vaginanya. Hangat, basah dan kencang, itulah yang kurasakan&lt;br /&gt;ketika meluncur masuk. Pelan-pelan ku tarik sedikit dan masuk lagi.&lt;br /&gt;Setelah beberapa tarikan Angela membuka matanya dan menatapku dengan&lt;br /&gt;penuh kepatuhan. Dia sudah mulai terbiasa dengan penisku, kupercepat&lt;br /&gt;gerakan memompa ku dalam posisi misionaris. Angela mendesah nikmat.&lt;br /&gt;Makin lama makin cepat, kembali Angela hilang dalam orgasmenya yang&lt;br /&gt;kuat dan panjang. Titik G spot yang kutemukan berada disebelah bawah&lt;br /&gt;dinding vaginanya. Sulit untuk merangsangnya dalam posisi misionaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusuruh Angela membalikan badannya. Darah keperawanannya membekas&lt;br /&gt;di atas ranjang hotel. Begitu pula dengan penis ku, tertempel darah&lt;br /&gt;segar dari Angela. Kuarahkan Angela membentuk posisi doggy style. Aku&lt;br /&gt;sendiri juga sudah tidak dapat bertahan lama lagi. Aku ingin&lt;br /&gt;menyelesaikannya dengan memberikan multiple orgasme. Ku posisikan&lt;br /&gt;penisku ke daerah G spot Angela. Saat itu pula angela mendesah dengan&lt;br /&gt;kencang, karena vaginanya sudah terlalu sensitif. Kupompa Angela dari&lt;br /&gt;belakang, pertama-tama pelan kemudian semakin cepat dan cepat. Tidak&lt;br /&gt;sampai 5 menit, badan Angela kembali berkontraksi. Kontraksinya jauh&lt;br /&gt;lebih kuat dari sebelumnya. Kurasakan otot-otot vaginanya meremas-remas&lt;br /&gt;penisku. Benar-benar sensasi yang tidak ada bandingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dapat merasakan cairan madu Angela terus mengalir keluar&lt;br /&gt;membasahi paha kami. Badan Angela berkontraksi dan menggeliat dengan&lt;br /&gt;hebat bagaikan gempa bumi. Orgasme yang ia rasakan tak kunjung habis.&lt;br /&gt;Ku pelankan gerakanku, dan membiarkan Angela menikmati keseluruhan&lt;br /&gt;orgasmenya. Kucabut penisku dari vaginanya dan menyuruhnya tidur dengan&lt;br /&gt;terlentang. Kuposisikan penisku di depan bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angela, buka mulutnya.. Anggap aja lolipop."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela menuruti kata-kataku dan menyambut 'lolipop' yang basah&lt;br /&gt;dengan ejakulasinya. Angela dengan kaku mengulum penisku. Namun rupanya&lt;br /&gt;dia mempunyai bakat alami dalam memberikan oral pada penis ku. Tidak&lt;br /&gt;lama kemudian, orgasme ku datang bagaikan petir. Seluruh badanku&lt;br /&gt;bergetar. Angela kaget ketika sperma ku meluncur dengan cepat dan kuat.&lt;br /&gt;Tidak terhitung berapa banyak spermaku yang keluar. Angela hampir&lt;br /&gt;tersedak, namun dengan cepat ia telan spermaku dan membersihkan&lt;br /&gt;sisa-sisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela sudah kehabisan tenaga, aku berbaring disebelahnya. Ia&lt;br /&gt;menatapku dengan tatapan puas dan sayang. Bidadariku.. Akhirnya aku&lt;br /&gt;berhasil bercinta dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbaring selama beberapa saat, aku mengajak Angela untuk&lt;br /&gt;mandi bersama. Terpaksa Angela harus melepaskan pantyhosenya. Kami&lt;br /&gt;saling membersihkan satu sama lain, tidak lama kemudian aku kembali&lt;br /&gt;memasukan penisku yang masih keras dan horny ke dalam vagina Angela.&lt;br /&gt;Dibawah pancuran shower yang hangat aku kembali bercinta dengan Angela.&lt;br /&gt;Ku angkat dan kutahan kaki kirinya dengan tangan kananku dan&lt;br /&gt;kusandarkan dia pada dinding kamar mandi. Ku pompa vaginanya dengan&lt;br /&gt;penisku, lembut namun mantap. Angela menarikan tarian lidahnya pada&lt;br /&gt;leherku. Tanpa disengaja dia menemukan tempat yang sensitif pada leher&lt;br /&gt;bagian kiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya.. Di sini.. Terus.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela memfokuskan tariannya pada titik tersebut. Tak pernah kuduga&lt;br /&gt;betapa sensitifnya tempat itu, aliran-aliran listrik kecil seolah-olah&lt;br /&gt;berjalan di seluruh tubuhku, menambah sensasi yang luar biasa pada&lt;br /&gt;penisku. Aku terus mendesah dan sedikit mempercepat gerakan penisku,&lt;br /&gt;kadang-kadang aku mendorongnya sedalam mungkin dan mempertahankannya&lt;br /&gt;dalam posisi seperti itu dan kugoyangkan pinggangku dengan gerakan&lt;br /&gt;melingkar. Angela mendesah dan menghentikan tariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulanjutkan lagi proses percintaanku. Dia merangkulku dengan kuat. Desahannya semakin cepat dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko.. Indra.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah pancuran shower yang hangat, Angela mengalami orgasme yang&lt;br /&gt;kesekian kalinya. Badannya bergetar kuat. Otot-otot dinding vaginanya&lt;br /&gt;meremas-remas batang penisku dan membawaku ke ujung kenikmatan yang tak&lt;br /&gt;terbayangkan. Aku berusaha untuk menahannya selama mungkin, paling&lt;br /&gt;tidak sampai orgasme Angella mereda. Setelah reda, langsung ku&lt;br /&gt;keluarkan penisku, dengan tanggap Angela berlutut di depanku dan&lt;br /&gt;melahap penisku dengan mulutnya. Separuh penisku hilang didalam&lt;br /&gt;mulutnya. Lidahnya dengan cekatan menari-nari di penisku. Benar-benar&lt;br /&gt;tidak terlukiskan rasanya. Kupegang kepala Angela dengan kedua&lt;br /&gt;tanganku, pelan-pelan ku dorong masuk penisku sampai habis. Angela&lt;br /&gt;hampir tersedak dan dengan cepat menyesuaikan rongga kerongkongannya&lt;br /&gt;untuk menyambut penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutarik lagi dan kumasukan lagi. Lidahnya tak pernah berhenti&lt;br /&gt;sedikitpun menarikan tarian erotis pada penisku. Rangsangan ini&lt;br /&gt;benar-benar membuat penisku meledak dengan orgasme yang kuat dan&lt;br /&gt;menggetarkan. Karena aku terus menarik dan mendorong penisku akibatnya&lt;br /&gt;spermaku ada yang mengalir keluar dari mulutnya. Spermaku yang mengalir&lt;br /&gt;keluar dari sudut bibirnya membuat Angela semakin cantik dan&lt;br /&gt;menggairahkan. Angela terus menjilat dan menelan sperma dari penisku&lt;br /&gt;sampai bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suka ya?" Kutanya dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa melepaskan kulumannya, ia tersenyum dan mengangguk.&lt;br /&gt;Bidadariku ternyata sungguh luar biasa, ini benar-benar mimpi menjadi&lt;br /&gt;kenyataan. Seorang gadis cantik memberikan oral dan menelan sperma dari&lt;br /&gt;penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terpaksa menyudahi percintaan kami, karena sudah larut malam.&lt;br /&gt;Ku antar Angela pulang ke rumahnya. Sebelum keluar dari pintu mobil,&lt;br /&gt;kami bercumbu dengan penuh nafsu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-8730308913348860878?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/8730308913348860878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/angela-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/8730308913348860878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/8730308913348860878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/angela-2.html' title='Angela - 2'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-904390220307292401</id><published>2009-11-19T01:02:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T01:03:05.911-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Angela - 1</title><content type='html'>Aku&lt;br /&gt;punya seorang teman baik. Dia punya 2 orang adik perempuan. Yang paling&lt;br /&gt;kecil berumur 22 tahun. Namanya Angela, tingginya sekitar 170 cm,&lt;br /&gt;dengan badan yang langsing, sepasang kaki yang panjang, dan dada yang&lt;br /&gt;tidak terlalu besar. Wajahnya bagaikan bidadari dalam mimpi semua pria.&lt;br /&gt;Aku tidak menyangka dia akan menjadi secantik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku ke rumah temanku utk berangkat ke kantor bersama.&lt;br /&gt;Ketika itu aku melihat Angela sedang sarapan di ruang makan sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hi.." sapaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Adi sedang mandi, mungkin sebentar lagi selesai." Katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia bangkit dan merapikan piring dan sendoknya dan&lt;br /&gt;langsung pamit untuk pergi ke kampus. Ketika Angella berdiri, aku bisa&lt;br /&gt;melihat seluruh tubuhnya. Dia memakai baju kemeja putih lengan pendek,&lt;br /&gt;rok coklat selutut, kemudian penis ku rasanya ingin meletus saat itu&lt;br /&gt;juga. Tidak kusangka dia memakai pantyhose berbahan transparan (ultra&lt;br /&gt;sheer) ditambah lagi sepatu talinya yang berwarna hitam membuat kakinya&lt;br /&gt;lebih indah dan seksi sekali. Terjadi peperangan batin yang sangat&lt;br /&gt;hebat di dalam diriku. Di satu pihak, hasrat penisku yang sangat&lt;br /&gt;berkobar-kobar untuk bercinta dengan kakinya kemudian menyetubuhinya&lt;br /&gt;berkali-kali. Di pihak lain, otakku mengatakan itu tidak baik, dan&lt;br /&gt;tidak mungkin aku melakukannya di saat ini. Sayang dia sudah punya&lt;br /&gt;pacar kalau tidak, pasti akan kujadikan miliku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Angella sudah menghilang dari belakang pintu, dengan cepat&lt;br /&gt;aku naik ke lantai 2 dan mencoba untuk memasuki kamarnya. Beruntung&lt;br /&gt;sekali karena tidak dikunci. Aku segera menghampiri lemari pakaiannya&lt;br /&gt;dan mencari harta karun fantasi sex-ku. Tetapi aku mengalami kekecewaan&lt;br /&gt;karena dia hanya punya 3 pasang pantyhose, sehingga aku tidak mungkin&lt;br /&gt;mengambilnya. Untuk mengobati kekecewaanku, aku mencari keranjang&lt;br /&gt;cucian yang ada di kamar mandinya. Aku cari celana dalamnya. Aku&lt;br /&gt;menemukannya di antara pakaian tidurnya. Dengan cepat aku mengambil&lt;br /&gt;celana dalamnya yang terbuat dari bahan satin yang halus dan&lt;br /&gt;menempelkannya di hidung dan menarik nafas dalam-dalam. Pikiranku&lt;br /&gt;langsung melayang dan penisku semakin mengeras dan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celana dalamnya masih menyimpan aroma yang khas dari vagina seorang&lt;br /&gt;wanita. Tapi aku buru-buru menyimpannya ke dalam kantong celanaku dan&lt;br /&gt;meninggalkan kamarnya. Aku kembali ke lantai 1 dan masuk ke kamar&lt;br /&gt;mandi. Aku buka resleting celanaku dan membebaskan penisku dari&lt;br /&gt;kurungan celana dalamku dan segera aku balutkan celana dalam Angela ke&lt;br /&gt;batang penisku dan langsung masturbasi sambil membayangkan bercinta&lt;br /&gt;dengan seorang bidadari perawan yang cantik yang mengenakan pantyhose&lt;br /&gt;dengan sepatu tali yang seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan penisku masuk dan keluar, memompa vaginanya dengan&lt;br /&gt;cepat dan keras. Hanya dalam hitungan beberapa detik kemudian, aku&lt;br /&gt;mengalami ejakulasi yang hebat. Dengan sisa-sisa tenaga aku arahkan&lt;br /&gt;penisku ke jambannya, dan 3 semprotan panjang mengawali puncak orgasme&lt;br /&gt;ku dan diakhiri dengan beberapa tetes spermaku. Nafasku memburu dan&lt;br /&gt;berkeringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indra! Kamu lagi di WC ya?" terdengar teriakan dari Adi.&lt;br /&gt;"Iya, bentar, gue lagi kencing nih." Dengan cepat aku keluarkan&lt;br /&gt;tissueku dan membersihkan kepala penisku yang tersayang, kemudian ku&lt;br /&gt;tarik flush yang ada di jamban dan hilanglah bukti dari hasrat ku yang&lt;br /&gt;membara. Ku simpan kembali harta karun ku dan keluar dari WC dan&lt;br /&gt;bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari aku selalu teringat akan Angela, setiap kali aku ke&lt;br /&gt;WC aku selalu mengeluarkan celana dalam Angela dan menghirupnya&lt;br /&gt;dalam-dalam. Ternyata aroma wangi dari vagina Angela sangat memikat dan&lt;br /&gt;merangsang. Malamnya aku kembali bermasturbasi sambil membayangkan&lt;br /&gt;Angela, adik dari teman baikku yang sekarang menjadi objek fantasi&lt;br /&gt;sexual-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kusangka keberuntungan berpihak kepadaku. Tidak lama kemudian&lt;br /&gt;Adi keluar dari kantor karena mendapatkan tawaran yang lebih bagus.&lt;br /&gt;Angela, bidadariku, yang mengambil alih pekerjaannya. Indahnya lagi,&lt;br /&gt;Adi memintaku untuk mengantarnya pulang karena tidak ada yang&lt;br /&gt;menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama Angela masuk kerja merupakan surga dan neraka bagiku.&lt;br /&gt;Angela mengenakan terusan dengan model smart suit setinggi lutut yang&lt;br /&gt;berwarna coklat pastel muda dan ultra sheer pantyhose dan sepatu tali&lt;br /&gt;putih dengan hak sedang. Aku selalu mencari cara dan alasan untuk&lt;br /&gt;selalu berdekatan dengannya dan melahap kakinya yang menggiurkan dengan&lt;br /&gt;mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang aku mempunyai fetish terhadap pantyhose sejak masih kecil.&lt;br /&gt;Semua ini karena adik terkecil dari ibu ku. Secara tidak sengaja aku&lt;br /&gt;menyentuh kakinya yang sedang dibalut oleh stocking dan aku telah jatuh&lt;br /&gt;cinta terhadap perasaan itu sampai sekarang. Sekarang umurku 26 tahun.&lt;br /&gt;Aku mengoleksi berbagai macam pantyhose dan stocking, namun sayang&lt;br /&gt;sedikit sekali yang berkualitas bagus di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, aku bermasturbasi di WC kantor. Sorenya, aku dan Angela&lt;br /&gt;sedang dalam perjalanan pulang. Kami ngobrol tentang pekerjaan. Jalanan&lt;br /&gt;lumayan padat sehingga tidak bisa cepat-cepat dan sering berhenti. Aku&lt;br /&gt;memberanikan diri untuk bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Angela, boleh aku bertanya sesuatu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa?" jawabnya dengan ringan sambil melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi jangan marah atau tersinggung ya." Angela mengangguk kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu suka pakai pantyhose?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Koq kamu tahu aku pake pantyhose?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuma nebak-nebak aja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku baru mulai pake sih, belum lama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa kamu suka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, rasanya gimana gitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keliatannya halus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, rasanya halus juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menelan ludah dan mengumpulkan segenap keberanian untuk&lt;br /&gt;bertanya, "Apakah aku boleh megang? Maksudku aku cuma ingin tahu gimana&lt;br /&gt;rasanya." padahal aku sudah punya beberapa koleksi dan sudah tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ragu-ragu Angela menjawab, "Boleh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perlahan-lahan kutaruh jar-jari tangan kiri ku di atas lutut&lt;br /&gt;kanannya. Ku elus-elus lututnya pelan-pelan. Seluruh badanku dipenuhi&lt;br /&gt;oleh sensasi erotis yang ditimbulkan oleh kelembutan pantyhose dan kaki&lt;br /&gt;Angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana rasanya?" tanya angela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar-benar halus." aku senyum kecil sambil memandang wajahnya yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penisku sudah dalam keadaan siaga satu dan dari luar terlihat&lt;br /&gt;sedikit menonjol. Untung mobilku mempunyai transmisi automatis sehingga&lt;br /&gt;aku tidak perlu mengganti-ganti gigi dan melepaskan tangan kiriku dari&lt;br /&gt;lututnya. Karena jalanan sangat macet, tidak lama kemudian Angela&lt;br /&gt;tertidur. Kuberanikan diriku untuk menjelajah lebih dalam lagi ke&lt;br /&gt;pahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela tidak memberikan reaksi penolakan atau keberatan atas&lt;br /&gt;tindakanku, atau mungkin dia tidak merasakannya karena sedang tertidur.&lt;br /&gt;Aku tidak perduli, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.&lt;br /&gt;Pelan-pelan tangan kiriku makin ke atas dan telah sampai di&lt;br /&gt;tengah-tengah pahanya. Ku belai pahanya yang lembut dan halus. Kulihat&lt;br /&gt;wajahnya, Angela tertidur dengan sangat tenang. Saat ini, roknya sudah&lt;br /&gt;tersingkap setengah paha. Untung roknya tidak terlalu ketat, jika&lt;br /&gt;tidak, aku akan mengalami kesulitan untuk menjelajah lebih dalam.&lt;br /&gt;Kuteruskan aksiku sampai pada paha bagian atas. Akhirnya aku sampai&lt;br /&gt;pada pusat segala kenikmatan sexual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari tengahku menelusuri celah yang terbentuk dari ke dua pangkal&lt;br /&gt;pahanya. Jari tengah ku merasakan kehangatan dan kelembaban. Dengan&lt;br /&gt;perlahan kutelusuri garis cekungan yang terbentuk dari celah vaginanya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba terasa basah dan licin. Penis ku bertambah keras dan kencang,&lt;br /&gt;ternyata Angela secara sadar atau pun tidak, terangsang dengan belaian&lt;br /&gt;tanganku yang nakal. Aku tidak tahu apakah dia sadar ataukah masih&lt;br /&gt;tertidur. Saat ini arus lalu lintas mulai lancar, aku langsung masuk ke&lt;br /&gt;pintu tol. Dengan cepat aku mengeluarkan uang pas dari asbak mobil dan&lt;br /&gt;dengan cepat pula memberikannya kepada petugas tol dan aku langsung&lt;br /&gt;tancap gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa puluh meter, aku pelankan laju mobilku dan jari&lt;br /&gt;tengahku mulai memberikan tekanan-tekanan ringan pada selangkangannya.&lt;br /&gt;Bahan pantyhose yang halus bercampur dengan cairan manis yang di&lt;br /&gt;hasilkan oleh Angela membuat darahku makin mendidih dan sangat horny.&lt;br /&gt;Ku alihkan pandanganku dari jalan dan dengan cepat mengamati Angela.&lt;br /&gt;Rok nya sudah tersingkap sampai atas. Pahanya yang mulus terbungkus&lt;br /&gt;oleh pantyhose yang sexy. Wajahnya masih tidak menunjukan reaksi&lt;br /&gt;penolakan ataupun reaksi lainnya. Ku percepat gerakan jariku dengan&lt;br /&gt;tujuan membuatnya semakin terangsang dan orgasme. Kemudian kuselipkan&lt;br /&gt;jari manisku dan bersama-sama dengan jari tengahku, dan kumainkan&lt;br /&gt;vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, ku putuskan untuk fokus pada klitorisnya.&lt;br /&gt;Gerakan jariku kupercepat namun tetap lembut dan tidak kasar.&lt;br /&gt;Samar-samar aku mendengar desahan halus yang berasal dari nafas Angela.&lt;br /&gt;Expresinya sedikit berubah. Kelihatannya Angela sangat menikmatinya.&lt;br /&gt;Cairan halus dan licin itu semakin membasahi celana dalam dan pantyhose&lt;br /&gt;Angela. Demikian pula dengan penisku, sudah membasahi celana dalamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit pikiranku melayangkan imaginasi nikmatnya&lt;br /&gt;bersetubuh dengan adik teman baikku yang masih perawan ini, tiba-tiba&lt;br /&gt;aku dikagetkan dengan sebuah mobil truck besar yang langsung memotong&lt;br /&gt;tepat di depanku. Dengan reflek kuinjak rem untuk menghindari tabrakan,&lt;br /&gt;dan tangan kiriku sempat terhenti sejenak karena kekagetan itu. Aku&lt;br /&gt;dikejutkan lagi oleh tangan Angela yang menekan tangan kiri ku dengan&lt;br /&gt;kencang ke selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung melanjutkkan memberikan rangsangan kepada klitorisnya&lt;br /&gt;dengan cepat dan sedikit lebih kuat. Pinggangnya mulai bergerak, aku&lt;br /&gt;bisa merasakan kontraksi otot pada selangkangannya. Kemudian terdengar&lt;br /&gt;desahan kenikmatan yang tertahan di dalam vaginanya. Angelaku yang&lt;br /&gt;manis mengalami orgasme pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orgasmenya reda, ia membuka matanya dan menatapku dengan senyuman yang malu dan manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ko Indra nakal.." itulah kalimat pertama yang keluar dari mulutnya yang sexy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana rasanya?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kirinya tetap menahan tangan kiriku di vaginanya, tangan&lt;br /&gt;kanannya membelai sayang pipiku. Tangannya yang halus dan lembut&lt;br /&gt;membuatku semakin terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak sekali.. Aku tidak tahu akan begitu enak.. Apa itu orgasme?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu belum seberapa, apa mau yang lebih enak lagi?" dengan berani aku menanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sex langsung?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya" jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah benar akan lebih enak dari ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela melihat jam pada dashboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah masih sempat? Sudah terlalu malam nanti aku di cariin sama orang-orang rumah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bilang aja lagi ada acara ulang tahun teman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ide yang bagus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus pacarnya gimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarin aja, aku juga tidak begitu suka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan emas yang tidak boleh kulewatkan. Tetap saja aku tidak&lt;br /&gt;menyangka akan semudah ini, dan Angela yang begitu berani. Apakah dia&lt;br /&gt;sudah pernah melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuparkir mobilku disebuah hotel yang terletak di tengah keramaian&lt;br /&gt;kota. Langsung saja aku memesan sebuah kamar yang VIP dengan ranjang&lt;br /&gt;yang besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-904390220307292401?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/904390220307292401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/angela-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/904390220307292401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/904390220307292401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/angela-1.html' title='Angela - 1'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-7336530926292833041</id><published>2009-11-19T01:00:00.001-08:00</published><updated>2009-11-19T01:01:08.933-08:00</updated><title type='text'>Aku 'Obat awet muda' Tante Erni</title><content type='html'>Kejadian&lt;br /&gt;ini terjadi ketika aku kelas 3 SMP, yah aku perkirakan umur aku waktu&lt;br /&gt;itu baru saja 14 tahun. Aku entah kenapa yah perkembangan sexnya begitu&lt;br /&gt;cepat sampai-sampai umur segitu ssudah mau ngerasain yang enak-enak.&lt;br /&gt;Yah itu semua karena temen nyokap kali yah, Soalnya temen nyokap Aku&lt;br /&gt;yang namanya Tante Erni (biasa kupanggil dia begitu) orangnya cantik&lt;br /&gt;banget, langsing dan juga awet muda bikin aku bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Erni ini tinggal dekat rumahku, hanya beda 5 rumahlah, nah&lt;br /&gt;Tante Erni ini cukup deket sama keluargaku meskipun enggak ada hubungan&lt;br /&gt;saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka&lt;br /&gt;ngumpul di rumahku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya&lt;br /&gt;sendiri. Nah Tante Erni inilah yang bikin aku cepet gede (maklumlah&lt;br /&gt;anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya Tante Erni kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atau&lt;br /&gt;kadang-kadang celana pendek yang bikin aku ser.. ser.. ser.. Biasanya&lt;br /&gt;kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang TV dan biasanya juga&lt;br /&gt;aku pura-pura nonton TV saja sambil lirak lirik. Tante Erni ini entah&lt;br /&gt;sengaja atau nggak aku juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itu&lt;br /&gt;tuh mengangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser.. ser lagi&lt;br /&gt;deh hmm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aku juga enggak bisa&lt;br /&gt;ngerti, tapi yang pasti sih aku kadang puas banget sampai-sampai&lt;br /&gt;kebayang kalau lagi tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa&lt;br /&gt;sampai lupa kalau duduk nya Tante Erni ngangkang sampai-sampai celana&lt;br /&gt;dalemnya keliatan (wuih aku suka banget nih). Pernah aku hampir&lt;br /&gt;ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu&lt;br /&gt;sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi Tante&lt;br /&gt;Erni malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya. Nah&lt;br /&gt;dari situ aku sudah mulai suka sama tuh Tante yang satu itu. Setiap&lt;br /&gt;hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh Tante.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep&lt;br /&gt;di villa. Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan Mami Aku ngsajak&lt;br /&gt;Aku pasti Tante Erni pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari&lt;br /&gt;ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman&lt;br /&gt;sambil bakar jagung. Ternyata mereka sedang bercerita tentang hantu, ih&lt;br /&gt;dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem,&lt;br /&gt;pas waktu itu Tante Erni mau ke WC tapi dia takut. Tentu saja Tante&lt;br /&gt;Erni di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke WC sendiri karena&lt;br /&gt;di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing&lt;br /&gt;di deket pojokan taman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tante Erni menarik tangan Aku minta ditemenin ke WC, yah aku&lt;br /&gt;sih mau saja. Pergilah aku ke dalam villa sama Tante Erni, sesampainya&lt;br /&gt;Aku di dalam villa Aku nunggu di luar WC eh malah Tante Ernin ngsajak&lt;br /&gt;masuk nemenin dia soalnya katanya dia takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lex temenin Tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya&lt;br /&gt;enggak usah di tutup, Tante takut nih", kata Tante Erni sambil mulai&lt;br /&gt;berjongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana&lt;br /&gt;dalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga.&lt;br /&gt;"Serr.. rr.. serr.. psstt", kalau enggak salah gitu deh bunyinya.&lt;br /&gt;Jantungku sampai deg-degan waktu liat Tante Erni kencing, dalam hatiku,&lt;br /&gt;kalau saja Tante Erni boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmm.&lt;br /&gt;Sampai-sampai aku bengong ngeliat Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heh kenapa kamu Lex kok diam gitu awas nanti kesambet" kata Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah enggak apa-apa Tante", jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihatnya ke bawah terus sih?", tanya Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak kok Tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Erni cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama CDnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu mau liat Lex? Nih Tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti Tante enggak enak sama Mamamu", kata Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke&lt;br /&gt;arah vaginanya. Aku tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru&lt;br /&gt;kali ini Aku megang sama melihat yang namanya memek. Tante Erni&lt;br /&gt;membiarkanku memegang-megang vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah yah Lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain dikirain kita ngapain lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyah Tante", jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tante Erni menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kami gabung lagi sama ibu-ibu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai&lt;br /&gt;aku panas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi&lt;br /&gt;sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut&lt;br /&gt;karena badanku enggak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lex, kamu enggak ikut?" tanya mamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak yah Mam aku enggak enak badan nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah Mah" kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi" kata Mami.&lt;br /&gt;"Erni, kamu mau kan tolong jagain si Alex nih yah, nanti kalau kamu&lt;br /&gt;ada pesenan yang mau di beli biar sini aku beliin" kata Mami pada Tante&lt;br /&gt;Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya deh Kak aku jagain si Alex tapi beliin aku tales sama sayuran yah, aku mau bawa itu buat pulang besok" kata Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan Tante Erni&lt;br /&gt;berdua saja di villa, Tante Erni baik juga sampai-sampai aku di bikinin&lt;br /&gt;bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu sakit apa sih Lex? kok lemes gitu?" tanya Tante Erni sambil nyuapin aku dengan bubur ayam buatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak tahu nih Tante kepalaku juga pusing sama panas dingin aja nih yang di rasa" kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Erni begitu perhatian padaku, maklumlah di usia perkawinannya&lt;br /&gt;yang sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepala yang mana Lex atas apa yang bawah?" kelakar Tante Erni padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun bingung, "Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kita hanya satu?" jawabku polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman" kata Tante Erni sambil memegang si kecilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah Tante bisa saja" kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh jangan-jangan kamu sakit gara-gara semalam yah" aku hanya diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh Tante Erni, pada&lt;br /&gt;waktu dia ingin membuka celanaku, kubilang, "Tante enggak usah deh&lt;br /&gt;Tante biar Alex saja yang ngelap, kan malu sama Tante"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak apa-apa, tanggung kok" kata Tante Erni sambil menurunkan celanaku dan CDku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilapnya si kecilku dengan hati-hati, aku hanya diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lex mau enggak pusingnya hilang? Biar Tante obatin yah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pakai apa Tan, aku enggak tahu obatnya" kataku polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyah kamu tenang saja yah" kata Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan&lt;br /&gt;saat itu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti&lt;br /&gt;sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali merasakan yang&lt;br /&gt;seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Achh.. cchh.." aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari&lt;br /&gt;tanganku memegang vagina Tante Erni yang masih di balut dengan celana&lt;br /&gt;pendek dan CD tapi Tante Erni hanya diam saja sambil tertawa kecil&lt;br /&gt;terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku&lt;br /&gt;merasakan mau kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih" kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah, kencingnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok" kata Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut Tante&lt;br /&gt;Erni karena Tante Erni tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa&lt;br /&gt;diam karena merasakan enaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hhgg..achh.. Tante aku mau kencing nih bener " kataku sambil meremas vagina Tante Erni yang kurasakan berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Ernipun langsung menghisap dengan agresifnya dan badanku pun mengejang keras.&lt;br /&gt;"Croott.. ser.. err.. srett.." muncratlah air maniku dalam mulut&lt;br /&gt;Tante Erni, Tante Erni pun langsung menyedot sambil menelan maniku&lt;br /&gt;sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina Tante Erni berdenyut kencang&lt;br /&gt;sampai-sampai aku merasakan celana Tante Erni lembab dan agak basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak kan Lex, pusingnya pasti hilang kan?" kata Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama Tante nih soalnya Tante.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah enggak apa-apa kok, oh iya kencing kamu kok kental banget, wangi lagi, kamu enggak pernah ngocok Lex?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak Tante"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih". Aku jadi salah tingkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah enggak apa-apa kok, Tante ngerti" katanya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante boleh enggak Alex megang itu Tante lagi" pintaku pada Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Erni pun melepaskan celana pendeknya, kulihat celana dalam Tante Erni basah entah kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante kencing yah?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak ini namanya Tante nafsu Lex sampai-sampai celana dalam Tante basah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilepaskannya pula celana dalam Tante Erni dan mengelap vaginanya dengan handukku. Lalu Tante Erni duduk di sampingku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap" katanya. Akupun&lt;br /&gt;mulai memegang vagina Tante Erni dengan tangan yang agak gemetar, Tante&lt;br /&gt;Erni hanya ketawa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lex, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih" kata Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mulai memegang penisku lagi, "Lex Tante mau itu nih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau apa Tante?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu tuh", aku bingung atas permintaan Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Alex enggak bisa Tante caranya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah, kamu diam saja biar Tante yang ajarin kamu yah" kata Tante Erni padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku&lt;br /&gt;juga enggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina Tante Erni yang&lt;br /&gt;di tumbuhi bulu halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lex jilatin donk punya Tante yah" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante Alex enggak bisa, nanti muntah lagi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba saja Lex"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante pun langsung mengambil posisi 69. Aku di bawah, Tante Erni di&lt;br /&gt;atas dan tanpa pikir panjang Tante Erni pun mulai mengulum penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Achh.. hgghhghh.. Tante"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina Tante&lt;br /&gt;Erni tidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih&lt;br /&gt;baunya vagina Tante Erni seperti wangi daun pandan (asli aku juga&lt;br /&gt;bingung kok bisa gitu yah) aku mulai menjilati vagina Tante Erni sambil&lt;br /&gt;tanganku melepaskan kaus u can see Tante Erni dan juga melepaskan&lt;br /&gt;kaitan BH-nya, kini kami sama-sama telanjang bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Erni pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu&lt;br /&gt;kemudian Tante Erni menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung&lt;br /&gt;mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tahu enggak mandi kucing Lex" kata Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya menggelengkan kepala dan Tante Erni pun langsung&lt;br /&gt;menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat,&lt;br /&gt;ciumannya berlanjut sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke&lt;br /&gt;perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi&lt;br /&gt;mengeras. Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang&lt;br /&gt;hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur&lt;br /&gt;kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Erni pun langsung menjilati&lt;br /&gt;penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan&lt;br /&gt;juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun dijilatinya sampai aku&lt;br /&gt;merasakan anusku basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat payudara Tante Erni mengeras, Tante Erni menjilati sampai&lt;br /&gt;ke betisku dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocok&lt;br /&gt;penisku, tanganku pun meremas payudara Tante Erni. Entah mengapa aku&lt;br /&gt;jadi ingin menjilati vagina Tante Erni, langsung Tante Erni kubaringkan&lt;br /&gt;dan aku bangun, langsung kujilati vagina Tante Erni seperti menjilati&lt;br /&gt;es krim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Achh.. uhh.. hhghh.. acch Lex enak banget terus Lex, yang itu isep&lt;br /&gt;jilatin Lex" kata Tante Erni sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di&lt;br /&gt;atas bibir vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir&lt;br /&gt;yang keluar dari vagina Tante Erni tanpa sengaja tertelan olehku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lex masukin donk Tante enggak tahan nih"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante gimana caranya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Erni pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas penisku dan&lt;br /&gt;langsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Erni naik turun&lt;br /&gt;seperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah&lt;br /&gt;jam kami bergumul dan Tante Erni pun mengejang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lex Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh" erang Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama&lt;br /&gt;kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Tante&lt;br /&gt;Erni. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina Tante&lt;br /&gt;Erni mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan Tante Erni&lt;br /&gt;sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak. Tante Erni tidak&lt;br /&gt;mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang ya" pinta Tante Erni padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante&lt;br /&gt;Ernipun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang&lt;br /&gt;seperti tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg.." kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tante Alex kayanya mau kencing niih"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Erni pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih&lt;br /&gt;lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak&lt;br /&gt;lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti&lt;br /&gt;yang pertama Tante Erni pun menelannya dan menghisap ujung kepala&lt;br /&gt;penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi&lt;br /&gt;disertai kenikmatan yang alang kepalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang&lt;br /&gt;bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante&lt;br /&gt;Erni menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat&lt;br /&gt;atas arahan Tante Erni yang hebat. Selasai itu jam pun menunjukan pukul&lt;br /&gt;1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan Tante Erni,&lt;br /&gt;setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan Tante&lt;br /&gt;Erni di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam Tante&lt;br /&gt;Erni. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami&lt;br /&gt;melakukannya atas permintaan Tante Erni, tepat jam 4:30 kami mengakhiri&lt;br /&gt;dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lex kamu sudah baikan?" tanya Mamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah mam, aku sudah seger n fit nih" kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu kasih makan apa Ni, si Alex sampai-sampai langsung sehat" tanya Mami sama Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obat anti panas" kata Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aku duduk di&lt;br /&gt;samping Tante Erni yang semobil denganku. Mami yang menyopir ditemani&lt;br /&gt;Ibu Herman di depan. Di dalam mobilpun aku masih mencuri-curi memegang&lt;br /&gt;barangnya Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang pun aku masih suka melakukannya dengan Tante Erni&lt;br /&gt;bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan Tante Erni. Sekali&lt;br /&gt;waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali. Kini&lt;br /&gt;Tante Erni sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui&lt;br /&gt;bahwa suami Tante Erni ternyata menagalami ejakulasi dini. Sebenarnya&lt;br /&gt;kini aku bingung akan status anak Tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL Tante&lt;br /&gt;Erni bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku.&lt;br /&gt;Pernah juga aku menemani seorang kenalan Tante Erni yang nasibnya sama&lt;br /&gt;seperti Tante Erni, mempunyai suami yang ejakulasi dini dan suka daun&lt;br /&gt;muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E N D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-7336530926292833041?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/7336530926292833041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/aku-obat-awet-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/7336530926292833041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/7336530926292833041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/aku-obat-awet-muda.html' title='Aku &apos;Obat awet muda&apos; Tante Erni'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-2463931502173389938</id><published>2009-11-19T00:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T00:59:22.909-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>Adik Kecilku</title><content type='html'>Aku kost di daerah Senayan, kamarku bersebelahan dengan kamar seorang gadis&lt;br /&gt;manis yang masih kecil, tubuhnya mungil, putih bersih dan senyumnya&lt;br /&gt;benar-benar mempesona. Dalam kamar kostku terdapat beberapa lubang&lt;br /&gt;angin sebagai ventilasi. Mulanya lubang itu kututup dengan kertas&lt;br /&gt;putih.., tapi setelah gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka&lt;br /&gt;kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas melihat&lt;br /&gt;apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka,&lt;br /&gt;lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata&lt;br /&gt;gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam&lt;br /&gt;begini tanyaku dalam hati. Gadis manis itu yang belakangan namanya&lt;br /&gt;kuketahui yaitu Melda, menaruh tasnya lalu mencopot sepatunya kemudian&lt;br /&gt;mengambil segelas air putih dan meminumnya.., akhirnya dia duduk di&lt;br /&gt;kursi sambil mengangkat kakinya menghadap pada lubang angin tempat aku&lt;br /&gt;mengintip. Melda sama sekali tidak bisa melihat ke arahku karena lampu&lt;br /&gt;kamarku telah kumatikan sehingga malah aku yang dapat leluasa melihat&lt;br /&gt;ke dalam kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada posisi kakinya yang diangkat di atas kursi, terlihat jelas&lt;br /&gt;celana dalamnya yang putih dengan gundukan kecil di tengahnya.., lalu&lt;br /&gt;saja tiba-tiba penisku yang berada dalam celanaku otomatis mulai&lt;br /&gt;ereksi. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya,&lt;br /&gt;apalagi ketika Melda lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju&lt;br /&gt;dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana dalamnya.&lt;br /&gt;Sebentar dia bercermin memperhatikan tubuhnya yang ramping putih dan&lt;br /&gt;tangannya mulai meluncur pada payudaranya yang ternyata masih kecil&lt;br /&gt;juga. Diusapnya payudaranya dengan lembut. Dipuntirnya pelan puting&lt;br /&gt;susunya sambil memejamkan mata, rupanya dia mulai merasakan nikmat,&lt;br /&gt;lalu tangan satunya meluncur ke bawah, ke celana dalamnya digosoknya&lt;br /&gt;dengan pelan, tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama. Aku&lt;br /&gt;bergetar lemas melihatnya, sedangkan penisku sudah sangat tegang&lt;br /&gt;sekali. Lalu kulihat Melda mulai melepaskan celana dalamnya dan..,&lt;br /&gt;Woww, belum ada bulunya sama sekali, sebuah vagina yang menggunduk&lt;br /&gt;seperti gunung kecil yang tak berbulu. Ohh, begitu indah, begitu&lt;br /&gt;mempesona. Lalu kulihat Melda naik ke tempat tidur, menelungkup dan&lt;br /&gt;menggoyangkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melda menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun..,&lt;br /&gt;rupanya sedang mencari kenikmatan yang ingin sekali dia rasakan, tapi&lt;br /&gt;sampai lama Melda bergoyang rupanya kenikmatan itu belum dicapainya,&lt;br /&gt;Lalu dia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya vaginanya pada&lt;br /&gt;ujung kursi sambil digoyang dan ditekan maju mundur. Kasihan Melda..,&lt;br /&gt;rupanya dia sedang terangsang berat.., suara nafasnya yang ditahan&lt;br /&gt;menggambarkan dia sedang berusaha meraih dan mencari kenikmatan surga,&lt;br /&gt;Namun belum juga selesai, Melda kemudian mengambil spidol.., dibasahi&lt;br /&gt;dengan ludahnya lalu pelan-pelan spidol itu dimasukan ke lubang&lt;br /&gt;vaginanya, begitu spidol itu masuk sekitar satu atau dua centi matanya&lt;br /&gt;mulai merem melek dan erangan nafasnya makin memburu, "Ahh.., ahh",&lt;br /&gt;Lalu dicopotnya spidol itu dari vaginanya, sekarang jari tengahnya&lt;br /&gt;mulai juga dicolokkan ke dalam vaginanya.., pertama.., jari itu masuk&lt;br /&gt;sebatas kukunya kemudian dia dorong lagi jarinya untuk masuk lebih&lt;br /&gt;dalam yaitu setengahnya, dia melenguh, "Oohh.., ohh.., ahh", tapi heran&lt;br /&gt;aku jadinya, jari tengahnya dicabut lagi dari vaginanya, kurang nikmat&lt;br /&gt;rupanya.., lalu dia melihat sekeliling mencari sesuatu.., aku yang&lt;br /&gt;menyaksikan semua itu betul-betul sudah tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penisku sudah sangat mengeras dan tegang luar biasa, lalu kubuka&lt;br /&gt;celana dalamku dan sekarang penisku bebas bangun lebih gagah, lebih&lt;br /&gt;besar lagi ereksinya melihat vagina si Melda yang sedang terangsang&lt;br /&gt;itu. Lalu aku mengintip lagi dan sekarang Melda rupanya sedang&lt;br /&gt;menempelkan vaginanya yang bahenol itu pada ujung meja belajarnya. Kini&lt;br /&gt;gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama dia berbuat&lt;br /&gt;seperti itu.., dan tiba-tiba dia melenguh, "Ahh.., ahh.., ahh", rupanya&lt;br /&gt;dia telah mencapai kenikmatan yang dicari-carinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, dia lalu berbaring di tempat tidurnya dengan nafas&lt;br /&gt;yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat berada di depan&lt;br /&gt;pandanganku. Kulihat vaginanya yang berubah warna menjadi agak&lt;br /&gt;kemerah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja.&lt;br /&gt;Terlihat jelas vaginanya yang menggembung kecil ibarat kue apem yang&lt;br /&gt;ingin rasanya kutelan, kulumat habis.., dan tanpa terasa tanganku mulai&lt;br /&gt;menekan biji penisku dan kukocok penisku yang sedang dalamn posisi&lt;br /&gt;"ON". Kuambil sedikit krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala&lt;br /&gt;penisku, lalu kukocok terus, kukocok naik turun dan, "Akhh", aku&lt;br /&gt;mengeluh pendek ketika air maniku muncrat ke tembok sambil mataku tetap&lt;br /&gt;menatap pada vagina Melda yang masih telentang di tempat tidurnya.&lt;br /&gt;Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Melda yang masih&lt;br /&gt;berbaring telanjang bulat. Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya&lt;br /&gt;dia ketiduran, mungkin capai dan lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya aku bangun kesiangan, lalu aku mandi dan buru-buru&lt;br /&gt;berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak kerjaan menumpuk&lt;br /&gt;dan rasanya sampai jam sembilan malam aku baru selesai. Meja&lt;br /&gt;kubereskan, komputer kumatikan dan aku pulang naik taksi dan sekitar&lt;br /&gt;jam sepuluh aku sampai ke tempat kostku. Setelah makan malam tadi di&lt;br /&gt;jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang tinggal&lt;br /&gt;dua botol. Aku duduk dan menyalakan TV, ku-stel volumenya cukup pelan.&lt;br /&gt;Aku memang orang yang tidak suka berisik, dalam bicarapun aku senang&lt;br /&gt;suara yang pelan, kalau ada wanita di kantorku yang bersuara keras, aku&lt;br /&gt;langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV rupanya tidak ada yang&lt;br /&gt;bagus, lalu kuingat kamar sebelahku, Melda.., yang tadi malam telah&lt;br /&gt;kusaksikan segalanya yang membuat aku sangat ingin memilikinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku naik ke tempat biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah.&lt;br /&gt;Melda yang cantik itu kulihat tengah tidur di kasurnya, kulihat&lt;br /&gt;nafasnya yang teratur naik turun menandakan bahwa dia sedang&lt;br /&gt;betul-betul tidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku&lt;br /&gt;dengan celana pendek dan dalam celana pendek itu aku tidak memakai&lt;br /&gt;celana dalam lagi, aku sudah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku&lt;br /&gt;pura-pura duduk di luar kamar sambil merokok sebatang ji sam su.&lt;br /&gt;Setelah kulihat situasinya aman dan tidak ada lagi orang, ternyata&lt;br /&gt;pintunya tidak di kunci, mungkin dia lupa atau juga memang sudah&lt;br /&gt;ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi tentang kunci pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berjingkat, aku masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci&lt;br /&gt;pelan dari dalam, kuhampiri tempat tidurnya, lalu aku duduk di tempat&lt;br /&gt;tidurnya memandangi wajahnya yang mungil dan, "Alaamaak", Melda memakai&lt;br /&gt;daster yang tipis, daster yang tembus pandang sehingga celana dalamnya&lt;br /&gt;yang sekarang berwarna merah muda sangat jelas terbayang di hadapanku.&lt;br /&gt;"Ohh.., glekk", aku menelan ludah sendiri dan repotnya, penisku&lt;br /&gt;langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat&lt;br /&gt;wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak&lt;br /&gt;sedikit menekuk tanda bahwa gadis ini mempunyai nafsu besar dalam seks,&lt;br /&gt;itu memang rahasia lelaki bagi yang tahu. Ingin rasanya aku langsung&lt;br /&gt;menubruk dan mejebloskan penisku ke dalam vaginanya, tapi aku tidak mau&lt;br /&gt;ceroboh seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku yakin bahwa Melda benar-benar sudah pulas, pelan-pelan&lt;br /&gt;kubuka tali dasternya, dan terbukalah, lalu aku sampirkan ke samping.&lt;br /&gt;Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu. Sungguh suatu&lt;br /&gt;pemandangan yang sangat menakjubkan, apalagi celana dalamnya yang mini&lt;br /&gt;membuat gundukan kecil ibarat gunung merapi yang masih ditutupi oleh&lt;br /&gt;awan membuat penisku mengejat-ngejat dan mengangguk-ngangguk.&lt;br /&gt;Pelan-pelan tanganku kutempelkan pada vaginanya yang masih tertutup&lt;br /&gt;itu, aku diam sebentar takut kalau kalau Melda bangun, aku bisa kena&lt;br /&gt;malu, tapi rupanya Melda benar-benar tertidur pulas, lalu aku mulai&lt;br /&gt;menyibak celana dalamnya dan melihat vaginanya yang mungil, lucu,&lt;br /&gt;menggembung, ibarat kue apem yang ujungnya ditempeli sebuah kacang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huaa", aku merinding dan gemetar, kumainkan jariku pada pinggiran&lt;br /&gt;vaginanya, kuputar terus, kugesek pelan, sekali-sekali kumasukkan&lt;br /&gt;jariku pada lubang kecil yang betul-betul indah, bulunyapun masih tipis&lt;br /&gt;dan lembut. Penisku rasanya makin ereksi berat, aku mendesah lembut.&lt;br /&gt;Ahh, indahnya kau Melda, betapa kuingin memilikimu, aku menyayangimu,&lt;br /&gt;cintaku langsung hanya untukmu. Oh, aku terperanjat sebentar ketika&lt;br /&gt;Melda bergerak, rupanya dia menggerakkan tangannya sebentar tanpa&lt;br /&gt;sadar, karena aku mendengar nafasnya yang teratur berarti dia sedang&lt;br /&gt;tidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan nekatnya kuturunkan celana dalamnya perlahan tanpa&lt;br /&gt;bunyi, pelan, pelan, dan lepaslah celana dalam dari tempatnya, kemudian&lt;br /&gt;kulepas dari kakinya sehingga kini melda benar-benar telanjang bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, indah sekali bentuknya, dari kaki sampai wajahnya&lt;br /&gt;kutatap tak berkedip. Payudaranya yang masih berupa puting itu sangat&lt;br /&gt;indah sekali. Akh, sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku&lt;br /&gt;pada vaginanya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya&lt;br /&gt;yang khas. Oh, aku benar-benar tidak tahan, lalu lidahku kumainkan di&lt;br /&gt;sekitar vaginanya. Aku memang terkenal sebagai si pandai lidah, karena&lt;br /&gt;setiap wanita yang sudah pernah kena lidahku atau jilatanku pasti akan&lt;br /&gt;ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku praktekan pada&lt;br /&gt;vagina si Melda ini. Lereng gunung vaginanya kusapu dengan lidahku,&lt;br /&gt;kuayun lidahku pada pinggiran lalu sekali-kali sengaja kusenggol&lt;br /&gt;clitorisnya yang indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian gua kecil itu kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja&lt;br /&gt;kuulur panjang, aku usap terus, aku colok terus, kujelajahi gua&lt;br /&gt;indahnya sehingga lama-kelamaan gua itu mulai basah, lembab dan berair.&lt;br /&gt;Oh, nikmatnya air itu, aroma yang khas membuatku terkejet-kejet,&lt;br /&gt;penisku sudah tidak sabar lagi, tapi aku masih takut kalau kalau Melda&lt;br /&gt;terbangun bisa runyam nanti, tapi desakan kuat pada penisku sudah&lt;br /&gt;sangat besar sekali. Nafasku benar-benar tidak karuan, tapi kulihat&lt;br /&gt;Melda masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih bersemangat lagi,&lt;br /&gt;sekarang semua kemampuan lidahku kupraktekan saat ini juga, luar biasa&lt;br /&gt;memang, vagina yang mungil, vagina yang indah, vagina yang sudah basah.&lt;br /&gt;Rasanya seperti sudah siap menanti tibanya senjataku yang sudah&lt;br /&gt;berontak untuk menerobos gua indah misterius yang ditumbuhi rumput&lt;br /&gt;tipis milik Melda, namun kutahan sebentar, karena lidahku dan jilatanku&lt;br /&gt;masih asyik bermain di sana, masih memberikan kenikmatan yang sangat&lt;br /&gt;luar biasa bagi Melda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang Melda tertidur pulas, andaikata Melda dapat merasakan dalam&lt;br /&gt;keadaan sadar pasti sangat luar biasa kenikmatan yang sedang&lt;br /&gt;dirasakannya itu, tapi walaupun Melda saat ini sedang tertidur pulas&lt;br /&gt;secara psycho seks yang berjalan secara alami dan biologis,..nikmat&lt;br /&gt;yang amat sangat itu pasti terbawa dalam mimpinya, itu pasti dan pasti,&lt;br /&gt;walaupun yang dirasakannya sekarang ini hanya sekitar 25%, Buktinya&lt;br /&gt;dengan nafasnya yang mulai tersengal dan tidak teratur serta vaginanya&lt;br /&gt;yang sudah basah, itu menandakan faktor psycho tsb sudah bekerja dengan&lt;br /&gt;baik. Sehingga nikmat yang luar biasa itu masih dapat dirasakan&lt;br /&gt;seperempatnya dari keseluruhannya kalau di saat sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Karena kupikir sudah cukup rasanya lidahku bermain di&lt;br /&gt;vaginanya, maka pelan-pelan penisku yang memang sudah minta terus sejak&lt;br /&gt;tadi kuoles-oleskan dulu sesaat pada ujung vaginanya, lalu pada&lt;br /&gt;clitorisnya yang mulai memerah karena nafsu, rasa basah dan hangat pada&lt;br /&gt;vaginanya membuat penisku bergerak sendiri otomatis seperti&lt;br /&gt;mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang ada di vaginanya. Dan&lt;br /&gt;ketika penisku dirasa sudah cukup bermain di daerah istimewanya, maka&lt;br /&gt;dengan hati-hati namun pasti penisku kumasukan perlahan-lahan ke dalam&lt;br /&gt;vaginanya.., pelan, pelan dan, "sleepp.., slesepp", kepala penisku yang&lt;br /&gt;gundul sudah tidak kelihatan karena batas di kepala penisku sudah masuk&lt;br /&gt;ke dalam vagina Melda yang hangat nikmat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kuperhatikan sebentar wajahnya, Masih!, dia, Melda masih pulas&lt;br /&gt;saja, hanya sesaat saja kadang nafasnya agak sedikit tersendat,&lt;br /&gt;"Ehhss.., ehh.., ss", seperti orang ngigau. Lalu kucabut lagi penisku&lt;br /&gt;sedikit dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira hampir&lt;br /&gt;setengahnya, "Akhh.., ahh, betapa nikmatnya, betapa enaknya vaginamu&lt;br /&gt;Melda, betapa seretnya lubangmu sayang". Oh, gerakanku terhenti&lt;br /&gt;sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul-betul cantik yang&lt;br /&gt;mencerminkan sumber seks yang luar biasa dari wajah mata dan hidungnya&lt;br /&gt;yang agak menekuk sedikit,.. ohh Melda, betapa sempurnanya tubuhmu,&lt;br /&gt;betapa enaknya vaginamu, betapa nikmatnya lubangmu. Oh, apapun yang&lt;br /&gt;terjadi aku akan bertanggung jawab untuk semuanya ini. Aku sangat&lt;br /&gt;menyayangimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kembali kutekan agak dalam lagi penisku supaya bisa masuk&lt;br /&gt;lebih jauh lagi ke dalam vaginanya, "Bleess.., blessess", "Akhh..,&lt;br /&gt;akhh", sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali vaginanya, belum&lt;br /&gt;pernah selama ini ada wanita yang mempunyai vagina seenak dan segurih&lt;br /&gt;milik Melda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kumasukan penisku lebih dalam lagi, kulihat Melda agak&lt;br /&gt;tersentak sedikit, mungkin dalam mimpinya dia merasakan kaget dan&lt;br /&gt;nikmat juga yang luar biasa dan nikmat yang amat sangat ketika&lt;br /&gt;senjataku betul-betul masuk, lagi-lagi dia mengerang, erangan nikmat,&lt;br /&gt;erangan sorga yang aku yakin sekali bahwa melda pasti merasakannya&lt;br /&gt;walaupun dirasa dalam tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun demikian, ketika penisku sudah masuk semua ke dalam&lt;br /&gt;vaginanya, kutekan lagi sampai terbenam habis, lalu kuangkat lagi dan&lt;br /&gt;kubenamkan lagi sambil kugoyangkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas&lt;br /&gt;dan bawah, gemetar badanku merasakan nikmat yang sesungguhnya yang&lt;br /&gt;diberikan oleh vagina Melda ini, aneh sangat luar biasa, vaginanya&lt;br /&gt;sangat menggigit lembut, menghisap pelan serta lembut dan meremas&lt;br /&gt;senjataku dengan lembut dan kasih sayang. Benar-benar vagina yang luar&lt;br /&gt;biasa. Oh Melda, tak akan kutinggalkan kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan lebih semangat lagi aku mendayung dengan kecepatan yang&lt;br /&gt;taktis sambil membuat goyangan dan gerakan yang memang sudah kuciptakan&lt;br /&gt;sebagai resep untuk memuaskan melda ini. Akhirnya senjataku kubenamkan&lt;br /&gt;habis ke dasar vaginanya yang lembut, habis kutekan penisku&lt;br /&gt;dalam-dalam. Aakh, sumur Melda memang bukan main, walaupun lubang&lt;br /&gt;vaginanya itu kecil tetapi aneh dapat menampung senjata meriam milikku&lt;br /&gt;yang kurasa cukup besar dan panjang, belum lagi dengan urat-urat yang&lt;br /&gt;tumbuh di sekitar batang penisku ini, vagina yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-kelamaan, ketika penisku benar-benar kuhunjamkan habis&lt;br /&gt;dalam-dalam pada vaginanya, aku mulai merasakan seperti rasa nikmat&lt;br /&gt;yang luar biasa, yang akan muncrat dari lubang perkencinganku. "Ohh..,&lt;br /&gt;ohh", kupercepat gerakanku naik turun, dan akhirnya muncratlah air&lt;br /&gt;maniku di dalam vaginanya yang sempit itu. Aku langsung lemas, dan&lt;br /&gt;segera kucabut penisku itu, takut Melda terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah selesai, aku segera merapikan lagi. Celana dalamnya&lt;br /&gt;kupakaikan lagi, begitu juga dengan dasternya juga aku kenakan lagi&lt;br /&gt;padanya. Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda&lt;br /&gt;sayang dariku, sayang yang betul-betul timbul dari diriku, dan akhirnya&lt;br /&gt;pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi. Aku masuk&lt;br /&gt;lagi ke kamarku, berbaring di tempat tidurku, sambil menerawang, aku&lt;br /&gt;menghayati permainan tadi. Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada&lt;br /&gt;taranya. Dan Akupun tertidur dengan pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya seperti biasa aku bangun pagi, mandi dan siap&lt;br /&gt;berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba&lt;br /&gt;Melda keluar dan tersenyum padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau berangkat Pak?", tanyanya, aku dengan gugup akhirnya mengiyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok Melda nggak sekolah?".&lt;br /&gt;"Nanti Pak, Melda giliran masuk siang", akupun tersenyum dan&lt;br /&gt;Meldapun lalu bergegas ke depan rumah, rupanya mau mencari tukang bubur&lt;br /&gt;ayam, perutnya lapar barangkali. Taxi kucegat dan aku langsung&lt;br /&gt;berangkat ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3804046056533666934-2463931502173389938?l=17tahunseru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://17tahunseru.blogspot.com/feeds/2463931502173389938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/adik-kecilku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/2463931502173389938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3804046056533666934/posts/default/2463931502173389938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://17tahunseru.blogspot.com/2009/11/adik-kecilku.html' title='Adik Kecilku'/><author><name>17Tahun-Dotcom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02280796154898045075</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3804046056533666934.post-1463639138653584721</id><published>2009-11-19T00:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T00:56:57.335-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daun Muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='17tahunseru.blogspot.com'/><title type='text'>ABG Tetangga</title><content type='html'>Minggu&lt;br /&gt;sore hampir pukul empat. Setelah menonton CD porno sejak pagi penisku&lt;br /&gt;tak mau diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan&lt;br /&gt;ke vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. Istriku pulang&lt;br /&gt;kampung sejak kemarin sampai dua hari mendatang, karena ada kerabat&lt;br /&gt;punya hajat menikahkan anaknya. Anak tunggalku ikut ibunya. Aku mencoba&lt;br /&gt;menenangkan diri dengan mandi, lalu berbaring di ranjang. Tetapi&lt;br /&gt;penisku tetap tak berkurang ereksinya. Malah sekarang terasa&lt;br /&gt;berdenyut-denyut bagian pucuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah gawat gawat nih. Nggak ada sasaran lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian", gumamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit dari tiduran menuju ruang tengah. Mengambil segelas air&lt;br /&gt;es lalu menghidupkan tape deck. Lumayan, tegangan agak mereda. Tetapi&lt;br /&gt;ketika ada video klip musik barat agak seronok, penisku kembali&lt;br /&gt;berdenyut-denyut. Nah, belingsatan sendiri jadinya. Sempat terpikir&lt;br /&gt;untuk jajan saja. Tapi cepat kuurungkan. Takut kena penyakit kelamin.&lt;br /&gt;Salah-salah bisa ketularan HIV yang belum ada obatnya sampai sekarang.&lt;br /&gt;Kuingat-ingat kapan terakhir kali barangku terpakai untuk menyetubuhi&lt;br /&gt;istriku. Ya, tiga hari lalu. Pantas kini adik kecilku uring-uringan tak&lt;br /&gt;karuan. Soalnya dua hari sekali harus nancap. "Sekarang minta jatah..".&lt;br /&gt;Sambil terus berusaha menenangkan diri, aku duduk-duduk di teras depan&lt;br /&gt;membaca surat kabar pagi yang belum tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba pintu pagar berbunyi dibuka orang. Refleks aku mengalihkan pandangan ke arah suara. Renny anak tetangga mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat sore Om. Tante ada?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sore.. Ooo Tantemu pulang kampung sampai lusa. Ada apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah gimana ya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silakan duduk dulu. Baru ngomong ada keperluan apa", kataku ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABG berusia sekitar lima belas tahun itu menurut. Dia duduk di kursi kosong sebelahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, ada perlu apa dengan Tantemu? Mungkin Om bisa bantu", tuturku sambil menelusuri badan gadis yang mulai mekar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anu Om, Tante janji mau minjemi majalah terbaru.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Majalah apa sich?", tanyaku. Mataku tak lepas dari dadanya yang tampak mulai menonjol. Wah, sudah sebesar bola tenis nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa saja. Pokoknya yang terbaru".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke silakan masuk dan pilih sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuletakkan surat kabar dan masuk ruang dalam. Dia agak ragu-ragu mengikuti. Di ruang tengah aku berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cari sendiri di rak bawah televisi itu", kataku, kemudian membanting pantat di sofa.&lt;br /&gt;Renny segera jongkok di depan televisi membongkar-bongkar tumpukan&lt;br /&gt;majalah di situ. Pikiranku mulai usil. Kulihati dengan leluasa tubuhnya&lt;br /&gt;dari belakang. Bentuknya sangat bagus untuk ABG seusianya. Pinggulnya&lt;br /&gt;padat berisi. Bra-nya membayang di baju kaosnya. Kulitnya putih bersih.&lt;br /&gt;Ah betapa asyiknya kalau saja bisa menikmati tubuh yang mulai&lt;br /&gt;berkembang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak ada Om. Ini lama semua", katanya menyentak lamunan nakalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngg.. mungkin ada di kamar Tantemu. Cari saja di sana"&lt;br /&gt;Selama ini aku tak begitu memperhatikan anak itu meski sering main&lt;br /&gt;ke rumahku. Tetapi sekarang, ketika penisku uring-uringan tiba-tiba&lt;br /&gt;baru kusadari anak tetanggaku itu ibarat buah mangga telah mulai&lt;br /&gt;mengkal. Mataku mengikuti Renny yang tanpa sungkan-sungkan masuk ke&lt;br /&gt;kamar tidurku. Setan berbisik di telingaku, "inilah kesempatan bagi&lt;br /&gt;penismu agar berhenti berdenyut-denyut. Tapi dia masih kecil dan anak&lt;br /&gt;tetanggaku sendiri? Persetan dengan itu semua, yang penting birahimu&lt;br /&gt;terlampiaskan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku bangkit menyusul Renny. Di dalam kamar kulihat anak&lt;br /&gt;itu berjongkok membongkar majalah di sudut. Pintu kututup dan kukunci&lt;br /&gt;pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah ketemu Ren?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum Om", jawabnya tanpa menoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau lihat CD bagus nggak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"CD apa Om?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Filmnya bagus kok. Ayo duduk di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu tanpa curiga segera berdiri dan duduk pinggir ranjang. 
